ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 43


__ADS_3

Rehan cuti beberapa hari untuk mengurus Cinta.


Dia sedang menyisir rambut panjang Cinta. Rambut berwarna hitam lurus itu terlihat indah. Sesekali Rehan menciumi rambut panjang Cinta yang harum setelah berkeramas. Saat rambut itu disisir perlahan, rambut Cinta rontok berjatuhan dilantai. Benar kata Dokter efek kemoterapi itu menyebabkan rambut Cinta rontok.


"Kak Rehan kok gak diterusin nyisirnya?"tanya Cinta.


"Rambutmu bagus Cinta, indah"ucap Rehan.


Rehan tidak ingin Cinta tahu kalau rambutnya rontok. Dia tidak ingin Cinta bersedih, yang dibutuhkan Cinta sekarang adalah semangat untuk sembuh.


"Gadis kecil makan ya, aku suapin"ucap Rehan.


"Tapi perutku rasanya gak enak, belum makan aja dah mual Kak Rehan"ucap Cinta.


"Kau harus tetap makan, biar cepet sembuh"ucap Rehan.


"Baiklah"ucap Cinta.


Rehan menyuapi Cinta makan, baru satu suapan Cinta muntah-muntah.


"Hooooeeekkk......hooooeeekk.....hooooeeekkkk........"Cinta muntah sampai menyembur ke baju dan lantai.


Rehan memijat leher Cinta yang sedang muntah berkali-kali.


"Hik...hik....hik....maaf aku Kak Rehan"ucap Cinta.


Rehan duduk didepan Cinta sambil memegang pipinya.


"Jangan menangis gadis kecil, biarkan aku merawatmu, dan kau tak perlu sungkan, aku ini calon suamimu, akan selalu ada untukmu"ucap Rehan.


"Kalau tak ada Kak Rehan, mungkin aku sendirian melewati semua ini"ucap Cinta.


"Gadis kecil ku mohon jangan bersedih lagi, aku rindu senyumanmu"ucap Rehan.


Cinta tersenyum pada Rehan meskipun air matanya terus menetes.


"Gadis kecil aku sudah membelikanmu baju pengantin, kita akan menikah"ucap Rehan.


"Kak Rehan apa kau yakin akan menikahiku, aku tidak mau jadi beban untukmu"ucap Cinta.


"Cinta, justru aku ingin menikahimu secepatnya karena aku ingin merawatmu"ucap Rehan.


Cinta mengangguk dengan ucapan Rehan.


Setelah membersihkan diri, Cinta mengenakan gaun pengantin dan berhias. Seorang penata rias disewa Rehan untuk merias Cinta. Rehan terus memperhatikan Cinta yang begitu cantik mengenakan gaun pengantin berwarna putih itu.


Dia menghampiri Cinta yang duduk di sofa setelah selesai berhias.


"Bidadariku sangat cantik"ucap Rehan.


"Benarkah?"tanya Cinta.

__ADS_1


"Benar, cantik"ucap Rehan.


Cinta tersenyum malu-malu saat Rehan mengatakan kata-kata itu.


Masjid AT Taufik


Rehan dan Cinta duduk didepan penghulu yang akan menikahkan mereka. Acara akad nikah itupun dimulai, penghulu mulai menikahkan mereka berdua.


"Saya nikahkan Ananda Cinta Mutiara dengan mas kawin berlian biru 45 karat dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"ucap Wali hakim sambil menjabat tangan Rehan.


"Saya terima nikah dan kawinnya Cinta Mutiara dengan mas kawin berlian biru 45 karat dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"ucap Rehan.


"Sah........"ucap Para saksi.


Akhirnya Rehan resmi jadi suami Cinta. Dia langsung mencium kening Cinta, dan hampir mau mencium bibir Cinta didepan umum, untung dihentikan Cinta.


"Gadis kecil sekarang kau sudah jadi istriku, I Love You"ucap Rehan.


"I Love You Too"ucap Cinta.


Sekretaris Yuda menghampiri Rehan dan mengucapkan selamat.


"Presdir selamat ya, akhirnya mengakhiri masa lajang"ucap Sekretaris Yuda.


"Terimakasih Yuda"ucap Rehan.


"Gadis kecil kenalkan ini Sekretaris Yuda, orang kepercayaanku"ucap Rehan.


"Saya Cinta, senang bertemu dengan Kakak"ucap Cinta.


"Jangan lama-lama bicara dengan istriku, nanti kau naksir dia"ucap Rehan memarahi Sekretaris Yuda.


"Baik Presdir"ucap Sekretaris Yuda.


Kemudian Sekretaris Yuda berbisik ditelinga Rehan.


"Presdir sudah pahamkan cara belah duren"ucap Yuda meledek Rehan.


"Apa aku harus khursus padamu dulu"ucap Rehan.


"Sukses ya Presdir untuk malam nanti, saya pulang dulu"ucap Sekretaris Yuda.


"Ya"ucap Rehan.


Cinta hanya tersenyum melihat Rehan berbicara dengan Sekretaris Yuda.


