
Zara memanggil Dokter pribadi ke rumahnya. Dokter Riyan sudah menjadi Dokter pribadi keluarganya. Zara menunggu Dokter Riyan memeriksa kondisi Leo. Setelah Dokter Riyan memeriksa kondisi Leo, dia berbicara pada Zara.
"Bos Leo hanya kelelahan, mungkin kurang istirahat jadi terkena anemia"ucap Dokter Riyan.
"Akhir-akhir ini Papa memang sering pulang malam, mungkin karena itulah dia kelelahan"ucap Zara.
"Saya akan meresepkan obat dan vitamin"ucap Dokter Dokter Riyan.
"Baik Dok"ucap Zara.
Setelah berbicara dengan Dokter Riyan, Zara menghampiri Leo yang sedang tidur diranjang kamarnya. Zara mencium kening Leo.
Cup
Saat Zara mencium kening Leo, dia terbangun.
"Ma, aku kok ada dirumah?"tanya Leo.
"Tadi Papa pingsan, nak Rehan mengantarkan Papa pulang"ucap Zara.
"Oya Papa baru ingat tadi Papa sedang mengobrol dengan Rehan di pusat aneka jajanan sore"ucap Leo.
"Oh jadi Papa bertemu nak Rehan disana"ucap Zara.
"Iya Ma"ucap Leo.
"Nak Rehan itu masih muda ya Pa"ucap Zara.
"Dia itu CEO termuda dan paling sukses ditahun ini Ma"ucap Leo.
"Anaknya sopan, ramah dan tampan lagi"ucap Zara.
"Selain itu dia pintar berbisnis"ucap Leo.
"Apa dia sudah punya pacar Pa?"tanya Zara.
"Dia sudah punya istri, bahkan Mama harus tahu, istrinya masih SMA"ucap Leo.
"Jadi ingat kita dulu, menikah saat masih SMA ya Pa"ucap Zara.
"Iya Ma"ucap Leo.
***********
Rehan pulang ke apartemennya. Dia masuk ke dalam apartemen itu dan menghampiri Cinta yang berdiri dibalkon apatemen itu. Rehan langsung memeluk Cinta dari belakang tubuhnya.
Cinta yang mendapatkan pelukan hangat dari Rehan langsung mencium pipinya.
Cup
"Gadis kecil aku rindu padamu"ucap Rehan.
"Aku juga rindu"ucap Cinta.
"Lihat langit yang mulai memerah itu begitu indah apalagi aku melihatnya bersamamu sayang"ucap Rehan.
"Tuan yang sombong apa kau lapar? biar aku masak untukmu ya"ucap Cinta.
"Gadis kecil kau tak perlu masak, aku sudah membeli makanan untuk kita. Kau tidak boleh capek, istri seorang CEO dari perusahaan yang besar harus duduk manis jadi seorang ratu"ucap Rehan.
__ADS_1
"Baik Pak CEO"ucap Cinta.
"Gadis kecil besok ikut aku ke sebuah acara"ucap Rehan.
"Acara apa?"tanya Cinta.
"Acara penghargaan novel dengan penjualan terbanyak bahkan sampai go internasional"ucap Rehan.
"Hebat sekali ada novel yang terjual sebanyak itu bahkan sampai go internasional"ucap Cinta.
"Novel itu tentang kisah nyata dari rekan bisnisku" ucap Rehan.
"Rekan bisnismu"ucap Cinta.
"Iya, namanya Leo Ariendra. Beliau berusia 39 tahun tapi harus kau tahu beliau memulai semuanya dari nol sampai sekarang jadi orang besar dinegara ini bahkan novel ini menginspirasi banyak orang dan jadi bacaan yang digemari oleh para remaja. Kisah cinta beliau dan istrinya begitu romantis dan perjalanan hidupnya yang mengharukan"ucap Rehan.
"Aku jadi penasaran ingin membaca novel itu" ucap Cinta.
"Tenang sayangku, aku sudah membelinya khusus untukmu"ucap Rehan.
"Benarkah? mana?"tanya Cinta.
"Cium dulu dong"ucap Rehan.
Cinta langsung mencium Rehan, mereka berciuman mesra dengan penuh kelembutan dan cinta. Setelah selesai berciuman Rehan mengajak Cinta masuk ke ruang keluarga.
"Nih novelnya gadis kecil"ucap Rehan sambil memberikan novel itu pada Cinta.
"Sulitnya Nikah SMA, judulnya membuatku penasaran untuk membacanya"ucap Cinta sambil membaca judul disampul novel itu.
"Siapkan tisu kalau mau baca novel itu"ucap Rehan.
