
Panti Asuhan Kasih Bunda
Pak Theo dan Ibu Kartika pergi ke panti asuhan tempat menitipkan anaknya dulu. Mereka masuk ke panti asuhan itu. Di panti asuhan itu banyak sekali anak kecil yang sedang bermain, belajar dan beribadah. Pak Theo melihat anak-anak itu terlihat gembira meskipun mereka anak yatim piatu.
"Mereka terlihat ceria tanpa beban meskipun mereka tidak memiliki orangtua"ucap Pak Theo.
"Itu karena mereka ikhlas menjalaninya"ucap Ibu Kartika.
"Ikhlas, ......."ucap Pak Theo.
"Percayalah, segala sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas akan lebih mudah dan terasa ringan tanpa beban dan dipenuhi senyuman"ucap Ibu Kartika.
"Kau benar, selama ini hidupku terasa berat karena aku tak pernah ikhlas dan justru dipenuhi dendam dan kemarahan"ucap Theo.
"Kalau begitu sekarang Anda harus ikhlas, sesungguhnya ikhlas itu kunci dari segala kebahagian"ucap Ibu Kartika.
Pak Theo mendekati anak-anak yatim piatu itu. Dia bermain sepak bola bersama anak-anak lelaki dipanti asuhan itu. Ini pertama kalinya dia bahagia setelah bertahun-tahun dipenuhi dendam dan amarah.
"Anak-anak apa yang kalian mau, bapak akan mewujudkannya"ucap Pak Theo.
"Kami ingin sekolah yang tinggi dan memiliki masjid dipanti asuhan ini, agar kami bisa sholat berjamaah bersama-sama"ucap Yusuf.
"Masya Allah"ucap Pak Theo.
Pak Theo begitu malu mendengar ucapan anak kecil itu. Semenjak kepergian Ibu Rahanti, dia meninggalkan Allah bahkan membencinya. Tapi anak-anak itu meskipun kedua orang tuanya meninggal tapi mereka tak pernah meninggalkan Allah.
"Ya Allah begitu kecil diriku saat melihat mereka, aku berpikir aku yang paling menderita ditinggal istriku, tapi mereka yang seharusnya lebih menderita dariku justru mereka ikhlas menjalaninya dengan senyuman diwajah kecil mereka"batin Pak Theo ditengah-tengah anak-anak itu.
Pak Theo berjalan ke teras panti asuhan itu, dia menghampiri Ibu Kartika yang berada diteras itu.
"Dari pertama bertemu denganmu, aku belum tahu namamu"ucap Pak Theo.
"Kartika Sari Dewi, itu namaku"ucap Ibu Kartika.
"Nama yang cantik secantik hatinya"ucap Pak Theo.
"Terimakasih, lalu nama Anda siapa?"tanya Ibu Kartika.
"Theo Rayan"ucap Pak Theo.
"Nama yang bagus, semoga membawa berkah"ucap Ibu Kartika.
__ADS_1
"Aku akan memanggilmu Kartika"ucap Pak Theo.
"Kalau begitu aku akan memanggil Anda, Mas Theo"ucap Ibu Kartika.
"Boleh, terdengar hangat"ucap Pak Theo.
"Mari kita menemui pengurus panti asuhan ini"ucap Ibu Kartika.
"Oke"ucap Pak Theo.
Pak Theo dan Ibu Kartika menemui pengurus panti asuhan itu. Ibu Kartika menceritakan anaknya saat dititipkan dipanti asuhan itu.
"Kejadian itu sudah sangat lama, pengurus panti asuhannya juga sudah berganti. Dulu Bu Ike pengurus panti asuhan ini. Semenjak dia meninggal saya menggantikannya"ucap Ibu Titin.
"Apa ada data identitas dari anak panti asuhan 17 tahun lalu?"tanya Pak Theo.
"Ada, setiap anak panti asuhan yang dibesarkan disini pasti memiliki data identitas. Saya akan coba mencarinya dulu"ucap Ibu Titin.
"Baik"ucap Pak Theo dan Ibu Kartika.
Ibu Titin mencari buku data identitas anak panti asuhan 17 tahun lalu. Dia membawa buku itu ke mejanya dan mulai mencari satu persatu.
"Kalau dilihat dari foto dan tanggal bayi itu dititipkan disini, bayi itu diadopsi oleh seorang laki-laki"ucap Ibu Titin.
