ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 34


__ADS_3

Cinta dan Rehan keluar dari rumah kecil itu.


Rehan memgendong Cinta dipunggungnya.


"Tuan yang sombong, bagaimana kau tau aku ada dirumah itu?"tanya Cinta.


"Aku melihat sepedamu ditepi jalan, aku mencarimu dan menemukan suaramu meminta tolong"ucap Rehan.


"Apa kau lelah mengendongku?"tanya Cinta.


"Kalau aku lelah aku akan menciummu"ucap Rehan.


"Kau ini, tak ada habisnya"ucap Cinta.


"Gadis kecil berhati-hatilah dengan Eden"ucap Rehan.


"Eden?.....bukannya namanya Briyan?"ucap Cinta.


"Dia pasti membohongimu dan kau harus ingat Eden sangat berbahaya"ucap Rehan.


"Tapi kau tidak usah takut gadis kecil, aku akan selalu menjagamu sampai kapanpun"ucap Rehan.


"Tadi kau bilang mencintaiku, apa itu benar Tuan yang sombong?"tanya Cinta.


"Kalau benar, apa kau mau menerima cintaku?" tanya Rehan.


"Aku....."ucap Cinta lalu pingsan dipunggung Rehan.


"Cinta....Cinta......Cinta....."ucap Rehan memanggil Cinta.


Rehan menurunkan Cinta dan beralih membopongnya. Rehan melihat Cinta mimisan lagi dan pingsan.


"Cinta.....bangun.......aku mencintaimu Cinta......" ucap Rehan.


Rehan langsung membawa Cinta ke dalam mobilnya. Dia meminta supir pribadinya mengantarnya ke rumah sakit. Sampai dirumah sakit Rehan langsung membopong Cinta ke dalam rumah sakit. Setelah berjam-jam Cinta mengikuti berbagai pemeriksaan, Dokter berbicara pada Rehan tentang kondisi kesehatan Cinta.


"Cinta menderita Leukimia"ucap Dokter Hans.


"Apa? Leukimia Dok"ucap Rehan.


"Benar, untungnya baru stadium awal. Masih bisa disembuhkan. Cinta membutuhkan donor sumsum tulang belakang dari anggota keluarganya yang cocok dengannya"ucap Dokter Hans.


"Ayahnya sudah meninggal dan Ibunya sedang koma"ucap Rehan.


"Untuk sementara Cinta bisa menjalani kemoterapi"ucap Dokter Hans.


"Baik Dok"ucap Rehan.


Setelah selesai bicara dengan Dokter Hans, Rehan berjalan diantara koridor rumah sakit.


"Cinta, kenapa harus kau yang menderita seperti ini, kenapa bukan aku saja, aku lebih pantas karena aku bukan orang yang baik sepertimu" batin Rehan.


Rehan berlutut dilantai koridor rumah sakit dan menangis.


"Tuhan jika kau memang ada kenapa harus Cinta yang sakit, apa ini adil, dia hambamu yang taat, kenapa harus Cinta"ucap Rehan.


Seorang lelaki tua menepuk bahu Rehan dari belakangnya.


"Anak muda setiap masalah pasti ada hikmahnya. Itu cara Allah membimbing hambanya untuk kembali ke jalannya"ucap Ustad Abdullah.

__ADS_1


"Apa Tuhan akan menyembuhkan orang yang ku cintai?"tanya Rehan.


"Apa yang tidak bisa Allah lakukan, apalagi hanya sekedar menyembuhkan. Allah Maha Kuasa bahkan dalam hitungan detik dia mampu menyembuhkan kembali orang yang sakit"ucap Ustad Abdullah.


"..........."Rehan menangis dalam diamnya.


"Saya mau pergi mushola untuk sholat, apa kau mau ikut sholat anak muda?"tanya Ustad Abdullah.


Rehan mengangguk dan mengukuti Ustad Abdullah pergi ke mushola.


"Mari berwudhu"ucap Ustad Abdullah.


"Saya tidak tahu caranya berwudhu, saya seorang ateis"ucap Rehan.


"Apa kau mau masuk ISLAM?"tanya Ustad Abdullah.


"Apa dengan masuk ISLAM cinta akan sembuh?" tanya Rehan.


"Allah Maha Menyembuhkan, asal kita tetap berusaha dan berdoa padaNya, Insya Allah kesembuhan akan datang"ucap Ustad Abdullah.


"Saya mau masuk ISLAM"ucap Rehan.


"Niatkan semua itu karena Allah SWT jangan ada keraguan karena sesungguhnya iman itu keyakinan dalam hati, jika masih ada keraguan maka pikirkan dengan matang terlebih dahulu agar kau tak terpaksa menjalani semua perintah dan laranganNya"ucap Ustad Abdullah.


Rehan mengangguk, dia melihat Ustad Abdullah berwudhu dan shalat. Setelah itu Rehan kembali ke ruangan rawat inap tempat Cinta berada. Dia menghampiri Cinta dan duduk disamping ranjang rumah sakit itu.


