ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Generation 2 : Part 6


__ADS_3

"Dik bangun....bangun......udah sampai"ucap Kenet bus yang dinaiki Haura.


Kenet itu terus menepuk lengan Haura.


"Ee.....udah sampai ya"ucap Haura yang masih mengantuk.


"Bangun dik......bangun"ucap Kenet itu.


Haura membuka kedua matanya, didepannya seorang kenet bus melihat ke arahnya.


"Dik turunlah, sudah sampai di Terminal Anggrek" ucap Kenet bus itu.


"Apa? Terminal Anggrek? aku mau turun di Terminal Melati"ucap Haura.


"Sudah kelewat itu mah, sekarang kamu berada di Terminal Anggrek"ucap Kenet bus itu.


"Oh gitu"ucap Haura yang masih agak mengantuk dan belum sadar sepenuhnya.


"Yaudah buruan turun"ucap Kenet bus itu.


"Oke"ucap Haura.


Kenet bus itu turun dari bus, kemudian Haura melihat ke samping kursinya tempat dia menaruh ransel miliknya.


"Loh ranselku mana?"ucap Haura.


Haura mencari Ranselnya ke bawah kursi, tapi tidak ada, dia mencari ke tempat penyimpanan barang di atas kursi penumpang tapi juga tidak ada. Dia mencari ke semua kursi bus yang sudah kosong dari penumpang, itupun tidak ada.


"Ranselku kemana? aduh...bisa gembel dadakan" ucap Haura.


Haura kembali mencari kesana sini didalam bus itu tapi tak ada juga.


"Tidaaaak........."teriak Haura dengan semua kenyataan yang ada.


Setan Red : udah Haura ambil sisi positifnya he...he...kamu sudah bebas dari ortumu yang bawel itu, mari berpetualang.


Setan Bul : masih banyak cara hidup enak tanpa orangtua, dijamin keluar dari bus banyak hal yang menyenangkan, semangat!!!..... ini tantangan untuk hidup yang lebih baik.


Akhirnya dengan berat hati dia turun dari bus, dengan wajah yang lesu Haura berjalan di tepi jalan. Matahari sudah terbit dipagi hari itu. Anak-anak sekolah terlihat berangkat sekolah melewati jalanan yang di lewati Haura.


"Jadi kangen sekolah, padahal baru sehari aku memutuskan pergi, biasanya aku dan Deena berangkat sekolah setiap pagi"ucap Haura sambil melihat anak-anak yang berangkat sekolah.


Haura berjalan terus ditepi jalan, suara perutnya mulai keroncongan, dia memegangi perutnya dengan tangan kanannya.


"Laper tapi aku tidak punya uang lagi"ucap Haura.


Haura teringat sarapan bersama keluarganya.


"Mama pasti udah masak yang enak untuk Haura, terus Papa bawel nyuruh Haura makan jangan main handphone terus"ucap Haura.


Haura melihat beberapa pedagang kaki lima di tepi jalan. Begitu banyak pembeli yang sarapan di pedagang kaki lima itu.


"Aku gak punya uang buat beli sarapan, tapi perutku lapar"ucap Haura.


Setan Red : minta-minta aja Haura, hari gini pekerjaan itu yang paling menjanjikan, mudah lagi. Modal plastik dan kata-kata mutiara yang menyedihkan, beres.

__ADS_1


Setan Bul : jadi pengemis gak usah capek, tinggal pasang muka ngenes, penonton pada baper, saweran banyak deh.


"Benar juga"ucap Haura.


Kemudian Haura duduk di tepi jalan jadi seorang pengemis jalanan.


"Bagi sedekahnya Mas, Mba, Pak, Bu, saya belum makan selama berhari-hari. Perut rasanya melintir hik....hik....."ucap Haura pada orang-orang yang lewat.


"Aduh....biasanya pengemis gini punya banyak duit"ucap Sarah.


"Iya, aku denger penghasilan mereka banyak, ngapain kita harus memberinya duit, kita aja susah"ucap Ika.


Orang-orang bukannya kasihan malah membicarakan Haura yang tidak-tidak. Mereka akhirnya meninggalkan Haura begitu saja.


"Yah gak ada yang ngasih duit, laper banget nih, udah siang lagi"ucap Haura.


Haura kembali berjalan menelusuri jalan. Dia melihat ibu-ibu memakai emas yang banyak bahkan dia terlihat sedang menghitung segepok uang di tepi jalan.


Setan Red : udah Haura ambil aja tuh duit, dia sombong dan pamer, kasih pelajaran, ambil aja duitnya biar dia tahu rasa.


Setan Bul : mencuri pada orang yang sombong dan pamer itu tidak masalah, asal jangan mencuri pada orang yang baik, betul tidak.


