ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 111


__ADS_3

"Tentang Raka"ucap Zhafira.


"Bukankah tiga tahun yang lalu kau sudah tahu keputusanku untuk Raka"ucap Azkia.


"Iya, tapi aku berharap kau mau berubah pikiran" ucap Zhafira.


"Maaf sebaiknya kau pulang"ucap Zhafira.


"Azkia, aku melihat Raka sangat kehilanganmu" ucap Zhafira.


"..........."Azkia terdiam.


"Ku mohon kembalilah pada Raka, dia membutuhkanmu"ucap Zhafira.


"Zhafira, aku sudah memutuskan dari awal. Aku yang akan pergi. Jadi ku mohon hiduplah bahagia bersama Raka"ucap Azkia.


"Jika aku bisa sudah ku kulakukan, tapi aku merasa kaulah yang seharusnya hidup bahagia bersama Raka. Dan biarkan aku yang pergi"ucap Zhafira.


"Aku tanya padamu, apa kau mencintai Raka?" tanya Azkia.


"............"Zhafira terdiam.


"Jawab aku Zhafira"ucap Azkia.


"Iya, aku mencintai Raka sama sepertimu Azkia" ucap Zhafira.


"Kita benar-benar berada dalam satu cinta yang terbagi dua. Satu sisi Raka mencintaiku dan disisi lain dia mencintaimu"ucap Azkia.


"Azkia, selama tiga tahun Raka selalu murung, dia merindukanmu, pulanglah temui Raka, ku mohon"ucap Zhafira.


"Ini sudah keputusanku, tidak akan pernah berubah jadi maafkan aku, pulanglah Zhafira" ucap Azkia.


Azkia berdiri dan berjalan meninggalkan Zhafira.


"Jika kau tak kembali secepatnya, aku akan menikah dengan Raka"ucap Zhafira.


Langkah kaki Azkia terhenti lalu menengok ke kebelakang.


"Selamat, semoga kau dan Raka bahagia"ucap Azkia.


Azkia kembali berjalan kedepan setelah selesai bicara dengan Zhafira. Dia sudah membulatkan tekadnya untuk melupakan Raka meskipun hati terluka.


Zhafira menangis digajebo itu, dia sendiri juga terluka berada didalam lingkaran cinta yang rumit. Cinta yang seharusnya memberi rasa bahagia justru membuat dilema yang menyakiti ketiganya.


Azkia pergi ke atas bukit, dia berlari sekencang mungkin menuju puncak bukit. Lalu dia berteriak sekencang mungkin diatas bukit itu.


"Raka......aku rindu.......hik....hik......."ucap Azkia.


Azkia berlutut diatas bukit itu, bahkan sudah tiga tahun tapi dia belum juga bisa melupakan Raka.


Dia tidak ingin menyakiti Zhafira. Dia berpikir untuk memendam cintanya pada Raka dan menjadikannya sebuah kenangan.


*************


Cinta dan Raka kembali ke rumah besar Leo. Aksa senang sekali bisa bermain dirumah itu. Dia berlari kesana kemari bersama Marwa. Sementara Cinta mengobrol bersama Zara diruang keluarga.


"Nak, apa rencanamu ke depan?"tanya Zara.


"Mengurus perusahaan milik Kak Rehan, hampir lima tahun Sekretaris Yuda yang terpaksa memegangnya"ucap Cinta.


"Mama setuju, biar bagaimanapun perusahaan itu harus ada yang memimpin"ucap Zara.


"Iya Ma"ucap Cinta.


"Kakakmu Raka besok juga mulai memimpin perusahaan Papamu"ucap Zara.


"Kak Raka memang harus memimpin perusahaan Papa, diakan anak laki-laki satu-satunya di keluarga ini"ucap Cinta.


"Kau benar, Raka memang harus belajar memimpin dan bertanggungjawab, biar nanti saat Papa dan Mama tiada ada yang bertanggungjawab atas kalian semua"ucap Zara.


Mendengar ucapan Zara, Cinta langsung memeluknya.


"Mama jangan bicara seperti itu, aku jadi sedih" ucap Cinta.


"Nak kelak Papa dan Mama akan kembali pada Allah SWT, Raka akan jadi pengganti Papamu yang akan menjaga dan bertanggungjawab padamu dan Marwa. Kalian harus rukun dan saling menyayangi"ucap Zara.


Cinta mengangguk dengan ucapan Zara.


"Katanya kau mau pergi ke pemakaman nak" ucap Zara.


"Iya Ma, aku dan Aksa mau berziarah ke makam Kak Rehan"ucap Cinta.


