
"Iya Pa aku mau menikah"ucap Zhafira.
"Nikah sama siapa?"tanya Pak Hermawan.
"Andra Mahesa Pa"ucap Zhafira.
"Apa? Andra Mahesa?"ucap Pak Hermawan dan Ibu Santi terkejut.
"Aku ingin Papa hadir sebagai wali nikahku"ucap Zhafira.
"Aku bukan ayah kandungmu nak"ucap Pak Hermawan.
"Apa? Papa bukan Papaku?"tanya Zhafira.
"Waktu aku menikahi ibumu dia sudah memilikimu, saat itu usiamu satu tahun" ucap Pak Hermawan.
"Kasihan deh kamu Zhafira, mungkin kamu anak haram" ucap Ibu Santi.
"Lalu aku anak siapa Pa?"tanya Zhafira.
"Papa tidak tahu, tapi Ibumu buta karena masa lalunya bersama ayahmu"ucap Pak Hermawan.
"Bagaimana caranya aku bertemu ayahku?"tanya Zhafira.
"Santi keluarlah, biar aku bicara berdua bersama Zhafira"ucap Pak Hermawan.
"Padahal aku kepo kok malah diusir sih"ucap Santi.
Santi keluar dari ruang keluarga itu. Barulah Pak Hermawan bercerita pada Zhafira.
"Begini ceritanya nak dengarkan aku"ucap.Pak Hermawan.
Flash Back
Kala itu Ibu Murni baru berusia 22 tahun. Dia bersahabat dengan Pak Hermawan. Pada suatu hari Ibu Murni menangis ditaman bunga dekat rumah besar yang ditempatinya bersama suaminya. Pak Hermawan yang sedang melewati taman bunga itu melihat Ibu Murni lalu menghampirinya.
"Murni kau menangis?"tanya Pak Hermawan.
"Gak Mas"ucap Ibu Murni.
"Pasti kau memikirkan perbuatan Ferdi iyakan?" tanya Pak Hermawan.
"Tidak hik.....hik......"ucap Ibu Murni.
"Apa kau akan selamanya bertahan, atau pergi?"tanya Pak Hermawan.
"Aku ingin Mas Ferdi tobat dan kembali seperti dulu"ucap Ibu Murni.
"Sepertinya tak mungkin, dia itu sudah menjadi orang jahat tak berperikemanusiaan"ucap Pak Hermawan.
"Tapi aku tidak bisa meninggalkannya"ucap Ibu Murni.
"Bertahan dengannya berarti harus kuat menyaksikan kekejamannya pada orang yang tidak bersalah"ucap Pak Hermawan.
"Jika pergi bagaimana dengan anak ini"ucap Ibu Murni sambil memegangi perutnya.
__ADS_1
"Kau hamil?"tanya Pak Hermawan.
"Iya, ini anak Ferdi. Aku hamil 2 bulan"ucap Ibu Murni.
"Apa Ferdi tahu tentang kehamilanmu?"tanya Pak Hermawan.
"Tidak, aku ragu memberitahunya"ucap Ibu Murni.
"Jika kau ingin pergi dari Ferdi, aku bisa membantumu"ucap Pak Hermawan.
"Untuk saat ini aku belum berpikir sejauh itu"ucap Ibu Murni.
"Kalau begitu beristirahatlah, kau pasti lelah"ucap Pak Hermawan.
"Makasih ya Mas"ucap Ibu Murni.
"Iya"ucap Pak Hermawan.
Ibu Murni berjalan menuju rumahnya, dia melihat suaminya kembali melukai orang-orang yang tidak mengikuti kemauannya. Orang-orang itu diikat lalu dicambuk. Ibu Murni menghampiri suaminya dan menghentikan perbuatan suaminya.
"Mas sudah....sudah......mereka tidak bersalah Mas hik....hik....."ucap Ibu Murni sambil mengambil cambuk itu.
"Kemarikan cambuknya"ucap Pak Ferdi meminta cambuknya kembali.
"Tidak akan, aku tidak akan membiarkanmu berbuat kejahatan terus menerus"ucap Ibu Murni.
Ibu Murni sampai menangis melihat perbuatan suaminya yang selalu menyakiti orang-orang yang tidak bersalah.
"Kau membuatku marah, berikan cambukku"ucap Pak Ferdi.
"Mas tobat, Allah Maha Pengampun, jangan terus seperti ini hik...hik...."ucap Ibu Murni.
Dulu Ibu Murni dan Pak Ferdi hidup miskin dan menderita. Karena kemiskinannya itu, mereka dihina, dicaci dan diremehkan orang. Hidup mereka selalu jadi bahan bullian orang. Hingga pada suatu hari Pak Ferdi bergabung ke dunia kegelapan. Dia menjadi orang yang jahat. Ikut bergabung menjadi anggota gengster. Keterampilan dan kepintarannya, dia menjadi pemimpin kelompok kejahatan besar.