"Apa Kak Rehan sudah membacanya kok tahu harus menyiapkan tisu?"tanya Cinta.
"Oh iya, nanti malam aku baca deh"ucap Cinta.
Rehan mendekati Cinta dan mendekatkan wajahnya.
"Yakin nanti malam mau baca novel? apa lebih baik kita....."ucap Rehan.
Cinta tersenyum dengan ucapan Rehan.
"Tuan yang sombong aku lapar"ucap Cinta.
"Ayo kita makan gadis kecil"ucap Rehan.
Rehan dan Cinta makan bersama. Cinta kembali muntah sesekali. Akhirnya Rehan menyuapi Cinta supaya dia semangat memakan makanannya.
Selesai makan, Cinta mengerjakan tugas dari sekolahnya. Dia kesulitan mengerjakan tugas matematikanya. Rehan membantu Cinta mengerjakan tugas matematika itu.
"Tuan yang sombong kau pintar sekali"ucap Cinta.
"Saat aku masih sekolah sepertimu, aku badung tiap hari geng-gengan bikin onar sana sini. Macarin semua cewek yang dibilang cantik. Tapi cuma dimainin doang. Hanya satu hal yang menonjol dariku, aku selalu mendapat nilai terbaik bahkan lulus dengan nilai yang sempurna" ucap Rehan.
"Jadi suamiku ini mantan preman sekolah ya" ucap Cinta.
"Tapi kalau preman sekolah ini bertemu denganmu dari dulu, mungkin aku sudah tobat sejak lama"ucap Rehan.
"Berarti dulu suamiku ini langganan ke ruang BK ya"ucap Cinta.
__ADS_1
"Bukan langganan lagi tapi udah jadi member tetapnya"ucap Rehan.
"Pasti suamiku juga suka bolos ya"ucap Cinta.
"Itu sudah jadi hobi, cuma kalau ulangan gak pernah absen"ucap Rehan.
"Jadi preman ini masih mikirin ulangan juga" ucap Cinta.
"Aku paling suka mengerjakan soal-soal yang sulit rasanya kaya ada tantangannya"ucap Rehan.
"Pantas saja suamiku ini jadi CEO ternyata sudah pintar dari dulu"ucap Rehan.
"Iya dong sayang"ucap Rehan.
Rehan langsung mendekati Cinta dan memangku Cinta duduk dipangkuannya. Lalu Cinta menyandarkan kepalanya didada Rehan.
"Gadis kecil hidupku sekarang begitu bahagia saat kau ada disisiku"ucap Rehan.
"Aku juga tidak menyangka, pertemuan yang ku pikir merugikan saat itu membawaku bersamamu sekarang"ucap Cinta.
"Saat itu aku menciummu paksa"ucap Rehan.
"Tuan yang sombong, itu ciuman pertamaku tahu" ucap Cinta.
"Berarti aku orang yang beruntung mendapatkan ciuman pertamamu dan menjadi cinta pertamamu" ucap Rehan.
"Tapi aku yang rugi dong, Tuan yang sombongkan sudah memacari banyak cewek sebelumnya"ucap Cinta.
"Gadis kecil maaf, dulu aku bukan orang yang baik. Masa laluku kelam, kau pasti kecewa"ucap Rehan.
"Tuan yang sombong, lebih baik mantan preman dari pada mantan ustad"ucap Cinta.
"Lebih baik lagi jadi suamimu, dari pada mantan kekasihmu"ucap Rehan.
**********
Eden duduk dibar sambil meminum minuman beralkohol. Temannya Rendy menghampirinya dan duduk dibar bersamanya. Eden tetap cuek pada temannya itu, tetap melanjutkan meminum minuman itu sampai mabuk.
"Udah bro, lo udah mabuk"ucap Rendy.
"Gue gak peduli"ucap Eden.
"Lo kenapa mabuk, pasti ada masalah"ucap Rendy.
"Rehan....gak tau gimana gue membalasnya" ucap Eden.
"Lo masih dendam aja sama Rehan"ucap Rendy.
"Gara-gara dia, gue kehilangan orang yang paling berharga dihidup gue"ucap Eden.
"Sarah ya"ucap Rendy.
"Seandainya gue bisa mengulang waktu, gue gak bakal ngenalin Sarah sama Rehan"ucap Eden.
"Lalu apa yang akan lo lakuin sekarang?"tanya Rendy.
"Membuatnya hancur, tapi gue belum nemu caranya"ucap Eden.
"Kalau melawan dengan kekuatan sulit, kenapa lo gak cari kelemahannya"ucap Rendy.
__ADS_1
"Kelemahannya?"ucap Eden.
Rendy hanya tersenyum dan mengangkat gelas berisi minuman beralkohol itu.