ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Generation 2 : Part 106


__ADS_3

Alina sampai di rumah orangtuanya. Dia masuk ke dalam rumah. Melihat wajah ibunya, Alina langsung memeluk Cinta. Pelukan hangat ibunya mampu menenangkan hatinya yang sedang bersedih. Cinta belum tahu pemberitaan yang ada di media sosial tapi melihat putrinya bersedih dia faham pasti ada yang membuat hati terluka. Hanya saja tak seperti biasanya Alina lebih cengeng.


"Nak kenapa? cerita sama Mama," ucap Cinta.


"Mama, Kak Rafa ...." Alina bingung harus cerita atau tidak pada ibunya. Dia terus menangis.


"Alina," panggil Haura yang menghampirinya.


Alina menoleh ke arah saudara kembarnya.


"Haura, kau ada di sini?" tanya Alina.


"Alvan keluar kota menjenguk ibu dan saudara kembarnya, karena aku sedang hamil, dia melarangku ikut," ucap Haura.


"Kau hamil?" tanya Alina.


"Iya," jawab Haura.


Alina semakin sedih. Deena dan Haura hamil, sedangkan dia belum. Haura mendekatinya dan menghapus air mata di pipinya.


"Kok kamu cengeng gini, biasa juga paling kuat," ucap Haura.


"Gak tahu, rasanya pengen nangis terus," ucap Alina.


"Ya udah kita ke kamarku, kita curhat-curhatan di kamarku," ucap Haura.


Alina diam. Dia senang bisa berkumpul dengan keluarganya tapi sekarang hatinya sedang tidak berduka.


"Alina, Mama masak kesukaanmu dulu, lebih baik ikut Haura, sekalian istirahat, kamu pasti capekkan?" tanya Cinta.


"Iya Ma," ucap Alina.


"Ayo Alina!" Haura menarik lengan Alina naik ke lantai atas. Dia membawa Alina masuk ke kamarnya.


Bruuug ...


Haura berbaring di ranjang sedangkan Alina masih berdiri di depan ranjang.


"Alina sini!" ajak Haura.


Alina mengangguk. Dia berbaring di ranjang bersama Haura. Alina masih saja menangis dan menangis. Haura memegang pipi Alina dengan kedua tangannya.


"Pasti ini soal gosip di luaran ya?" tanya Haura.


"Kok tahu?" tanya Alina balik.


"Tadi aku tak sengaja melihat video itu, aku langsung mengkhawatirkanmu, aku coba menelponmu berkali-kali tapi kau tak mengangkatnya," ujar Haura.

__ADS_1


"Maaf, tadi aku ....," ucap Alina.


"Aku tahu, tak mudah menerima keadaan seperti ini, tapi satu hal yang harus kau tahu, sejak kecil kau mangenal Rafael yang sekarang jadi Farel, dia masih orang yang sama, kau taukan?" ucap Haura.


"Iya," jawab Alina.


"Jadi kau tak perlu meragukannya lagi, itu pasti salahfaham," ucap Haura.


Alina berpikir apa yang dikatakan Haura benar. Dia sudah mengenal Rafael sejak kecil. Seperti apa Rafael, Alina sangat mengenalnya luar dalam, tapi emosinya susah dikontrol, bawaannya ingin nangis, tak bisa dipungkiri Alina.


"Kau benar Haura, tapi rasa sedih banget," ucap Alina.


"Iya, kau terlihat cengeng, baperan," ucap Haura.


"Apa aku pulang aja ya?" tanya Alina.


"Gak usah, di sini dulu aja. Biar Kak Farel menyelesaikan masalahnya dan kau tak terpengaruh hal yang aneh-aneh kalau di sini," jawab Haura.


"Tapi aku jadi gak enak sama Kak Rafa," ucap Alina.


"Nanti telpon atau video call aja, beres," ucap Haura.


"Makasih Haura, aku jadi lega," ucap Alina.


"Iya saudaraku," ucap Haura.


Alina memeluk adik kembarnya. Dia senang bisa berada di antara mereka. Kesedihannya yang tadi sudah mereda.


"Si Deena paling dikekep ma Om sugar daddy, diakan haus belaian terus," ucap Haura.


"Haura kau bisa aja ngomong gitu," ucap Alina sambil tertawa sumringah.


"Apalagi, Om Barra posesif husband, tiap kemana-mana ngikutin bini, di situ ada Deena pasti Om Barra berada, gak kerja, duitnya dah kerja sendiri," ucap Haura.


Alina tertawa dengan ucapan Haura. Dia memang jago bikin suasana hati membaik. Beruntung Alina memiliki saudara seperti Haura.