"Yasudah berangkat sana nanti kesiangan"ucap Zara.


"Baik Ma"ucap Cinta.


Cinta dan Aksa berangkat untuk berziarah. Dia dan Aksa naik mobil menuju ke pemakaman.

__ADS_1


Sampai di Pemakaman Mawar Hitam,Cinta dan Aksa turun dari mobil.


"Non saya beli bensin dulu nanti balik lagi" ucap Pak Jojon.


"Iya Pak"ucap Cinta.


Pak Jojon pergi meninggalkan Cinta dan Aksa dipemakaman itu. Cinta membawa Aksa masuk ke pemakaman itu. Dia duduk disamping nisannya Rehan.


"Aksa ini Papa sayang"ucap Cinta.


"Papa lagi tidur ya Ma"ucap Aksa.


"Aksa Papa sudah kembali ke Allah SWT"ucap Cinta.


"Papa disurga ya Ma"ucap Aksa.


"Iya sayang, doakan Papa agar ditempatkan disurganya Allah"ucap Cinta.


"Ya Allah tempatkan Papa disurgaMu, amin"ucap Aksa.


Mendengar doa dari mulut Aksa, Cinta langsung meneteskan air matanya.


"Mama kenapa menangis?"tanya Aksa.


"Mama menangis karena bahagia sayang, Mama bahagia punya anak yang sholeh seperti Aksa"ucap Cinta.


"Mama, Aksa mau main dulu"ucap Aksa.


"Iya sayang, tapi jangan main jauh-jauh. Mama mau berdoa dulu untuk Papa"ucap Cinta.


"Oke Mama"ucap Aksa.


Cinta membaca doa-doa, yasin dan surat-surat pendek untuk Rehan. Sementara Azka berlari kesana kemarin dipemakaman itu. Dia melihat ada kupu-kupu. Aksa mengikuti kupu-kupu terbang itu hingga ke jalan raya. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti didekat Aksa. Keluar dua orang berbadan kekar dengan memakai baju hitam dan memakai penutup kepala. Dia menangkap Aksa lalu memasukkannya ke dalam mobil. Mobil itu pergi dari tempat itu.


Setelah selesai berdoa untuk Rehan, Cinta melihat kesamping tapi Aksa tidak ada. Dia berdiri lalu melihat ke segala arah dipemakaman itu tapi Aksa tidak ada.


"Aksa.......Aksa.....Aksa......."teriak Cinta memanggil Aksa.


Cinta berjalan kesana sini dipemakaman itu tapi tak kunjung menemukan Aksa. Dia keluar dari pemakaman untuk mencari Aksa. Cinta melihat ke kanan dan kiri jalan tapi Aksa tidak ada.


"Aksa....Aksa....Aksa......."teriak Cinta.


Cinta berlutut ditengah jalan sambil menangis.


"Ya Allah dimana Aksa.....hik.....hik......hik........


Seorang lelaki tua menghampiri Cinta. Dia seorang pemulung sampah yang terbiasa mencari sampah bekas ke berbagai tempat dan kota.


"Cu, anakmu dibawa penculik"ucap Kakek Hasan.


Cinta langsung melihat kakek yang berdiri disampingnya.


"Aksa dibawa penculik?"tanya Cinta.


"Iya, kalau ingatan kakek tidak salah, mereka memiliki tanda naga dilengan baju kanannya"ucap Kakek Hasan.


"Tanda Naga?"tanya Cinta.


"Dulu kakek pernah mendengar tentang kelompok Naga yang biasa menculik anak-anak dibawah umur untuk diperjual belikan dipasar gelap"ucap Kakek Hasan.


"Pasar gelap Kek?"tanya Cinta.


"Sewaktu kakek masih muda, kakek memiliki seorang teman. Dia bercerita tentang pasar gelap. Disana menjual berbagai barang bahkan manusiapun diperjual belikan. Pasar gelap itu hanya dibuka satu bulan sekali"ucap Kakek Hasan.


"Jadi anakku kemungkinan diperjualbelikan dipasar gelap?"tanya Cinta.


"Iya, kelompok Naga biasa memperjual belikan anak-anak yang diculik mereka disana"ucap Kakek Hasan.


"Dimana pasar gelap itu berada Kek?"tanya Cinta.


"Aku tidak tahu, tapi temanku tahu"ucap Kakek Hasan.


"Dimana teman kakek?"tanya Cinta.


"Di kota D, pergilah kesana, aku akan memberimu alamat rumahnya"ucap Kakek Hasan.


