ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 110


__ADS_3

"Hik....hik...hik.....terimakasih atas semua kenangan terindah yang kau berikan, aku akan selalu ingat itu hik...hik..."ucap Azkia.


"........."Raka hanya diam menundukkan kepalanya.


"Selamat tinggal Raka"ucap Azkia berdiri lalu meninggalkan Raka diruangan itu.


Azkia keluar dari rumah itu, dia menangis sambil berjalan meninggalkan rumah itu. Kemudian dia berhenti dibawah pohon sambil menangis.


"Azkia"ucap Zhafira menghampiri Azkia yang menangis dibawah pohon.


"Zhafira"ucap Azkia.


"Bisakah kita bicara?"tanya Zhafira.


"Bisa"ucap Azkia.


Zhafira dan Azkia duduk dibawah pohon.


"Azkia, aku tahu diantara kalian ada hubungan khusus hingga kalian memiliki nama panggilan sayang. Meskipun Raka mengungkapkan perasaannya padaku tapi ada satu tempat dihatinya untukmu, dan hanya kau yang bisa mengisinya"ucap Zhafira.


"Zhafira, aku ingin Raka bahagia, dan aku rasa hanya kau yang pantas disisinya. Aku hanya gadis samurai yang hanya mengerti sebuah pedang tanpa tahu arti sebuah cinta dan kehidupan"ucap Azkia.


"Raka mencintaimu apa adanya tak peduli kau gadis samurai ataupun gadis sempurna tanpa kekurangan"ucap Zhafira.


"Tidak, dia mencintaimu. Kalian pasangan yang cocok. Aku akan pergi ke tempat asalku. Aku titip Raka, hik..hik...."ucap Azkia.


"Kita berada dalam dilema cinta yang membingungkan. Satu sisi bahagia dan sisi lain terluka"ucap Zhafira.


"Biar aku yang berada disisi yang terluka. Aku sudah terbiasa sendiri dan kesepian"ucap Azkia.


"Tidak, kau juga harus bahagia"ucap Zhafira.


"Aku akan bahagia untuk kalian"ucap Azkia.


"Apa kau tidak ingin bersama Raka?"tanya Zhafira.


"Ingin, tapi aku tidak mau mempersulit semuanya. Dilema cinta ini harus diakhiri, dan biar aku yang pergi"ucap Azkia.


"Kenapa harus kau? kenapa bukan aku saja?" ucap Zhafira.


"Karena kau gadis baik hati yang paling pantas disisi Raka"ucap Azkia.


"........."Zhafira terdiam.


"Aku pergi dulu Zhafira, selamat tinggal"ucap Azkia.


Azkia berjalan meninggalkan Zhafira dikursi bawah pohon itu. Dia sudah yakin dan memantapkan hatinya untuk meninggalkan Raka. Tidak akan bahagia jika berada dalam dilema cinta yang rumit.


************


Dua tahun kemudian


Raka duduk ditaman dekat kampus. Dia duduk sendirian dibawah pohon dan terlihat murung. Zhafira menghampiri Raka yang sedang duduk sendirian. Dia duduk disamping Raka.


"Raka apa kau sedang memikirkan Azkia?"tanya Zhafira.


"Iya, sudah dua tahun semenjak dia pergi, sampai sekarang tak ada kabar darinya"ucap Raka.


"Apa kau sudah menelpon atau mengirim pesan padanya?"tanya Zhafira.


"Sudah, tapi tidah pernah dibalas ataupun diangkat"ucap Raka.


"Kalau begitu kenapa kau tidak menyusulnya kesana"ucap Zhafira.


"..............."Raka terdiam.


"Azkia pasti juga merindukanmu dan ingin sekali bertemu denganmu Raka"ucap Zhafira.

__ADS_1


Raka berdiri dan berjalan meninggalkan Zhafira. Dia terus berjalan diantara koridor kampusnya. Dia teringat Azkia dan Zhafira. Raka pergi ke mushola dan sholat dhuhur disana. Dia mengadukan keluh kesahnya pada Allah SWT.


