
Satu Bulan Kemudian
Rehan dan Cinta pergi ke acara pernikahan Dokter Daniel dan Kirana. Cinta sudah hamil satu bulan saat itu. Rehan begitu protektif padanya. Sayang Leo, Zara dan Aksa masih diluar negeri. Jadi mereka hanya berempat pergi ke acara pernikahan itu bersama Raka dan Azkia. Mereka berempat naik ke atas pelaminan bersamaan.
"Kirana, Kak Daniel selamat ya, semoga jadi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah"ucap Cinta.
"Amin, terimakasih Cinta"ucap Dokter Daniel dan Kirana.
"Selamat ya Dokter Daniel, Kirana"ucap Rehan.
"Terimakasih Rehan"ucap Dokter Daniel dan Kirana.
Kemudian giliran Raka dan Azkia yang memberi mereka berdua ucapan selamat.
"Selamat ya Kirana, Dokter Daniel semoga kalian bahagia selalu"ucap Azkia.
"Amin, terimakasih Azkia"ucap Kirana dan Dokter Daniel.
"Selamat ya untuk kalian berdua semoga cepet punya momongan"ucap Raka.
"Amin, terimakasih"ucap Kirana dan Dokter Daniel.
Mereka berempat turun dari pelaminan dan bertemu Andra dan Zhafira. Mereka semua menyempatkan untuk mengobrol di bawah pelaminan itu.
"Zhafira"ucap Azkia dan Cinta.
"Cinta, Azkia"ucap Zhafira.
Mereka bertiga berpelukan sebagai seorang sahabat.
"Calon manten mukanya bersinar"goda Azkia.
"Rajin perawatan"ucap Zhafira.
"Minggu besok ya"ucap Cinta.
"Iya, usahakan hadir ya"ucap Zhafira.
"Insya Allah"ucap Cinta dan Azkia.
Disisi lain Anda, Raka dan Rehan juga mengobrol.
"Andra bentar lagi belah duren bro, mau minta kisi-kisi gak?"tanya Raka.
"Bocah sialan lo kaya Raja aja bagi kisu-kisi segala sekalian tutorialnya"ucap Rehan.
"Nah itu dia gue juga diajarin sama Raja"ucap Raka.
"Gue dah hatam belajar dari ahlinya"ucap Andra.
"Siapa?"tanya Raka dan Rehan penasaran sekali dengan ahli yang mengajarkan Andra.
"Ya Raja siapa lagi, bininya aja sampai tiga. Tiga kali belah duren"ucap Andra.
"Ha....ha....ha....."Mereka bertiga tertawa.
Setelah mengobrol dengan para sahabat, Rehan dan Cinta menghampiri Pak Theo dan Ibu Kartika.
"Pa, Tante Kartika selamat ya"ucap Rehan dan Cinta.
"Iya nak"ucap Pak Theo dan Ibu Kartika.
Pak Theo langsung memeluk Rehan.
"Papa senang bisa melihatmu lagi dan melihatmu bahagia"ucap Pak Theo.
__ADS_1
"Rehan juga senang kini Papa bahagia"ucap Rehan.
Pak Theo melepas pelukannya dari Rehan.
"Papa dengar Cinta hamil"ucap Pak Theo.
"Alhamdulillah iya Pa"ucap Rehan dan Cinta.
"Semoga Cinta dan bayinya sehat, kau harus selalu ada disisinya kali ini Rehan"ucap Pak Theo.
"Insya Allah Pa"ucap Rehan.
Pertemuan diacara itu membuat silaturrahmi diantara mereka terjalin erat. Mereka semua bahagia dengan berbuat baik mereka bisa memiliki hubungan yang erat bersama keluarga dan sahabat. Hidup akan terasa bahagia saat kita berada diantara orang-orang yang menyayangi kita.
**************
Satu Minggu Kemudian
Zhafira dan Andra menggelar acara pernikahan mereka di Gedung Rose Golden. Mereka memilih pelaminan bernuansa silver. Semua tamu undanganpun juga mengenakan baju yang berwarna silver. Acara itu sangat meriah karena dihadiri keluarga, sahabat, teman, kenalan dan rekan bisnis. Zhafira begitu cantik dengan gaun pengantin berwarna silver yang dikenakannya begitupun Anda begitu tampan dengan baju pengantinnya berwarna senada dengan Zhafira. Selesai akad mereka berdiri diatas pelaminan menyalami tamu undangan. Pak Alex menghadiri acara pernikahan Andra dan Zhafira meskipun jadi tahanan kota dengan jaminan. Beliau ingin menyaksikan pernikahan anaknya. Rehan dan Cinta naik ke atas pelaminan.
"Zhafira, Andra selamat ya, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah"ucap Cinta.
"Amin, terimakasih Cinta"ucap Zhafira.
"Selamat ya untuk kalian berdua semoga Allah selalu mengayomi rumah tangga kalian berdua"ucap Rehan.
"Amin, makasih ya Rehan"ucap Andra dan Zhafira.
Tak lama Raka dan Azkia juga naik keatas pelaminan.
"Kirana, Andra selamat ya semoga kalian langgeng"ucap Azkia.
"Amin, terimakasih Azkia"ucap Andra dan Zhafira.
"Selamat ya untuk kalian berdua semoga selalu bersama hingga maut yang memisahkan"ucap Raka.