"Benar juga, sombong, pamer lagi, mentang-mentang punya banyak duit"ucap Haura.


Haura berjalan mendekati ibu itu lalu mengambil paksa uangnya.


"Maling........."teriak Ibu Sri.


Haura membawa pergi uang Ibu Sri, dia berlari meninggalkan tempat itu tapi dikejar massa.


"Huh....huh....huh.......capek"ucap Haura.


Setan Bul : ini pelarian yang seru dan menegangkan Haura, jangan takut selama kau bisa kabur.


Haura berlari belok kanan, kiri, sampai akhirnya dia terjatuh.


Bluuuug................


"Aw............."ucap Haura.


Haura dikepung massa, mereka memukul Haura meskipun dia wanita, untung saja ada seorang warga yang bijak hingga membuatnya bisa dibebaskan dari penghakiman massa. Hanya saja ditangan dan kakinya penuh luka. Haura berjalan kesakitan ditepi jalan sambil bersedih.


"Pa, Ma, nelangsa banget sih nasib Haura padahal baru sehari kabur dari rumah"ucap Haura.


Haura duduk dibawah pohon yang rindang. Perutnya begitu lapar sampai tubuhnya lemas. Dia tiba-tiba tertidur dan mendengar suara kecil memanggilnya.


"Kak....Kak....bangun...."ucap Abizar.


Haura membuka matanya, dia melihat seorang anak kecil didepannya.


"Apa aku di surga?"tanya Haura.


"Belum tentu, dosa kakak banyakkan, silahkan ke neraka tinggal belok kanan"ucap Abizar.


"Apa? neraka?"ucap Haura.

__ADS_1


Haura langsung seger mendengar kata neraka dari anak kecil itu.


"Nih"ucap Abizar memberi Haura permen karet.


"Aku lapar, aku mau makan"ucap Haura.


"Terserah, mau tidak?"tanya Abizar.


Setan Red : culik aja anak kecil itu minta tebusan Haura, ini keisengan paling sensasional dalam hidupmu.


Setan Bul : jual aja anak kecil itu mumpung orangtuanya gak ada, dapat duit banyak lumayan hidupmu tidak akan ngenes lagi.


"Mau, makasih ya"ucap Haura menerima permen karet dari Abizar.


Setan Red dan Bul : lah kok dia waras ya.


Setelah memberi permen karet, anak kecil itu pergi.


"Lumayan setidaknya bisa buat ganjel mulut, tapi aku haus"ucap Haura.


Haura berjalan kembali sampai disebuah sekolah SMA. Dia memanjat pagar dan masuk ke area sekolah itu. Haura berdiri di jendela kaca belakang kelas itu, dia melihat teman-teman sebayanya sedang belajar di kelasnya.


"Mereka semua sedang belajar, dulu aku malah iseng mengerjai teman sekelasku dan guru yang mengajar"ucap Haura.


"Sepertinya menyenangkan kalau sekolah, banyak teman, banyak hal lucu dan seru, walaupun aku kebanyakan isengnya"ucap Haura.


Haura berjalan keluar dari sekolah itu. Dia terus berjalan di tepi jalan sampai di sebuah pusat berbagai restoran berjejer, tempat itu cukup besar.


"Aku lapar, apa aku makan permen karet ini aja"ucap Haura.


Haura mengunyah permen karet itu, lalu dia memasuki area berbagai restoran itu.


"Baunya enak, laper"batin Haura.


Haura mengambil permen karet yang sudah tidak manis lagi di mulutnya lalu dia melemparnya begitu saja ke belakangnya. Tiba-tiba terdengar suara dari belakang Haura.


"Woi......"suara dari belakang Haura.


Haura langsung membalikkan badannya. Permen karetnya menempel di hidung seorang lelaki tampan, tinggi, kekar dan memakai setelan jas rapi bersama beberapa lelaki kekar dibelakangnya.


"Tangkap dia"ucap Lelaki tampan itu menyuruh anak buahnya menangkap Haura.


"Permen karetku mengenai mukanya, kabur aja dia terlihat seram"batin Haura.


"Ka....buuur....."ucap Haura.


Haura berlari secepat mungkin dikejar anak buah lelaki tampan itu.


"Huh....huh...huh....capek, lapar, Papa, Mama" ucap Haura sambil berlari ngos-ngosan di kejar anak buah lelaki tampan itu.


Haura langsung masuk ke gorong-gorong untuk ngumpet.


"Mana gadis kecil tadi?"tanya Jordi.


"Tadi sih lari kesini"ucap Beni.

__ADS_1


"Bos akan marah besar kalau kita tidak bisa menangkap gadis kecil tadi"ucap Jordi.


"Kita cari ke arah sana"ucap Beni.


__ADS_2