
Rehan dan Cinta berangkat ke sekolah. Rehan mengayuh sepeda, Cinta membonceng dibelakang. Dia merasa hidupnya lebih menarik dan menantang. Dia mengulang kembali masa SMAnya. Sampai disekolah, Cinta dan Rehan berjalan dikoridor sekolah. Mereka bertemu dengan Raja.
"Cinta, siapa cewek cantik disampingmu, kenalin dong"ucap Raja.
"Oya ini Reni teman satu kamarku"ucap Cinta.
"Reni, senang mengenalmu"ucap Rehan.
"Hai cantik, aku Raja cowok paling tenar disekolah ini, gak nyesel deh kenal denganku" ucap Raja.
"Roman-romannya nih cowoh suka ma gue, repot mau deketin Kirana malah dapetnya sebangsa gini"batin Rehan.
"Raja, Reni ini sekelas denganmu loh"ucap Cinta.
"Wah kebetulan, ayo cantik biar Raja mengantarkanmu, biar tak ada yang mengganggumu"ucap Raja.
"Ampun deh masuk mulut harimau nih"batin Rehan.
"Saatnya melancarkan pendekatan-pendekatan kecil, Si cantik ini harus jadi pacarku"batin Raja.
"Oh gitu ya, makasih ya sebelumnya"ucap Rehan.
Rehan berjalan bersama Raja masuk ke kelas 2 IPA 4. Sementara Cinta masuk ke kelas 2 IPA 1. Baru masuk Cinta sudah didorong oleh Siska dan gengnya sampai jatuh ke lantai.Teman-teman sekelasnya malah mentertawakan Cinta yang terjatuh.
"Ha....ha......gembel jatuh"ucap Teman-teman sekelasnya.
Siska dan kedua temannya langsung menarik tas milik Cinta.
"Heh, balikin tasku"ucap Cinta.
"Ambil aja kalau bisa, Jordi buang tas ini"ucap Siska.
"Beres Siska"ucap Jordi.
Jordi mengambil tas Cinta yang diberikan Siska padanya lalu dibawa keluar kelas.
"Eh, tasku mau dibawa kemana"ucap Cinta
"Gembel, makanya jangan nyari masalah sama aku, apalagi beraninya mendekati Raka"ucap Siska.
"Makanya jadi cewek jangan genit"ucap Rena.
"Kasihan deh loh gembel"ucap Disa.
Cinta bangun dan mendorong mereka bertiga.
Bruuuuuuug...........
"Aw..................."ucap Siska, Rena dan Disa.
"Aku masih cukup sabar menghadapi kalian" ucap Cinta.
Cinta langsung keluar menyusul Jordi, dia tak menemukan Jordi tapi tasnya ada diatas pohon depan kelasnya.
"Resek banget Jordi, kakiku masih sakit lagi"ucap Cinta.
Cinta memaksakan diri memanjat pohon itu.
Teman sekelasnya dan kelas samping kanan kiri kelasnya menonton Cinta memanjat pohon.
"Monyet.....monyet....monyet....."ucap Teman-teman yang mengejek Cinta yang memanjat pohon.
Cinta cuek dengan teman-teman yang mengejeknya, dia tetap memanjat pohon itu. Cinta berjalan didahan pohon menahan rasa sakit pada kaki kanannya, tak sengaja dia terpeleset saat melangkah.
__ADS_1
"Aaaaaaaaaaaa................"ucap Cinta berteriak.
Bruuuuuuuug...............
Raka menangkap Cinta yang jatuh dengan kedua tangannya, dia membopong Cinta.
"So sweeet"ucap Teman-teman yang melihat mereka.
"Cinta"ucap Raka.
"Raka"ucap Cinta.
"Kau mau mati"ucap Raka dengan nada marah.
"Aku mau mengambil tasku diatas pohon itu" ucap Cinta.
Mata Raka melihat ke atas pohon, dia melihat tas milik Cinta diatas pohon. Raka menurunkan Cinta dari tangannya. Dia langsung memanjat pohon dan mengambil tas milik Cinta. Setelah itu dia turun dari pohon dan memberikan tas itu pada Cinta.
"Nih tas milikmu"ucap Raka.
"Raka terimakasih"ucap Cinta.
"Jangan lupa pulang sekolah mencari enceng gondok untuk praktek"ucap Raka.
Setelah bicara Raka berjalan begitu saja tanpa menunggu Cinta bilang iya.
"Iya Raka"ucap Cinta berteriak pada Raka yang berjalan menjauh darinya.
