
Setelah terbentur pohon besar itu Black Hunter pingsan dan terbawa arus. Dia seakan tertidur dengan nyaman. Dalam mimpinya dia sedang berada disebuah tempat yang hampa yang diujung depannya ada cahaya yang terang. Dari cahaya yang terang itu muncul sesosok putih besar mengajak Black Hunter ikut bersamanya.
Tapi dari ujung kegelapan muncul Cinta dan Aksa memanggilnya.
"Kak Rehan.........."ucap Cinta.
"Papa.............."ucap Aksa.
Black Hunter berada ditengah kedua ujung itu. Dia terdiam memikirkan ujung mana yang akan dipilihnya. Dia melihat kembali Cinta dan Aksa yang mengajaknya kembali.
"Kak Rehan kemarilah........."ucap Cinta
"Papa kesini........."ucap Aksa.
Tapi dari sudut cahaya sesosok putih besar itu menarik lengan Rehan untuk mengajaknya berjalan mengikuti cahaya itu.
"Tidak, aku ingin pulang. Aku ingin bersama istri dan anakku"ucap Black Hunter.
Sesosok putih besar itu melepas lengan Black Hunter, lalu Black Hunter berlari ke arah Cinta dan Aksa. Dia langsung memeluk mereka. Tak lama Black Hunter terbangun dari alam mimpinya. Dia melihat dirinya hanyut terbawa air yang mengalir deras.
"Aku.....aku Rehan Darien, gadis kecil.....dimana gadis kecil......"ucap Rehan.
Rehan mengingat semuanya termasuk saat menjadi Black Hunter.
"Aku terbentur pohon besar saat berenang bersama gadis kecil"ucap Rehan.
"Aku harus mencarinya"ucap Rehan.
Rehan langsung berenang kesana kemari mencari Cinta. Dia mencari dan mencari. Bahkan dia melihat begitu banyak mayat terdampar dimana-mana bagaikan sampah. Sungguh lemahnya manusia ketika alam marah padanya.
"Gadis kecil.....gadis kecil.......gadis kecil....."teriak Rehan.
Rehan seakan putus asa dia sudah berenang kesana kemari tapi belum juga menemukan Cinta.
"Ya Allah selamatkan istriku ku mohon. Pertemukan kami kembali Ya Allah. Engkau Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang tolonglah hambamu yang lemah ini, amin"ucap Rehan berdoa dalam kebingungan dan ketakutannya kehilangan Cinta.
Tak lama terdengar suara memanggilnya.
"Kak Rehan.....Kak Rehan............"teriak Cinta memanggil Rehan.
Rehan mencari ke arah suara yang memanggilnya. Dia melihat Cinta naik sebuah kapal besar yang mirip seperti kapal perang. Kapal itu bisa menerjang tumpukkan sampah yang berserakan didepannya. Kapal itu milik kelompok minoritas di Pulau Hitam. Rehan naik ke atas kapal dibantu oleh Hasan.
"Assalamu'alaikum saudaraku"ucap Hasan.
"Wa'alaikumsallam"ucap Rehan.
"Mari ikut saya ke kapal, yang lainnya sudah berada di kapal"ucap Hasan.
"Baik"ucap Rehan.
Rehan naik ke kapal bersama Hasan. Sampai di atas kapal dia melihat Cinta, Raka, Azkia, Raja, Zhafira, Andra, Alex dan kelompok minoritas sudah ada di dalam kapal.
"Assalamu'alaikum"ucap Rehan.
__ADS_1
"Wa'alaikumsallam"ucap Semuanya.
Cinta yang melihat Rehan langsung berlari ke arahnya. Begitupun Rehan langsung berlari ke arah Cinta. Mereka langsung berpelukan.
"Kak Rehan......."ucap Cinta.
"Gadis kecil aku merindukanmu"ucap Rehan.
"Kak Rehan sudah ingat aku"ucap Cinta.
"Aku ingat kamu dan semuanya"ucap Rehan.
"Alhamdulillah"ucap Cinta.
Cinta senang sekali Rehan sudah mengingat semua ingatannya. Dia juga senang karena anggota keluarga dan sahabatnya selamat.
"I Love You"ucap Rehan.
"I Love You Too"ucap Cinta.
Mereka berpelukan melepas rindu dan mencurahkan isi hati yang terdalam. Setelah puas berpelukan Rehan dan Cinta duduk di kapal bersama yang lainnya.
"Orang asing kalau sampai kau mati lagi, aku akan menggali kuburmu dan memarahi jasadmu"ucap Raka.
"Kak Rehan alhamdulillah kau selamat, Kia seneng, kakak ipar jadi tersenyum lagi"ucap Azkia.
