
Cinta menghampiri lelaki bertopeng yang sedang tidur pulas. Dia merasa perutnya lapar, Cinta langsung menuju dapur mencari makanan yang bisa dimakan. Didapur itu ada sebuah kulkas satu pintu. Cinta membuka kulkas itu dan mengambil beberapa bahan makanan untuk dimasak. Dia memasak balado telur, tumis kangkung dan gorengan tempe. Karena bau harum masakan itu, lelaki bertopeng itu bangun dan menghampiri Cinta.
"Istriku sayang kau sudah memasak?"tanya Lelaki bertopeng itu.
"Seenaknya saja kau panggil aku istrimu, aku sudah punya suami"ucap Cinta.
"Seperti apa suamimu?"tanya Lelaki bertopeng itu.
"Dia lelaki yang baik hati, penyayang, dan pintar. Dia juga tampan, tidak sepertimu yang memakai topeng. Pasti kau menutupi wajah buruk rupamu itukan"ucap Cinta.
"Hei Nona muda ketika topeng ini dibuka kau akan jatuh cinta padaku, itu sebab aku menutupi wajahku dengan topeng, aku takut kau akan tergila-gila padaku"ucap Rehan.
"Aku tidak akan jatuh cinta padamu ya, aku hanya mencintai suamiku"ucap Cinta.
"Aku suka wanita setia sepertimu"ucap Lelaki bertopeng itu.
"Aku yang tidak suka lelaki penggoda sepertimu" ucap Cinta.
"Yasudah, aku lapar, kau masak untukkukan"ucap Lelaki bertopeng itu.
"Aku tidak mau membagi masakanku denganmu" ucap Cinta.
"Ini kontrakkanku dan yang kau masak itu bahan makananku yang ada dikulkas"ucap Lelaki bertopeng itu.
"Baiklah aku akan membagimu masakanku, tapi bukan berarti aku baik padamu"ucap Cinta.
Lelaki bertopeng itu melepas topengnya, Cinta kaget saat melihat lelaki itu.
"Kak Rehan"ucap Cinta.
"Aku sudah bilangkan kau akan jatuh cinta saat aku membuka topengku"ucap Rehan.
Cinta langsung memeluk Rehan.
"Kak Rehan....hik....hik....aku merindukanmu"ucap Cinta.
Rehan memeluk Cinta begitu erat dalam dekapannya.
"Gadis kecil aku juga sangat merindukanmu, maafkan sikapku tadi"ucap Rehan.
"Aku tidak peduli yang tadi, yang penting sekarang kau ada disini"ucap Cinta.
"Aku pikir menjauhimu dan membuatmu membenciku itu cara agar aku bisa melindungimu tapi aku tidak bisa jauh darimu gadis kecil"ucap Rehan.
"Kak Rehan apa ada masalah?"tanya Cinta.
"Aku belum bisa cerita padamu"ucap Rehan.
"Kau harus cerita padaku, kitakan suami istri, kita harus berbagi suka dan duka bersama"ucap Cinta.
"Baiklah aku akan menceritakan semuanya padamu, tapi sekarang aku lapar gadis kecil"ucap
Rehan.
"Mau ku suapi Tuan yang sombong?"tanya Cinta.
"Mau banget sayang"ucap Rehan.
Cinta menyuapi Rehan makan.
"Gadis kecil dari tadi kau menyuapiku makan, sekarang giliranku menyuapimu makan ya"ucap Rehan.
"Iya, aku mau makan disuapi Kak Rehan"ucap Cinta.
Rehan menyuapi Cinta, tak terasa air mata Cinta dan Rehan menetes bersamaan. Rehan mengusap air mata yang menetes dipipinya.
__ADS_1
"Kak Rehan jangan menjauh dariku lagi, aku hanya ingin bersama Kak Rehan"ucap Cinta.
"Gadis kecil aku juga ingin selalu bersamamu"
ucap Rehan.
Rehan mendekati Cinta, dia mencium Cinta dengan penuh kelembutan. Mereka meluapkan semua kerinduan, keraguan dan batas diantara mereka. Membagi kehangatan dan kasih sayang. Kontrakkan itu menjadi saksi diukirnya cinta yang begitu mendalam diantara mereka. Tak peduli hari itu masih siang tapi mereka menikmati kebersamaan setelah hujan sempat menerjang. Kini mereka bersama dalam cinta dan kemesraan yang hanya mereka yang tahu rasanya. Setelah itu Rehan berbaring bersama Cinta diranjang. Rehan terus memeluk Cinta.
"Gadis kecil yang tadi pagi sakit ya?"tanya Rehan.
"Sakit, tapi lebih sakit lagi hatiku saat melihat Kak Rehan bersama para wanita itu"ucap Cinta.
"Maafkan aku ya gadis kecil, para wanita itu hanya ku bayar untuk berpura-pura. Aku tidak melakukan apapun dengan mereka"ucap Rehan.
"Aku tahu itu, Kak Rehan tidak mungkin seperti itu"ucap Cinta.
"Gadis kecil dengarkan aku, mulai sekarang kita tidak bersama untuk sementara waktu. Aku akan menemuimu secara sembunyi-sembunyi"ucap Rehan.
"Tapi kenapa kita tidak bisa bersama?"tanya Cinta.
"Gadis kecil itu semua bermula dari masa lalu Papaku dan Papamu"ucap Rehan.
"Masa lalu Papaku dan Papamu?"tanya Cinta.
"Iya, dulu..........."ucap Rehan.
Rehan menceritakan semua yang terjadi dimasa lalu antara ayahnya dan Leo pada Cinta.
