
Cinta mmengenakan dress yang tersedia dilemari. Dia hendak pergi ke pasar gelap bersama Black Hunter. Dia tidak tahu seperti apa pasar gelap itu. Dia hanya berharap anaknya bisa ditemukan, apapun caranya. Tiba-tiba Black Hunter memeluknya dari belakang tubuhnya.
"Manisku, jangan memakai pakai seksi ini"ucap Black Hunter.
"Semua pakaian dilemari ini seksi lalu aku harus memakai yang mana?"tanya Cinta.
"Aku sudah menyiapkan dress yang tertutup untukmu, dress dilemari ini hanya untuk dirumah saja, karena hanya aku yang boleh melihat keindahan tubuhmu"ucap Black Hunter.
"..........."Cinta hanya diam saja.
"Jawab ucapanku!"ucap Black Hunter.
"Iya"ucap Cinta.
"Ganti bajumu atau biar aku yang menggantinya" ucap Black Hunter.
"Menjijikkan sekali ucapannya, kenapa aku bisa bertemu lelaki cabul ini"batin Cinta.
Cinta hendak menanggalkan pakaiannya tapi Black Hunter melepas tangan Cinta dan justru dialah yang mulai menanggalkan pakaian Cinta.
"Kau tidak akan...."ucap Cinta.
"Kenapa? apa kau masih ingin lagi, aku masih bisa melakukannya dengan sedikit waktu"ucap Black Hunter.
"Menyesal aku mengatakan itu padanya, lama-lama bisa gila"batin Cinta.
"Kau harus sedikit banyak makan biar tubuhmu lebih berisi lagi, jadi lebih seksi lagi"ucap Black Hunter.
"Bisakah kau tidak membahas kata-kata memalukan itu?"ucap Cinta.
"Manis kau sudah jadi milikku bahkan sehelai rambutmu itu milikku, jadi aku berhak mengatakan apapun tentang tubuh indahmu"ucap Black Hunter.
"Aku bukan istrimu jadi haram untukmu melakukan itu padaku"ucap Cinta.
"Ditempat ini tak ada satu aturanpun untukku melakukan apa saja yang ku mau, dengar itu manis!"ucap Black Hunter.
"Apa aku wanita murahan yang hanya akan memuaskanmu?"ucap Cinta dengan tatapan mata yang berkaca-kaca. Hatinya begitu sakit, kehormatannya dijamah lelaki asing dengan paksa bahkan dia harus menuruti semua kemauannya tanpa bisa bilang tidak.
"Aku sudah menjamahmu itu berarti kau berharga, kau akan jadi ratu diistanaku, jadi tersenyumlah"ucap Black Hunter.
"Aku ingin anakku, aku ingin pulang"ucap Cinta.
Wajah cinta begitu sendu penuh harap. Dia ingin bebas dari cengkraman Black Hunter. Dan bisa pulang bersama anaknya.
"Pulang? selamanya kau akan berada diranjang ini bersamaku, dan jangan berani kabur, kau akan tahu begitu kasarnya aku"ucap Black Hunter.
Black Hunter selesai memakaikan Cinta dress yang tertutup. Setelah itu dia berjalan menuju ke pintu kamar itu.
"Berdandanlah, aku menunggumu dibawah"ucap Black Hunter.
Lelaki bertopeng itu keluar dari kamar itu. Cinta hanya bisa menangisi nasibnya yang tiba-tiba harus masuk ke alam liar yang penuh binatang buas.
"Hik....hik....hik....hik....."Cinta menangis.
"Bagaimana caranya keluar dari tempat ini, sepertinya mustahil hik...hik...hik...."ucap Cinta.
Tak lama Cinta berdandan dan keluar dari kamar itu. Dia menuju ke lantai bawah. Black Hunter sudah menunggunya diruang tamu.
"Kemarilah manis!"ucap Black Hunter.
Cinta berjalan menghampiri lelaki bertopeng itu.
"Duduklah dipangkuanku!"ucap Black Hunter.
Cinta duduk dipangkuan lelaki penuh perintah itu, dia hanya harus menurutinya jika ingin anaknya.
"Pakai cadar ini, aku tidak ingin orang lain menikmati wajah cantikmu"ucap Black Hunter.
Cinta langsung memakai cadar yang diberikan Black Hunter padanya. Kemudian mereka naik ke dalam mobil. Cinta hanya terdiam memikirkan Aksa putranya. Dia berharap segera menemukan Aksa. Mobil itu terus melaju hingga menuju ke sebuah pelabuhan di Pulau Hitam. Mereka turun dipelabuhan itu.
"Sebenarnya dimana letak pasar gelap, kenapa harus ke pelabuhan"batin Cinta.
"Bawa ini untuk jaga-jaga"ucap Black Hunter memberi Cinta sebuah pistol.
