ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 68


__ADS_3

Rumah Sakit Health Is Important


Leo, Zara, Marwa, Cinta dan Rehan pergi ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan sumsum tulang belakang yang cocok dengan Cinta. Mereka berharap Cinta akan segera dioperasi dan sembuh kembali. Setelah mengikuti serangkaian pemeriksaan tinggal menunggu hasil pengecekkan sample sumsung tulang belakang.


Leo dan Zara menghampiri Cinta dan Rehan yang sedang duduk dicafe rumah sakit itu.


"Cinta"ucap Leo.


"Iya Pa"ucap Cinta.


"Semoga diantara kita ada sumsum tulang belakang yang cocok denganmu"ucap Leo.


"Amin"ucap Cinta.


"Rehan tolong jaga Cinta ya, Papa dan Mama mau pulang dulu, kemungkinan hasil pemeriksaannya tiga hari lagi"ucap Leo.


"Iya Pa, makasih ya Pa"ucap Rehan.


"Sama-sama"ucap Leo.


"Mama pulang dulu ya sayang"ucap Zara lalu memeluk Cinta.


"Iya Ma"ucap Cinta.


"Kita akan melakukan apapun untuk kesembuhanmu"ucap Zara.


"Makasih Ma"ucap Cinta.


"Iya sayang"ucap Zara.


Leo, Zara dan Marwa pulang ke rumah. Begitupun dengan Rehan. Dia membawa Cinta pulang ke rumah. Sampai dikamar mereka Rehan langsung memeluk Cinta dari belakang.


"Gadis kecil"ucap Rehan.


"Kak Rehan"ucap Cinta.


"Senengnya bisa berduaan sama kamu sayang" ucap Rehan.


"Aku juga seneng bisa berduaan sama Kak Rehan"ucap Cinta.


"Gadis kecil nanti kalau udah sembuh mau sekolah seperti biasa?"tanya Rehan.


"Iya Kak Rehan, kangen sama suasana disekolah, kangen Reni juga"ucap Cinta.


"Gadis kecil kau tak tahu kalau aku ini Reni yang pakai bra isi bola pimpong"batin Rehan.


"Nanti kau boleh sekolah lagi, aku akan mengantarmu setiap hari"ucap Rehan.


"Senengnya Tuan yang sombong mau mengantarku"ucap Cinta.


"Kak Rehan, kau sudah tahu keluargaku, aku ingin mengenal keluargamu juga"ucap Cinta.


"Gadis kecil keluargaku tidak seperti keluargamu" ucap Rehan.


"Tidak sama kenapa?'tanya Cinta.


"Gadis kecil aku belum bisa menjelaskannya padamu, tapi semua ini demi kebaikanmu"ucap Rehan.


"Gadis kecil akan sangat berbahaya jika aku mengenalkanmu pada keluargaku"batin Rehan.


"Baiklah, tapi ceritakan tentang ibumu Kak Rehan" ucap Cinta.


"Ibuku sudah meninggal setelah melahirkanku" ucap Rehan.


"Kak Rehan maaf ya, aku membuatmu sedih ya"ucap Cinta.


"Gadis kecil, aku tidak mungkin sedih lagi kan udah ada kamu"ucap Rehan.


Cup


Cinta mencium pipi Rehan.


"Lagi dong"ucap Rehan.


Cup


Rehan gantian mencium pipi Cinta.


Cup


"Geli, Kak Rehan ada kumisnya sedikit"ucap Cinta.


"Tapi enakkan?"tanya Rehan.


"Iya, jadi beda rasanya"ucap Cinta.

__ADS_1


"Kak Rehan setelah ibumu meninggal siapa yang merawatmu?"tanya Cinta.


"Nenekku, tapi setelah nenekku meninggal aku ikut Papaku tinggal bersama ibu tiriku"ucap Rehan.


"Jadi Kak Rehan punya Ibu tiri?"tanya Cinta.


"Iya, Papaku menikah dengan Ibu tiriku demi sebuah harkat dan derajat"ucap Rehan.


"Lalu Eden kakak kandungmu atau bukan?"tanya Cinta.


"Bukan, dia anak Ibu tiriku"ucap Rehan.


"Kak Rehan Papamu orangnya seperti apa?"tanya Cinta.


"Dia orangnya dingin dan sulit ditebak"ucap Rehan.


"Yang jelas dia berbahaya, gadis kecil"batin Rehan.


"Aku jadi penasaran ingin bertemu dengannya" ucap Cinta.


"Aku tidak akan mempertemukanmu dengan Papaku, dia akan membunuhmu jika tau kau anak Leo Ariendra"batin Rehan.


"Gadis kecil nonton film yuk"ucap Rehan mengalihkan pembicaraan.


"Boleh"ucap Cinta.


Rehan dan Cinta akhirnya nonton film bersama.


"Kak Rehan lihat cowoknya nyamar jadi cewek demi ngejar ceweknya"ucap Cinta.


"Kalau aku bilang aku juga begitu kau percaya tidak?"tanya Rehan.


"Apa? ha...ha.....lucu bayangin Kak Rehan jadi cewek"ucap Cinta.


"Gadis kecil setiap orang akan melakukan apapun demi cinta, termasuk menyamar jadi orang lain" ucap Rehan.


"Kak Rehan akan melakukan itu untukku?"tanya Cinta.


"Iya dong"ucap Rehan.


