
Hari pertunangan itu diselenggarakan di Gedung Rose Golden. Tamu undangan tidak ada yang tahu acara itu diselenggarakan untuk apa. Mereka hanya tahu itu acara untuk merayakan kesuksesan Perusahaan Bright Light Group. Leo dan Cinta hadir di acara itu sebagai tamu undangan penting.
Cinta berjalan diantara tamu undangan, tiba-tiba ada yang menariknya. Ternyata yang menariknya Rehan. Cinta begitu senang saat tahu sang suamilah yang menarik lengannya. Rehan membawa Cinta ke belakang gedung itu. Disana ada air mancur dan kolam ikan. Cinta dan Rehan duduk ditepi air mancur itu.
"Gadis kecil kau suka aku menculikmu kesini?"tanya Rehan.
"Aku gak suka habis Kak Rehan sudah lama tak pulang"ucap Cinta.
Rehan mencium bibir cantik yang cemberut itu.
"Nanti kau akan tahu kenapa aku jarang pulang dan jarang menemuimu"ucap Rehan seusai mencium Cinta
".........."Cinta tetap terdiam.
Rehan menarik Cinta ke tengah air mancur yang berjejer itu.
"Tuan yang sombong kau lihat aku basah kuyup" ucap Cinta.
"Kau seksi sayang saat basah kuyup"ucap Rehan.
"Kak Rehan.....mulai genit ya"ucap Cinta mencubit pipi Rehan.
"Aw........jangan dicubit sayang, cium aja"ucap Rehan.
Rehan mendekati Cinta meraih pinggangnya dan memegang tangan kirinya.
"Kak Rehan mau ngapain?"tanya Cinta.
"Ayo kita berdansa diantara air mancur ini"ucap Rehan.
Cinta mengangguk dengan ucapan Rehan. Mereka begitu menikmati berdansa diantara air mancur itu.
"Kak Rehan gaunku basah kuyup gimana?"tanya Cinta.
"Kita ke hotel dulu ya, disana aku sudah menyiapkanmu gaun baru"ucap Rehan.
"Gaun baru?"tanya Cinta.
"Iya sayang"ucap Rehan.
Setelah mereka puas berdansa diantara air mancur itu, Rehan mengajak Cinta menuju ke hotel di samping Gedung Rose Golden. Sampai dikamar hotel, Cinta hendak mengganti pakaiannya.
"Gadis kecil jangan diganti dulu, aku kangen"ucap Rehan.
"Untuk apa kangen, dari kemarin selama dua bulan ini Kak Rehan bahkan tidak menemuiku" ucap Cinta.
Rehan memeluk Cinta dari belakang tubuhnya dan meletakkan kepalanya dibahu Cinta.
"Gadis kecil selama tiga bulan ini aku sangat merindukanmu, bahkan sampai tak tertahan, itu sebabnya aku selalu menelponmu"ucap Rehan.
"Aku pikir Kak Rehan tak merindukanku atau mungkin....."ucap Cinta langsung ditutup bibirnya dengan ciuman dadakan dari Rehan.
"Nanti akan terjawab semua, kemana saja aku selama ini gadis kecil"ucap Rehan.
"Kak Rehan aku percaya kau selalu setia, hanya saja aku kangen ingin selalu dekat denganmu" ucap Cinta.
"Aku juga kangen kalau gitu....."ucap Rehan.
Rehan dan Cinta meluapkan kerinduannya dikamar hotel itu. Lama tak bersama membuat mereka mengeluarkan seluruh rasa yang terpendam.
__ADS_1
"Kak Rehan acaranya nanti terlewatkan"ucap Cinta.
"Tokoh utamanya masih disini jadi acaranya tidak mungkin dimulai"ucap Rehan.
Setelah perpaduan cinta diantara keduanya sudah terjalin satu sama lain akhirnya Rehan dan Cinta menyudahi kemudian mandi. Mereka bersiap menuju ke acara itu. Rehan menggandeng tangan Cinta menuju ke tengah acara itu. Semua melihat Rehan dan Cinta yang berada ditengah-tengah acara itu. Pak Theo terlihat kesal melihat Rehan berdiri ditengah-tengah acara bersama Cinta.
"Assalamu'alaikum"ucap Rehan.
"Wa'alikumsallam"ucap Para tamu undangan.
"Saya berada ditengah-tengah acara ini untuk mengumumkan acara pertunangan saya dengan Clara Aurellia putri dari Leo Ariendra"ucap Rehan.
"Rehan......an.....an....."teriak Pak Theo marah.
"Kemarilah gadis kecil"ucap Rehan meraih tangan Cinta untuk menyematkan cincin dijari manisnya.
Pak Theo menghampiri Rehan yang hendak menyematkan cincin dijari manis Cinta.
"Rehan hentikan, kau tau konsekuensinya"ucap Pak Theo.
"Tahu, itu sebabnya aku berani untuk menyematkan cincin ini dijari manis wanita yang ku cintai"ucap Rehan.
"Cepat hentikan, jika tidak"ucap Pak Theo.
