ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Generation 2 : Part 20


__ADS_3

Deena bersama temannya tidur dipenginapan yang di sewa sekolahnya. Dia dan beberapa temannya sedang mengikuti lomba cerdas cermat tingkat provinsi. Malam itu pukul 11 malam Anya teman satu angkatan dengan Deena mengajak Deena keluar penginapan.


"Tapi Anya ki...ta harus bilang du...lu sama Bu guru." Ucap Deena memberitahu Anya.


"Gak akan diizinin sama guru kalau bilang dulu, temanku mau ketemu sama aku sekarang katanya penting, please temenin aku ya." Anya memohon pada Deena untuk menemaninya.


"Gi...mana ya?" Deena berpikir.


"Ayolah Deena temenin aku ya." Anya memohon kembali pada Deena.


"Oke" Deena setuju menemani Anya bertemu temannya.


Anya dan Deena keluar dari penginapan tanpa izin guru penanggungjawab terlebih dahulu. Mereka pergi ke sebuah tempat. Deena hanya mengikuti Anya menemui temannya. Mereka janjian disebuah jalan yang sepi. Jalan itu jauh dari perumahan penduduk.


"Anya kau ya...kin ini tem...patnya?" Tanya Deena.


"Iya, dia bilang ketemuan disini." Ucap Anya.


"Emangnya di...a temanmu se...kolah du...lu.?" Tanya Deena.


"Bukan, dia teman yang ku kenal di medsos." Ucap Anya.


"Apa se...belum...nya kamu per...nah bertemu dia?" Tanya Deena.


"Belum, ini pertama kalinya aku bertemu dia langsung." Ucap Anya.


Saat Deena dan Anya sedang mengobrol datang empat orang lelaki dewasa. Mereka menghampiri Deena dan Anya.


"Hai Anya sayang." Ucap Reno, lelaki yang dikenal Anya di medsos.


Anya langsung tersenyum melihat Reno. Dia tidak tahu maksud dan tujuan Reno menemuinya.


"Hai Reno" Ucap Anya kegirangan saat Reno menyapanya.


Reno dan temannya mengerumuni Deena dan Anya. Mereka menyolek-nyolek Anya dan menggodanya. Anya mulai risi, dia baru sadar kalau Reno hanya ingin memanfaatkannya.


"Ayolah sayang kita bersenang-senang dulu." Ucap Reno memegang tangan Anya.


"Lepas" Anya berusaha melepas tangannya.


"Kita berempat akan membuatmu dan temanmu puas semalaman." Ucap Reno.


"Ha ha ha." Teman-teman Reno tertawa.


"Le...paskan Anya." Ucap Deena.


"Tenang manis, kita akan membuatmu tak melupakan malam ini." Ucap salah satu teman Reno.


Mereka berempat menangkap Anya dan Deena. Mereka membawa Anya dan Deena kesebuah kebun kosong. Rena dan kedua temannya menyudutkan Anya didekat pohon, mereka hendak memperkosa Anya sementara satu orang lagi memegangi Deena. Melihat Anya tersudut, Deena mengigit tangan lelaki itu.


"Aw...." Lelaki itu kesakitan memegangi tangannya.


Deena berusaha menolong Anya tapi Deena malah di dorong hingga terjatuh kesakitan.

__ADS_1


Bluuug.........


"Aw....." Deena terjatuh.


"Pergi Deen!" Perintah Anya.


"Ti....dak" Ucap Deena.


"Ku mohon" Ucap Anya menjerit. Dia tersudut. Bajunya mulai dirobek tiga lelaki. Anya menangis ketakutan.


Deena hendak menolong kembali tapi salah satu teman Reno mau menangkapnya lagi. Deena langsung berlari meninggalkan tempat itu mencari bantuan.


Tak lama Raynor duduk diatas pohon dekat Anya hendak diperkosa. Dia berbicara dengan suara yang keras.


"Aku heran kenapa buaya ada di daratan saat malam hari, mungkinkah untuk bertelur?" Ucap Raynor sambil turun dari pohon itu.


Bluuuuug.............


"Mari berpesta" Ucap Raynor.


Keempat lelaki itu menghentikan aktifitasnya, mereka menoleh ke arah Raynor yang berjalan mendekati mereka. Anya menangis dibawah pohon berusaha menutupi tubuhnya, untung bajunya hanya sobek sebagian. Dia juga belum sempat diperkosa.


"Siapa kau berani sekali mengganggu kesenangan kami?." Tanya Reno.


"Ha ha ha, buaya bisa bicara, lucu juga." Ucap Raynor.


