ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 137


__ADS_3

Semua orang berlari kesana kemari berusaha menyelamatkan diri. Mereka takut, menangis, dan kebingungan. Seakan kematian akan segera datang. Untuk tobat pun sudah terlambat bumi sudah lelah dengan semua kejahatan dan kemaksiatan yang terjadi diatas muka bumi.


Ketika masih berjaya mereka sombong dan percaya diri melakukan kejahatan dan kemaksiatan tapi saat kematian datang menjemput mereka ketakutan setengah mati ingin berlari menyelamatkan diri dari kematian.


Disaat semua orang sibuk berlari ke sana sini, Zhafira, Anda dan Alex berusaha membuka ikatan mereka berlima. Keren yang melihat itu mengacungkan dua pistol di kedua tangannya untuk di arahkan pada mereka semua.


"Keren jangan gila, seharusnya kita menyelamatkan diri"ucap Alex sambil menggerakkan tangannya melepas tali ikatan milik Black Hunter.


"Aku akan menyelamatkan diri setelah kalian semua mati"ucap Keren.


"Seharusnya kau bertobat"ucap Raka.


"Tobat hanya untuk pecundang"ucap Keren.


"Jika ajal menjemput paling tidak kita sudah bertobat"ucap Azkia.


"Keren, Allah Maha Pengampun, bertobatlah sebelum terlambat"ucap Cinta.


"Keren turunkan pistolmu, aku akan benar-benar marah padamu"ucap Black Hunter.


"Ha....ha....kalian semua harus mati"ucap Keren.


Keren hendak menembakkan kedua pistolnya tapi sebuah pohon besar menjatuhinya.


Bluuuuug...................


"Aa................."Suara Keren sebelum nafas terakhir itu berhembus.


Keren akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya kejatuhan pohon besar itu. Suara gemuruh semakin kencang tiba-tiba air mengalir setinggi lutut ke seluruh tempat. Alex, Zhafira, dan Andra berusaha secepat mungkin membuka tali pengikat itu. Raja, Raka, Azkia, dan Black Hunter sudah terbuka tapi Cinta belum sedangkan air semakin tinggi dan deras.


"Talinya susah dibuka"ucap Black Hunter.


Raka berusaha membantu Black Hunter membuka tali pengikat itu. Mereka menarik dan membukanya bersama-sama tapi tetap tidak bisa.


"Benar-benar sulit dibuka"ucap Raka.


"Kak Rehan tinggalkan aku, selamatkan diri kalian"ucap Cinta.


"Tidak, aku akan tetap disini manisku"ucap Black Hunter.


"Pergilah, Aksa membutuhkan kita, jika aku tidak bisa paling tidak ada kau"ucap Cinta.


"Tidak aku akan tetap disini, aku tidak ingin berpisah lagi denganmu"ucap Black Hunter.


Tak lama air laut datang dari arah depan dengan kekuatan yang lebih besar hingga mereka semua terbawa arus. Black Hunter berusaha berenang melawan arus untuk mencari Cinta yang masih terikat tali ditiang, dia bahkan sudah mulai kesulitan bernafas, air sudah meninggi hingga ke dekat matanya.

__ADS_1


"Ya Allah jika ini akhir hidupku, hamba ikhlas semoga hamba meninggal dalam keadaan husnul khotimal, amin"ucap Cinta dalam doanya.


Cinta menutup matanya saat air mulai naik ke matanya.


"Huh....huh....huh......."Nafas Cinta tersengal-sengal di dalam air.


Tak lama Black Hunter datang menghampirinya, dia berenang ke dalam air mencari Cinta. Cinta masih terikat ditiang bahkan dia sudah hampir tidak bisa bertahan lagi. Black Hunter mencari benda tajam untuk memotong ikatan itu. Dia menemukan sebuah pedang milik Azkia. Black Hunter langsung mengambil pedang itu. Dia berenang ke arah Cinta lalu memotong tali yang mengikatnya. Cinta akhirnya terlepas dari ikatan itu. Black Hunter mengajak Cinta berenang ke atas permukaan untuk bernafas.


Raka, Azkia dan Raja berlari mencari tempat yang tinggi. Mereka melihat sebuah gedung tinggi.


"Ayo kita naik ke gedung itu"ucap Raka.


"Iya, air semakin tinggi lagi"ucap Azkia.


"Ayo buruan kabur, binimu SMSku merindukanku" ucap Raja.