"Kalau begitu tunggu disini ya"ucap Cinta.


Cinta membawa perlengkapan miliknya.


"Katanya Kak Rehan akan melakukan itu untukku" ucap Cinta.


"Maksudnya aku jadi cewek gitu?"tanya Rehan.


"Iya, aku penasaran seberapa cantik Kak Rehan jadi cewek"ucap Cinta.


"Baiklah, malam iniĀ  aku jadi cewek dan kau gadis kecil jadi cowok, gimana?" tanya Rehan.


"Sepakat"ucap Cinta.


Rehan mulai memakai dress milik Cinta.


"Gadis kecil mana bola pingpongnya?"tanya Rehan.


"Buat apa?"tanya Cinta.


"Untuk isian bra nya"ucap Rehan.


"Kok Kak Rehan paham betul cara memakai bra dan isinya?"tanya Cinta.


"Gadis kecil aku ini sedang totalitas memerankan Mba Centini, cus yang"ucap Rehan.


"Diisi telor aja ya"ucap Cinta.


"Tar pecah kalau diraba pacar gimana?"tanya Rehan.


"Ha...ha....Kak Rehan lucu"ucap Cinta.


"Udah sumpelin pakai pembalut aja, ada gak?"tanya Rehan.


"Kak Rehan hafal pembalut juga?"tanya Cinta.


"Ya jelas hafal, aku satu kamar asrama denganmu sebelumnya"batin Rehan.


"Iya dong sayang, pembalut lebih empuk"ucap Rehan.


"Oke"ucap Cinta.


Rehan selesai memakai dress punya Cinta.


Lalu dia berdandan secantik mungkin dan memakai wig. Setelah itu dia berdiri didepan Cinta.

__ADS_1


"Reni"ucap Cinta.


"Gadis kecil, aku Reni"ucap Rehan.


"Kau marah ya"ucap Rehan.


Cinta langsung memeluk Rehan.


"Ternyata selama ini kau selalu bersamaku Kak Rehan"ucap Cinta.


"Iya gadis kecil, aku selalu bersamamu"ucap Rehan.


"Nanti kita sekolah bareng lagi ya"ucap Cinta.


"Iya gadis kecil selama aku tak sibuk"ucap Rehan.


"Senengnya, suamiku ikut sekolah bersamaku" ucap Cinta.


"Iya dong, aku harus menjagamu biar tidak ada lelaki lain yang menggodamu"ucap Rehan.


"Kak Rehan....."ucap Cinta.


Rehan dan Cinta selesai mengenakan kostum dan aksesoris masing-masing, lalu mulai berperan.


"Ha....ha...Nona serahkan semua perhiasanmu" ucap Cinta membawa pistol bohongan.


"Ampun Tuan, saya tidak punya uang, bola pingpong ada tapi didalam bra, mau?"tanya Rehan.


"Wajah cantikmu ini ternyata KW, kalau begitu serahkan bajumu"ucap Cinta.


"Ampun Tuan, nanti saya pakai apa, meskipun KW pacar saya belum tahu"ucap Rehan.


"Tutupin daun pisang aja"ucap Cinta.


"Daun pisang langka Tuan"ucap Rehan.


"Tutupin pakai bungkus ciki aja"ucap Cinta.


"Bungkus ciki kurang nutupin Tuan"ucap Rehan.


"Masuk tempat sampah aja pasti nutupin"ucap Cinta.


"Oke Tuan"ucap Rehan.


Rehan melepas pakaiannya lalu membopong Cinta.


"Kak Rehan......"ucap Cinta.


"Tuan yang cantik sekarang giliranku"ucap Rehan.


Rehan dan Cinta merajut cinta malam itu. Mereka meluapkan seluruh hasrat terpendam. Membangkitkan semua keinginan. Malam yang penuh cinta dan kehangatan itu membuat mereka tak ingin terlalu cepat menyudahinya. Dengan penuh kelembutan dan cinta, malam itu ditaklukan Rehan hingga Cinta merasa nyaman.


************


Dina bertemu dengan Eden kembali disebuah restoran. Dia ingin memberitahu Eden tentang kegagalannya menjalankan misi. Penyusupan ke rumah Rehan tidak berhasil. Rehan malah mengintrogasinya.


"Apa kau gagal?"tanya Eden.


"Iya Bos"ucap Dina.


"Pantas Rehan kemarin mendatangiku"ucap Eden.


"Bos saya tidak mau berhubungan lagi dengan Rehan Darien, tapi saya punya informasi penting untuk Anda"ucap Dina.


"Informasi apa?"tanya Eden.


"Rehan Darien sudah menikah dengan Cinta dan Cinta adalah anak Leo Ariendra"ucap Dina.


"Informasi yang bagus, aku suka"ucap Eden.


"Gak ada bayaran untuk informasi ini Bos?"tanya Dina.


"Nih"ucap Eden menyodorkan amplop ke meja.


"Wah banyak, makasih Bos"ucap Dina mengambil amplop itu dan mengeceknya.


"Pergilah"ucap Eden.


"Oke"ucap Dina.


Dina meninggalkan restoran itu. Tinggal Eden yang masih ada direstoran itu.


"Rehan...Rehan...ini saatnya aku membalasmu" ucap Eden.


"Apa reaksi Papa jika tahu kau menikahi anak musuhnya"ucap Eden sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2