ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 61


__ADS_3

Malam itu Rehan dipenuhi rasa dilema. Jika tak segera menyelesaikan kerjasamanya dengan Nona Maria Elizabeth maka dia tidak akan bisa segera pulang bertemu dengan Cinta kembali. Tapi disisi lain Rehan tidak tahu apa yang diinginkan Nona Maria Elizabeth.


"Haruskah aku menemui Nona Maria?" ucap Rehan.


"Jika tidak? aku tidak akan bisa pulang, Papaku tidak akan bisa menerima kekalahan"ucap Rehan.


Rehan akhirnya keluar dari penginapan itu menuju   ke Penginapan Rose Garden. Dia mengetuk pintu penginapan no 9 itu.


Tuk.....tuk.....tuk........


Pintu itu terbuka, Nona Maria Elizabeth mempersilahkan Rehan masuk ke dalam kamar penginapannya itu.


"Silahkan duduk, anggap saja kamar Anda sendiri"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Baik"ucap Rehan.


Rehan duduk disofa ruangan itu, Nona Maria Elizabet membuka semua jendela kaca dikamarnya hingga pemandangan malam itu terlihat. Kebetulan kamar penginapan Nona Maria Elizabeth ada dilantai dua.


Rehan hanya terdiam disofa itu, Nona Maria Elizabeth mengambil minuman beralkohol dan menaruhnya dimeja. Kemudian dia duduk bersama Rehan disampingnya.


"Rehan, kau tampan sekali dan masih muda, benar-benar seleraku"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Oya Rehan ayo minum bersamaku"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Maaf saya tidak minum alkohol"ucap Rehan.


"Kenapa? bukankah ini minuman yang membuat kita happy"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Nona Maria, bukan minuman ini yang akan membuat kita bahagia, tapi bersama orang-orang yang kita sayangi itulah yang akan membuat kita bahagia"ucap Rehan.


"Kebetulan saya tidak memiliki orang yang saya sayangi"ucap Nona Mari Elizabeth.


"Paling tidak dengan bersyukur kita akan bahagia"ucap Rehan.


Nona Maria Elizabeth meminum minuman beralkohol itu. Dia mulai sedikit mabuk, tapi dia masih saja mengambil gelas untuk kembali minum minuman beralkohol itu


"Nona Maria, berhenti minumnya, Anda sudah mabuk"ucap Rehan.


"Aku lebih suka mabuk, jadi aku bisa jadi orang lain sesukaku"ucap Nona Maria Elizabeth.


Rehan menarik gelas yang dipegang Nona Maria Elizabeth.


"Berikan gelasnya, aku masih ingin minum"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Tidak baik seorang wanita minum alkohol sebanyak ini"ucap Rehan.


Nona Maria Elizabeth mengambil botol minuman beralkohol itu dan meminum langsung dari botolnya.


Leg...leg....leg........


"Nona Maria berhentilah"ucap Rehan sambil menarik botol minuman beralkohol yang dipegang Nona Maria Elizabeth.


"Tampan kau perhatian juga, aku suka padamu, ayo kita habiskan malam berdua"ucap Nona Maria Elizabeth mulai mabuk.


Nona Maria Elizabeth menjatuhkan Rehan ke sofa hingga Rehan dalam posisi berbaring. Dia melepas dressnya lalu mendekati wajah Rehan.


Seketika Rehan mendorongnya dan melepas switer yang dikenakannya untuk menutup tubuh polos Nona Maria Elizabeth. Rehan membawa Nona Maria Elizabeth ke dalam toilet dan menyiram tubuhnya dengan air.


"Nona Maria sadarlah, sebagai seorang wanita kau harus menjaga kehormatanmu"ucap Rehan.


"Kenapa?....aku tidak akan memaksamu untuk bertanggungjawab asal kau mau melakukannya denganku"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Kehormatan seorang wanita hanya untuk suaminya"ucap Rehan.


Ucapan Rehan mengingatkan Nona Maria Elizabeth pada suaminya yang sudah meninggal.


Flash Back

__ADS_1


Diranjang sebuah kamar, Nona Maria Elizabeth berbaring bersama seorang lelaki tanpa sehelai benang.


"Siapa dia Maria?"tanya Yusuf.


