
"Aku hamil Bang, pacarku gak mau tanggung jawab. Mau gak jadi ayah bayi yang ku kandung?"
"Pantes mau, ternyata sudah nabung duluan, kalau duit sih enak punya tabungan," batin Kaisar.
"Maaf-maaf aja ya Neng, Abang nyari yang masih ori, belum siap jadi bapak bayi eneng," ucap Kaisar.
Lebih baik Kaisar mengamankan diri dari pada kena getahnya, apalagi Neng satu ini sedikit menggoda, mepet terus minta digarukin padahal gak gatel. Siapa juga yang mau dapet anak tapi gak membuat. Kabur, mumpung sepi jangan sampai Pak RT tau, nanti dikira yang menghamili Si eneng.
"Ampun deh, dapet yang cantik eh ... ternyata dong duluan, belum juga dipukul kendangnya," ucap Kaisar.
Kaisar pesimis dapet cinta sejati. Penampilan gembel tak menjamin adanya bidadari yang mau menerimanya. Dia berjalan terus tanpa tujuan pasti, sampai bertemu wanita di tepi jalan yang semok dan montok, dia terlihat genit.
"Yang kaya gini pasti mantap," ucap Kaisar.
Udah jangan pikir panjang, langsung ke TKP. Keburu si eneng dibawa kabur orang. Lupakan kegagalan lalu songsong masa depan yang bening ini. Kaisar memantapkan hatinya mendekati cewek itu.
"Neng masih jomblo?" Pertanyaan klasik langsung ke intinya, gak usah pakai bab pendahuluan apa lagi sinopsis panjang yang berujung gak paham.
"Masih Bang, ini juga lagi nyari suami."
Cocok. Ini yang dicari selama berabad-abad. Muka cantik, body semok. Apalagi, ayo buruan tembak.
"Neng ibarat kata kau bulan, aku bumi, jika kau toilet aku tai," ucap Kaisar.
"Ih kok tai Bang, kenapa gak sabun gitu."
"Kalau sabun banyak merek, kalau tai satu jenis, jadi hanya kamu satu dihatiku," ucap Kaisar.
Menggombal cara baru menaklukan wanita. Makhluk yang satu ini sensitif terhadap hal yang manis yang menyenangkan hati, gombalan recehan bisa jadi senjata utama.
"Kalau aku piring, Abang apa?"
"Rak piringlah," ucap Kaisar.
"Kok gak gelas, biar deketan gitu."
"Soalnya rak piring melindungimu dari kotor dan kepanasan," ucap Kaisar.
"Ah Abang bisa aja."
"Neng Abang mau nikahin Neng," ucap Kaisar.
Udah gak sabar. Melihat body gitar spanyol bikin semua adrenalin naik. Yang kaya gini merontokkan pertahanan.
"Abang gak sabar ya?"
"Iya jangan nunggu nanti, sekarang juga ayo ke KUA," ucap Kaisar.
"Tapi Bang, saya udah jebol dua kali masih mau gak?"
__ADS_1
"Yah ini mah sisaan dong, bohay sih tapi barang second," batin Kaisar.
"Sorry Neng, memang siapa yang dah jebol?" tanya Kaisar.
"Kakeknya temenku sama bapaknya pacarku."
"Ampun mau aja dijebol sama yang karatan, orang mah nyari yang fresh," batin Kaisar.
"Kok nyari yang alot, bukannya yang krispi Neng," ujar Kaisar.
"Abis yang krispi gak pengalaman Bang, mau yang hot."
"Makasih ya Neng, saya lanjutkan dagang buah kesemeknya," ucap Kaisar mau kabur.
"Abang gak jadi nikahin saya?"
"Minta nikahin sama penghulu aja, saya undur diri gak sanggup hot," ucap Kaisar.
Kaisar segera berlari, jangan sampai diperkosa cewek bohay. Meskipun pulahan cewek bohay di depan mata kalau udah jembol buat apa kecuali dia janda, Kaisar kembali berharap menemukan cinta sejatinya. Biarlah tampang gak perlu cantik asalkan baik dan masih segel harga mati. Tak lama doanya dikabulkan, cewek hitam manis manja group sedang duduk sendirian di taman, tahu betul itu jawaban dari doanya, Kaisar langsung intrograsi, gak usah pakai ribet atau pedekate yang tak perlu.
