
Tiger duduk disinggasananya dengan arogan. Dia senang sudah menangkap Raynor bersama temannya. Kini mereka akan dieksekusi. Tiger beranjak dari kursi singgasananya. Dia berdiri didepan besi runcing yang berjejer.
"Lihat sebentar lagi kalian akan jadi mayat, aku masih berbaik hati, sebutkan permintaan terakhir kalian" ucap Tiger.
"Permintaanku yang terakhir, kau segera mati" ucap Barra.
"Aku ingin kau lenyap dari dunia ini" ucap Deena.
Proook....proook.....proook.....
Tiger bertepuk tangan dan tersenyum licik.
"Seharusnya kalian memohon ampunanku tapi malah ingin mempercepat proses kematian kalian" ucap Tiger.
"Lepas talinya" ucap Tiger.
"Baik Bos" ucap Anah buah Tiger.
Anak buah Tiger baru mau mau melepas tali yang menggantung Barra dan Deena, tahu-tahu muncul kucing dan ayam.
Meong....meong....meong.....
Piyik......piyik......piyik.....
Kedua hewan peliharaan Kaisar malah asyik berdiri diantara besi runcing yang berjejer. Mereka mengira tempat bermain.
"Loh, ini kucing dan ayam punya siapa?" tanya Tiger.
"Gak tahu Bos" ucap anak buah Tiger.
Kaisar sengaja melepas Bolo dan Lolo untuk mengalihkan orang-orang itu. Dia sedang mencari cara membantu kedua orang yang diikat itu.
Kucing Kaisar sengaja menghampiri Tiger lalu beratraksi dengan berguling-guling dan melompat-lompat. Dia mendekati kaki Tiger lalu mengusapkan tubuhnya dikaki Tiger.
"Lucunya" ucap Tiger.
Ayam Kaisar lompat ke atas bahu Tiger. Dia duduk dibahu ketua genster itu sambil bernyanyi.
"Gemesin" ucap Tiger.
"Bagus Bolo, Lolo, gunakan rayuan maut kalian sementara aku membebaskan kedua orang itu" ucap Kaisar.
Saat Bolo dan Lolo asyik menggoda Tiger, Kaisar mencari cara untuk menarik Barra dan Deena ke tepi. Dia mencari pusat tali itu. Sampai disebuah tempat yang ada alat untuk tarik ulur tali itu. Kaisar langsung menarik tali itu hingga posisi mereka menjauhi tempat itu.
"Bos liat itu, mereka...." ucap Anak buah Tiger menunjuk ke arah atas.
"Apa siapa yang berani menurunkan mereka?" ucap Tiger.
Bolo dan Lolo langsung kabur saat Tiger marah besar. Sementara Kaisar membantu melepas ikatan Barra dan Deena.
"Oh ternyata cecunguk kecil ini yang berani menurunkan mereka" ucap Anak buah Tiger.
"Maaf Bang, hanya sekedar membantu, Abang juga mau dibantu?" tanya Kaisar.
"Bocah" ucap Anak buah Tiger hendak memukul Kaisar tapi ditendang Barra.
Bluuuuug........
Anak buah Tiger terjatuh. Tali yang mengikat Barra dan Deena terlepas.
"Makasih" ucap Barra dan Deena.
"Sama-sama" ucap Kaisar.
Barra dan Deena mulai beraksi kembali. Mereka menghajar anak buah Tiger satu per satu hingga mereka semua tumbang. Barra dan Deena mencari Tiger tapi tak ada.
"Kemana dia?" tanya Barra yang melihat kesekeliling tapi Tiger tak ada.
"Cemen, beraninya ngumpet" ucap Deena.
"Kalian mencariku?" tanya Tiger yang baru datang.
Barra dan Deena kaget melihat Tiger sudah memakai kostum yang menyerupai robot. Dia terlihat lebih siap bertarung.
"Sayang berhati-hatilah, kostumnya bukan kostum biasa" ucap Barra memperingatkan kekasihnya.
"Oke" ucap Deena.
