ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 15


__ADS_3

Karena Raka sudah berangkat duluan ke rumah sakit untuk menengok Cinta. Sebagai sahabat yang sering mengusili Cinta, Raja harus menengok Cinta. Dia naik motor miliknya berangkat ke rumah sakit. Tiba-tiba dia hampir menabrak seorang gadis yang memakai pakaian dan atribut serba hitam dari ujung kepala sampai kaki. Dia juga membawa payung hitam dan burung gagak hitam dipundaknya. Raja turun dari motornya dan menghampiri gadis itu.


"Maaf aku gak sengaja, apa kau tidak apa-apa?" tanya Raja.


"Menurut ramalan hari ini keapesan akan menemanimu seharian"ucap Gadis itu.


"Buset deh serem amet ini cewek, matanya kosong blong, kaya hantu boneka manekin, apa dia berasal dari pemakaman, jangan-jangan hantu penasaran diputusin pacarnya, yah jangan-jangan gue kena pembalasannya juga soalnya playboy"batin Raja.


"Namaku Raja, kamu siapa?"tanya Raja.


"Keapesanmu itu telah diturunkan dari leluhurmu" ucap Gadis itu.


"Alamak, ini cewek tau aja Papiku nurunin keapesannya padaku, jangan-jangan dia Mama orange eh bukan Madam Sahara. Repot kalau kesialanku dibuka disini, tar belum apa-apa gue udah apes duluankan gak enak"batin Raja.


"Sebagai permintaan maafku, mau diantar?"tanya Raja.


"Ha....ha....ha......"Gadis itu hanya tertawa dan meninggalkan Raja.


"Serem amat, jangan sampe deh ketemu lagi, aneh bin ajaib, tenang Raja udah biasa apes jadi udah kebal dan ba'al"ucap Raja.


Raja kembali naik motor dan mengendarainya. Dijalan raya sedang ada rajia dadakan, Raja kena rajia diberhentikan seorang polisi.


"Kamu masih pelajar belum punya SIM sudah naik motor dijalanan"ucap Pak Polisi itu.


"Maaf Pak, saya sudah punya SIM tapi surat ijin menikahi anak bapak"ucap Raja.


Polisi itu sampai geleng-geleng ada bocah kaya gini.


"Yasudah, sebutkan pasal 31 UUD Negara kita" ucap Pak Polisi.


"Maaf Pak, saya belum hafal UUD Negara kita Pak, otak saya kecil jadi susah menghafalnya"ucap Raja.


"Bukannya anak sekolah memepelajari UUD Negara kita dipelajaran PKn"ucap Pak Polisi.


"Saya tidur Pak waktu pelajaran PKn"ucap Raja.


"Kalau begitu push up 50 kali"ucap Pak Polisi.


"Gak dapat diskon pelajar Pak, biasanya kalau naik angkutan umum aja dapet diskon pelajar Pak"ucap Raja.


"Baiklah jadi 60 kali push up"ucap Pak Polisi.


"Ampun deh ini bukan diskon, tapi bunga bank bertambah"batin Raja.


"Ayo lakukan ditepi sungai itu"ucap Pak Polisi.


"Baik Pak.


Raja turun dari motor dan berjalan ke tepi jalan deket sungai. Dia mulai push up tapi merasa kebauan.


"Alamak bau apaan ini kok bau banget"ucap Raja.


Raja coba melihat kesampingnya, ada sapi yang lagi berak syantik sambil nyemil buah mangga dipohon tepi jalan itu.


"Buset deh itu sapi berak samping gue, pantes bau"ucap Raja.


Dari bawah sungai pemilik sapi juga lagi berak.


Dia manggil Raja yang kelihatan kepalanya dari bawah.


"Mas jangan ngintip saya yang lagi berak, tar saya gak tuntas nih"ucap Pak Soman.


"Ini lagi, siapa juga yang lagi ngintip orang berak, yang ada eneg lihat pisang kuning ngambang" ucap Raja.


"Bener kata cewek ala pemakaman tadi, gue bakal apes, belum apa-apa dah push up 60 kali" ucap Raja.


Selesai push up 60 kali Raja berdiri, tak sengaja buah mangga yang ditarik sapi jatuh menggelinding ke kaki Raja. Spontan Raja mengambil buah mangga itu, tapi sapi itu merasa Raja mengambil mangga miliknya dia langsung menyeruduk Raja.


