
Raja dan Mamat memotong jalur saat gerak jalan santai. Semua siswa sudah kembali ke sekolah tapi tidak dengan mereka. Mereka masih setia jalan tak ada ujungnya. Mamat tepar karena kelelahan sementara Raja berjalan didepannya memanggil Mamat.
"Mat buruan dah siang nih"ucap Raja.
"Ja gue dah gak kuat jalan, gendong"ucap Mamat.
"Mat gue gak sanggup gendong lo, gue telponin petugas kebakaran biar mereka menyelamatkan spesies langka seperti lo"ucap Raja.
"Wah Ja lo malah bercanda"ucap Mamat.
"Tenang Mat menurut google maps masih satu jam lagi kita sampai, berjalan menelusuri lembah, gunung, berenang melewati sungai terpanjang, dan mendaki gunung"ucap Raja.
"Ja kok rasa-rasanya kita berada diplanet lain ya, padahal kitakan cuma memotong jalan, atau jangan-jangan kita lagi dialam kubur nih"ucap Mamat.
"Bisa jadi, lo udah yakin amal-amalan lo banyak, gimana kalau amalannya sedikit, siksa kubur menanti bro"ucap Raja.
"Yah bro, gue sering ngembat makanan adik gue, emak gue, bapak gue bahkan tetangga gue. Kalau sholat sujud lama sampai ngiler bukannya sholat bablas tidur"ucap Mamat.
"Kalau gitu lo gak usah mati dulu, nginep dulu dirumah sakit sambil ngitung amalan lo udah cukup belum kalau mau mati sekarang"ucap Raja.
"Amalan gue sedikit Ja, paling cuma bantuin lo nyari alasan sama cewek-cewek lo"ucap Mamat.
"Yah itu masuk kategori dosa bro"ucap Raja.
"Ampun gue gak punya amal-amalan sama sekali"ucap Mamat.
"Udah badan lo berat dosa lo berat juga bro, udah mumpung masih ada waktu yang tersiksa mending lo bantuin bapak itu dorong gerobak, siapa tau ngeringanin dosa lo"ucap Raja.
"Boro-boro dorong gerobak dorong badan gue aja gak mampu bro"ucap Mamat.
"Mat kok kita gak nyampai-nyampai yah"ucap Raja.
"Celana gue mau merosot gara-gara perut gue kempesan dikit jalan terus dari tadi"ucap Mamat.
"Kencengin aja sabuknya"ucap Raja.
"Nah itu dia masalahnya gue lupa make sabuk"ucap Mamat.
"Paling merosot, promo dikitlah kali aja itu amalan lo buat orang gila yang ngeliatnya"ucap Raja.
"Ja kok banyak anjing ya"ucap Mamat.
"Iya, kayanya setiap rumah ada anjingnya"ucap Raja.
"Ja mereka rabies gak?"tanya Mamat.
"Kalau dilihat dari mata batin gue sih rabies, udah gitu ngincer celana lo"ucap Raja.
"Ja jangan bercanda bulu kuduk gue berdiri"ucap Mamat.
"Bulu kuduk lo suruh duduk dulu lah"ucap Raja.
Benar kata Raja anjing-anjing itu mengincar celana Mamat yang bau daging. Anjing-anjing itu mengejar Mamat.
"Ja anjingnya ngejar gue"ucap Mamat lari didepan Raja.
"Gue doain lo selamat Mat, sorry gue gak bisa bantuin"ucap Raja.
Guk.....guk......guk.......
Anjing itu mengejar Mamat sampai lari sambil megagangin celana takut merosot. Nah Raja tak setia kawan lo malah dikejar sapi gila mau disembelih buat acara kawinan.
"Kabur Mat.....cepetan selagi idup"ucap Raja berlari menyusul Mamat.
"Alhamdulillah lo udah dapet balasannya"ucap Mamat.
"Wah bro lo bukannya bantuin malah bersyukur gue dikejar sapi gila"ucap Raja sambil berlari bersama Mamat.
"Gue mau bantuin lo gimana? dibelakang gue juga ada anjing noh"ucap Mamat.
"Sebelas dua belas lah ya"ucap Raja.
"Ja gue inget jalan ini belok kanan jalan raya"ucap Mamat.
"Lo yakin, kalau ternyata lembah kesengsaraan gimana?"tanya Raja.
__ADS_1
"Sengsara bersama lah Ja"ucap Mamat.
"Oke gue itung dulu deh amalan gue"ucap Raja.
"Buruan capek nih lari terus kurus gue tar"ucap Mamat.
"Amalan gue beda tipis lah ma dosa gue, masih nyisa sepersen mah masih untung, buruan Mat belok"ucap Raja.
Awas belok kanan rumah janda....awas belok kanan rumah janda.....awas belok kanan rumah janda
"Bunyi apaan Ja?"tanya Mamat.
"Itu alarm gue"ucap Raja.
Pacar 47 jangan lupa nambah....pacar 47 jangan lupa nambah.....
"Itu alarm lo juga?"tanya Mamat.
"Bukan, nada dering handphone gue"ucap Raja.
Bayar hutang.....bayar hutang....bayar hutang......
"Itu pasti nada pesan lo, iyakan"ucap Mamat.
"Oh bukan, ini alarm pengingat hutang, bayar hutang lo sama gue Mat"ucap Raja.
"Ampun, lo alarmin juga hutang gue"ucap Mamat.
"Hutang lo banyak sama gue, kalau gak dialarmin gue gak inget kapan lo bayar"ucap Raja.
Raja dan Mamat belok kanan eh....jalan buntu ditutup pagar.
"Ja buntu gimana dong?"tanya Mamat.
"Balik ke belakang harus berperang bersama anjing dan sapi gila, maju tembok besar cina"ucap Raja.