Mereka berdua mulai melawan Tiger dengan sekuat tenaga. Tiger lebih kuat dari mereka dan kostum yang dipakainya lebih kuat. Mereka bertiga bertarung.
Bluuuug......
Barra dan Deena terjatuh dibawah setelah dibanting Tiger secara bersamaan.
"Dia kuat sekali" ucap Deena.
__ADS_1
"Iya, seperti tidak ada lelahnya" ucap Barra.
"Jangan merumpi, ayo lanjutkan" ucap Tiger yang menghampiri mereka berdua.
"Sayang" ucap Barra memberi kode untuk kembali menyerang.
Deena mengangguk. Mereka beedua kembali menyerang Tiger. Babu hantam secara keras tak terelakkan. Tiger tersentuh sedikitpun. Dia sangat kuat. Hingga Barra dan Deena terjatuh lagi.
Bluuuuug......
"Aw...." ucap Barra dan Deena.
Barra dan Deena kesulitan mengalahkan Tiger. Mereka justru babak belur. Tiger menghampiri mereka berdua lalu menginjak punggung Barra dan Deena.
"Aaaa" ucap Barra dan Deena kesakitan
"Sakit? aku ketua gengter ini, tak mungkin selemah kalian" ucap Tiger.
"Kau hanya bersembunyi dibalik anak buahmu" ucap Barra.
"Kau juga bodoh, merasa kuat tapi mengandalkan anak buahmu untuk melakukan apapun" ucap Deena.
"Kalian semakin membuatku marah" ucap Tiger.
Tiger semakin kuat menginjak punggung Barra dan Deena.
"Aaaaa" ucap Barra dan Deena kesakitan.
Tiba-tiba dari belakang ada yang menendang Tiger hingga terjatuh ke samping.
Bluuuug......
Barra dan Deena melihat ke arah orang yang tadi menendang Tiger.
"Maaf aku datang terlambat" ucap Rafael yang baru datang.
Dibelakang Rafael ada Alvan dan Haura.
"Sudah saatnya kita bersatu menumpas Tiger" ucap Barra yang bangun.
"Jika dibiarkan dia akan melampau" ucap Deena.
"Mari kita lawan bersama" ucap Rafael.
Mereka berempat saling memandang dan memberi isyarat menyerang. Mereka berempat maju lalu menyerang Tiger bersamaan dan bergantian. Babu hantam semakin seru karena Tiger dikroyok empat orang. Rafael menggunakan laser untuk memotong kostum Tiger walaupun tetap sulit. Kostum itu kuat sekali.
"Jangan menyerah, kostum itu lama-lama akan terkikis, gunakan double power pada lasernya" ucap Barra.
"Oke" ucap Rafael.
"Kami bertiga akan fokus menyerang, kau lakukan tugasmu merusak kostum Tiger" ucap Barra pada adiknya itu.
Rafael mengangguk. Rafael menggunakan laser double power untuk memotong kostum Tiger sementara yang lain menyerang . Dia terus mencari kesempatan untuk merusak kostum Tiger. Mereka bertiga tumbang hingga terjatuh ke lantai.
Bluuuuug.......
"Hanya segini kekuatan kalian bertiga?" tanya Tiger.
Mereka bertiga masih mengatur nafas dan kesakitan.
"Akan ku akhiri kalian satu persatu" ucap Tiger yang membawa gergaji otomatis ditangannya.
Tiger ingin menghabisi Raynor terlebih dahulu.
Dia mengacungkan gergaji otomatis dari tangannya untuk membelah Raynor.
"Sayang" ucap Bara bangun dan melompat ke arah Deena. Dia mendorong tubuh Deena hingga berguling ke samping. Sementara dia terjatuh menggantikan posisi Deena sebelumnya.
Srreeet.... srreeet....srreeet......
Suara gergaji berusaha memotong dada Barra.
Kostum Barra mulai sedikit robek perlahan.
"Mati kau" ucap Tiger.
Dari arah belakang Rafael menggunakan double power pada lasernya. Dia berhasil mengenai lengan Tager hingga terluka dan berdarah.
