
Pagi itu Cinta dan Rehan berangkat ke sekolah bersama. Rehan mengayuh sepeda dan membonceng Cinta dibelakangnya. Sampai disekolah, Rehan mengantar Cinta menuju ruang kelasnya. Tak sengaja Rehan dan Cinta bertemu Marina diteras kelas 2 IPA 1.
"Cinta sejatimu tepat berada disisimu"ucap Marina pada Cinta.
"Selamat pagi, namaku Cinta"ucap Cinta.
"Namaku Marina, tadi itu bukan ramalan. Tapi aku melihatnya dengan jelas, dia ada disisimu menemanimu setiap hari"ucap Marina lalu meninggalkan Cinta begitu saja.
"Itu Marina teman sekelasku, teman-teman bilang dia itu hantu"ucap Rehan.
"Benarkah?....bagus dong bisa melihat hantu punya kakikan lucu"ucap Cinta.
"Cinta nanti kalau kau sakit lagi bilang aku ya" ucap Rehan.
"Iya Reni"ucap Cinta.
"Nanti jam istirahat, aku akan kesini lagi. Kita makan siang bareng ya"ucap Rehan.
"Oke"ucap Cinta.
Tak lama Raka datang menghampiri Cinta.
"Cinta ayo masuk kelas, bentar lagi bel"ucap Raka.
"Hei, kau tak melihat aku sedang bicara dengan Cinta, masih 15 menit lagi baru bel, jadi biarkan aku bicara dengan Cinta dulu"ucap Rehan.
"Kau kelas mana? seharusnya segera kembali ke kelasmu"ucap Raka.
"Ayo Cinta, aku antar masuk kelas"ucap Rehan sambil menarik lengan Cinta.
Raka menahan lengan Cinta yang satunya.
"Cinta satu kelas dengan gue, jadi biar gue yang nganter dia ke kelas"ucap Raka.
"Reni, aku masuk kelas sendiri saja, kau kembali ke kelasmu ya"ucap Cinta.
"Oke Cinta"ucap Rehan.
Rehan menghampiri Raka dan berbisik didekat telinganya.
"Gue balik ke kelas karena Cinta yang minta"ucap Rehan.
Rehan berjalan meninggalkan tempat itu.
"Cinta ayo ke kelas"ucap Raka.
"Iya Raka"ucap Cinta.
Cinta melangkah terlebih dahulu ke dalam kelas, dibagian pintu bagian bawah terdapat senar yang sengaja dipasang Siska dan geng untuk mengerjai Cinta. Saat kaki Cinta melangkah terkena senar itu dan terjatuh dilantai.
Bluuuuug..................
"Aw................"ucap Cinta.
"Ha......ha.......si gembel........."suara tawa teman satu kelasnya.
"Syukurin deh lo"ucap Siska.
Raka langsung masuk ke kelas dan membopong Cinta yang kedua lututnya baret.
"Kalian puas, ini yang namanya anak sekolah berpendidikan dan bermoral"ucap Raka.
Raka membopong Cinta keluar dari kelas dan membawanya ke UKS.
"Raka makasih ya"ucap Cinta.
"Mereka sering mengerjaimu, aku akan melaporkan mereka ke guru BK"ucap Raka.
"Tidak usah Raka, aku sudah terbiasa kok"ucap Cinta.
"Tapi ini sudah sekian kalinya mereka mengerjaimu Cinta"ucap Raka.
"Tidak apa-apa, ini masih bisa ku tolelir"ucap Cinta.
"Coba ku lihat lututmu"ucap Raka.
Raka melihat lutut Cinta yang baret, dia meniup baret dikaki Cinta.
__ADS_1
"Huuuuu.......huuuu.........."suara angin yang ditiupkan dari mulut Raka.
"Enak Raka, jadi gak perih"ucap Cinta.
"Mau lagi"ucap Raka.
Cinta mengangguk dengan ucapan Raka.
"Huuuu........huuuuu........."Raka kembali meniup baret dilutut Cinta.
"Raka kau tidak kembali ke kelas saja"ucap Cinta.
"Aku menunggu perawat UKS ini datang"ucap Raka.
"Tidak apa-apa, aku bisa menunggu sendiri"ucap Cinta.
"Kalau gitu aku belikan kau minum ya"ucap Raka.
"Boleh"ucap Cinta.
Raka keluar dari ruangan UKS menuju ke kantin sekolah. Sementara Cinta berbaring diruang UKS itu sendirian. Tiba-tiba Rehan masuk ke ruang UKS dan melihat Cinta tidur diranjang UKS itu.
"Cinta, kenapa lututnya luka"batin Rehan.
Rehan langsung mengambil kotak P3K, dia menjilati luka dikaki Cinta. Lalu mengobatinya dengan obat luka luar.
"Aw........perih"ucap Cinta mulai sadar dari tidurnya.
"Tahan sebentar Cinta, ini akan menyembuhkan lukamu lebih cepat"ucap Rehan.
"Reni kau ada disini?"tanya Cinta.
"Tadi aku jatuh saat lari maraton, jadi aku disuruh ke UKS sama Pak Dadang"ucap Rehan.
"Kau jatuh, apa kau terluka?"tanya Cinta.
"Hanya baret ditangan"ucap Rehan.
Cinta bangun dan mengambil lengan Rehan.
"Ini baretnya lumayan besar, biar ku obati gantian ya"ucap Cinta.
Cinta mengobati luka ditangan Rehan.
"Nah sudah selesai"ucap Cinta.
"Cinta kenapa lututmu luka?"tanya Rehan.
"Teman sekelasku mengerjaiku, mereka memasang senar dipintu masuk kelas, aku terjatuh ke lantai karena itu"ucap Cinta.