"Ya Allah ampunilah atas segala ***** dan keserakahan hamba. Hamba makhlukmu yang kecil dan lemah ini sedang dalam kebimbangan. Hamba tidak tahu harus memilih siapa dan harus bersama dengan yang mana. Satu sisi hamba membutuhkan Zhafira tapi disisi lain hamba bahagia saat bersama Azkia. Ada yang hilang saat Azkia tak ada disisiku. Apa aku egois dan serakah Ya Allah. Engkau Sang Pemilik Hati, hamba serahkan semuanya padamu, amin"ucap Raka.


Raka tidak tahu harus memilih Azkia ataupun Zhafira. Dia berada dalam dilema yang membuatnya tak mampu memilih salah satunya.


***********


Satu Tahun Kemudian


Cinta menemani Aksa yang sedang bermain bola bersama Andra dihalaman rumahnya. Sekarang Aksa berusia 4 tahun, dia sudah pandai bicara dan berlari kesana kemari. Aksa juga sudah sekolah diplay group.


"Om Andra ayo lari kejar Aksa"ucap Aksa.


"Om bener-benar capek, Aksa menang deh"ucap Andra.


"Kalau Om kalah Aksa minta permen yang banyak"ucap Aksa.


"Ampun, Om kalah"ucap Andra.


Andra mengalah untuk menyenangkan hati Aksa. Dia pura-pura kesulitan mengimbangi permainan bola Aksa.


"Ayo Om"ucap Aksa.


"Iya Om kalah nih"ucap Andra.


"Gol........Aksa menang"ucap Aksa.


Andra menggendong Aksa dipundaknya setelah dia menang.


"Hore.....menang......."ucap Andra.


"Aksa hebat, selamat ya"ucap Andra.


"Makasih Om"ucap Aksa.


Andra membawa Aksa ke teras. Mereka menghampiri Cinta yang sudah menunggu mereka diteras. Aksa turun dari pundak Andra dan menghampiri Cinta.


"Ma, es jeruknya mana?"tanya Aksa.


"Nih es jeruk kesukaan Aksa"ucap Cinta memberikan Aksa jus jeruk untuknya.


"Kak Andra ini es jeruk untuk Kakak"ucap Cinta memberikan jus jeruk untuk Andra.


"Makasih ya Cinta"ucap Andra menerima jus jeruk itu.


"Sama-sama"ucap Cinta.


"Ma, Aksa mau ke toilet dulu"ucap Aksa.


"Iya sayang"ucap Cinta.


Aksa pergi ke toilet meninggalkan Cinta dan Andra diteras.


"Cinta besok wisuda, apa kau akan pulang ke Negara A setelah wisuda?"tanya Andra.


"Iya, aku rindu kampung halaman. Aku juga rindu suamiku. Sudah lama tak berziarah dimakamnya" ucap Cinta.


"Baguslah kalau begitu, jangan lupa mampir ke rumahku. Ibuku selalu ingin bertemu denganmu" ucap Andra.


"Insya Allah"ucap Cinta.


"Cinta apa sampai sekarang kau masih belum bisa melupakan suamimu?"tanya Andra.


"Sampai kapanpun aku tetap akan mencintainya dan terus menantinya hingga kami bertemu diakhirat nanti"ucap Cinta.


"Pasti dia orang yang hebat, hingga kau bisa begitu mencintainya meskipun dia sudah tiada"ucap Andra.

__ADS_1


"Kak Rehan suami yang baik, penuh cinta dan kelembutan. Dia lelaki yang selalu membuatku bahagia dan nyaman saat disisinya, aku....aku jadi merindukannya setiap membicarakannya hik....hik...."ucap Cinta lalu menangis setiap kali mengingat Rehan.


"Maafkan aku Cinta, membuatmu mengingat Rehan lagi"ucap Andra.


