ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Generation 2 : Part 62


__ADS_3

Alina, Haura, dan Deena sampai dirumah besar Rehan. Mereka turun dari mobil berjalan masuk ke dalam rumah. Diruang tamu sudah ditunggu Leo, Zara, Aksa, Farhan, Kania, Raka, Azkia, Marwa, Luis, dan Carisa. Mereka bergantian mengucapkan selamat pada Alina, Haura dan Deena. Keluarga besar Leo dan Zara kini lengkap berkumpul bersama dan bercanda ria. Setelah itu mereka makan bersama diruang makan. Leo memimpin doa sebelum makan.


"Alhamdulillah, hari ini kita semua bisa berkumpul diruangan ini dalam keadaan sehat wal'afiat. Semua ini nikmat yang Allah SWT berikan pada kita semua. Dulu kakek dan nenek hanya makan satu bungkus nasi berdua, tapi rasanya nikmat, karena apa? karena kita bersyukur atas nikmat Allah SWT berikan. Sekecil apapun kita harus mensyukurinya agar kita bisa merasakan betapa besar nikmat yang Allah SWT berikan pada kita setiap hari. Mari kita berdoa sama-sama sebelum makan" ucap Leo.


Semua anggota keluarga berdoa sebelum makan. Lalu mereka semua mulai makan. Hari ini jadi hari yang spesial karena bisa makan bersama satu meja dari kakek, nenek, anak hingga cucu.


Mereka semua begitu menikmati hidangan yang tersaji diatas meja.


Setelah makan semuanya mengobrol masing-masing. Leo, Rehan, Raka dan Luis mengobrol diruang bilyar. Zara, Cinta, Azkia dan Marwa mengobrol di dapur sambil membuat camilan. Aksa dan Farhan berenang dikolam renang. Sedangkan Alina, Haura, Deena, Kania dan Carisa nonton film dibioskop mini dirumah besar itu.


Aksa dan Farhan berdiri ditepi kolam renang sambil berbincang.


"Kak Aksa, lo udah punya calon?" tanya Farhan.


"Belum" ucap Aksa singkat.


"Seorang Aksa Randi Ariendra belum memiliki calon" ucap Farhan.


"Aku belum tertarik dengan wanita manapun" ucap Aksa dingin.


Farhan terkejut dengan penuturan Aksa. Lelaki seusia Aksa belum tertarik pada seorang wanita. Padahal didunia ini begitu banyak wanita, bahkan wanita lebih banyak dari pria.


"Masih normalkan?" tanya Farhan.


"Aku haus" ucap Aksa beranjak dari kolam renang. Dia berjalan meninggalkan tempat itu.


"Sepertinya gue harus comblangin nih" ucap Farhan sambil tersenyum tipis.


Farhan penasaran dengan sikap dingin Aksa. Dia terlihat malas membicarakan perempuan. Bahkan dia sengaja menghindar saat Farhan membahas soal perempuan padanya. Tapi itu membuat Farhan tertantang untuk mencomblangkan Aksa.


Aksa berjalan ke lantai atas. Dia tak sengaja bertubrukan dengan Alina.


Dug...


"Maaf Kak" ucap Alina.


Aksa tak menjawab permintaan maaf dari Alina. Dia acuh dan berjalan meninggalkan Alina. Melihat itu Haura dan Deena menghampiri Alina yang masih terkejut dengan sikap Aksa padanya padahal ini kali pertama Alina bisa bertemu dengannya.


"Alina gak usah dipikirin, Kak Aksa memang begitu, cuek, acuh dan dingin es balok" ucap Haura.


"Kita aja dari dulu gak pernah diajak ngomong sama Kak Aksa" ucap Deena.


"Aku pikir karena tadi aku menubruknya" ucap Alina.


"Udah yuk, mending kita bersantai dikamar, capek" ucap Haura.


Alina mengangguk. Mereka bertiga masuk ke dalam kamar Alina untuk beristirahat bersama.


Ini sudah biasa mereka lakukan, diluar negeri mereka juga tidur sama-sama disatu ranjang. Mereka sering belajar, mengorbol kemudian tertidur diranjang setelah lelah saling curhat dan bercanda.


