
tutttt....
tutttt...
tutttt...
(hp randi bergetar, terlihat televon masuk dari ayah)
"randi, kamu sudah selesai ujiannya?" tanya pak Budi mengawali pembicaraan telvonya.
"sudah pa". jawab randi
"buruan keatas ya, diluar banyak nyamuk" jawab pak Budi
"iya pa, kita sebentar lagi keatas pa, ini masih cari angin bentar" jawab randi sambil menikmati suasana malam diluar ruangan rumah sakit.
__ADS_1
Televon singkat pun diakhiri oleh pak budi. Walaupun lahan rumah sakit ini hanya berukuran 100 × 200 meter, tapi suasana disini sangat asri. Banyaknya pohon buah-buahan di sekitar rumah sakit membawa daya tarik sendiri, terlebih rumah sakit ini memiliki 3 lantai dan memiliki landasan helikopter sendiri.
"is, ini leptopnya. Makasih ya. Tapi kok tumben kamu ujian bawa leptop.?" tanyaku penasaran ke iis
"iya kak, beberapa hari belakangan iis sering bawa leptop. Walaupun ujian selesai jam 11an, tapi setelah itu iis ke perpustakaan untuk cari informasi seputar lomba menulis" jawab iis.
"wah kebetulan banget itu is, 3 bulan lagi kita di kampus ada kegiatan lomba mipa tingkat nasional. Selain bidang matematika, fisika, kimia dan biologi, ada beberapa cabang lagi seperti lomba desain poster, karya tulis ilmiah, dan lomba dan simulasi tes masuk perguruan tinggi. Tapi yang untuk siswa hanya lomba karya tulis ilmiah" jawabku memberitahu iis kegiatan lomba yang akan dilaksanakan oleh himpunan mahasiswa jurusan pendidikan mipa ini ke iis. Lomba ini sendiri diadakan sebagai ajang tahunan yang diadakan oleh jurusanku.
"boleh juga itu kak, tapi cara daftarnya gimana ya kak..?"tanya iis kembali
"yah, iis kira kakak tahu, besok-besok kakak kasih tahu iis ya kalau sudah ada informasi lebih lanjutnya.?" pinta iis kepada randi
"tenang aja, bakalan kakak kasih tahu ke kamu kok. Oh iya is, kamu ada akun instagram gak? tanyaku ke iis kembali.
"ada kak, follow ya namanya iisaisyah17" jawab iis memberitahu akun instagramnya
__ADS_1
"nah, sudah kakak follow. Jangan lupa follback ya" pintaku ke iis untuk mengikuti akun instagramku
"siap kak... Is, akun kakak kok followersnya banyak gini, bisa nyampe 72k gini gimana, kakak beli followers ya? tanya iis yang sedikit iri dengan randi karena followersnya mencapai puluhan ribu ini.
"enggak dong, itu followersnya mulai banyak waktu jadi ketua osis pas smp sampai kelas 3 sma udah 60ribu lebih karena waktu itu kakak ditawarin jadi model toko jam dan sepatu di deket tugu pahlawan yg di simpang taman anak-anak itu" jawabku memberitahu iis
"oo,,jadi gitu. Iis mau juga dong kak" pinta iis kembali
"boleh juga, kakak juga rencana mau buka toko olahraga di ruko ayah yang ada di depan stadion. Apalagi disitu lumayan deket kalau ke kampus, kapan-kapan iis kakak ajak deh buat jadi modelnya" jawabku ke iis kembali
"beneran ya kak, ya udah kita ke atas yuk. Lama-lama diluar dingin juga" iis menanyakan kembali ajakan randi itu sambil mengajaknya kembali ke ruangan rumah sakit tempat ayahnya dirawat
"bener, kakak serius ini. Ayoklah, kakak juga udah mulai ngantuk ni" jawabku meyakinkan iis dan menerima ajakannya.
"oke, makasih kak randi" jawab iis dengan senyuman manjanya
__ADS_1
Setelah itu, mereka berdua pun langsung menuju ke kamar nomor 105 yang berada di lantai 3 rumah sakit. Sedangkan diluar ruangan pak budi tinggal bersama istrinya dan ibunya iis sementara rangga sedang berada di toilet dan pak kholid telah pulang beberapa menit yang lalu.