"Tapi ingat jangan lapor polisi, kalau tidak kau tidak akan pernah bertemu anakmu"ucap Kakek Hasan.


"Iya Kek"ucap Cinta.


"Pergilah sekarang sebelum pasar gelap itu dibuka"ucap Kakek Hasan.


"Iya Kek, terimakasih atas informasinya"ucap Cinta.


"Sama-sama Cu"ucap Kakek Hasan.


Cinta naik taksi, dia pergi ke bandara. Cinta berangkat menuju ke kota D untuk mencari temannya Kakek Hasan.

__ADS_1


*************


Setelah turun dari bandara Cinta pergi ke kota D.


Dia naik taksi menuju ke alamat yang diberikan Kakek Hasan. Saat Cinta turun dari taksi dia berjalan menuju alamat itu.


"Astaghfirullah, tasku ketinggalan ditaksi"ucap Cinta.


"Tidak, aku harus segera mencari alamat ini" ucap Cinta.


Cinta sampai disebuah rumah kecil. Dia mengetuk pintu rumah itu.


Tuk....tuk.....tuk......


"Assalamu'alaikum"ucap Cinta.


"Wa'alaikumsallam"ucap Kakek Jarot.


Pintu rumah itu terbuka sesosok kakek-kakek mulai terlihat saat pintu itu mulai terbuka.


"Ada keperluan apa kau mengetuk pintu rumahku?"tanya Kakek Jarot.


"Begini Kek, aku datang kesini diberitahu oleh Kakek Hasan"ucap Cinta.


"Hasan?....bagaimana kabarnya?'tanya Kakek Jarot.


"Baik Kek"ucap Cinta.


"Aku yakin kau datang karena ada hal penting, benar tidak?"tanya Kakek Jarot.


"Benar"ucap Cinta.


"Masuklah dulu, kita bicara didalam"ucap Kakek Jarot.


"Iya Kek"ucap Cinta.


Cinta masuk ke dalam rumah Kakek Jarot. Didalam rumah itu terdapat berbagai senjata seperti clurit, pedang, pistol dan kapak. Cinta sedikit takut tapi demi menemukan anaknya memberanikan dirinya.


"Duduklah disitu, kakek buatkan minuman dulu" ucap Kakek Jarot.


"Tidak usah repot-repot Kek"ucap Cinta.


"Tidak repot kalau hanya sebuah minuman pereda dahaga"ucap Kakek Jarot.


"Makasih Kek"ucap Cinta.


Kakek itu meninggalkan Cinta diruangan itu. Cinta melihat-lihat barang diruangan itu. Dia memegang pedang yang terpajang didinding.


"Kau suka pedang?"tanya Kakek Jarot yang tiba-tiba muncul dibelakang Cinta.


"Aa....iya....sedikit"ucap Cinta kaget.


"Pedang bisa sangat tajam bahkan mematikan jika yang memakainya pembunuh berdarah dingin"ucap Kakek Jarot.


"........."Cinta hanya diam.


Kakek Jarot itu mengambil pedang di dinding itu lalu memberikan pada Cinta.


"Kenapa Kakek memberikan pedang ini padaku?"tanya Cinta.


"Pakai pedangnya, tusuk aku"ucap Kakek Jarot.


"Tidak....tidak..."ucap Cinta.


"Karena kau tidak mau maka akulah yang akan menusukmu"ucap Kakek Jarok mengambil pedang itu lalu dia mengarahkan ke Cinta.


Cinta langsung menghindar, Kakek Jarot terus-terusan mengarahkan pedangnya ke tubuh Cinta, berkali-kali Cinta menghindar. Cinta berlari dikejar Kakek Jarot dengan membawa pedang.


"Huh...huh...."Nafas Cinta tersengal-sengal.


Cinta berlari hingga tersudutkan disudut tembok. Kakek Jarot dengan cepat mengarahkan pedang itu ke arah Cinta.


"Tidak, aku tidak boleh mati, Aksa menungguku" batin Cinta.


"Allahu akbar"ucap Cinta menendang pedang itu hingga jatuh ke lantai.


Preeeng...............


Prooook.....proooook.....prooook.........


"Bagus kau memang harus bisa melindungi dirimu sendiri sebelum menyelamatkan orang lain"ucap Kakek Jarot.


"Huh....huh....huh....."Nafas Cinta yang tersengal-sengal.


"Apa yang ingin kau ketahui dariku wanita muda"ucap Kakek Jarot.


"Aku ingin tahu dimana letak pasar gelap berada" ucap Cinta.

__ADS_1


"


__ADS_2