*************


Alina membereskan semua pakaiannya ke dalam kopernya. Haura dan Deena membantunya beres-beres. Alina akan pergi keluar kota. Dia sudah matang untuk meninggalkan kota A. Alina turun ke lantai bawah membawa koper miliknya.

__ADS_1


Dia duduk diruang tamu bersama kedua orang tua dan saudara kembarnya.


"Kamu yakin tidak bekerja diperusahaan Papa saja Alina?" tanya Rehan.


"Tidak Pa, Alina ingin menggunakan ijazah Alina untuk melamar kerja. Alina ingin merasakan rasanya bekerja dari nol Pa" ucap Alina.


"Alina, Om Raka juga menawarimu bekerja diperusahaannya kakek" ucap Cinta.


"Tidak Ma, Alina sudah mantap, ingin bekerja diluar kota" ucap Alina.


Alina tidak ingin merasakan rasanya jadi dirinya sendiri tanpa embel-embel nama besar kakek dan ayahnya. Dia ingin mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuannya.


"Alina, kau tidak ikut aku ke kota D dong" ucap Haura.


"Maaf Haura, lain waktu ya" ucap Alina.


"Hati-hati dijalan ya Alina" ucap Deena.


Alina mengangguk. Keluarga Alina mengantar Alina sampai bandara. Alina naik pesawat menuju kota C.


Sampai dikota C, Alina mencari kosan. Alina menolak semua fasilitas yang diberikan kedua orangtuanya. Dia hanya membawa uang hasil jualan makanan selama kuliah. Alina ingin mandiri meskipun orangtua kaya raya. Alina berjalan ditepi jalan, masuk ke dalam gang-gang. Sampai disebuah kosan yang cukup padat, Kosan Asri namanya. Alina memutuskan untuk mengekos dikosan. Dia membayar sewa kos selama tiga bulan kedepan. Alina mendapatkan kunci dari kamar kosan yang akan ditempatinya. Dia naik ke lantai dua kosan itu. Alina mencari no 12, nomor pintu kosannya. Alina membuka pintu kosan lalu masuk ke dalamnya. Ada kasur dan lemari didalam kosan tersebut. Kosannya juga bersih jadi Alina tak perlu membersihkan kamar kosannya. Alina belum menata bajunya ke lemari karena dia sudah lelah, dia langsung berbaring diranjang. Tubuhnya butuh istirahat setelah perjalanan panjang dari tadi pagi.


"Aku lelah, sebaiknya tidur dulu" ucap Alina.


Alina tertidur diranjangnya. Dia benar-benar pulas. Dua jam tertidur, Alina terbangun. Dia merasa tubuhnya ada yang memeluknya. Dia melihat ke samping. Seorang lelaki berbaring satu ranjang dengannya. Dia bahkan memeluk Alina dengan mesra.


"Aaaaaa" ucap Alina berteriak.


"Apa sih bawel, ngantuk nih"


Lelaki itu malah memeluk Alina dengan erat. Alina langsung menonjok pipi lelaki yang seenaknya memeluknya.


Dug


"Aw......sakit tahu" Lelaki itu menegang pipinya karena kesakitan.


Alina langsung beranjak dari ranjang.


"Kau siapa? seenaknya masuk kamar kosan ku" ucap Alina.


"Enak aja kamar kosanmu, ini kamar kosanku" Lelaki itu kekeh.


"Keluar!" ucap Alina.


"Gak mau, ini kamar kosanku. Kamu aja yang keluar" Lelaki itu malah mengusir Alina.


"Oh Tuan jalakung tidak mau keluar" ucap Alina.


Alina mengambil sapu dia bersiap memukul lelaki tak tahu diri itu.


"Eh kamu mau ngapain?" tanya Lelaki itu.


"Kalau kau tidak keluar, sapu ini yang akan mengeluarkanmu" ucap Alina.

__ADS_1


"Sial banget hari ini, kenapa ada ratu kegelapan dikamar kosanku" ucap Lelaki itu bergumam.


"Keluar gak?" ucap Alina.


"Gak mau, enak aja ini kamar kosanku" ucap Lelaki itu kekeh.


