ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 30


__ADS_3

"Ha....ha...ha...."Cinta tertawa karena Rehan takut dengan wahana yang menantang.


"Kau puas tertawanya gadis kecil"ucap Rehan.


"Memang kenapa kau takut? bukannya itu menyenangkan ya"ucap Cinta.


"Aku belum pernah naik wahana semacam itu, saat aku seusiamu, aku lebih sering bermain dijalanan menantang maut dan mencari musuh. Aku tak pernah menikmati kehidupan seperti ini, aku lebih sering berkelahi dan membuat sebuah geng untuk menyakiti orang sesuka hatiku"ucap Rehan.


Cinta langsung memegang pipi Rehan dengan kedua tangannya.


"Tuan yang sombong setiap orang pernah melakukan kesalahan, termasuk aku. Apa sekarang kau masih seperti dulu?"tanya Cinta.


"Tidak, aku sudah meninggalkan kehidupan kelamku"ucap Rehan.


"Berarti kau sudah berubah, jadi mulai sekarang nikmatilah hidup barumu yang jauh lebih menyenangkan"ucap Cinta.


"Gadis kecil ayo naik roaller coaster"ucap Rehan.


"Ayo, go"ucap Cinta.


"Go"ucap Rehan.


Rehan menatap wajah Cinta dengan senyuman. Dia melihat kehangatan yang dipancarkan Cinta padanya.


Cinta menarik lengan Rehan menuju wahana roller coaster itu. Dia senang sekali akhirnya Rehan mau naik roller coaster bersamanya. Rehan dan Cinta duduk bersampingan. Saat Roller coaster itu bergerak kencang naik turun dan berputar, Cinta berteriak.


"Aaaaaaa............"teriak Cinta.


"Gadis kecil kenapa kau berteriak?"tanya Rehan.


"Seru....beban dihati rasanya plong"ucap Cinta.


"Oya?"tanya Rehan.


"Coba saja, ayo barengan denganku"ucap Cinta.


Rehan akhirnya ikut berteriak bersama Cinta.


"Aaaaaaaaaa............"teriak Rehan dan Cinta bersamaan.


"Iya bener, beban rasanya plong"ucap Rehan.


"Ayo lagi"ucap Cinta.


"Ha........."Rehan setuju.


Mereka kembali berteriak bersamaan.


"Aaaaaaaa............"teriak Cinta dan Rehan.


Setelah selesai naik roller coaster Rehan dan Cinta berjalan bersamaan. Rehan tak henti menatap wajah Cinta. Dia merasa hidupnya jadi menyenangkan saat ada Cinta. Saat mereka sedang berjalan ada anak kecil yang menangis didepan komedi putar sementara ibu anak itu yang sedang hamil besar duduk dikursi dekat antrian tiket masuk komedi putar, dia terlihat lelah. Cinta dan Rehan menghampiri anak kecil yang menangis itu.


"Bu maaf, kenapa anaknya menangis?"tanya Cinta.


"Anak saya ingin naik komedi putar, tapi saya tidak bisa menemaninya, saya sering pusing dan sempoyongan kalau naik komedi putar apalagi dengan kehamilan saya jadi sangat membahayakan untuk saya"ucap Ibu Santi.


"Kalau begitu bolehkah saya menemani anak ibu naik komedi putar?"tanya Cinta.


"Apa tak merepotkan adik?"tanya Ibu Santi.


"Tidak, saya senang bisa membantu"ucap Cinta.


"Baiklah"ucap Ibu Santi.


Cinta naik komedi putar bersama anak kecil itu. Dia menemani anak kecil itu sambil menjaganya.


Rehan berdiri diluar pembatas komedi putar memfoto Cinta, dia tersenyum melihat Cinta yang selalu baik pada orang lain dan penyayang pada siapapun.

__ADS_1


"Apa kau kekasih gadis itu?"tanya Ibu Sintia.


"Bukan, tapi aku menyukainya"ucap Rehan.


"Dia gadis yang baik dan hangat, kau beruntung jika menjadi pasangannya nanti, dia akan membawamu pada jalan yang benar dan kebahagaian yang sejati"ucap Ibu Sintia.