"Aku juga seneng bini SMSku tidak jadi menjanda massal"ucap Raja.
"Ha....ha....ha....."Mereka semua tertawa dengan ucapan Raja.
"Masih, hampir sekarat tadinya, paling gue bawa ke UGD nanti"ucap Raja.
"Ha....ha....ha..."Mereka semua tertawa dengan ucapan Raja.
Alex menghampiri Rehan dan duduk di sampingnya.
"Namamu Rehankan?"tanya Alex.
"Iya, nama asliku Rehan"ucap Rehan.
"Maafkan semua kesalahanku padamu"ucap Alex.
"Kau tidak hanya harus minta maaf padaku tapi kau juga harus minta maaf pada mereka semua"ucap Rehan.
Alex langsung berdiri diantara mereka semua yang sedang duduk.
"Assalamu'alaikum"ucap Alex.
"Wa'alaikumsallam"ucap Semua orang.
"Saya berdiri di sini untuk meminta maaf atas semua kesalahan yang saya telah perbuat, saya akan menyerahkan diri ke polisi setelah semuanya selesai, terimakasih atas semua kebaikan kalian semua. Dan terimakasih untuk putriku tercinta Zhafira yang sudah menyadarkanku"ucap Alex.
Proook........prooook......prooook...........
__ADS_1
Mereka semua bertepuk tangan, menyambut bahagia dengan ucapan Alex. Kemudian Alex kembali duduk bersama Zhafira dan Andra. Zhafira langsung merangkul ayahnya.
"Aku bangga memiliki Papa, karena Papa mau mengakui kesalahan Papa dan meminta maaf atas semua kesalahan Papa, Fira sayang Papa"ucap Zhafira.
"Papa juga menyayangimu nak"ucap Alex.
"Andra, nanti saat aku sudah di penjara tolong jaga putriku"ucap Alex.
"Baik Pak"ucap Andra.
"Semoga hidupmu selalu bahagia nak"ucap Alex.
"Iya Pa"ucap Zhafira.
Semua orang dikapal itu akhirnya menemukan kebahagiaannya masing-masing. Setiap kebaikan akan mendapat kebaikan juga. Dan setiap keburukan akan mendapatkan keburukan juga.
Hari sudah larut malam, angin sepoi-sepoi melambai. Langit di penuhi bulan dan bintang. Hamparan lautan terbentang luas. Suara deburan ombak terdengar nyaring. Rehan dan Cinta berada di tepi kapal menikmati indahnya malam. Rehan memeluk Cinta dari belakang sambil menunjuk ke atas langit.
"Gadis kecil lihatlah bulan dan bintang yang seakan merayakan kebahagiaan kita semua"ucap Rehan.
"Iya, mereka lebih terang dari biasanya"ucap Cinta.
"Mungkin ini hadiah dari Allah SWT karena kita sudah berhasil melewati semua kesulitan ini"ucap Rehan.
"Iya Kak Rehan"ucap Cinta.
Rehan mencium pipi cinta berkali-kali.
Cup
"Aku kangen banget"ucap Rehan.
"Aku juga kangen banget sama Kak Rehan"ucap Cinta.
Cinta membalas mencium pipi Rehan.
Cup
"Gadis kecil setelah kecelakaan itu aku lemah tak berdaya, kesakitan fisik maupun batin. Aku begitu rinduuu.....padamu. Rasa takut kehilanganmu begituĀ besar. Bahkan aku takut tidak bisa bertemu denganmu hik....hik...."ucap Rehan sambil menangis terharu.
"Kak Rehan saat kau dianggap meninggal, aku sangat kehilanganmu, warna yang selama ini membuat hidupku penuh kebahagiaan menghilang. Rasanya aku kesepian dan sendirian tanpamu. Hanya Allah dan kasih sayang keluarga yang membuat ku mampu bertahan. Apalagi adanya Aksa sebagai buah cinta diantara kita memberi semangat untukku melangkah ke depan, dan akhirnya Allah mempertemukan kita kembali. Aku sangat bahagia, rencana Allah sangat indah"ucap Cinta.
Rehan semakin erat memeluk istri tercintanya itu.
"Gadis kecil, menurutmu seperti apa saat aku jadi Black Hunter?"tanya Rehan pada istri tercintanya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Cinta.
"Kau genit dan cabul"ucap Cinta.
"Benarkah? tapi kau sukakan, paling tidak memenuhi kebutuhan batinmu selama bertahun-tahun ku tinggalkan"ucap Rehan.
"Kak Rehan.....aku malu"ucap Cinta.
"Kenapa harus malu, kitakan sedang berdua"ucap Rehan.
__ADS_1
"Siapa bilaaaaaang........."Suara seperti hantu terdengar dari belakang mereka.