Cinta menerima pistol itu dan menyembunyikannya dibajunya.
"Pasar gelap bukan tempat yang ramah, jadi gunakan pistol itu jika ada orang yang mengganggumu"ucap Black Hunter.
__ADS_1
Cinta hanya mengangguk dengan ucapan Black Hunter. Kemudian Black Hunter membawa Cinta naik kapal laut. Cinta berdiri melihat deburan ombak dan lautan yang luas.
"Manisku"ucap Black Hunter memeluk Cinta dari belakang tubuhnya.
"Lelaki ini tak bisakah membuatku bernafas"batin Cinta.
"Kau lihat matahari mulai terbenam"ucap Black Hunter
"Iya"ucap Cinta.
"Warna langit begitu indah, dan kali ini aku melihatnya denganmu"ucap Black Hunter.
Black Hunter mencium Cinta dengan penuh kelembutan.
"Kenapa tubuhku tak pernah bisa menolak? rasanya aku memang menyukai sentuhan dari lelaki ini, tidak...., sadarlah Cinta"batin Cinta.
"Bibirmu selalu terasa manis"ucap Black Hunter seusai mencium Cinta.
"............."Cinta hanya terdiam.
Tak lama kapal itu berhenti disebuah pulau kecil. Black Hunter turun dari kapal itu bersama Cinta diikuti beberapa pengawal Black Hunter.
"Manisku ini pulau terapung. Dipulau inilah transaksi jual beli akan dilakukan"ucap Black Hunter.
"Pulau terapung?"ucap Cinta yang masih bingung dengan istilah itu.
"Pulau terapung hanya muncul satu bulan sekali, pulau ini akan menghilang setelah muncul satu hari satu malam"ucap Black Hunter
"Kenapa pasar gelap dilakukan di pulau terapung?"tanya Cinta.
"Pasar gelap bersifat rahasia, hanya orang-orang tertentu yang melakukan transaksi jual beli apa saja disini selama satu malam. Setelah itu kegiatan itu akan menghilang sampai bulan depannya lagi"ucap Black Hujter.
"Memang ada yang akan datang melakukan transakai jual beli ilegal ini?"tanya Cinta.
"Ada bahkan dari luar negeri"ucap Black Hunter.
"Lalu bagaimana caranya mereka tahu dimana letak pulau terapung?"tanya Cinta.
"Itu perkara mudah, pulau terapung masih berada didekatnya Pulau Hitam, itu sebabnya kita hanya sebentar naik kapal lautnya"ucap Black Hunter.
Black Hunter dan Cinta berjalan diantara orang-orang yang memperjual belikan berbagai hal. Baik itu narkoba, hewan langka, barang antik, senjata api, bom, manusia, barang langka dan lain sebagainya. Dipasar itu segala hal dijual, apa saja. Tetapi yang dijual dipasar gelap semuanya ilegal. Black Hunter dan Cinta menghampiri sebuah kandang dari besi. Didalamnya terdapat anak-anak kecil. Cinta langsung menangis melihat anak-anak itu diperlakukan seperti binatang. Black Hunter menggampiri penjual yang menjual anak-anak itu.
"Aku ingin membeli seorang anak kecil"ucap Black Hunter.
"Mari sikahkan pilih, semuanya fresh"ucap Lubis mengajak Rehan mendekati kandang itu.
Cinta melihat-lihat anak-anak itu. Dia mencari Aksa didalam kandang itu. Black Hunter menghampiri Cinta yang sedang melihat anak-anak itu.
"Manisku, yang mana anakmu?"tanya Black Hunter.
"Kenapa anakku tidak ada disini?"ucap Cinta.
Black Hunter langsung menghampiri Lubis. Dia langsung mengacungkan pistol ke kepala Lubis dengan tangannya. Beberapa anak buah lubis mengacungkan pistol ke arah Black Hunter tapi dari belakang mereka ada pengawal Black Hunter yang juga mengacungkan pistol ke arah anak buah Lubis.
"Apa ada anak lain selain anak yang dikandang itu?"tanya Black Hunter.
"Ada tapi sudah dikemas untuk dibawa keluar negeri"ucap Lubis.
"Aku ingin melihatnya, cepat tunjukan padaku sebelum pistol ini bersarang dikepalamu"ucap Black Hunter.
"Oke"ucap Lubis.
Lubis meminta anak buahnya mengeluarkan anak yang sudah dikemas. Cinta sampai menangis melihat kemasan yang mengemas anak-anak itu. Mereka tak berperikemanusiaan. Bahkan sangat sadis. Memperlakukan manusia seperti barang. Kemasan yang seharusnya untuk barang tapi digunakan untuk manusia.
"Manisku, coba kau lihat yang mana anakmu?" tanya Black Hunter.
"Iya"ucap Cinta.