Tiger mundur, gergaji yang dipegangnya terjatuh ke samping Barra. Dia memegang lengannya yang terluka.
Barra dan yang lainnya bangun. Mereka berjalan menghampiri Tiger. Mereka bertiga melawan Tiger sedangkan Rafael memotong kostum Tiger hingga terlepas semua. Sekarang mereka berempat menghajar Tiger satu persatu. Pukulan pertama diberikan Barra.
Dug.........
"Itu untuk seluruh anggota keluargaku yang kau bantai dan bakar hidup-hidup" ucap Barra.
__ADS_1
Pukulan kedua diberikan Alvan.
Dug........
"Itu untuk ayahku yang kau bantai tiada ampun" ucap Alvan.
Pukulan ketiga diberikan Deena.
Dug.....
"Itu untuk orang-orang yang tak berdosa yang kau sakiti" ucap Deena.
Pukulan keempat diberikan Rafael.
Dug......
"Itu untuk rasa sakit yang dirasakan semua orang karena keserakahan dan kejahatanmu" ucap Rafael.
Dug....dug....dug....
Mereka menghajar Tiger hingga babak belur. Tiger terjatuh dilantai tak berdaya.
Bluuuug.......
"Ampun....ampun......ampun....." ucap Tiger yang tak berdaya.
"Sudah saatnya kau membayar semuanya" ucap Barra.
"Semua rasa sakit yang kau sebabkan pada keluargaku" ucap Alvan.
"Aku tidak akan melepasmu begitu saja" ucap Deena.
"Kau harus membayar mahal atas kejahatanmu" ucap Rafael.
Dor....
"Aw....." ucap Deena kesakitan tangannya terkena tembakan dengan peluru khusus yang mampu menembus kostumnya.
Lengan Deena berdarah. Mereka berempat berbalik dan melihat Eden menghampiri mereka.
"Tiger sudah tak berguna, kini akulah ketua gengster ini" ucap Eden.
"Kau sudah melampau, sudah saatnya dihentikan" ucap Deena.
"Biar aku saja yang mengurus dia" ucap Rehan berjalan dibelakang Eden.
Eden membalikkan badannya, melihat Rehan datang menghampirinya.
"Kau mau mencari mati saudaraku?" tanya Eden.
"Dari dulu hingga sekarang kau tak pernah berubah, masih saja jahat" ucap Rehan.
"Kau...." ucap Eden mengacungkan pistol ke arah Rehan.
Praaang..........
Pistol itu terjatuh ke lantai ditendang Deena seketika dengan cepat.
"Seharusnya kau melawan tanpa senjata itu baru
adil" ucap Deena.
"Baiklah, siapa takut" ucap Eden.
Eden maju ke depan, dia mulai bertarung dengan Rehan. Mereka babu hantam. Hingga Eden babak belur dan terjatuh ke lantai.
Bluuuug.......
"Kau memang jahat Eden, kau sudah memisahkaku dari putriku" ucap Rehan.
"Aku hanya membalas atas semua kekesalanku pada ayahmu yang membuat ibuku mati" ucap Eden.
"Kematian ibumu itu pilihannya, bukan salah ayahku" ucap Rehan.
"Tapi dia seperti itu karena ayahmu" ucap Eden.
"Aku minta maaf untuk itu, tapi balas dendam bukan cara yang tepat" ucap Rehan.
"Aku tidak peduli" ucap Eden.
Eden bangun dan berlari ke arah pistol. Dia mengambil pistol dan mengacungkannya pada Rehan. Dia hendak menembak tapi dari belakang seseorang mengacungkan pistol ke keningnya.
"Turunkan senjata, kami polisi" ucap seorang anggota polisi.
Eden menurunkan pistolnya. Lalu pistol itu diambil polisi. Tempat itu sudah dikepung polisi. Semua orang ditangkap dan tawanan dibebaskan. Barra, Deena, Alvan, Rafael, Rehan, Kaisar dan Haura kembali ke kota. Kini seluruh anggota Gengster Harimau ditangkap polisi.
__ADS_1