
Ibu Meta dan Pak Irwan menghampiri Leo yang sedang berada diruang tamu bersiap untuk berangkat kerja. Mereka duduk berlutut didepan Leo untuk menyampaikan hal yang ingin mereka bicarakan.
"Bos kami mau minta izin untuk pergi bekerja" ucap Pak Irwan.
"Memang Pak Irwan mau kerja apa?"tanya Leo.
"Tidak tahu Bos, tapi bagi saya yang terpenting itu pekerjaan halal soalnya kami harus membayar tunggakan hutang"ucap Pak Irwan.
"Tunggakan hutang apa ya Pak?"tanya Leo.
"Biaya berobat Kirana sewaktu sakit dulu saat SMP Bos, saya pinjam uang sama teman sampai sekarang masih nyicil"ucap Pak Irwan.
"Memangnya berapa hutangnya?"tanya Leo.
"Sekitar 20 juta Bos"ucap Pak Irwan.
"Saya akan membayar hutangnya biarbagaimanapun itu untuk biaya berobat anak saya"ucap Leo.
Leo mengeluarkan amplop dari tas kerjanya dan memberikan pada Pak Irwan.
"Ini untuk membayar tunggakan hutangnya, sisanya untuk membeli keperluan Pak Irwan dan Ibu Meta"ucap Leo.
"Terimakasih Bos, kami tidak tahu lagi gimana cara membayarnya kalau Bos tidak membantu membayarnya"ucap Pak Irwan..
"Oya Bos, apa disini ada motor atau mobil bekas, saya harus mengantar Kirana berangkat syuting siang nanti, pagi ini saya juga harus pergi ke rumah produksi"ucap Ibu Meta.
"Saya sudah menyediakan mobil untuk Pak Irwan dan Ibu Meta jika ingin pergi keluar"ucap Leo.
"Terimakasih Bos"ucap Pak Irwan dan Ibu Meta.
"Kalau begitu saya berangkat kerja dulu ya Pak Irwan dan Ibu Meta, assalamualaikum"ucap Leo.
"Wa'alaikumsallam"ucap Pak Irwan dan Ibu Meta.
Leo keluar dari rumah besar itu naik mobilnya menuju ke perusahaan miliknya. Sementara Ibu Meta dan Pak Irwan masih diruang tamu itu.
"Pak coba buka amplopnya berapa jumlah uangnya, ibu jadi gak sabar"ucap Ibu Meta.
"Oke sayang"ucap Pak Irwan.
Pak Irwan membuka amplop dan menghitung jumlah uangnya.
"Berapa Pak?"tanya Ibu Meta.
"30 juta Bu"ucap Pak Irwan.
"Lumayan, ibu bisa shopping pagi ini"ucap Ibu Meta.
"Kita bagi dua ya"ucap Pak Irwan.
"Oke, sini bagianku"ucap Ibu Meta.
__ADS_1
Pak Irwan membagi uang diamplop itu jadi dua bagian dengan Ibu Meta.
"Pak, aku mau pergi shopping dulu pakai mobil, kamu naik taksi aja ya"ucap Ibu Meta.
"Oke Bu"ucap Pak Irwan.
Ibu Meta keluar dari rumah besar itu naik mobil sementara Pak Irwan naik taksi pergi ke tempat judinya.
************
Ibu Meta pergi ke Mall untuk shopping dan nongkrong bersama teman-temannya. Dia dan teman-temannya sedang memilih-milih baju yang ingin dibeli.
"Meta, aku mau dong baju ya ini, bayarin ya"ucap Ibu Ani.
"Ambil aja kalau suka"ucap Ibu Meta.
"Aku juga mau yang ini ya Meta"ucap Ibu Yeyen.
"Ambil aja, pokoknya hari ini kalian boleh ngambil baju yang kalian suka"ucap Ibu Meta.
"Asyik, belanja sepuasnya dong"ucap Ibu Ani dan Ibu Yeyen.
"Iya dong"ucap Ibu Meta.
Setelah membeli baju, Ibu Meta dan teman-temannya nongkrong direstoran di Mall itu.
"Meta udah dua tahun ini kau semakin banyak uang saja"ucap Ibu Ani.
"Iya, kayanya hidupmu seneng terus, atmmu kaya gak ada limitnya"ucap Ibu Yeyen.
"Pantes"ucap Ibu Ani.
"Pengen deh kaya kamu gitu"ucap Ibu Yeyen.
"Makanya belajar licik dong, baru bisa kaya aku" ucap Ibu Meta.