Tapi semua itu membuat Ibu Murni justru menderita. Dia tidak sanggup menyaksikan suaminya menjadi orang yang jahat, menghalalkan segala caranya untuk mendapatkan harta dan kekuasaan.
"Mas istigfar, semuanya ini akan binasa, tidak ada yang kekal kecuali akhirat kelak"ucap Ibu Murni.
"Ha ...ha......ha......aku ingin kaya dan berkuasa. Miskin hanya membuat kita dihina dan dicaci maki"ucap Pak Ferdi.
"Mas tapi kalau kaya dan berkuasa dengan cara yang tidak baik, itu hanya akanĀ membuat hidupmu semakin sengsara"ucap Ibu Murni.
"Pengawal ambil cambukku dengan paksa"ucap Pak Ferdi pada pengawalnya.
"Baik Bos"ucap Pengawal itu.
Pengawal Ferdi mengambil cambuk ditangan Ibu Murni, lalu dia membawa cambuk itu pada Ferdi.
Kemudian Ferdi kembali mencambuk orang-orang itu. Ibu Murni menangis tersedu-sedu melihat itu.
"Aw......aw......"ucap beberapa orang yang kesakitan, diikat sambil berdiri.
"Hik.....hik.....hik....."Ibu Murni menangis.
"Mas jangan.....jangan........hik....hik......"ucap Ibu Murni hanya menangis.
__ADS_1
"Jangan ikut campur urusanku"ucap Pak Ferdi.
Ibu Murni mengambil pisau yang ada disamping sabuk celana pengawal itu. Dia mengarahkan pisau itu ke depan matanya.
"Mas kalau kau terus menyiksa orang-orang itu, aku akan menusukkan pisau ini ke mataku, lebih baik aku buta dari pada melihatmu menyiksa orang yang tidak bersalah"ucap Ibu Murni.
"Jangan bodoh Murni, kau akan menyakitimu sendiri"ucap Pak Ferdi.
Pak Ferdi terkejut melihat Ibu Murni yang hendak menusukkan pisau itu ke matanya.
"Biarin, dari pada setiap hari aku melihatmu menyiksa orang yang tidak bersalah"ucap Pak Ferdi.
Creb..............creb............
Pisau itu ditusukkan ke kedua penglihatanya sendiri oleh Ibu Murni.
"Tidak.........."ucap Pak Ferdi.
Pak Ferdi langsung berlari ke arah Ibu Murni. Tapi semuanya terlambat, mata Ibu Murni sudah terluka.
"Kau puas?"tanya Ibu Murni.
"Aku....aku tidak ingin kau seperti ini"ucap Alex.
"Sekarang aku buta, jadi aku tidak akan melihat kejahatanmu lagi hik....hik....."ucap Ibu Murni.
Sejak saat itu Ibu Murni buta. Kemudian Pak Hermawan membawa Ibu Murni kabur dari rumah besar itu. Setelah itu pengawal Alex menghadapnya untuk memberitahukan bahwa Ibu Murni pergi dari rumah itu.
"Bos, Murni kabur"ucap Aldo.
"Kabur? dia buta mau pergi kemana?"tanya Pak Ferdi.
"Dia pergi bersama Hermawan"ucap Aldo.
Pak Ferdi memukul tembok berkali-kali. Dia tak percaya istrinya meninggalkannya bersama orang kepercayaannya sendiri.
"Ternyata dia mengkhianatiku"ucap Pak Ferdi.
Pak Ferdi kecewa Ibu Murni pergi bersama Pak Hermawan. Pernikahannya selama ini hancur tak tersisa.
Flash Back Off
"Jadi ayahku seorang penjahat?"tanya Zhafira.
"Iya, itulah sebabnya aku membawa pergi ibumu" ucap Pak Hermawan.
"Ibuku juga buta karena dia tidak ingin melihat ayahku terus-menerus jahat"ucap Zhafira.
"Iya, padahal ibumu sangat mencintai ayahmu" ucap Pak Hermawan.
"Tapi kenapa Ibu tak pernah cerita semua itu padaku?"tanya Zhafira.
"Itu karena dia tidak mau hidupmu hancur dan seperti ayahmu"ucap Pak Hermawan.
"Jadi selama ini ibu selalu berusaha melindungiku"ucap Zhafira.
__ADS_1
"Betul, dia sangat menyayangimu nak"ucap Pak Hermawan.
"Dimana sekarang ayahku berada?"tanya Zhafira.