"Apa kau bilang? buaya?." Ucap Reno.


"Iya, lalu panggilan apa yang pantas untuk kalian?" Ucap Raynor.


Reno dan temannya mengepung Raynor dan menghajarnya. Tapi Raynor lebih jago bertarung dari keempat lelaki itu. Dia menghajar mereka sampai babak belur.


Bluuuug..........


Mereka berempat terjatuh.


"Sepertinya aku harus memaketkan kalian ke kantor polisi." Ucap Raynor.


Raynor mengikat mereka berempat menjadi satu.


Kemudian Raynor menghampiri Anya yang duduk di bawah pohon.


"Lain kali berhati-hatilah, jangan mudah percaya pada orang lain." Ucap Raynor.


"Terimakasih" Ucap Anya.


Raynor hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan tempat itu. Anya bersyukur bisa selamat dari tindak pemerkosaan itu.


"Anya" Deena memanggil dari kejauhan.


Deena membawa beberapa guru dan warga bersamanya. Mereka semua menghampiri Anya.


"Kau baik-baik saja Anya?." Tanya Deena

__ADS_1


"Alhamdulillah baik, tadi ada orang bertopeng yang menolongku." Ucap Anya.


"Syukurlah kalau kau baik-baik saja." Ucap Deena.


"Ayo kita kembali ke penginapan." Ucap salah seorang guru.


Para warga membawa Reno dan temannya ke kantor polisi. Anya dan Deena kembali ke penginapan bersama para guru. Ini jadi pelajaran berharga untuk Anya agar tidak mudah percaya pada orang lain apalagi dia hanya mengenalnya di media sosial.


************


Rafael dan Alina berjalan di tepi jalan. Mereka menunggu bus datang untuk pulang ke kontrakkan. Saat mereka sedang asyik berjalan, ada seorang gadis duduk di tepi jalan kesakitan. Rafael dan Alina menghampiri gadis itu. Ternyata gadis itu Beby teman satu kelas Alina. Dia memegangi perutnya. Di kedua kakinya terdapat darah yang mengalir.


"Aw....sakit....sakit" Ucap Beby merengek kesakitan. Dia terlihat kesakitan di bagian perutnya. Beby terus berteriak kesakitan.


"Beby, kau kenapa?" Tanya Alina. Dia mengkhawatirkan Beby yang terlihat kesakitan.


"Alina perutku sakit sekali" Ucap Beby mengatakan yang sebenarnya.


Melihat Beby kesakitan, Rafael dan Alina mengajak Beby pergi ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit Beby dibawa ke ruang UGD. Sementara Rafael dan Alina duduk di kursi tunggu diluar ruangan UGD.


"Kak, aku jadi mengkhawatirkan Beby." Ucap Alina. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada Beby.


"Kita berdoa saja, semoga Beby baik-baik saja." Ucap Rafael.


"Iya kak"Alina.


"Beby kenapa ya Kak? tadi dia kesakitan memengangi perutnya, dikakinya juga mengalir darah" Ucap Alina. Banyak pertanyaan yang dipikirkan Alina pada Beby temannya.


"Kakak juga tidak tahu. Kita tunggu hasil Dokter yang menanganinya ya." Ucap Rafael.


Alina mengangguk. Rafael duduk disamping Alina. Dia tahu adik kecilnya mencemaskan temannya.


"Kamu temannya Beby kan?" Tanya Ibu Siska, ibunya Beby yang datang menghampiri Alina.


"Iya tante, maaf tante siapanya Beby?" Tanya Alina.


Dia melihat Ibu itu terlihat modis dan cantik. Alina berpikir itu mungkin ibunya Beby.


"Ibunya" Ucap Ibu Siska.


"Gimana kondisi Beby?" Tanya Ibu Siska. Dia ingin tahu segera kondisi anaknya.


"Belum tahu tante, Dokter masih menanganinya." Ucap Alina.


"Hik....hik....hik Beby. Maafin Mama sayang." Ibu Siska menangis.


Alina coba menguatkan hati Ibu Siska.


"Tante yang sabar ya. Semoga Beby baik-baik saja. Kita hanya bisa berdoa untuk Beby." Ucap Alina.


Ibu Siska mengangguk. Dia mendoakan anaknya agar baik-baik saja.


Tak lama Dokter keluar dari ruangan UGD. Dia bicara empat mata dengan Ibu Siska. Mendengar kabar dari Dokter, Ibu Siska berteriak kencang.

__ADS_1


"Tidaaaaak"


__ADS_2