"Berarti kita harus belajar licik darimu ya"ucap Ibu Yeyen.
"Ajari kami licik, biar banyak uang sepertimu" ucap Ibu Ani.
Ibu Meta hanya tersenyum dengan ucapan teman-temannya. Dia bukan hanya licik tapi juga pembohong besar yang menghalalkan segala cara demi uang.
************
Dokter Daniel pulang ke rumahnya. Dia tinggal bersama ibunya karena ayahnya sudah meninggal setelah Dokter Daniel lulus kuliah kedokteran. Rumahnya cukup besar dan megah. Dia masuk ke dalam rumahnya dan langsung menghampiri ibunya yang sedang duduk dikursi roda.
"Assalamualaikum Bu"ucap Dokter Daniel.
"Wa'alaikumsallam nak"ucap Ibu Rita.
Dokter Daniel langsung mencium tangan kanan ibunya itu. Lalu duduk berlutut didepan ibunya.
__ADS_1
"Daniel kapan kau membawa menantu ke rumah ini?"tanya Ibu Rita.
"Insya Allah secepatnya jika sudah bertemu jodohnya Bu"ucap Dokter Daniel.
"Kalau begitu kapan kau ajak Cinta makan dirumah kita, anak itu baik dan cantik, dia cocok untukmu"ucap Ibu Rita.
"Cinta masih sekolah Bu"ucap Dokter Daniel.
"Setelah lulus sekolahkan kau bisa menikahinya" ucap Ibu Rita.
"Daniel belum bisa memastikan itu, hubungan kami hanya sebatas Dokter dan keluarga pasien Bu"ucap Dokter Daniel.
"Kalau seperti itu selamanya kau takkan bisa menikahi Cinta"ucap Ibu Rita.
"Daniel tidak mau memaksakan perasaanku sendiri pada Cinta, dia masih remaja yang masih bebas menjalani masa pubernya"ucap Daniel.
"Paling tidak nyicil perhatian agar nanti saat tiba waktunya, dia sudah yakin padamu nak"ucap Ibu Rita.
"Baik Bu, Insya Allah besok Daniel ajak Cinta makan malam bersama kita"ucap Dokter Daniel.
"Nah gitu, laki-laki memang harus memberi perhatian duluan"ucap Ibu Rita.
Daniel berbaring dipangkuan ibunya. Dia begitu menyayangi ibunya hingga tak sanggup melukai dan mengecewakannya.
**********
Pulang sekolah Kirana menuju ke kelas 2 IPA 1 untuk menyusul Raka, tapi dia tak menemukan Raka. Ruang kelasnya juga sudah sepi. Kirana coba mencari disekeliling sekolah tapi tak menemukan Raka juga, kemudian dia pergi ke tempat parkir sekolahnya.
"Mungkin Raka sudah berada didalam mobil"ucap Kirana.
Saat Kirana masuk ke dalam mobil, dia tak menemukan Raka ada didalam mobil itu. Dengan perasaan kecewa Kirana masuk ke mobil itu sendirian.
"Raka kau ada dimana?"ucap Kirana.
Kirana terus memikirkan Raka dan mencemaskannya. Walaupun Kirana tahu Raka saudaranya tapi dia tak bisa membohongi perasaan sukanya pada Raka dari dulu.
Kirana pulang ke rumah, dia langsung masuk ke kamar Raka, tapi tak menemukan Raka dikamarnya. Dia menanyakan Raka pada Marwa yang sedang bermain dengan kucing peliharaannya diteras rumah besar itu.
"Marwa, Raka belum pulang ya?"tanya Kirana.
"Kak Raka memang suka begitu, pulang telat entah kemana tapi yang jelas gak mungkin ngelakuin hal yang melanggar aturan"ucap Marwa.
"Raka bawa handphone gak?"tanya Kirana.
"Dia jarang bawa handphone kalau ke sekolah, biasanya ditinggal dikamarnya kalau gak bawa handphone"ucap Marwa.
Kirana duduk disamping Marwa untuk mengorek informasi tentang Raka.
"Marwa, Raka udah punya pacar atau belum?"tanya Kirana.
"Setahuku belum, manusia es batu kaya dia mana ada cewek yang betah, banyak sih yang suka sama Kak Raka tapi tahu sendiriĀ Kak Raka orangnya gimana, paling mereka cuma sekedar mengagumi saja"ucap Marwa.
__ADS_1
"Oh....."ucap Kirana.
Kirana merasa senang saat tahu Raka belum punya pacar.