Cinta mendekati anak-anak itu. Dia melihat Aksa ada diantara anak-anak yang dikemas. Cinta langsung melepas kemasan yang menutup tubuh Aksa. Bahkan plaster yang menutup mulut dan matanya. Saat semua kemasan dilepas Aksa langsung memeluk Cinta.
"Mama......Aksa takut......hik....hik....."ucap Aksa.
"Tenang sayang, Mama disini. Tidak akan ada yang menyakiti Aksa lagi hik...hik...."ucap Cinta sambil menangis haru melihat anaknya.
Black Hunter masih mengacungkan pistolnya dikepala Lubis.
"Tuanku anak yang kau cari sudah ketemu, jadi tolong turunkan pistolmu"ucap Lubis.
__ADS_1
Black Hunter menurunkan pistolnya. Dia menghampiri Cinta. Sementara pengawalnya masih berjaga.
"Manisku"ucap Black Hunter.
Aksa melepas pelukannya dari Cinta dan melihat ke arah Black Hunter.
"Mama apa dia super hero yang menyelamatkan Aksa?"tanya Aksa.
"Dia......."ucap Cinta bingung menjelaskan siapa Black Hunter.
Black Hunter mendekati Aksa dan mengusap kepalanya.
"Aku ayahmu dimasa depan jadi panggil aku Papa"ucap Black Hunter.
"Papa...."ucap Aksa langsung memeluk Black Hunter.
Black Hunter bingung saat anak kecil itu tiba-tiba memeluknya.
"Rasanya nyaman juga dipeluk anak kecil ini"batin Black Hunter.
Black Hunter langsung menggendong Aksa dipelukannya.
"Manisku ayo pulang, kau harus memberi hadiah untukku"ucap Black Hunter.
"Hadiah?.....jangan-jangan?......"batin Cinta.
Cinta menghampiri Black Hunter dan bicara padanya.
"Bisakah kita bebaskan anak-anak ini, ku mohon"ucap Cinta.
Black Hunter hanya tersenyum tipis dengan sesuatu yang dipikirkannya.
"Kau punya apa yang ingin kau tawarkan padaku agar aku membebaskan anak-anak itu"bisik Black Hunter.
"Aku....."ucap Cinta bingung tidak punya apapun yang bisa ditawarkan pada Black Hunter.
"Kau punya tubuhmu sayang, itu yang ku inginkan"bisik Black Hunter ditelinga Cinta.
Bagaikan sengatan listrik saat mendengar ucapan Black Hunter. Dia tak percaya lelaki itu penuh gairah dan hanya hal itu yang terus dipikirkannya.
"Gimana?"tanya Black Hunter.
"Apa pura-pura mengiyakan dulu demi anak-anak ini"batin Cinta.
"Iya"ucap Cinta.
"Bagus, bersiaplah aku akan menerkammu setelah ini"bisik Black Hunter ditelinga Cinta.
Black Hunter menurunkan Aksa. Lalu dia menemui Lubis. Kemudian dia membeli semua anak kecil itu.
"Tapi Tuanku, sebagian anak kecil ini sudah dipesan"ucap Lubis.
"Aku tidak mau tahu, kau pasti tahu seberapa kejamnya aku jika kau membantah"ucap Black Hunter.
"Ampun Tuanku"ucap Lubis.
"Aku sudah berbaik hati membelinya, bisa saja aku mengambilnya dengan paksa"ucap Black Hunter.
"Baik Tuanku"ucap Lubis.
"Pengawal urus anak-anak itu"ucap Black Hunter pada para pengawalnya.
"Baik Tuanku"ucap Para pengawal Black Hunter.
Black Hunter menghampiri Cinta dan Aksa.
"Ayo kembali ke kapal"ucap Black Hunter.
Black Hunter kembali menggendong Aksa dan Cinta mengikutinya berjalan menuju ke kapal. Sampai didalam kapal. Aksa langsung bermain disebuah ruangan kamar yang terdapat dikapal itu. Diruangan itu sudah ada mainan dan pengasuh yang bertugas menjaga dan menemani Aksa. Sementara Black Hunter menarik Cinta masuk ke kamar lain dikapal itu.
"Kau mau apa?"tanya Cinta.
"Aku mau hidangan pembuka"ucap Black Hunter.
"Tapi kita masih dikapal, tidak bisakah nanti saja"ucap Cinta.
"Aku mau sekarang, dan ingat anakmu ada padaku, jadi menurutlah"ucap Black Hunter.
__ADS_1
Black Hunter langsung menjatuhkan Cinta diranjang. Dia tak banyak bicara langsung menerkam Cinta. Kali ini dia penuh cinta dan kelembutan. Cinta yang merasa tak asing dengan sentuhan itu seakan ikut hanyut dalam indahnya cinta. Entah kenapa tubuhnya tak menolak disentuh lelaki itu.