"Anda benar, beruntung jika jadi pasangannya nanti dan aku akan menjadi orang yang beruntung itu"ucap Rehan.


"Jagalah dan sayangi dia, hatinya sangat lembut pasti banyak orang yang menyukainya" ucap Ibu Sintia.


Rehan memikirkan ucapan Ibu Sintia. Dia tahu ada dua pesaing yang juga menginginkan Cinta.


Rehan akan berusaha lebih keras lagi untuk jadi orang yang istimewa untuk Cinta.


Setelah menemani anak kecil itu dan mengantarkan pada ibunya kembali, Rehan mengajak Cinta ke toko boneka di taman hiburan itu.


"Gadis kecil kemarin kau minta boneka besar kan, jadi pilihlah yang kau suka, atau kau mau semuanya, aku akan membelikannya untukmu" ucap Rehan.


"Aku mau boneka panda besar itu, terlihat mirip denganmu"ucap Cinta.


"Apa? boneka panda itu mirip denganku, hei kau tak melihat aku jauh lebih tampan dari boneka panda itu"ucap Rehan.


"Boneka panda itu berwarna hitam dan putihkan, sama dengan dirimu yang kadang baik dan kadang jahat, kadang menyenangkan dan kadang menyebalkan, kadang tampan dan kadang menakutkan kaya setan"ucap Cinta.


"Aku jahat, menyebalkan dan kaya setan katamu? gadis kecil kau belum melihat kharismaku, semua wanita bertekuk lutut saat berada disampingku"ucap Rehan.


"Benarkah? paling mereka hanya mau nagih hutang atau mau minta uang, Om-om sepertimukan sudah biasa diperlakukan seperti itu oleh para wanita, hanya dijadikan bank uang untuk mereka, setelah kau gembel kau ditinggalkan, habis manis sepah dibuang"ucap Cinta.


"Aku capek berdebat denganmu, cepatlah kau ambil pandanya biar ku bayar"ucap Rehan.


Cinta mengambil panda yang dia mau lalu Rehan membayarnya dikasir. Rehan dan Cinta keluar dari toko boneka itu.


"Gadis kecil lihat boneka itu ukurannya bahkan lebih besar dari tubuhmu, kau terlihat kecil dan mungil"ucap Rehan.


"Boneka ini ku ibaratkan dirimu, jika aku kesal padamu akan ku gigit sampai aku puas"ucap Cinta.


"Bawakan bonekanya aku pegal"ucap Cinta menyerahkan boneka panda besar itu pada Rehan.


"Hei....ini bonekamu kenapa aku yang jadi kerepotan membawanya"ucap Rehan.


"Boneka panda itu lebih pantas kau yang bawa, aku mau melihat-lihat wahana yang ada disini, dah.....Tuan yang sombong"ucap Cinta meninggalkan Rehan.


"Gadis kecil tunggu aku, kenapa kau mulai memerintahku, awas ya aku akan menciummu lagi"ucap Rehan.


Rehan berjalan menyusul Cinta, mereka melihat-lihat wahana ditaman bermain itu.


***********


Bi Surti dan Mba Ida naik komedi putar. Mereka merasa lebih aman naik dari yang level terendah baru ke level yang lebih menantang. Sudah tiga putaran mereka naik komedi putar. Mereka adalah anak-anak legend yang naik komedi putar.


"Bi Surti enak ya naik komedi putar, tapi kok pusing ya"ucap Mba Ida.


"Itu kantong plastikmu dah penuh buang sana, masih adakan kantong plastik yang lain buat muntahanmu?"tanya Bi Surti.


"Masih, tapi aku masih pengen muntah nih"ucap Mba Ida.


"Habis ini kita naik mangkok-mangkokan kayanya seru, banyak bapak-bapak namemenin anaknya, siapa tahu ada duda keren"ucap Bi Surti.


"Aku beli dulu plastik lagi deh Bi Surti, tar gak cukup buat muntah dimangkok-mangkokan"ucap Mba Ida.


