
"Aku merasa mereka itu orang dari Pulau Hitam, tapi kenapa mereka mengejarku dan Cinta disaat aku tanpa pengawalan"batin Black Hunter.
"Apa mereka sengaja ingin menjadikanku target atau justru Cintalah target mereka"batin Black Hunter.
"Kak Rehan....Kak Rehan......"ucap Cinta berkali-kali memanggil Rehan.
"Iya manisku"ucap Black Hunter.
"Mereka itu siapa? kenapa mengejar kita?"tanya Cinta.
"Mungkin begal, kitakan keluar malam"ucap Black Hunter.
Black Hunter terpaksa berbohong pada Cinta. Dia tidak mau Cinta khawatir dan takut dengan ancaman yang dia sendiri belum memastikan itu siapa mereka.
"Benar juga, biasanya begal beraksi malam hari" ucap Cinta.
"Kau mengantuk tidak manisku?"tanya Black Hunter.
"Iya aku ngantuk"ucap Cinta.
"Tidurlah bersandar padaku, aku akan menjagamu"ucap Black Hunter.
Cinta mengangguk, dia tidur bersandar didada Black Hunter. Dia merasa nyaman saat berada disampingnya. Setelah satu jam berlayar, Black Hunter meminta perahu itu ke tepi. Dia dan Pak Udung menurunkan motor gedenya. Lalu dia membangunkan Cinta berbaring diperahu itu.
"Manisku bangunlah"ucap Black Hunter menepuk pipi Cinta perlahan-lahan.
"Kak Rehan"ucap Cinta.
"Ayo turun, kita sudah sampai daratan"ucap Black Hunter.
"Iya Kak Rehan"ucap Cinta.
"Naiklah ke punggungku"ucap Black Hunter.
Cinta mengangguk lalu naik ke punggung Black Hunter.
"Kak Rehan jam berapa ini?"tanya Cinta.
"Jam 3 malam"ucap Black Hunter.
Black Hunter berjalan menuju ke motor gede miliknya. Dia mengendarai motor itu meninggalkan tempat itu. Setelah sampai dikota, motor-motor yang mengejar mereka tadi kembali muncul dan mengejar kembali. Black Hunter terus mengendarai motornya menghindari kejaran motor-motor itu. Hingga bensinnya habis dan terpaksa berhenti mendadak. Motor-motor itu memutari motor Black Hunter.
Ngooong.......ngooooong........ngooooong..........
Suara motor-motor berputar.
"Kak Rehan...."ucap Cinta.
"Tenang manisku, aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu"ucap Black Hunter.
Motor-motor itu berhenti mengerumuni motor Black Hunter. Mereka melepas helm yang mereka kenakan. Semuanya memakai baju hitam dan penutup kepala berwarna hitam juga. Black Hunter dan Cinta turun dari motor. Mereka berdiri diantara kerumunan orang-orang itu.
"Mau apa kalian?"tanya Black Hunter.
"Serahkan wanita yang ada disampingmu itu"ucap salah satu dari mereka.
"Sampai matipun aku takkan menyerahkan istriku pada kalian"ucap Black Hunter.
"Kalau begitu kami akan menggunakan cara kekerasan untuk memaksamu"ucap salah satu dari mereka.
"Silahkan"ucap Black Hunter.
"Serang"ucap salah satu dari mereka.
"Manisku kau cari tempat yang aman"ucap Black Hunter.
Cinta mengangguk dan berjalan ke tepi jalan. Dia melihat Black Hunter melawan beberapa orang yang memakai penutup kepala itu. Tiba-tiba salah seorang dari mereka menangkap Cinta.
__ADS_1
"Lepas"ucap Cinta.
"Diamlah"ucap lelaki memakai penutup kepala itu.
Saat Cinta ditangkap, fokus Black Hunter terpecah hingga dia terjatuh terkena pukulan dari mereka.
Bruuuuug.................
Black Hunter terjatuh dijalan.
"Kak Rehan........."ucap Cinta berteriak melihat Black Hunter terjatuh.
Cinta menendang lelaki yang menangkapnya.
Dug............
"Aw..........."ucap Lelaki itu.
Cinta berlari ke arah Black Hunter. Dia langsung memeluknya.
"Pergilah dari sini manisku, aku akan menghadang mereka"ucap Black Hunter.
"Tidak, aku sudah pernah kehilanganmu. Aku tidak ingin kehilanganmu lagi Kak Rehan hik...hik...."ucap Cinta.
"Kalau kau disini, mereka bisa saja melukaimu" ucap Black Hunter.
"Bagaimana kalau mereka justru melukaimu" ucap Cinta.
"Tidak apa-apa, yang penting kau selamat"ucap Black Hunter.
"Kita akan melewati semuanya bersama Kak Rehan hik...hik...."ucap Cinta.
"Tidak, ada Aksa diantara kita. Dia membutuhkan kasih sayang kita, jika terjadi sesuatu pada kita berdua, siapa yang menjaga Aksa"ucap Black Hunter.