Apartemen Gloria


Rehan membopong Cinta masuk ke dalam apartemen miliknya. Dia sangat bersemangat dan bahagia sudah resmi menjadi suaminya Cinta. Hari ini menjadi hari yang bersejarah untuk Rehan telah menikahi gadis yang dicintainya. Impiannya bersanding dipelaminan dengan orang yang dicintainya telah terwujud, apalagi Rehan menikahi seorang bidadari yang baik hati seperti Cinta. Dia sangat bersyukur dipertemukan dengan Cinta dalam hidupnya. Cinta bagaikan warna yang mengisi kertas putih, seperti bintang-bintang yang menghiasi langit malam dan seperti udara yang dibutuhkan manusia itulah arti Cinta untuk Rehan.


Rehan membaringkan Cinta diranjang, wajah cantik itu membuat Rehan tak berhenti memandangnya. Belum lagi bibir yang cantik itu membuat Rehan ingin segera menciumnya.

__ADS_1


"Gadis kecil bolehkah aku memilikimu, aku janji tidak akan membuatmu hamil dulu"ucap Rehan.


Cinta hanya mengangguk dan tersenyum padanya. Rehan mendekati wajah cantik itu dan mencium bibirnya. Perlahan dan penuh kelembutan. Rehan ingin memberikan kenyamanan untuk Cinta yang usianya lebih muda darinya. Meskipun Rehan sudah berpengalaman, tapi ini kali pertama untuk Cinta. Rehan berusaha bersabar untuk mendapatkan keinginannya. Dia melakukan tahapan demi tahapan sambil terus memastikan Cinta nyaman.


Suara-suara indah itu mulai terdengar perlahan dan merdu dari mulut manis Cinta. Dia begitu menikmati kehangatan dan cinta yang diberikan Rehan.


"Kak Rehan......"ucap Cinta sambil memegang pipi Rehan didepannya.


"Gadis kecil I Love You"ucap Rehan.


Saat memasuki tahapan yang mendalam, Rehan meminta izin Cinta kembali.


"Gadis kecil apa kau siap?"tanya Rehan.


"Iya"ucap Cinta.


Rehan mulai mempertemukan arus positif dan negatif. Penyatuan kedua arus itu membuat Cinta merengek kesakitan.


"Kak Rehan sakit"ucap Cinta.


Rehan menenangkan Cinta dengan sentuhan cintanya yang membuat Cinta nyaman dan mulai tersenyum memandang wajah Rehan yang tampan itu. Cinta begitu malu saat mereka menyatu sebagai suami istri malam itu. Meskipun demikian, Cinta bahagia sudah menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. Demi tetap menjaga kondisi Cinta, Rehan tidak memaksakan keinginannya, dia hanya melakukannya satu kali. Lalu berbaring disamping Cinta dan mencium keningnya.


Cup


"Terimakasih gadis kecil, kau sudah mau jadi milikku seutuhnya"ucap Rehan.


Cinta mengangguk dan mendekatkan kepalanya didada bidang Rehan.


"Kak Rehan ayo mandi lalu sholat"ucap Cinta.


"Iya gadis kecilku sayang"ucap Rehan.


Rehan dan Cinta mandi lalu mereka sholat bersama. Kini Rehan menjadi imam setiap sholat berjamaah. Rehan menemukan ketenangan hatinya saat memiliki Allah dan seorang istri sholehah yang membimbingnya ke jalan yang benar. Rehan yang dulu seorang ateis sekarang menjadi seorang yang memiliki Allah dihatinya.


Setelah selesai sholat, Cinta mencium tangan Rehan. Betapa indah pemandangan itu. Mereka menjalin keromantisan dari hal yang terkecil. Saat Cinta tersenyum pada Rehan, hidungnya kembali mimisan. Rehan langsung mengusap hidungnya dan menyandarkan Cinta didadanya.


"Kak Rehan kalau suatu hari nanti aku pergi, kau harus hidup untukku"ucap Cinta.


"Gadis kecil aku tidak ingin mendengar kata-kata itu lagi, kau pasti sembuh dan kita akan hidup bersama sampai nanti menua bersama"ucap Rehan.


"Iya"ucap Cinta.


"Apa kita nanti punya seorang bayi?"tanya Cinta.


"Tentu, saat umurmu sudah cukup, nanti kita akan punya bayi yang lucu"ucap Rehan.


"Aku ingin punya bayi kembar"ucap Cinta.


"Boleh juga, yang satu mirip denganmu dan yang satunya mirip denganku, mereka akan memanggil kita Papa dan Mama"ucap Rehan.


"Kak Rehan, terimakasih atas cinta yang kau berikan untukku"ucap Cinta.

__ADS_1


"Gadis kecil, aku sangat mencintaimu jadi kau harus tahu itu"ucap Rehan.


Cinta mengangguk, lalu mereka beristirahat diranjang sambil berpelukan hingga tertidur karena kekelahan setelah aktifitas yang tadi.


__ADS_2