Dug


"Buset deh, nih sapi sensi ma gue, udah diberakin malah diseruduk lagi, gak sohit"ucap Raja.


"Mending gue segera kabur sebelum dua periode diseruduknya"ucap Raja.


Raja menghampiri Pak Polisi lagi, dia tidak bisa membawa motornya karena disita Pak Polisi.


Raja akhirnya nyari angkutan umum. Karena belum dapet, dia naik becak.

__ADS_1


"Mas saya sesak nafas, mau mati kayanya"ucap Pak Didin tukang becak itu.


"Alamak, mau mati nih tukang becak, gue harus gimana nih?"ucap Raja.


Raja turun dari becak dan menolong Pak Didin untuk duduk dibecaknya.


"Gimana Pak, udah enakkan?"tanya Raja.


"Masih sesak nafas mas, kalau saya mati tolong nikahi anak saya, janda sepuluh anak, kasihan dia gak punya siapa-siapa lagi" ucap Pak Didin.


"Bikin aja belum ini dah dapet bonus sepuluh anak, apa ini karma gue kebanyakan pacar ya" batin Raja.


"Tenang Pak, saya akan bawa bapak ke rumah sakit"ucap Raja.


Raja mengayuh becak itu, dia mau membawa Pak Didin ke rumah sakit.


"Berat banget yah, kaki gue pegel banget ngayuhnya, panas lagi, kalau bapak ini mati masa iya gue nikahin anaknya"ucap Raja.


Raja sampai dirumah sakit, dia turun dari becak untuk membawa Pak Didin masuk rumah sakit.


"Pak sudah sampai rumah sakit"ucap Raja.


"Mas, bapak gak bisa jalan. Badan bapak lemes banget"ucap Pak Didin.


Raja akhirnya menggedong Pak Didin dipunggungnya.


"Ampun deh, berat banget Pak Didin, encok-encok deh, nasibku apes terus dari tadi"batin Raja.


Raja membawa Pak Didin masuk ke UGD. Pak Didin langsung dapat penanganan. Raja menunggu Pak Didin diluar ruangan UGD, tiba-tiba seorang yang memakai baju perawat memanggilnya. Raja langsung masuk ke ruangan UGD. Dia ditarik ke dalam ruangan dari salah satu  ruangan yang ada di UGD itu. Raja disuruh tengkurep, dia belum paham maunya Perawat itu.


"Mas sakit ya, biar saya suntik"ucap Neni.


"Saya gak sakit Suster, beneran, yang sakit Pak Didin"ucap Raja yang berbaring diranjang pasien karena disuruh perawat itu.


"Saya akan pakai jarum yang lebih besar untuk menyuntiknya biar cepet sembuh"ucap Neni.


"Ampun Suster, saya gak sakit beneran"ucap Raja.


"Kamu sakit, pacarmu aja banyak"ucap Neni.


"Bener juga sih pacarku memang banyak"ucap Raja.


"Ampun Suster, saya tobat deh gak playboy lagi" ucap Raja.


Suster itu langsung menyuntik bokongnya Raja.


"Aw...........sakit deh"ucap Raja.


"Neni, ngapain kamu kesini lagi"ucap Lilis perawat asli rumah sakit itu.


"Aku mau kerja ha..ha....ha....."ucap Neni.


Satpam masuk ke ruangan itu membawa Neni keluar dari ruangan itu. Raja langsung bangun dan duduk.


"Maaf ya Mas atas ketidaknyamanannya dan keteledoran kami pihak rumah sakit"ucap Lilis.


"Memangnya dia itu kenapa Suster?"tanya Raja.


"Dia itu dulunya perawat disini, tapi karena suaminya meninggal tiba-tiba dia depresi, tapi dia masih merasa kerja disini, jadi beberapa kali mendatangi rumah sakit, walaupun didepan sudah dijaga ketat tapi kecolongan juga"ucap Lilis.


"Ternyata Suster yang tadi orgil ya, untung cuma disuntik, kalau sampai diapa-apain gimana, amit-amit deh"batin Raja.


"Makasih ya Suster sudah menolong saya dari Suster gila itu"ucap Raja.


"Sama-sama"ucap Suster Lilis.


Setelah mengurus Pak Didin dan membayarkan biaya perawatannya, Raja menuju ke lift untuk ke ruangan rawat inap itu. Baru mau ke lift antrian cukup banyak.