"Bini SMSku, semoga mereka tidak kesepian tanpaku"ucap Raja.


Raka, Azura dan Raja masuk ke gedung itu. Mereka mencari lift tapi ternyata liftnya tidak bisa dioperasikan. Mereka bertiga mencari tangga hingga menemukan tangga naik ke atas. Barulah mereka menaiki tangga itu untuk menuju ke atap gedung tinggi itu.


"Ka, gue gak sanggup lagi, tepar"ucap Raja untuk berbaring ditangga.


"Yaudah tidur aja nungguin hiu nyaplok lo"ucap Raka.


"Air laut semakin tinggi, lo mau idup apa mati jadi santapan ikan hiu?"tanya Raka.


Raja yang sedang berbaring ditangga kembali bangun.


"Ka berapa tangga lagi?"tanya Raja.


"Ratusan"ucap Raka bercanda pada Raja.


"Bini SMSku doain abang pulang secepatnya, jangan kaya bang toyib tiga kali puasa tiga kali lebaran gak pulang"ucap Raja.


"Udah pidatonya silahkan dilanjutkan di perut ikan hiu"ucap Raka.


"Raja semangat, jangan menyerah keranda menunggumu"ucap Azkia.


"Oke, semangat...semangat......semangat...."ucap Raja


Mereka bertiga terus menaiki tangga untuk naik ke atap.


Sementara itu Zhafira, Andra, Pak Alex terus berlari hingga Pak Alex kejatuhan puing bangunan  di depannya.


Bluuuuuuug..............

__ADS_1


"Aw................."ucap Alex kesakitan.


Melihat Alex terlihat kesakitan, Zhafira berusaha menolongnya dengan berusaha mengangkat puing bangunan ini sekuat tenaganya.


"Pergilah, jangan hiraukan aku nak"ucap Alex.


"Tidak, kita akan pergi bersama-sama"ucap Zhafira.


"Aku sudah menyia-nyiakan semuanya"ucap Alex menyesali semua perbuatannya.


"Pa tidak ada yang terlambat, asal kita benar-benar bertobat"ucap Zhafira.


"Tapi aku ini sudah menyakiti banyak orang, apa pantas diampuni"ucap Alex.


"Allah Maha Pengampun atas segala dosa yang telah kita lakukan"ucap Zhafira.


"Amin"ucap Alex dan Andra.


Zhafira dan Andra berusaha mengangkat puing bangunan itu. Akhirnya puing bangunan itu dapat disingkirkan dari tubuh Alex.


"Pa ayo kita pergi sama-sama"ucap Zhafira.


"Iya Nak"ucap Alex.


Alex bersama Zhafira dan Andra berlari mencari tempat yang aman. Mereka tiba didepan sebuah gedung yang tinggi, kemudian mereka bertiga naik ke dalam gedung itu.


Black Hunter berenang bersama Cinta, air semakin tinggi. Sesekali Cinta melihat ke belakang, dia melihat air laut yang semakin tinggi. Cinta melihat ada seorang hampir tenggelam. Dia meminta tolong pada Black Hunter untuk menolong orang itu. Lalu segera Black Hunter menolong orang itu. Dia mencarikan orang itu tempat yang aman. Setelah itu dia dan Cinta membawa orang itu ke tempat itu. Mereka berada di atas rumah tepatnya di atas genting. Black Hunter dan Cinta membawa orang itu ke atas genting. Dia duduk di atas genting bersama Black Hunter dan Cinta.


"Sial hartaku ke bawa air semua"ucap Ibu Yeni.


"Ikhlaskan Bu, semua ini milik Allah SWT"ucap Cinta.


"Ikhlaskan endasmu , semprol"ucap Ibu Yeni malah memarahi Cinta.


"Tapi dengan ikhlas semuanya akan terasa mudah"ucap Cinta.


"Dasar wanita bodoh maunya dengan pemikiran yang kolot"ucap Ibu Yeni.


"Astagfirullah"ucap Cinta.


"Bu saya dan istri saya sudah membantu ibu tapi ini balasannya, ayo manisku kita pergi dari sini"ucap Black Hunter.


"Iya sayang"ucap Cinta.


Black Hunter dan Cinta pergi meninggalkan ibu itu, mereka kembali berenang mencari teman-teman mereka. Tiba-tiba dari arah belakang sebuah pohon besar terbawa arus menggenai Black Hunter dan Cinta. Hingga mereka terbentur dan terpisah.

__ADS_1


__ADS_2