ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 67


__ADS_3

Pagi itu Raka terbangun mencium bau harum masakan. Bau harum itu membuat perutnya terusĀ  keroncongan. Raka duduk sambil memegang perutnya. Dia baru ingat semalaman tidur diteras kontrakan Zhafira. Pintu kontrakkan itu terbuka membuat Raka penasaran. Dia memasuki kontrakkan itu. Zhafira sedang menyiapkan sarapan.


"Kau sudah bangun, aku sengaja membuka pintu supaya kau bangun mencium bau masakanku" ucap Zhafira.


"Masakanmu sepertinya enak, aku jadi lapar"ucap Raka.


"Makanlah, aku sudah menyiapkannya untukmu" ucap Zhafira.


Raka duduk diruang depan bersama Zhafira. Mereka duduk beralaskan tikar. Kontrakkan itu terdiri tiga ruangan. Dapur dibelakang, kamar ditengah dan ruang tamu didepan.


"Yam...yam....masakanmu enak, kau pandai memasak"ucap Raka.


"Makasih"ucap Zhafira.


"Fira kau tinggal sendirian dikontrakan ini?"tanya Raka.


"Iya"ucap Fira.


"Dimana keluargamu?"tanya Raka.


"Ibuku sudah meninggal dan ayahku tinggal bersama ibu tiriku"ucap Fira.


"Kenapa kau tak tinggal bersama ayah dan ibu tirimu?"tanya Raka.


"............"Zhafira terdiam.


"Baiklah aku takkan memaksamu untuk bercerita" ucap Raka.


"Ayo nambah lagi, ini semua aku masak untukmu" ucap Zhafira.


"Pasti, aku lapar sekali"ucap Raka.


Raka makan begitu lahap sampai berkali-kali nambah. Setelah kenyang dia memegang perutnya yang sedikit buncit.


"Fira maaf ya, aku kaya kuli ya makannya"ucap Raka.


"Justru aku senang, makananku tidak mubadzir" ucap Zhafira.


"Oya berapa usiamu?"tanya Raka.


"17 tahun"ucap Zhafira.


"Berarti kau seusia denganku, apa kau sekolah?"ucap Raka.


"Iya, tapi disekolah khusus untuk orang buta sepertiku"ucap Zhafira.


"Fira bagaimana rasanya jadi orang buta?"tanya Raka.


"Awalnya seperti orang bodoh yang tidak bisa apa-apa, ketakutan, dan jadi hinaan banyak orang. Aku depresi dan hampir mengakhiri hidup karena kebutaanku"ucap Zhafira.


"Berarti kau bukan buta dari lahir?"tanya Raka.


"Tidak, dulu aku sama sepertimu, bisa melihat indahnya dunia, tapi aku aku menyia-nyiakannya. Aku hura-hura, mabuk-mabuk, keluyuran malam hingga balap liar. Pada suatu hari aku ditabrak sebuah mobil hingga terpental. Mataku terkena benturan, sejak saat itu aku mengalami kebutaan"ucap Zhafira.


"Lalu apa yang membuatmu bisa menerima keadaanmu yang sekarang?"tanya Raka.


"Ibuku"ucap Zhafira.


"Ibumu?"ucap Raka.


Flash Back


Malam itu Zhafira mengenakan dress seksi yang minim. Wajahnya full make up, hampir setiap malam dia pergi ke club malam untuk nongkrong dengan teman-temannya. Tak jarang dia pulang pagi. Zhafira keluar dari kamarnya, saat dia sedang berjalan Ibunya memanggil.


"Fira kamu mau kemana malam-malam begini?" tanya Ibu Murni.


"Apa Ma? gak asyik banget"ucap Fira.


"Anak perempuan sebaiknya dirumah, tidak baik keluyuran malam sayang"ucap Ibu Murni.


Zhafira mendekati Ibunya lalu berbicara padanya.


"Diam dirumah itu untuk Mama yang buta, gak bisa menikmati indahnya dunia, beda dong ma Fira yang bisa melihat"ucap Zhafira.


"Fira Mama tidak mau masa depanmu nanti hancur nak, diluar sana banyak bahaya untukmu, apalagi keluar malam hari"ucap Ibu Murni.