"Aku simpanan istrimu"ucap Carlot.


"Sayang aku hanya main-main saja"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Kehormatan seorang wanita hanya untuk suaminya"ucap Yusuf.


"Sayang jangan kuno deh, kau juga boleh bersama wanita lain jika untuk main-main saja"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Istriku aku selalu berharap kau menjadi wanita sholehah yang akan bersamaku hingga akhir hidupku"ucap Yusuf.


Nona Maria Elizabeth menghampiri Yusuf lalu memeluknya sambil berbisik padanya.


"Beginilah aku, jangan munafik"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Iya, ini kado untukmu, hari ini kau ulang tahun, selamat ulang tahun istriku"ucap Yusuf.


Yusuf memberikan sebuah kado untuk Nona Maria Elizabeth kemudian dia keluar dari kamar itu. Nona Maria Elizabeth melempar begitu saja kado itu lalu dia kembali ke ranjang kembali melakukan hal romantis itu bersama Carlot.


Satu Minggu Kemudian


Nona Maria Elizabeth mencari Yusuf ke rumah tempat tinggal mereka. Dia tak menemukan Yusuf. Lalu dia menanyakannya pada pembantu dirumahnya.


"Bi Mimin, Tuan Yusuf kemana?"tanya Nona Maria Elizabeth.


"Nyonya ini surat dari Tuan untuk Anda"ucap Bi Mimin sambil memberikan surat itu pada Nona Maria Elizabeth.


"Ini surat apaan Bi? memang Tuan Yusuf kemana?"tanya Nona Maria Elizabeth sambil menerima surat dari Yusuf.


"Sebaiknya Nyonya baca saja suratnya"ucap Bi Mimin.


Bi Mimin meninggalkan Nona Maria Elizabeth.


Nona Maria Elizabeth membaca surat itu.


Dear Istriku Yang Sholehah


Assalamu'alaikum


Saat kau membaca surat ini mungkin aku sudah pergi jauh kembali pada Allah SWT.


Aku selalu mengingat pertama kita bertemu dipesawat. Saat itu aku berharap kau akan jadi istriku, bidadari surgaku. Maria, sepuluh tahun kita bersama terasa baru sehari, aku selalu merasa kita baru saja bertemu. Sampai aku menyadari, aku tak mampu jadi imam yang baik untukmu saat aku menemukanmu satu ranjang dengan lelaki itu. Maria, aku selalu berdoa agar kau selalu bahagia bahkan sampai didetik terakhir hidupku aku tetap mendoakanmu. Mungkin kau bertanya kenapa aku pergi jauh? Maria, sudah lama aku menderita penyakit jantung. Hanya saja aku sengaja merahasiakannya darimu, aku tidak ingin kau cemas dan bersedih. Saat aku melihatmu dengan lelaki itu kondisiku semakin memburuk hingga disaat terlemahku, aku berusaha menulis surat ini untukmu. Jadilah wanita sholehah Maria walau tidak denganku. Selamat tinggal Maria, aku selalu mencintaimu.


Dari Suamimu Yusuf


"Hik....hik....hik....Mas Yusuf....."ucap Nona Maria Elizabeth sambil menangis.


Dia berlari ke kamarnya dan mengambil kado dari Yusuf yang belum sempat dibukanya. Saat kado itu dibuka, isinya sebuah mukena cantik.


"Mas Yusuf kenapa kau meninggalkanku saat aku menyadari kalau aku ini sangat bodoh"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Kenapa kau tidak menamparku saat kau tahu aku bermain api dengan Carlot, kenapa kau begitu baik hik...hik....?"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Kenapa kau tidak menghukumku dan malah pergi tanpa memarahiku, Mas Yusuf maafkan aku hik....hik......."ucap Nona Maria Elizabeth.


Flash Back Off


Rehan membawa Nona Maria Elizabeth keluar dari toilet setelah dia mulai sadar dan segar kembali. Nona Maria Elizabeth duduk disofa kembali bersama Rehan.