"Naik tangga dulu deh, tar dilantai dua baru naik lift"ucap Raja.


Raja naik tangga ke lantai dua kemudian kembali melihat antrian didepan lift dilantai dua.


"Naik tangga dulu deh, tar lantai tiga baru naik lift"ucap Raja.


Raja naik tangga ke lantai tiga kemudian kembali melihat antrian didepan lantai tiga.


"Ampun deh, roman-romannya gue naik tangga lagi, kaki udah teklek, bokong sakit disuntik tadi, apes banget hari ini"ucap Raja.

__ADS_1


Raja kembali naik tangga ke lantai empat, sampai dilantai empat, terdapat antrian didepan lift lantai empat.


"Udah gak mau di PHPin sama lift lagi deh,  manual aja, naik tangga sehat mencegah osteoporosis sampai lantai lima"ucap Raja.


Raja akhirnya naik tangga kembali sampai lantai lima.


"Capek, bau keringet lagi, udah goes becak plus naik tangga empat kali lagi, tepar gue"ucap Raja.


Raja bertemu Raka dilantai lima, dia langsung menghampiri Raka.


"Hai bro, kita ketemu juga disini"ucap Raja.


"Lo asem banget Raja, basah kuyup tuh bajumu" ucap Raka.


"Lo gak akan percaya kalau gue ceritain perjuangan yang menyedihkan sepanjang jalan untuk ke rumah sakit ini"ucap Raja.


"Tadi gue nyariin lo mau ngajak bareng naik mobil gue, eh lo gak ada dikelas"ucap Raka.


"Gue tadi ngapelin adik kelas dulu, biasa gebetan baru masih belum jinak mesti divaksin teratur dulu"ucap Raja.


"Ayo ke ruangan Cinta"ucap Raka.


"Oke"ucap Raja.


Raka dan Cinta berjalan menuju ke ruangan tempat Cinta dirawat. Saat masuk Cinta sedang mengobrol dengan Rehan. Raka dan Raja menghampiri Cinta yang berbaring diranjang.


"Apa kabar Cinta?"tanya Raka.


"Baik Raka"ucap Cinta.


"Cinta gue kangen"ucap Raja berlari mau memeluk Cinta tapi ditahan Rehan.


"Eh, Reni sayang ada disini juga"ucap Raja.


"Bau asem"ucap Rehan.


"Raja kau bau asem, belum mandi ya"ucap Cinta.


"Gue, ke toilet dulu deh, mandi dan ganti baju"ucap Raja.


Raja masuk ke toilet diruangan itu. Sementara Raka mendekati Cinta dan duduk disamping kiri ranjang itu.


"Cinta, aku membawakanmu buah-buahan ini"ucap Raka sambil memberikan keranjang buah yang dibelinya tadi dijalan.


"Makasih Raka"ucap Cinta sambil menerima keranjang buah itu.


"Cowok ini perhatian juga sama Cinta"batin Rehan.


"Reni, kenalkan ini Raka teman sebangkuku"ucap Cinta.


"Aku Reni"ucap Rehan.


"............."Raka hanya diam tak membalas ucapan Rehan.


"Sombong sekali cowok ini, lihat saja aku akan membuatmu secepatnya keluar dari ruangan ini"batin Rehan.


"Cinta harus banyak istirahat biar cepat sembuh jadi jangan terlalu lama menjenguknya"ucap Reni.


"Cinta aku membawakanmu buku catatan pelajaran kimia, nih"ucap Raka mengeluarkan buku dari ranselnya dan memberikannya pada Cinta.


"Makasih Raka, tanpa catatan ini aku pasti ketinggalan pelajaran"ucap Cinta menerima buku itu.


"Cowok ini mengacuhkan ucapanku"batin Rehan.


"Cinta...."ucap Raka mau bicara tapi dipotong Rehan.


"Cinta kamu haus?"tanya Rehan.


"Biar aku....."ucap Raka mau bicara dipotong Rehan lagi.


"Aku akan mengambilkan minumnya"ucap Rehan.


"Gak usah, aku gak haus Reni"ucap Cinta.


"Cinta......"ucap Raka mau bicara tapi dipotong Rehan kembali.


"Cinta kamu harus minum obat, mumpung baru makan"ucap Rehan.

__ADS_1


"Nanti dulu ya Reni"ucap Cinta


"Cewek ini nyebelin juga, mau ngomong dipotong terus"batin Raka.


__ADS_2