"Gadis kecil kau harus sembuh, aku mencintaimu" ucap Rehan.


"Jangan tinggalkan aku, aku akan menghukummu jika kau berani meninggalkanku"ucap Rehan.


Rehan memegang tangan Cinta dan menangis.


Air matanya menetes ditangan Cinta, rangsangan itu menyadarkan Cinta.


"Karena aku takut kehilanganmu"ucap Rehan.


"Memangnya aku akan pergi jauh?"tanya Cinta.


"Tidak, kau harus menemaniku seumur hidupku, jangan berani meninggalkanku"ucap Rehan.


"Aku tidak akan meninggalkanmu, asal kau tak suka mengatur, memerintah dan menyebalkan" ucap Cinta.


Rehan memegang pipi Cinta dengan tangan kanannya.


"Cinta, aku mencintaimu , biarkan aku menjagamu seumur hidupku"ucap Rehan.


"Memang kau akan mau melakukan apapun untukku?"tanya Cinta.


"Iya, apapun itu"ucap Rehan.


"Beri aku waktu untuk mempertimbangkannya, masuk daftar tunggu dulu ya"ucap Cinta meledek Rehan.


"Hei gadis kecil, aku ini laki-laki yang memiliki segalanya, kau beruntung jika bersamaku seumur hidupmu"ucap Rehan.


"Kau marah padaku?"tanya Cinta.


"Gadis kecil mana mungkin aku marah padamu, aku akan selalu mencintaimu"ucap Rehan.


"Seberapa besar cintamu untukku?"tanya Cinta.

__ADS_1


"Seluas angkasa dan setinggi langit, bahkan aku tak bisa menjabarkannya, terasa penuh dihatiku" ucap Rehan.


"Aku hanya gadis miskin, apa pantas untukmu" ucap Cinta.


"Kau istimewa untukku gadis kecil, kau mengisi hatiku dan menghangatkannya sehingga aku selalu bahagia saat bersamamu"ucap Rehan.


Cinta mengerakkan tangannya memegang rambut dikepala Rehan.


"Aku baru merasakan dicintai seseorang sepertimu Tuan yang sombong"ucap Cinta.


"Hei gadis kecil jawab pertanyaanku, apa kau juga mencintaiku?"tanya Rehan.


"Haruskah aku menjawabnya, bukankah itu privasi"ucap Cinta sambil melepas tangannya dari kepala Rehan.


"Lama-lama aku gemas denganmu, aku akan langsung menikahimu kalau begini"ucap Rehan.


"Aku.....aku juga mencintaimu Tuan yang sombong"ucap Cinta.


"Benarkah gadis kecil? ucapkan sekali lagi, aku harus mendengarnya dengan sadar"ucap Rehan.


"Aku juga mencintaimu"ucap Cinta.


"Yes.......akhirnya aku memiliki kekasih"ucap Rehan kegirangan.


Cinta hanya tersenyum melihat Rehan kegirangan.


"Gadis kecil, ingat aku ini kekasihmu sekarang jadi jangan berani jalan dengan lelaki manapun tanpa sepengetahuanku"ucap Rehan.


"Aku ini bukan istrimu Tuan yang sombong jadi kau tidak boleh egois seperti itu"ucap Cinta


"Kalau begitu ayo kita menikah"ucap Rehan.


"Aku masih sekolah, kau harus sabar menungguku"ucap Cinta.


"Kalau begitu aku harus menjaga calon istriku biar tidak digondol duo maling itu"ucap Rehan.


"Duo maling? siapa?"tanya Cinta.


"Siapa lagi kalau bu........"ucap Rehan tidak jadi melanjutkan ucapannya.


"Bukan, maksudku teman sekolahmu atau mungkin kenalanmu diluar sekolah, bisa saja mereka mau merebut calon istriku"ucap Rehan.


"Ha....ha.....Tuan yang sombong kau lucu"ucap Cinta.


"Teruslah tertawa aku ingin selalu melihatmu seperti itu gadis kecil"ucap Rehan.


"Ya.....asal kau terus menghiburku"ucap Cinta.


"Aku akan selalu menghiburmu"ucap Rehan.


"Oya siapa namamu calon suamiku, dari pertama bertemu aku belum tahu namamu"ucap Cinta.


"Dengarkan baik-baik calon istriku, namaku Rehan Darien CEO dari Perusahaan Bright Light Group, aku ini orang kaya raya, jadi hidupmu takkan kekurangan apapun"ucap Rehan.


"Kau memang Tuan yang sombong"ucap Cinta.


"Tapi kau cintakan"ucap Rehan.


Cinta mengangguk, mereka bahagia setelah mengetahui arti dari cinta yang mereka rasakan.

__ADS_1


Meski baru tumbuh, tapi Rehan dan Cinta akan selalu menjaga cinta mereka.


"


__ADS_2