"Ma, aku ini gak kaya Mama yang mau aja dekem dirumah sementara Papa mungkin saja lagi berduaan sama cewek cantik diluar sana, maka nya Ma jangan buta dong jadi cuma bisa diem dirumah doang"ucap Zhafira.


"Fira, Mama ngomong gini sayang sama kamu nak hik...hik...."ucap Ibu Murni.


"Ma, asal Mama tahu aku malu punya Mama buta kaya Mama. Selalu diledek temen cuma karena Mama buta"ucap Zhafira.

__ADS_1


"Maafkan Mama nak hik...hik...tapi Mama mohon jangan keluar malam-malam nak"ucap Ibu Murni.


"Susah ya ngomong sama orang buta yang gak ngerti indahnya hidup yang harus dinikmati"ucap Zhafira.


Zhafira berjalan meninggalkan Ibunya, sementara ibunya menyusulnya dan menarik lengannya. Kemudian Zhafira mendorong ibunya hingga terjatuh.


Bluuuuuug.............


"Aw..........."ucap Ibu Murni.


"Jangan bikin aku marah ya, mendingan tidur sana, itu lebih baik untuk orang buta"ucap Zhafira.


Zhafira pergi meninggalkan Ibunya. Dia kembali kumpul dengan teman-temannya di club malam.


"Ayo joget sampai pagi"ucap Zhafira.


"Fira lo udah mabuk tuh"ucap Loli.


"Apa lagi yang lebih asyik dari mabuk"ucap Zhafira.


"Lagian kesini gak afdol kalau gak mabok"ucap Eca.


"Udah mending kita joget lagi, tar gue yang bayar tagihannya"ucap Zhafira.


"Oke Bos"ucap Loli dan Eca.


Setelah pagi Zhafira yang tertidur dimobilnya, dia bangun dan mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya. Baru sampai didepan gerbang rumahnya dia melihat bendera kuning terpasang digerbang. Zhafira memarkirkan mobilnya ke parkiran depan rumahnya. Dia turun dari mobil lalu berjalan menuju pintu rumahnya. Saat menginjakkan kaki didepan pintu masuk dia melihat banyak orang sedang tahlilan.


"Acara apaan ini?"tanya Zhafira.


"Non Fira, Nyonya meninggal Non"ucap Bi Siti.


"Apa? Bibi bercandakan?"tanya Zhafira.


"Gak Non"ucap Bi Siti.


"Gak mungkin, semalam aku masih ngomong sama Mama"ucap Zhafira.


"Saat Non keluar semalam, Nyonya menyusul Non naik taksi, tapi taksinya kecelakaan dijalan raya Non, Nyonya meninggal ditempat"ucap Bi Siti.


"Hah....hik...hik....gak mungkin"ucap Zhafira sambil menangis.


Zhafira menghampiri jenazah ibunya yang sudah dikafani dan ditutupi kain putih. Dia duduk di depan jenazah ibunya.


Zhafira menangis tersedu-sedu didepan jenazah ibunya. Dia menyesal malam itu tidak mendengarkan ibunya dan membuat hatinya terluka. Selama ini ibunya begitu menyayangi Zhafira. Tak pernah sedikitpun ibunya marah saat Zhafira menghinanya karena ibunya buta.


Satu Bulan Kemudian


Setelah kematian ibunya Zhafira hanya tinggal sendirian dirumah besar itu. Ayahnya jarang dirumah. Dia menjalankan bisnisnya diluar kota. Semenjak ibunya meninggal Zhafira hanya murung dikamarnya. Dia tak pernah keluar rumah lagi. Dia hanya menangisi semua kesalahannya pada ibunya. Tapi semua sudah terlambat, ibunya takkan pernah kembali lagi.


Tak lama Ayah Zhafira pulang membawa seorang wanita. Dia masih muda dan cantik.


"Fira, kenalkan ini Santi. Dia ibu sambungmu" ucap Pak Hermawan.


"Apa Pa? ibu sambung? makam Mama saja belum kering Pa dan sekarang Papa membawa wanita ini masuk ke rumah kita"ucap Zhafira.


"Fira, mau tidak mau kau harus menerima itu. Santi sudah dua tahun jadi istri Papa"ucap Pak Hermawan.


"Oh....jadi selama ini Papa selingkuh, pantas saja tak pernah pulang ke rumah"ucap Zhafira.


"Fira......"ucap Pak Hermawan.


Plaaaaak.........