"Tidak apa-apa"ucap Cinta.


"Aku akan menanti sampai kau mau menerimaku, aku akan selalu ada untukmu, kau tidak perlu merasa sendirian"ucap Andra.


"Kak Andra, aku tidak ingin memberimu harapan karena dihatiku tak mungkin terisi orang lain selain Kak Rehan" ucap Cinta.


"Kau tidak perlu memaksakan diri, aku hanya ingin kau tahu saja, aku tidak ingin kau terpaksa membalas cintaku. Aku akan terus menanti"ucap Andra.


Andra sudah sejak lama menyukai Cinta. Tapi Cinta belum bisa membuka hatinya untuk siapapun. Dihatinya hanya ada Rehan tak pernah berubah ataupun berganti.


***********


Raka dan Cinta akhirnya wisuda. Mereka meraih gelar S1-nya. Leo, Zara, Marwa, Kirana, Pak Theo, Ibu Kartika, Zhafira dan Andra menamani mereka saat wisuda. Mereka berfoto bersama dan mengucapkan selamat pada Raka dan Cinta.


Setelah selesai mereka kembali ke rumah yang ditempati selama kuliah. Raka menghampiri Kirana yang ada diteras. Dia ingin menanyakan kabar Azkia padanya.


"Kirana bagaimana kabar Azkia?"tanya Raka.


"Kak Kia baik-baik saja, minggu kemarin dia juga  diwisuda"ucap Kirana.


"Apa Azkia akan kembali ke Negara A?"tanya Raka.


"Aku dengar dari Papa, katanya Kak Kia membuka tempat berlatih pedang disana. Kemungkinan Kak Kia tidak akan kembali ke Negara A, dia hanya akan sesekali berkunjung saja"ucap Kirana.


"Begitu ya, padahal aku rindu ingin bertemu dengannya"ucap Raka.


"Sudah tiga tahun ya Kak Raka tidak bertemu Kak Kia"ucap Kirana.


"Iya, dia juga tidak mengangkat telponku ataupun membalas pesan dariku"ucap Raka.


"Kalau kau yakin dengan perasaanmu susullah kesana, Kak Kia pasti juga merindukanmu"ucap Kirana.


"............"Raka hanya terdiam.


Perbincangan itu tak sengaja didengar Zhafira. Dia merasa ada yang harus diselesaikan antara dia, Raka dan Azkia. Ada perasaan yang saling mencintai, merindukan dan belum menemukan titik terangnya.


Setelah semua kembali ke Negara A. Zhafira memutuskan pergi ke negara matahari terbit menemui Azkia. Dia menemui Azkia ditempat berlatih pedang miliknya yang bernama Surudoi Ken. Disana Azkia menjadi pemilik tempat berlatih pedang itu. Dia hanya menjadi pengawas dan pengamat setiap latihan karena dia memiliki seorang patner yang melatih murid-muridnya. Azkia biasanya menjadi guru penguji saat ujian.


Dia duduk diteras tempat berlatih pedang itu, serorang pelayan  menghampirinya.


"Guru ada seorang wanita ingin bertemu denganmu( Sensei anata ni aitaihito ga imasu)" ucap Pelayan itu.


"Siapa namanya?( Kare no onamae wa?)"ucap Azkia.


"Zhafira"ucap Pelayan itu.


"Baik, aku akan menemuinya( Wakarimashita, watashi wa kare ni aimasu)"ucap Azkia.


Azkia menemui Zhafira disebuah gajebo ditempat berlatih pedang itu.


"Zhafira"ucap Azkia.


"Azkia"ucap Zhafira.


"Lama tak bertemu"ucap Azkia.


"Iya"ucap Zhafira.


Zhafira dan Azkia duduk bersama digajebo itu.


"Kedatanganku kesini ada yang ingin ku bicarakan"ucap Zhafira.


"Tentang apa?"tanya Azkia.

__ADS_1


__ADS_2