Cinta tersenyum, dia senang Raka menolongnya. Sudah dua kali Raka menolongnya, Cinta mulai mengenal Raka yang sebenarnya baik.
***********
Rehan masuk ke kelas 2 IPA 4 bersama Raja. Saat masuk, Rehan melihat Kirana yang ternyata satu kelas dengannya. Kebetulan Kirana duduk sendiri.
"Lama-lama berdeketan sama nih bocah, sedeng juga gue, atau jadi belok repot"batin Rehan.
Mata Rehan tertuju pada Kirana yang sedang melamun ke arah jendela.
"Raja, aku duduk disana saja, cewek itu duduk sendirian"ucap Rehan.
"Cantik gak duduk sama aku aja, aku siap melayanimu 24 jam"ucap Raja.
"Masalahnya gue yang gak siap dilayani Lo 24 jam"batin Rehan.
"Kayanya aku duduk sama cewek itu aja, lagian kitakan satu kelas pasti bertemu teruskan"ucap Rehan.
"Cih, gue manis banget ngomong sama cowok ganjen ini"batin Rehan.
"Baiklah kalau gitu cantik, bilang sama aku kalau butuh apapun ya, Raja selalu siap untukmu cantik" ucap Raja.
"Ya"ucap Rehan.
Raja meninggalkan Rehan menuju bangkunya, sementara Rehan menuju ke bangku Kirana.
"Boleh aku duduk disini?"tanya Rehan.
"Boleh, duduklah"ucap Kirana.
"Akhirnya Kirana mau ngomong juga padaku dengan manis, senengnya"batin Rehan.
Rehan duduk satu bangku dengan Kirana.
"Namaku Reni"ucap Rehan.
__ADS_1
"Aku Kirana"ucap Kirana.
"Nama yang cantik"ucap Rehan.
"Oya, kamu pindahan ya"ucap Kirana.
"Iya, aku pindahan dari luar kota"ucap Rehan.
"Kalau ada yang gak tahu tentang sekolah ini, kau boleh tanya padaku"ucap Kirana.
"Iya"ucap Rehan.
"Adem banget suara Kirana, beda banget kalau aku jadi Rehan. Seandainya Kirana seperti ini saat aku jadi Rehan, aku pasti bahagia"batin Rehan.
Tak lama bel masuk berbunyi, semua siswa kembali ke kelas. Pelajaranpun dimulai, semua siswa mengikuti pelajaran dengan tertib.
Setelah jam istirahat, Rehan mengajak Kirana ke cafe sekolah. Mereka duduk dimeja yang sama. Rehan senang bisa menatap wajah Kirana dari dekat.
"Kirana gimana jus apocado milk tea nya enak gak?"tanya Rehan.
"Enak, seger sih Reni. Kamu mau gak? ayo minum berdua"ucap Kirana.
"Mau"ucap Rehan.
Rehan minum satu gelas bersama Kirana dengan sedotan masing-masing.
"Kirana, akhirnya aku bisa sedekat ini denganmu, gak sia-sia nyamar jadi cewek"batin Rehan.
"Seger banget Kirana, apalagi hawanya panas gini"ucap Rehan.
"Reni, kau tadi pinter banget sih jawab soal dipapan tulis padahal itukan soal yang sulit"ucap Kirana.
"Aku sudah belajar sebelumnya, disekolahku sebelumnya sudah dibahas tentang soal semacam itu"ucap Rehan.
"Oh pantas saja kau begitu mudah mengerjakannya" ucap Kirana.
"Kirana kau cantik"ucap Rehan.
"Ah kamu bisa aja Reni, kamu juga cantik kok"ucap Kirana.
"Cantik?....aku ini cowok Kirana"batin Rehan.
"Makan yuk laper"ucap Kirana.
"Oke"ucap Rehan.
Rehan dan Kirana makan bersama di cafe sekolah itu.
************
Ibu Meta pergi ke rumah sakit jiwa untuk menengok sepupunya. Dia masuk ke rumah sakit jiwa itu. Ibu Meta menemui perawat yang merawat sepupunya untuk mengobrol santai.
"Gimana perkembangan sepupuku?"tanya Ibu Meta.
"Belum ada perkembangan, masih tertawa-tawa sendiri, menangis dan berteriak sesuka hatinya"ucap Perawat itu.
"Bagus deh kalau begitu, kalau bisa biar gila terus"batin Ibu Meta.
"Oya kemarin ada pengusaha kaya yang datang menjenguknya"ucap Perawat itu.
"Siapa?"tanya Ibu Meta.
Ibu Meta penasaran siapa pengusaha kaya yang datang. Ini kabar yang cukup mengagetkannya
__ADS_1