"Ha.....ha....ha.....sudah cukup salam perpisahannya"ucap Salah satu lelaki menggunakan penutup kepala itu.
Mereka mau mengeroyok Black Hunter dan Cinta tiba-tiba seseorang melempar pedang hingga berputar seperti bumerang.
"Aw.....aw......aw.....aw......"Mereka semua terkena pedang itu dibagian lengan.
Plaaang.............
Pedang itu terjatuh tepat didepan mereka semua.
Mereka mencari pelempar pedang itu ternyata dua orang berjalan menghampiri mereka.
"Sepertinya belum terlambat"ucap Raka.
"Sudah lama tak bersenang-senang dengan pedangku"ucap Azkia.
"Raka, Azkia"ucap Cinta dan Black Hunter.
Black Hunter dan Cinta bangun dan berdiri melihat Raka dan Azkia menghampirinya.
"Apa kalian tidak apa-apa?"tanya Raka.
"Tidak"ucap Black Hunter dan Cinta.
"Habisi mereka semua"ucap Salah satu dari mereka.
Orang-orang itu berlari ke arah mereka berempat.
"Ayo kita lawan bersama"ucap Raka.
"Oke"ucap Black Hunter.
"Sayang bawa Cinta ke tepi"ucap Raka.
__ADS_1
"Siap"ucap Azkia.
"Ayo Cinta"ucap Azkia.
Cinta mengangguk, Azkia membawa Cinta ke tepi jalan. Sementara Raka dan Black Hunter melawan orang-orang yang memakai penutup kepala. Orang-orang itu kualahan melawan Raka dan Black Hunter. Mereka semua babak belur. Salah seorang dari mereka yang berdiri dibelakang mereka semua, megeluarkan pistol hendak menembak Raka dan Rehan. Azkia melihat itu lalu berlari ke arahnya secepat mungkin. Dia melompat dengan gaya kayang berkali-kali hingga menendang tangan wanita itu.
Dug.............
Plaaaang............
Pistol itu terjatuh dijalan begitu saja. Orang itu langsung melawan Azkia. Mereka berdua saling melawan satu sama lain. Tak butuh waktu lama Azkia melumpuhkan orang itu. Dia langsung menangkapnya dan mengikatnya dengan menggunakan sweeter miliknya. Raka dan Black Hunter juga selesai melumpuhkan orang-orang itu. Mereka berdua menghampiri Azkia.
"Ini baru sayangku yang jagoan"ucap Raka memuji istri tercintanya.
Azkia tersenyum saat Raka memujinya. Black Hunter mendekati orang yang diikat Azkia, dia membuka penutup kepala dari orang itu.
"Keren"ucap Black Hunter kaget, ternyata salah satu dari orang-orang itu anak buahnya sendiri.
"Ampun Tuanku, aku hanya menjalankan perintah" ucap Keren.
"Siapa yang memerintahmu?"tanya Black Hunter.
"Yang Mulia Alex"ucap Keren.
Black Hunter langsung terdiam. Dia tak menyangka ayah angkatnya itu mau melukai Cinta.
"Kau tahu kenapa Yang Mulia memerintahmu kesini?"tanya Black Hunter.
"Itu karena Tuanku dekat dengan wanita itu, Yang Mulia tidak ingin Tuanku melemah"ucap Keren.
"Katakan pada Yang Mulia, aku tidak takut padanya dan jangan lagi berani mengganggu wanitaku"ucap Black Hunter.
"Baik Tuanku"ucap Keren.
Black Hunter melepaskan Keren beserta teman-temannya. Mereka kembali naik motor meninggalkan tempat itu.
"Hei orang asing siapa mereka?"tanya Raka.
"Orang-orang yang dikirim penguasa Pulau Hitam" ucap Black Hunter.
"Untuk apa mereka kesini?"tanya Raka.
"Untuk......."ucap Black Hunter.
"Melukai adikku, benar bukan?"tanya Raka.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun melukai istriku"ucap Black Hunter.
"Bukan hanya kau, aku juga takkan membiarkan mereka melukai adikku"ucap Raka.
"Aku juga tidak akan membiarkan ada yang melukai kakak ipar, pedangku akan selalu ku asah untuk menunggu saatnya digunakan"ucap Azkia.
"Berarti kita harus bersiap"ucap Raka.
"Kau benar"ucap Black Hunter.
"Oke"ucap Azkia.
Mereka bertiga sepakat untuk melindungi Cinta.
Black Hunter menghampiri Cinta yang berdiri ditepi jalan. Dia berlari dan memeluk Cinta.
"Kak Rehan aku senang kau selamat"ucap Cinta.
"Aku juga senang bisa bersamamu manisku"ucap Black Hunter.
"Ayo kita pulang"ucap Cinta.
__ADS_1
"Iya manisku"ucap Black Hunter.
Akhirnya Raka membagi bensinnya ke motor yang dinaiki Black Hunter dan Cinta. Mereka berempat kembali ke rumah besar Leo dan Zara.