***


Kaisar sengaja berpenampilan gembel untuk mencari cinta sejatinya. Konon katanya mencari cinta sejati harus yang menerima kita apa adanya, bukan ada apanya. Dia mengenakan baju bolong-bolong, kusut, kumel, rambut acak-acakan, muka di tambahin arang sate punya Pak RW, sekalian bawa karung biar totalitas gembel total. Dia berjalan di tepi jalan. Mencari cinta sejati dari satu jalan ke jalan lain. Bukan cewek cantik yang didapat, malah nenek-nenek tua yang ngajak kawin dadakan.


Auto kabur, lebih baik jomblo dari pada nikahin nenek yang udah mau ke alam barzah, nanti jadi duda nenek dong.


"Ampun, cara ini ampuh sih, tapi kok malah nenek-nenek yang ku dapatkan," ucap Kaisar.


Kaisar melihat gadis-gadis nongkrong di bawah pohon mangga yang rindang, serindang hatinya yang sedang membara untuk mencari cinta sejati kilat. Tanpa pikir panjang langsung ke TKP.


"Neng, udah pada punya pacar belum?" tanya Kaisar.

__ADS_1


"Sorry, kita nyari sugar daddy yang banyak duit bukan gembel tanpa kepastian hidup."


"Ampun dibilang gembel tanpa kepastian hidup," batin Kaisar.


"Abang bisa beliin pulsa sama chiki, mau?" tanya Kaisar.


"Ya ampun Bang, itu mah anak SD aja bisa beliin saya handphone, zaman kapan isiin pulsa sama chiki?"


"Anak SD beliin handphone? Wow ..., pantes cewek sekarang beruang, dari bocah SD sampai sugar daddy udah jadi donaturnya," batin Kaisar.


Kaisar tak menyangka, zaman sudah berubah. Hari gini cinta tidak bisa diandalkan untuk mencari pasangan. Wanita udah pinter, lelaki banyak buaya, jadi mencari cinta sejati tak mudah meski mencari ke tong sampah.


"Gak mau kencang sama aku, dijamin setia," ucap Kaisar.


"Gak butuh setia, butuhnya uang, udah kuno setia kalau pelakor aja nyosor duluan, bilang sayang padahal lagi enak-enakan sama pelakor."


"Oh gitu, tapi abang dijamin baik," ucap Kaisar.


"Baik sekarang, tar kaya dikit mulai berulah."


"Kalau gitu apa yang harus abang lakukan supaya Neng mau?" tanya Kaisar.


"Di tabungan saldonya ada berapa?"


"Whats, to the point banget," jawab Kaisar.


"Umur berapa?"


"26 tahun," jawab Kaisar.


"Udah punya apa? Mobil, rumah, kontrakan, apartemen, ruko, sawah, atau jet pribadi?"


"Hah ..., ini mau nyari cinta sejati atau melamar kerja kumplit banget syaratnya," jawab Kaisar.


"Kalau kere, jauh-jauh deh."


Kaisar memang kaya, tapi misinya kali ini mencari cinta sejati, bukan mencari masalah pribadi. Akhirnya dia undur diri, mencari kembali cinta sejatinya dari jalan ke sungai, sawah ke kantor pengadilan agama sampai ke rutan pondok bambu, gak dapet juga pergilah ke pulau sampah, ini jadi petualang tersulit dan menegangkan, mana ada cinta sejati di antara sampah berserakan, tapi jangan salah, dia menemukan banyak harta karun, pempes bayi, sandal jepit sepotong dan bon tagihan utang yang minta dibayarin.


"Ini kok malah kaya tukang rongsokan, bukan pencari cinta sejati," ucap Kaisar.


Salah tujuan, gara-gara penampilan yang terlalu menjiwai jadi terbawa suasana dan terjerumus dalam lingkaran sampah yang terbuang. Akhirnya Kaisar kembali mengelana, bertemulah dia dengan seorang wanita cantik, aduhai dan mulus. Gak salah lagi, pasti ini cinta sejati, meski penampilan Kaisar gembel, tapi dia begitu ramah dan menggoda iman.


"Neng mau gak nikah ma Abang?" tanya Kaisar.


"Mau banget."


Dilihat dari semua sudut, jajar genjang, trapesium, persegi, segitiga dan segi lima, jelas cewek di depannya sempurna, apalagi yang harus ditunggu.

__ADS_1


"Tapi ...."


"Tapi apa Neng?" Kaisar penasaran kata tapi dari Neng cantik ini.


__ADS_2