"Neng masih segel gak?"
"Segel? apaan?"
"Masih dikunci belum ada yang buka pintu gitu?"
"Rumah saya memang dikunci, emang Abang mau bertamu?"
"Bungkus plastik Bang, banyak di rumah, mau beli berapa?"
"Aduh kok gak nyambung, gak paham apa?" batin Kaisar.
"Kamu masih perawan gak?"
"Masih tapi ..."
"Tapi apa?"
"Tapi aku nenek-nenek, kamu mau?"
Kaisar terkejut, bagaimana bisa cewek di depannya ini nenek-nenek.
"Gak masslah, asal perawan. Toh kamu kelihatan muda gini," ucap Kaisar.
"Gak juga." Wanita itu menghapus make up-nya lalu melepas wig yang dikenakannya. Wajahnya keriput dan rambutnya beruban.
"Lah kok jadi-jadian gini," ucap Kaisar.
"Gimana Bang, mau nikahin aku?"
__ADS_1
"Maaf Neng, aku kebelet ke toilet dulu, makasih ya, cantik deh," ucap Kaisar.
Kabur, cepat. Gak lucukan nikah sama nenek-nenek. Pencarian cinta sejati berujung pada kegagalan. Pulang deh dari pada nyari lagi nanti dapet barang KW. Mencari cinta sejati memang tak semudah menemukan kecoak yang udah pasti ada di mana-mana. Udah balik kandang aja banyakin berdoa kali aja ada jodohnya.
***
Malam itu Farel tak bisa tidur. Tak ada Alina rasanya sepi. Dia meraba ranjang tempat Alina tidur, mengambil bantal yang sering digunakan Alina untuk tidur. Farel mencium bantal itu, merasakan aroma tubuh Alina yang masih tertinggal.
"Alina kangen, padahal baru tadi sore kita berpisah," ucap Farel.
Farel beranjak dari ranjang, menuju balkon kamarnya. Dia melihat malam yang sedikit mendung.
"Sepertinya aku harus menyelesaikan masalah inj, akan berimbas pada bisnisku juga," ucap Farel.
Farel mengambil handphone miliknya. Dia coba menghubungi teman dekatnya yang seorang detektif.
"Hallo Rel tumben nelpon?"
"Iya nih Dik, kamu dah tahu video yang menyebar di media sosial?"
"Udah, kamu terkenal juga bro."
"Bantuin aku nyari tahu identitas dan semua hal tentang mereka," ucap Farel.
"Oke, kebetulan gue gak lagi ada job."
"Kabarin aku kalau kamu dah dapet info," ucap Farel.
"Sip."
Farel menutup telponnya. Dia berharap semuanya akan berakhir dan Alina bisa kembali lagi ke rumah.
***
Anna sedang menunggu suaminya pulang. Setiap malam suaminya mabuk-mabukan. Di antara Anna dan suaminya memiliki hubungan yang tak harmonis sejak suaminya diremehkan ibunya Anna. Dia dianggap parasit yang hanya menempel pada Anna. Sejak saat itu suami Anna sering marah-marah tak jelas. Suaminya Ferdian seorang OB, sedangkan Anna pemilik perusahaan. Dulu Anna menikahi Ferdian karena kagum dengan kerja kerasnya dan kebaikannya.
"Mas Ferdian belum pulang juga," ucap Anna.
Tak lama Ferdian masuk ke dalam kamar. Dia melewati Anna begitu saja.
"Mas baru pulang?"
"Kenapa? bukannya kau juga begitu, bermalam dengan lelaki sampai pagi," ucap Ferdian.
"Mas, aku gak pernah bermalam dengan lelaki manapun, aku kerja Mas," sahut Anna.
"Alasanmu selalu begitu, karena kau hebat, pintar dan kaya, iyakan?"
Anna menghampiri Ferdian dan memeluknya.
__ADS_1
"Mas jangan begini, aku rindu Mas yang dulu," ujar Anna.