"Gue milih mati aja deh, minta diskon ma malaikat siapa tahu amalan gue bisa bertambah, gue ikhlas dikejar anjing soalnya"ucap Mamat.
"Gue belum ikhlas, pacar gue yang 47 gimana nasibnya dong"ucap Raja.
"Paling Emak lo seneng lo gak ada juga"ucap Raja.
"Bisa jadi, makan gue bikin Emak gue bangkrut"ucap Mamat.
"Sorry ya Mat gue bisa manjat pagar"ucap Raja.
"Gue gimana Ja?"tanya Mamat.
"Tadi lo bilang dah ikhlaskan? gue bantu doa ya biar diringankan siksa kuburnya"ucap Raja.
Raja manjat pagar, dia duduk diatas pagar nunggu Mamat manjat juga.
"Ja anjingnya dah deket, gimana nih?"tanya Mamat.
"Buruan manjatnya"ucap Raja.
"Badan gue berat celana tar merosot gimana?" tanya Mamat.
"Ikhlasin aja tuh celana"ucap Raja.
"Tapi celana gue gak ada yang jual, mesti pesen berbulan-bulan"ucap Mamat.
"Berbulan-bulan gak usah pakai celana dulu, pakai rok aja all size"ucap Raja.
"Jangan dong, gue jadi Mimit gak Mamat lagi jadinya"ucap Mamat.
Mamat akhirnya naik pagar juga dengan bantuan Raja, hanya saja celana kesayangannya harus direlakan sebagai kenang-kenangan anjing-anjing itu.
"Lo udah ikhlaskan bro, doain semoga celana lo tenang disana, ada yang mau merawat"ucap Raja.
"Terus gue ke sekolah gak pakai celana dong"ucap Mamat.
"Tuh ditempat sampah ada koran, comot aja, gratis lo gak perlu nunggu berbulan-bulan"ucap Raja.
"Paling gak gue ada temennya make koran"ucap Mamat.
__ADS_1
"Siapa?"tanya Raja.
"Celana lo robek noh Ja, bagian depan lagi, pusaka lo bisa jadi tontonan massal"ucap Mamat.
"Ampun kena karma dari Mamat"ucap Raja.
"Ayo kita nyomot koran"ucap Mamat.
Raja dan Mamat kembali ke sekolah dengan memakai koran bekas.
***********
Bel berbunyi semua siswa keluar dari sekolah. Begitupun dengan Azkia, dia berjalan keluar dari sekolah. Tak sengaja dia melihat Raka. Azkia penasaran dia mengikuti Raka dari belakang. Ternyata Raka bertemu seorang wanita buta dengan tongkat ditangan kanannya.
"Raka begitu dekat dengan cewek itu, mungkin pacarnya"ucap Azkia.
Azkia berbalik arah meninggalkan Raka. Muka murung teringat Raka terlihat akrab dengan cewek yang dilihatnya.
"Apaan sih? ngapain juga mikirin Si ayam jago, tapi kenapa hati gue nyesek gini ya"ucap Azkia.
Azkia naik ke mobil yang menjemputnya pulang ke Markas Api.
Raka dan Zhafira berjalan bersama ditepi jalan.
"Fira aku beli jepitan untukmu"ucap Raka.
"Oya, mana?"tanya Zhafira balik.
"Tunggu dulu, ada ditasku"ucap Raka.
Raka mengeluarkan jepitan rambut untuk Zhafira.
"Nih"ucap Raka memberikan jepit rambut pada Zhafira.
"Makasih Raka"ucap Zhafira menerima jepit rambut itu.
"Sini aku pakein"ucap Raka.
Raka memakaikan Zhafira jepit rambut itu.
"Nah tambah cantik"ucap Raka.
"Makasih Raka atas pujiannya"ucap Zhafira.
"Fira kau mau kemana?"tanya Raka.
"Mau ke pasar beli bahan-bahan buat bikin roti" ucap Zhafira.
"Oya roti buatanmu laku loh, tadi aku sudah memasukkan rotimu ke koperasi sekolah dan ternyata laku semua"ucap Raka.
"Alhamdulillah"ucap Zhafira.
"Fira aku belum sholat dhuhur, mampir dulu ke masjid boleh?"tanya Raka.
"Boleh"ucap Zhafira.
Raka dan Zhafira pergi ke masjid dekat tepi jalan itu. Zhafira menunggu Raka sholat sambil merapikan sandal diluar masjid itu.
"Fira kau sedang apa?"tanya Raka.
"Merapikan sandal, biar rapi dan mudah dicarinya"ucap Zhafira.
"Masya Allah, Fira kau melakukan kebaikan yang mungkin jarang dilakukan orang"ucap Raka.
"Aku tidak berpikir ini kebaikan, aku hanya ingin memudahkan orang lain saja, berkaca dariku sebagai orang buta yang terkadang sering kesulitan mengambil sesuatu, aku ikhlas melakukannya"ucap Zhafira.
Raka menghampiri Zhafira dan memegang kepalanya.
"Fira kau bidadari surga yang tak bersayap, aku merasa malu pada diriku sendiri melihatmu seperti ini"ucap Raka.
"Raka kau terlalu memuji"ucap Zhafira.
"Ayo ku antar ke pasar"ucap Raka.
"Iya"ucap Zhafira.
__ADS_1
Raka mengantar Zhafira ke pasar membeli bahan-bahan untuk membuat roti. Sepanjang perjalanan Raka belajar dari Zhafira, dia merasa banyak kekurangan dan harus diperbaiki, jangan kalah dengan Zhafira yang buta tapi masih bisa melakukan kebaikan untuk orang lain. Sungguh berlomba-lombalah dalam kebaikan dengan ikhlas, karena kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas mendapatkan ridho dari Allah SWT