Mereka berempat pun turun dari pelaminan setelah mengucapkan selamat pada mereka berdua.
Sore harinya, Pak Alex berpamitan untuk kembali lagi ke penjara. Dia berpelukan dengan Zhafira putrinya.
"Fira semoga kau selalu bahagia nak, maafkan Papa tidak bisa selalu ada disisimu"ucap Alex.
"Gak papa Pa, Fira sangat bahagia bisa bersama Papa hari ini, semoga Papa sehat dan selalu dalam lindungan Allah"ucap Zhafira.
"Iya nak, pasti ibumu bahagia sekarang. Kau sudah menikah dan bersama orang yang baik dan menyayangimu"ucap Alex.
"Iya Pa hik...hik...."ucap Zhafira.
"Jangan menangis nak, ini hari bahagiamu"ucap Alex.
Pak Alex melepas pelukannya dan menghapus air mata dipipi Zhafira.
"Tersenyumlah, sambut hidup barumu dengan bahagia"ucap Alex.
Zhafira tersenyum melihat ayahnya. Hari ini dia bahagia bercampur sedih melihat ayahnya harus kembali ke penjara. Alex juga berpamitan pada Andra, dia memeluk Andra seperti anaknya sendiri.
"Andra, Papa titip Zhafira, jagalah dia, sayangi dia dan selalu bersamanya hingga maut memisahkan kalian berdua"ucap Alex.
"Amin, iya Pa"ucap Andra.
Pak Alex melepas pelukannya pada Andra lalu berjalan meninggalkan Zhafira dan Andra. Ketika dia sedang berjalan keluar, dia bertemu Pak Hermawan.
"Hermawan"ucap Alex.
"Alex"ucap Pak Hermawan.
__ADS_1
"Aku minta maaf atas semua kesalahanku dimasa lalu padamu"ucap Alex.
"Aku juga minta maaf telah membawa pergi Murni"ucap Hermawan.
"Ya, kita saling memaafkan sekarang"ucap Alex.
"Ya"ucap Pak Hermawan.
"Terimakasih selama ini kau sudah merawat dan menjaga Zhafira"ucap Alex.
"Sama-sama"ucap Pak Hermawan.
"Aku pamit dulu"ucap Alex.
"Semoga kau sehat selalu Alex, kau harus menebus semua waktumu pada Zhafira"ucap Pak Hermawan.
"Insya Allah"ucap Alex.
Alex dibawa polisi keluar dari gedung itu. Sementara Pak Hermawan masuk ke dalam gedung itu untuk mengucapkan selamat pada Andra dan Zhafira.
***********
Enam Bulan Kemudian
Cinta, Azkia, Zhafira dan Kirana sedang jalan santai bersama sekalian berjemur. Kini mereka semua jadi bumil. Cinta hamil tujuh bulan, Azkia hamil enam bulan, Zhafira hamil lima bulan dan Kirana juga hamil lima bulan. Mereka jalan sehat untuk kehamilan mereka ditemani suami mereka masing-masing yang berjalan dibelakang mereka berempat.
"Kak ipar aku dengar dari Kak Rehan, katanya bayimu kembar tiga ya"ucap Azkia.
"Alhamdulillah, iya"ucap Cinta.
"Pantas perutmu besar sekali Cinta"ucap Zhafira.
"Iya besar"ucap Kirana.
"Kemungkinan aku akan dicaesar minggu depan"ucap Cinta.
"Cepet ya baru tujuh bulan udah melahirkan"ucap Zhafira.
"Itu karena kondisi kehamilanku ini, kalau diteruskan sampai sembilan bulan aku akan semakin sesak, sulit makan dan sulit tidur"ucap Cinta.
"Oh iya"ucap Azkia, Zhafira dan Kirana.
"Seneng ya punya anak kembar pasti lucu"ucap Azkia.
"Kamu juga punya peluang punya anak kembar Azkia"ucap Zhafira.
"Iya ya, semoga kehamilanku yang kedua kembar, amin"ucap Azkia.
"Amin"ucap Cinta, Zhafira dan Kirana.
Mereka bertiga terus mengobrol seputar kehamilan mereka. Sementara para suami menjaga mereka sambil membeli ini itu untuk keperluan mereka selama gerak jalan santai itu.
Mereka semua bahagia bisa bersama dan berbagi cerita.
Tidak ada kebahagiaan yang paling bahagia selain bersama orang-orang tercinta seperti orangtua, anak, saudara dan sahabat. Harta akan habis tapi cinta akan terus ada selama kita menjaganya. Cinta dan Rehan terus berharap agar hidup mereka bahagia dan selalu bersama dengan orang-orang yang dicintainya.
Cuplikan Season 2 novel Istriku Masih SMA
"Hijabmu kotor, kasihan....., mereka tega sekali. Sini ku bantu bersihkan"ucap Alvan memegang hijab Alina hendak melepasnya.
"Hijab bagi seorang muslim adalah jati dirinya, aku takkan membiarkan satu tanganpun melepas hijabku"ucap Alina menahan tangan Alvan.
Alvan langsung mendorong Alina hingga terjatuh di lantai.
Bluuuuug...............
__ADS_1
"Aw...................."ucap Alina kesakitan saat terjatuh.
"Mulai sekarang kau akan jadi mainanku, Alina" ucap Alvan.