"Mas Yusuf berasal dari negara ini, karena dialah aku bisa berbahasa indonesia. Dia seorang muslim yang baik. Bahkan aku menyia-nyiakan kebaikkannya"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Nona Maria, Anda harus bersyukur telah dipertemukan dengan Tuan Yusuf walaupun beliau tidak bisa menemani Anda selamanya. Tapi sedikit waktu darinya, dia sudah berusaha membahagiakan Anda"ucap Rehan.


"Iya, kau benar. Meskipun aku melukai hatinya tapi tetap saja baik padaku hingga saat terakhirnyapun dia tidak ingin membuatku menangisi kepergiannya"ucap Nona Maria Elizabeth.

__ADS_1


"Nona Maria apa Anda ingin teh? mungkin bisa membuat Anda lebih enakkan?"tanya Rehan.


"Terimakasih Presdir Rehan"ucap Nona Maria Elizabeth.


Rehan membuatkan teh untuk Nona Maria Elizabeth lalu memberikan padanya.


"Minumlah tehnya Nona Maria selagi hangat" ucap Rehan.


"Terimakasih Presdir Rehan"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Sama-sama"ucap Rehan.


Nona Maria Elizabeth meminum teh itu.


"Presdir Rehan, saya setuju untuk bekerjasama dengan perusahaan Anda"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Terimakasih Nona Maria, besok saya akan saya akan membawa kontrak kerjasamanya"ucap Rehan.


"Baiklah, kita bertemu ditempat yang kemarin" ucap Nona Maria Elizabeth.


"Oke"ucap Rehan.


Setelah itu Rehan keluar dari penginapan Nona Maria Elizabeth kembali ke penginapannya.


***********


Cinta turun dari lantai atas menuju ke lantai bawah rumahnya. Dia hendak bertemu Leo dan Zara di Taman Bunga Sehati. Baru dia berjalan menuju keluar rumahnya, Dina memanggilnya.


"Nona Cinta...."ucap Dina.


"Kak Dina, ada apa?"tanya Cinta.


"Mau kemana?"tanya Dina.


"Mau pergi ke Taman Bunga Sehati"ucap Cinta.


"Nona Cinta boleh saya ikut? soalnya Tuan Rehan berpesan agar saya menemani Nona Cinta"ucap Dina.


"Baiklah"ucap Cinta.


Dina ikut Cinta masuk ke dalam mobil. Mereka pergi ke Taman Bunga Sehati. Baru sampai setengah jalan ban mobilnya pecah. Supir meminta Cinta dan Dina turun dari mobil.


"Nona Cinta kita naik taksi saja"ucap Dina.


"Boleh"ucap Cinta setuju dengan ide Dina.


Cinta dan Dina naik taksi menuju ke Taman Bunga Sehati. Sampai ditaman itu, Leo dan Zara belum datang. Cinta berjalan-jalan ditaman bersama Dina sambil menunggu Leo dan Zara datang. Tak lama Cinta merasa pusing dan sempoyongan. Dina mengajak Cinta untuk pulang ke rumahnya. Mereka naik taksi kembali. Didalam taksi Cinta sudah terlihat lemas.


"Ini saatnya aku menyingkirkan Cinta"batin Dina.


Dina meminta taksi itu menuju ke tempat yang berbeda. Cinta yang sudah lemas tidak begitu sadar. Sampai dijalan yang sepi, Dina turun dari taksi itu bersama Cinta. Dia menjatuhkan Cinta ditepi jalan. Cinta hanya berbaring lemas ditepi jalan itu.


"Kak Dina...."ucap Cinta dengan suara pelan.


Dina berjongkok didepan Cinta sambil memegang dagunya.


"Cinta cepatlah mati, biarkan aku menjadi istri Rehan"ucap Dina.


"Kak Dina apa salahku padamu?"tanya Cinta.


"Salahmu adalah menjadi istri Rehan Darien. Dia hanya milikku, kau harus pergi dari hidupnya" ucap Dina.


"Tidak, Kak Rehan suamiku"ucap Cinta.


"Suamimu itu dulu, sekarang dia akan jadi suamiku"ucap Dina.


"Kak Dina......"ucap Cinta lalu pingsan.

__ADS_1


"Matilah secepatnya Cinta, selamat tinggal"ucap Dina lalu berdiri dan meninggalkan Cinta yang pingsan ditepi jalan itu.


__ADS_2