"Mba Ida nitip beli pempes dewasa sekalian"ucap Bi Surti.


"Memang buat siapa Bi Surti?"tanya Mba Ida.


"Kitakan mau naik tornado, tak pipis pas lagi naik gimana terus pas lagi dibalik tar pipisnya kena orang kan repot"ucap Bi Surti.


"Iya ya pas orang lagi teriak eh kemasukan pipisnya Bi Surti"ucap Mba Ida.

__ADS_1


"Beli ukuran paling gede biar nampungnya banyak biar gak gonta-ganti, pengen liat rumah hantu sekalian"ucap Bi Surti.


"Kalau gitu aku beli plastik jumbo sekalian, tar muntah pas ngelihat pocong dan kawan-kawan hantunyakan repot ya"ucap Mba Ida.


Bi Surti dan Mba Ida turun dari komedi putar. Seorang petugas komedi putar memanggil mereka berdua.


"Nek tunggu, ini plastik buburnya punya nenek ya?"tanya Petugas itu.


"Mba Ida muntahanmu ketinggalan, disangkanya bubur kali ya"ucap Bi Surti.


Mba Ida kembali mengambil bungkus plastik muntahannya. Kemudian Bi Surti dan Mba Ida berjalan sambil mencari tempat sampah.


"Bi Surti itu tempat sampah deket pohon ya"ucap Mba Ida.


"Iya, buang sana muntahanmu dan tar dikira plastik bakso lagi"ucap Bi Surti.


Mba Ida malas, dia langsung melempar dari jauh.


Pluuung.........Bluuuuuug..............


"Apaan ini? muka gue berasa basah dan bau, lengket kaya bubur lagi"ucap Raja yang sedang beristirahat disebrang tempat sampah itu.


"Aku sudah bilang, menurut ramalan kau akan kejatuhan muntahan orang"ucap Marina.


"Hei Marina turun dari surga memberi pencerahan untuk otakku yang belibet ini, tolong ramal aku yang bagusan dikit bisa gak?"ucap Raja.


"Menurut ramalan kau akan dicium tiga cewek cantik"ucap Marina.


"Semangat! ayo Marina kita cari cewek cantik itu" ucap Raja.


Raja dan Marina ala pemakaman itu mencari tiga cewek cantik.


"Ih geli....tolong....geli nih tapi enak....aw...."ucap Yiyi.


"Aduh ngerayap gantian ke tubuhku, geli-geli mantap"ucap Sari.


"Eh....ngerayap ke ke kepalaku gantian, aw.....geli masuk ke punggung....tolongin"ucap Eci.


"Hai cewek-cewek pada kenapa?"tanya Raja.


"Mas ganteng tolongin kita, kecoaknya ngerayap dipunggungku"ucap Eci.


"Tenang ada Raja semua beres"ucap Raja.


"Semok-semok dan cantik, lumayan kalau beneran dapat ciuman mereka"batin Raja.


Raja membantu mereka mengusir kecoak yang berlari kesana kemari, untung banget Raja pegang gunung kembar sana sini oke. Dia menang banyak. Setelah berhasil mengusir kecoak itu, ketiga cewek cantik itu mencium pipi Raja.


Cup


"Mas ganteng makasih ya"ucap Yiyi.


"Baru kali ini loh kita nyium cowok"ucap Eci.


"Soalnya sebelumnya kita ini cowok juga"ucap Sari.


"Bye.....muaah"uca Ketiga cewek KW itu sambil meninggalkan Raja.


"Buset deh ternyata cewek KW, jadi gunung kembar yang gue pegang tadi tapi boooong dong"ucap Raja.


Raja mendatangi Marina ala pemakaman itu.


"Marina tadi kau bilang aku akan dicium tiga cewek cantik, tapi tiga ceweknya itu KW"ucap Raja.


"Aku hanya bilang cewek cantik bukan berarti cewek tulen"ucap Marina.


"Ampun deh, geli banget tadi dah ngeraba-raba dan dicium segala"ucap Raja.

__ADS_1


Raja dan Marina ala pemakaman itu jalan-jalan kembali di taman hiburan itu.


__ADS_2