"Oh....jadi itu yang menyebabkan kenapa Kak Rehan kemarin menghilang dan tadi pagi bersikap seperti padaku"ucap Cinta.
"Iya sayang"ucap Rehan.
"Kak Rehan, apa benar Papaku yang menabrak Mamamu? bagaimana kalau kita tanyakan semua ini pada Papaku"ucap Cinta.
"Bagaimana sore ini kita temui Papaku"ucap Cinta.
"Gadis kecil, aku tidak bisa bersamamu menemui Papamu. Gerak-gerikku diawasi anak buah Papaku, jika aku ketahuan mendekatimu. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu"ucap Rehan.
"Apa kita akan selamanya begini, aku tidak ingin jauh dari Kak Rehan"ucap Cinta.
"Gadis kecil, Papaku sangat berbahaya, aku tidak ingin dia mencelakaimu, untuk sementara waktu tinggalah bersama orangtuamu"ucap Rehan.
"Kak Rehan....."ucap Cinta memeluk Rehan.
"Aku akan segera menyelesaikan semua masalah ini gadis kecil, agar kita bisa bersama lagi"ucap Rehan.
"Aku akan berdoa agar masalah ini cepat selesai, dan kita bisa bersilaturrahmi dengan Papamu" ucap Cinta.
"Iya sayang"ucap Rehan.
"Kak Rehan apa kau membenci Papaku karena cerita dimasa lalu itu?"tanya Cinta.
"Kalau aku benci Papamu tidak mungkin aku bersamamu sekarang"ucap Rehan.
"Aku yakin Papaku tidak mungkin menabrak ibumu, mungkin ada kesalahfahaman disini"ucap Cinta.
"Aku juga menyakini itu gadis kecil, itu sebabnya aku terpaksa bekerjasama dengan Papaku untuk melindungi kalian, hanya ini cara satu-satunya. Jika aku memilih berkhianat, Papaku akan menyakitimu gadis kecil, dan aku tidak ingin itu terjadi. Bagiku kau segala untukku gadis kecil" ucap Rehan.
"Kak Rehan, pasti semua ini berat untukmu, aku akan selalu ada disisimu"ucap Cinta.
"Itu yang ku butuhkan gadis kecil, aku hanya membutuhkanmu sebagai penyemangatku melewati semuanya"ucap Rehan.
"Kak Rehan aku mencintaimu"ucap Cinta.
"Aku lebih mencintaimu gadis kecil"ucap Rehan.
__ADS_1
"Kak Rehan senin besok aku sudah mulai sekolah, aku ingin sekali diantar Kak Rehan sekolah"ucap Cinta.
"Baiklah sayang, tapi aku harus menyamar jadi Reni, gak apa-apakan?"tanya Rehan.
"Gak Papa, aku malah seneng bisa berduaan sama Kak Rehan"ucap Cinta.
"Kalau gitu cium dulu dong"ucap Rehan.
"Reni minta dicium?"tanya Cinta.
"Iya, cium"ucap Rehan.
"Imutnya"ucap Cinta.
Cup
Cinta mencium bibir Rehan sekilas.
"Kurang, aku mau yang lebih"ucap Rehan.
Rehan mencium Cinta istrinya dengan mesra dan cukup lama.
***********
Rehan bersiap mengantarkan Cinta pulang ke rumah besar milik Leo dengan naik motor. Cinta merapikan topeng milik Rehan. Dia juga sesekali mencium kening Rehan. Tidak ada kebahagiaan yang dia inginkan selain bersama Rehan dalam keadaan apapun. Tak peduli jika harus melewati kesulitan bersama. Baginya kebersamaannya dengan Rehan begitu berharga.
"Ayo gadis kecil naiklah"ucap Rehan.
"Memang Kak Rehan bisa naik motor?"tanya Cinta sambil naik ke jok motor itu.
"Bisa dong sayang, mantan preman sekolah sepertiku sudah biasa naik motor"ucap Rehan.
"Bang ayo berangkat"ucap Cinta.
"Iya neng, jangan lupa pegangan yang erat"ucap Rehan.
Rehan mengendarai motornya menuju ke rumah milik Leo. Dia mengantarkan Cinta sampai gerbang rumah besar itu.
"Gadis kecil jaga dirimu"ucap Rehan.
"Kak Rehan juga harus menjaga dirimu"ucap Cinta.
"Aku pergi dulu gadis kecil"ucap Rehan.
"Aku akan selalu menunggu kehadiranmu Kak Rehan"ucap Cinta.
"Iya sayang, aku juga menunggu pertemuan kita lagi"ucap Rehan.
Setelah itu Rehan meninggalkan tempat itu. Begitupun dengan Cinta yang beranjak masuk ke dalam gerbang masuk ke rumah besar itu. Dia berjalan masuk ke dalam rumah itu. Dia bertemu Leo yang sedang duduk diruang tamu.
"Assalamu'alaikum Pa"ucap Cinta.
"Wa'alaikum sallam nak"ucap Leo.
Cinta mencium tangan Leo kemudian duduk disamping Leo. Mungkin ini waktu yang tepat untuk bertanya pada Papanya mengenai masalah yang diceritakan Rehan.
"Pa bolehkah aku tanya sesuatu?"tanya Cinta.
"Boleh, tanya apa nak?"tanya Leo balik.
"Kita ngobrolnya diruang kerja Papa aja biar enak"ucap Cinta.
"Oke"ucap Leo.
Leo dan Cinta pergi ke lantai atas menuju ke ruang kerja Leo. Disana Cinta menceritakan semuanya pada Leo apa yang tadi diceritakan Rehan padanya.
__ADS_1