"Mereka keterlaluan, berani sekali menyakiti gadis kecilku"batin Rehan.
"Sekarang kau istirahat dulu, aku pergi keluar sebentar ya"ucap Rehan.
"Iya, makasih Reni"ucap Cinta.
Rehan mengangguk dan keluar dari ruang UKS itu. Rehan menemui dua orang teman sekelas Cinta didekat toilet.
"Aku akan membayar kalian 10 juta, tapi bilang padaku siapa yang menaruh senar dipintu masuk kelas 2 IPA 1"ucap Rehan.
"Itu Siska dan geng, kita hanya ikut ketawa doang"ucap Dan.
"Iya kita cuma ikut-ikutan doang kok"ucap Fendi.
"Nih bayaran kalian, itu Cek, kalian bisa cairkan di bank, tapi ikut aku ke guru BK"ucap Rehan sambil memberikan Cek pada kedua teman sekelas Cinta.
Akhirnya Rehan melaporkan Siska dan geng ke guru BK dengan kedua saksi yang dibawa Rehan.
Tak lama Siska dan geng dipanggil ke ruang BK.
"Siska, Rena dan Disa kalian mengerjai Cinta dengan memasang senar dipintu hingga Cinta terjatuh dan luntutnya sampai terluka, benar?"tanya Pak Hardian.
"Tidak Pak"ucap Siska, Rena dan Disa.
"Kalian tidak bisa mengelak bukti dan saksi sudah ditangan Bapak, sebaiknya mengaku atau Bapak lapor Kepala Sekolah biar kalian dikeluarkan"ucap Pak Hardian.
"Jangan Pak, kami memang yang memasang senar itu untuk mengerjai Cinta"ucap Siska.
__ADS_1
"Kenapa kalian ingin mengerjai Cinta? apa salah Cinta pada kalian?"tanya Pak Hardian.
"Habis Cinta merebut Raka dariku Pak, udah gitu dia gak pantes sekolah disini"ucap Siska.
"Kalian inikan anak sekolah, dididik untuk memiliki etika dan moral, apa pantas seorang pelajar melakukan hal yang tidak terpuji seperti itu. Ini sekolah bukan area gulat. Lagi pula kalian ini masih kecil udah cinta-cintaan sampai bermusuhan dengan teman sendiri. Disekolah untuk sekolah dan belajar, selain itu sebaiknya keluar dari sekolah jika tidak niat untuk sekolah"ucap Pak Hardian.
"Maaf Pak"ucap Siska dan geng.
"Karena kalian melanggar aturan dan mencelakai teman kalian sendiri jadi untuk satu minggu ke depan kalian diskors dan keliling lapangan sekolah sebanyak 10 kali"ucap Pak Hardian.
"Baik Pak"ucap Siska dan geng.
"Lakukan hukuman kalian mulai dari sekarang" ucap Pak Hardian.
"Siap Pak"ucap Pak Hardian.
Siska dan geng berlari dilapangan sekolah.
Rehan mengajak Cinta keluar UKS dan melihat mereka dihukum.
"Cinta, lihat mereka sudah mendapat balasan" ucap Rehan.
"Tapi kenapa Siska dan gengnya berlari dilapangan sekolah?"tanya Cinta.
"Aku sudah melaporkan mereka Cinta, biar mereka kapok dan mendapat balasan yang sesuai"ucap Rehan.
"Reni makasih ya, padahal aku tidak apa-apa" ucap Cinta.
"Sekali-kali mereka harus dapat hukuman atas perbuatannya"ucap Rehan.
Cinta langsung memeluk Rehan dengan erat.
"Makasih ya Reni kau sahabat terbaikku"ucap Cinta.
Rehan langsung membalas pelukan Cinta.
"Aku tidak ingin hanya jadi sahabat, tapi aku ingin jadi orang yang selalu ada dihatimu Cinta"batin Rehan.
"Ehm.....ehm.....kalian ngapain pelukan?"tanya Raka.
Cinta melepas pelukannya dari Rehan dan melihat Raka dibelakangnya.
"Raka"ucap Cinta.
"Reni ada yang ingin ku bicarakan denganmu" ucap Raka.
"Oke"ucap Reni.
Raka mengajak Reni ke belakang sekolah, mereka bicara empat mata.
"Reni, aku tidak tahu apa maumu mendekati Cinta. Tapi aku tidak mau Cinta jadi menyimpang sepertimu"ucap Raka.
"Nih bocah, ngira gue sesama kali ya"batin Rehan.
"Aku hanya menganggap Cinta sahabat, apa salahnya"ucap Rehan.
"Tapi yang aku lihat kau peduli pada Cinta seperti pacarnya"ucap Raka.
"Itu karena aku teman satu kamar asramanya" ucap Rehan.
"Awas saja kau berpikir lebih dari itu"ucap Raka.
Raka meninggalkan Rehan dari tempat itu.
"Bocah itu mengancamku, aku bahkan harus bersaing dengan anak SMA"ucap Rehan.
Raka kembali menghampiri Cinta dan memberikan Cinta botol air mineral.
"Makasih Raka"ucap Cinta.
"Cinta, sebaiknya kau berhati-hati dengan Reni" ucap Raka.
"Memangnya kenapa?"tanya Cinta.
"Dia agar berbeda dari kita, untuk seorang wanita dia over perhatian padamu"ucap Raka.
"............"Cinta hanya terdiam.
__ADS_1
"Tidak usah dipikirkan, ayo kembali ke kelas"ucap Raka.
Cinta mengangguk dan masuk ke kelas bersama Raka.