"Namanya Vincent"ucap Ibu Titin.
"Vincent"ucap Pak Theo kaget.
Pak Theo tak menyangka anak buah yang disuruhnya untuk menukar bayi Leo dengan bayi dari panti asuhan ternyata bayi itu adalah anaknya sendiri. Pak Theo terdiam membisu seakan semuanya adalah tamparan untuknya.
"Mas Theo....Mas...Mas...."ucap Ibu Kartika memanggil Pak Theo.
"A.....iya"ucap Pak Theo.
"Apa ada sesuatu yang Mas Theo pikirkan?"tanya Ibu Kartika.
"Ada, nanti kita bicarakan"ucap Pak Theo.
"Iya Mas"ucap Ibu Kartika.
"Bu Titin terimakasih atas informasi dan waktunya, ini sangat membantu kami untuk menemukan anak kami"ucap Pak Theo.
__ADS_1
"Sama-sama Pak, Bu"ucap Ibu Titin.
"Saya ingin menjadi donatur tetap dipanti asuhan ini"ucap Pak Theo.
"Terimakasih Pak, kebetulan panti asuhan ini belum memiliki donatur tetap"ucap Ibu Titin.
"Bolehkah saya membangun sebuah masjid di panti asuhan ini?"tanya Pak Theo.
"Subhanallah, boleh Pak, anak-anak panti asuhan ini pasti senang sekali ada masjid disini. Selama ini kami sulit untuk bisa sholat berjamaah karena mushola dipanti asuhan ini kecil dan sempit untuk menampung semua anak panti asuhan ini" ucap Ibu Titin.
Pak Theo merasa hatinya begitu bahagia padahal dia baru saja berniat, apalagi jika niat terlaksana.
Sungguh berbuat kebaikan akan membuat hati kita bahagia dan jiwa kita merasa tenang.
Setelah meninggalkan panti asuhan Pak Theo dan Ibu Kartika pergi ke sebuah restoran. Mereka makan siang bersama direstoran itu. Selesai makan barulah Pak Theo berbicara pada Ibu Kartika.
"Orang yang mengadopsi anak kita itu, Vincent anak buahku"ucap Pak Theo.
"Anak buah Mas Theo?"tanya Ibu Kartika.
"Iya, dulu aku meminta Vincent untuk mengadopsi anak panti asuhan untuk ditukar dengan anak Leo Ariendra yang hilang dibawa Mirna"ucap Pak Theo.
"Jadi anak kita sekarang ada dimana?"tanya Ibu Kartika.
"Aku belum tahu pastinya ada dimana? tapi aku akan meminta Vincent untuk mencari anak kita, aku yakin kita akan segera bertemu dengan anak kita"ucap Pak Theo.
"Iya, Insya Allah kita akan segera bertemu anak kita Mas"ucap Ibu Kartika.
Pak Theo mengangguk dengan ucapan Ibu Kartika.
"Mas Theo, sudah waktunya sholat dhuhur, mari kita sholat"ucap Ibu Kartika.
"Aku sudah lama meninggalkan Allah, apa Allah masih mau menerimaku yang kotor dan penuh dosa ini?"tanya Pak Theo.
"Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang, tidak ada kesalahan yang tidak bisa diampuniNya kecuali musyrik, asalkan kita bersungguh-sungguh bertobat dan tidak mengulanginya, Allah akan mengampuni kesalahan kita"ucap Ibu Kartika.
"Astagfirullahalazim.....astagfirullahalazim....." ucap Pak Theo beristighfar mengingat segala dosa-dosanya.
"Alhamdulillah, semoga Allah mengampuni segala dosa-dosa Mas Theo, dan membukakan pintu hidayah yang seluas-luasnya untuk Mas Theo, amin"ucap Ibu Kartika.
"Amin"ucap Pak Theo.
__ADS_1
Hidayah bisa datang melalui perantara apapun, baik dari manusia, binatang ataupun benda. Sebagai manusia yang tak luput dari dosa Pak Theo akan berusaha bertobat dan istiqomah dalam pertobatannya. Kesalahannya adalah meninggalkan Allah disaat dia terpuruk dan bahkan menyalahkan Allah atas kesusahannya. Dia berjanji pada dirinya sendiri akan berubah dan menyembah Allah SWT kembali seperti dulu. Dia takkan meninggalkan Allah seperti dulu lagi.