Pak Hermawan menampar Zhafira.


"Aw..........tampar aku lagi Pa, mungkin dengan begini Papa puas"ucap Zhafira.


"Kamu sama aja dengan ibumu yang buta itu" ucap Pak Hermawan.


"Papa boleh menghinaku yang kotor ini, tapi jangan Mama, Mama orang yang sangat baik tidak pantas Papa menghinanya"ucap Zhafira.


"Jangan tinggal disini kalau kau tidak mau menerima Santi sebagai Ibu sambungmu"ucap Pak Hermawan.


"Sudah Mas, Fira mungkin butuh waktu untuk menerimaku"ucap Santi.


"Ular, kau berhasil merebut Papaku dari Mama, tapi ingat wanita sepertimu akan mendapatkan karma yang setimpal"ucap Zhafira.


Zhafira meninggalkan ruang tamu dan naik ke kamarnya.


Flash Back Off

__ADS_1


"Karena aku ingat kesalahanku pada ibuku, aku jadi bisa menerima keadaanku"ucap Zhafira.


"Fira maafkan aku dari kemarin meremehkanmu" ucap Raka.


"Maaf saja tidak cukup Raka"ucap Zhafira.


"Lalu aku harus gimana?"tanya Raka.


"Kau sudah kenyangkan?"tanya Zhafira.


"Sudah"ucap Raka.


"Cucian piring dibekakang numpuk, bisakah kau mencucinya?"tanya Zhafira.


"Ternyata makanan ini tidak gratis"ucap Raka.


Zhafira hanya tersenyum dengan ucapan Raka.


Raka mencuci piring ditoilet dikontrakan itu. Dia berkali-kali mengeluh.


"Fira kenapa cuci piring ditoilet begini?"tanya Raka.


"Kau pikir kontrakkanku ini istana yang ada dapurnya tersendiri dan tempat cuci piring khusus, kalau begitu berapa sewa kontrakkannya, tentu aku tak mampu membayarnya"ucap Zhafira.


"Iya sih, tapi baju ku basah semua kena air"ucap Raka.


"Itu karena kau gak biasa mencuci piring, iyakan?"tanya Zhafira.


"Iya kau betul"ucap Raka.


"Pasti kau terbiasa tinggal makan dan minta uang"ucap Zhafira.


"Iya"ucap Raka.


"Laki-laki harus bisa bekerja keras, kelak kau akan menghidupi istri dan anakmu"ucap Zhafira.


"Makasih atas nasihatnya buguru"ucap Raka.


Selesai cuci piring baju Raka basah semua. Dia melepas pakaiannya. Tak sengaja Zhafira masuk ke dapur.


"Aaaaaa.......Raka kau membuatku malu"ucap Zhafira.


"Fira kau itu butakan? berarti kau tidak melihat yang itukan?"tanya Raka.


"Iya, tapi aku bisa merasakannya secara tak kasat mata"ucap Zhafira.


"Please jangan bilang-bilang siapapun soal ini"ucap Raka.


"Raka, kau mau ngapain sih sebenarnya?"tanya Zhafira.


"Aku mau mandi, bau keringat"ucap Raka.


"Ooh...bilang dari tadi, untung aku buta jadi tidak melihat semuanya"ucap Zhafira.


"Kau benar butakan? jangan sampai membahas soal ukurannya ya"ucap Raka.


"Apa sih kau ini Raka, aku malu"ucap Zhafira.


"Kalau kau malu ngapain masih disini, ngelihat terus dari tadi"ucap Raka.


"Aku mau ke depan dulu, handuknya ada didinding toilet"ucap Zhafira.


"Iya, makasih Fira"ucap Raka.


Raka mandi kemudian mengenakan handuk. Dia keluar dari dapur menuju ruang tengah, disana ada Zhafira yang sedang merapikan pakaiannya.


"Fira kau punya kaos gitu?"tanya Raka.


"Ada"ucap Zhafira.


"Pinjem ya"ucap Raka.


"Nih"ucap Zhafira memberikan kaos itu pada Raka.


"Fira gak punya celana sport gitu?"tanya Raka sambil menerima kaos dari Zhafira.


"Punya, nih"ucap Zhafira memberikan celana sport untuk Raka.


"Fira makasih"ucap Raka.


"Iya"ucap Zhafira.

__ADS_1


"


__ADS_2