Rehan hanya menepuk tangannya sekali.
Prooook.............
Anak buah Rehan ada disekeliling tempat acara itu. Pak Theo melihat semua anak buah Rehan.
"Kau.......selama ini membangun kekuatan?"ucap Pak Theo.
Rehan menarik Cinta ke dalam pelukannya dan langsung menyematkan cincin pertunangan itu didepan ayahnya. Dia memperlihatkan tangan Cinta yang sudah mengenakan cincin dari Rehan.
"Aku sudah resmi bertunangan dengan Clara Aurellia anak Leo Ariendra didepan semua tamu undangan"ucap Rehan.
"Rehan....."teriak Pak Theo.
Cinta hanya diam dalam pelukan Rehan mendengarkan kedua orang yang sedang berdebat.
"Kau takkan mendapatkan satu sen pun hartaku, keluar kau dari perusahaanku"ucap Pak Pak Theo.
"Oke, hari ini juga aku keluar dari perusahaan Bos besar"ucap Rehan.
"Paling kau akan menggembel dijalanan tanpa bantuanku"ucap Pak Theo.
"Oya, Yuda kemarilah"ucap Rehan memanggil Sekretaris Yuda.
Sekretaris Yuda keluar dari barisan tamu undangan,dia berjalan menghampiri Rehan.
"Katakan pada Bos besar siapa aku"ucap Rehan.
"Rehan Darien adalah pemilik Perusahaan Galaxy Lion"ucap Sekretaris Yuda.
"Apa?"ucap Pak Theo tak percaya.
"Singa kecil yang dulu Bos besar pelihara kini sudah jadi raja rimba"ucap Rehan.
"Oh.....jadi kau pengusaha bertopeng itu"ucap Pak Theo.
__ADS_1
"Jika aku tak bertopeng Bos besar akan menghalangi jalanku menuju puncak"ucap Rehan.
"Hebat.....aku mengajarimu jadi anjing agar menggongong pada musuhku tapi justru kau menjadi singa yang hendak menerkamku"ucap Pak Theo.
"Terimakasih atas pujian Bos besar"ucap Rehan.
Leo menghampiri Rehan ditengah acara itu.
"Selamat malam Pak Theo"ucap Leo.
"Kau senang anakku kini jadi sekutumu"ucap Pak Theo.
"Besan, apa tidak sebaiknya kita berdamai, dan menyambut kebahagiaan putra putri kita"ucap Leo.
Pak Theo mendekati Leo dan berbicara padanya.
"Sampai kapanpun aku tidak akan berdamai denganmu"ucap Pak Theo lalu meninggalkan tempat itu.
Setelah Pak Theo pergi meninggalkan acara itu, Leo memberi selamat pada Rehan.
"Selamat ya Rehan, Papa tak menyangka kau adalah pemilik Perusahaan Galaxy Lion Group" ucap Leo.
"Makasih atas ucapannya Pa, semua ini ku persiapkan agar aku bisa tetap bersama Cinta putri Anda"ucap Rehan.
"Semoga Papamu bisa segera merestui kalian dan berdamai denganku"ucap Leo.
"Amin Pa"ucap Rehan.
Melihat Rehan malah bertunangan dengan Cinta, Azkia sangat senang. Dia menghampiri Rehan dan Cinta yang sedang berada ditengat acara itu.
"Rehan selamat ya, kau harus mengenalkan wanitamu padaku"ucap Azkia.
"Bukannya kalian sekelas"ucap Rehan.
"Iya, tapi kau tidak bilang gadis cantik ini wanitamu"ucap Azkia.
"Gadis kecil, ini Azkia, dia musuhku bertarung dari kecil"ucap Rehan.
"Aku Cinta, walau disekolah kita sudah saling mengenal tapi aku senang bertemu denganmu kembali disini"ucap Cinta.
"Aku juga senang mengenalmu sebagai tunangan Rehan Darien"ucap Azkia.
Cinta berbincang-bincang dengan Azkia. Sementara itu Rehan menyapa para tamu undangan.
************
Pak Theo mengendarai mobilnya menuju ke perusahaannya. Biasanya dia membawa anak buahnya tapi hari itu dia mengendarai mobilnya sendiri. Baru lima belas menit mobilnya melaju dijalan raya ban mobilnya meletus. Pak Theo turun dari mobilnya. Dia mengecek ban mobilnya yang pecah.
"Sialan ban mobilku pecah lagi, aneh padahal baru kemarin ganti"ucap Pak Theo.
Pak Theo duduk berjongkok memegangi ban mobilnya. Dari belakang terdengar suara seorang perempuan menawarkan nasi bungkus untuknya.
"Maaf Pak ini nasi bungkus untuk Anda"ucap Ibu Kartika.
"Aku tidak ingin membeli nasi bungkus"ucap Pak Theo.
"Nasi bungkusnya tidak dijual, gratis"ucap Ibu Kartika.
Pak Theo penasaran dengan suara wanita itu dia menengok ke belakang. Matanya menatap wanita yang pernah ditemuinya di Pemakaman Mawar Hitam.
__ADS_1