Saat mereka berdebat Ibu Eti selaku pemilik kosan datang. Alina membuka pintu kosannya. Ibu Eti melihat Alina satu kamar dengan lelaki itu.


"Alina maaf ya, saya salah memberimu kunci. Seharusnya kunci nomor 13" ucap Ibu Eti.


"Tuh dengar, ini kamar kosanku" ucap Lelaki itu.


Alina hanya tersenyum pada Ibu Eti. Dia mengambil koper miliknya keluar dari kamar kosan no 12. Alina mendapatkan kunci barunya dari Ibu Eti. Dia masuk ke kamar kosannya nomor 13.


************


Malam itu Deena kembali beraksi sebagai Raynor. Dia menyamar menjadi seorang lelaki masuk ke sebuah club malam. Disana ada transaksi narkoba. Deena sengaja berpura-pura jadi konsumen. Dia masuk ke ruang VIP bertemu dengan Ketua Zao. Dia seorang lelaki tua yang genit dan suka main wanita. Deena duduk bersamanya disofa.


"Ketua Zao, saya ingin barangnya sekarang" ucap Deena.


"Ada uang, ada barang" ucap Ketua Zao.


"Oke, deal" ucap Deena.


Deena mengeluarkan sekoper uang. Dia menunjukkan uangnya pada Ketua Zao.


"Bagus, aku suka itu" ucap Ketua Zao.


Ketua Zao menyuruh anak buahnya mengeluarkan narkoba yang diinginkan Deena. Sekoper narkoba diatas meja. Deena sudah meletakkan alat yang dapat memfoto, memvideokan, merekam kegiatan yang sudah dibicarakam tadi.


Setelah narkoba diletakkan diatas sekoper narkoba diletakkan diatas meja, Deena mulai beraksi. Dia langsung memukul Ketua Zao.


Dug....


Semua orang terkejut. Mereka langsung melindungi Ketua Zao. Deena dan anak buah Ketua Zao bertarung satu sama lain. Mereka babu hantam. Ketua Zao keluar dari ruangan itu. Deena berusaha mengejarnya keluar dari ruangan itu. Ternyata di club malam itu hampir semua orangnya Ketua Zao. Deena harus melawan banyak orang. Dia babu hantam dengan banyak orang di club malam itu. Tiba-tiba muncul seseorang bertopeng yang membantunya bertarung melawan orang-orang itu. Mereka semua tumbang. Deena mengejar Ketua Zao lalu mereka bertarung satu sama lain. Ketua Zao mengeluarkan pistol dan menembaki Deena. Tapi untungnya kostum Deena anti peluru. Dia terus maju mendekati Ketua Zao dan menangkapnya. Deena mengikat ketua Zao dan semua anak buahnya lalu menelpon polisi. Dia meletakkan barang bukti beserta Ketua Zao dan anak buahnya yang sudah diikatnya. Setelah itu dia pergi.


Deena keluar dari club malam itu. Dia berjalan ditepi jalan. Orang bertopeng itu terus mengikutinya. Dia berbalik dan melihat orang bertopeng itu.


"Apa maumu? ku ucapakan terimakasih tadi kau sudah membantuku" ucap Deena.


"Aku ingin berkencan denganmu" ucap Orang bertopeng itu.


"Maaf aku sudah punya seseorang yang ku cintai, jadi aku menolak kencan yang kau ajukan" ucap Deena.


Orang bertopeng itu melepas topeng milik ya. Wajah Barra terlihat setelah topeng itu terlepas. Deena terkejut, dia tak percaya lelaki itu Barra.


Dia sampai diam terpaku dan tak berkata apapun.


"Kau bilang, kau sudah ada orang yang kau cintai, apa itu aku" ucap Barra.


Deena langsung tertawa dan meneteskan air matanya.


"Om cabul aku pikir kau sudah menghilang entah kemana?" ucap Deena.

__ADS_1


"Aku tidak mungkin menghilang, justru aku mau menagih janji ayahmu untuk menikahimu" ucap Barra.


"Kalau begitu kenapa kau diam saja, nikahi aku" ucap Deena.


__ADS_2