ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 95


__ADS_3

Mumpung hari libur Rehan mengajak Cinta joging pagi bersama Kirana dan Raka. Mereka berempat pergi joging pagi mumpung car free day dijalan raya. Rehan jalan dengan cinta didepan. Sementara Raka dan Kirana dibelakang.


"Raka sudah lama tak bertemu denganmu"ucap Kirana.


"Iya, kemana saja kau selama ini Kirana?"tanya Raka.


"Aku pergi ke sebuah desa, tempatnya indah dan sejuk"ucap Kirana.


"Wah pasti seru ya"ucap Raka.


"Tentu, disana terasa damai dan tenang"ucap Kirana.


"Kapan-kapan boleh tuh jalan-jalan sekeluarga ke desa"ucap Raka.


"Boleh, kebetulan aku punya kenalan disana"ucap Kirana.


"Mungkin nanti libur kelulusan pasti seru jalan-jalan ke desa"ucap Raka.


"Boleh"ucap Kirana.


Saat Raka dan Kirana sedang joging bersama, Kirana tak sengaja melihat Dokter Daniel ditepi jalan. Dokter Daniel sedang memberikan pelayanan gratis untuk para pejalan kaki yang ingin memeriksakan tekanan darah, gula darah dan kolesterol.


"Raka aku kesana dulu ya"ucap Kirana.


"Iya"ucap Raka.


Kirana menghampiri Dokter Daniel diposnya ditepi jalan itu. Kebetulan Dokter Daniel baru selesai memeriksa pasiennya.


"Dokter aku sakit, bisakah diperiksa?"tanya Kirana sambil senyum-senyum.


"Boleh, kebetulan untuk Nona cantik pemeriksaannya khusus"ucap Dokter Daniel.


"Aku sakit dibagian hati, rasanya senang kalau bertemu kekasih, itu sakit apa ya Dok?"tanya Kirana.


"Nona sepertinya kita punya sakit yang sama, mari kita mengobatinya bersama-sama"ucap Dokter Daniel.


"Kalau begitu kita berjodoh"ucap Kirana.


"Iya Nona, mari kita menikah saja"ucap Dokter Daniel.


Saat mereka sedang bercanda, ada beberapa orang yang sedang joging melihat Kirana, mereka ingin menghampiri Kirana yang ada dipos kesehatan bersama Dokter Daniel.


"Itu bukannya artis Kirana Citrania ya?"tanya Ibu Imas.


"Iya bener, minta foto yuk"ucap Ibu Rani.


Saat sekumpulan itu terlihat menghampiri Kirana, untungnya Kirana tahu dan segera masuk ke dalam pos milik Dokter Daniel.


"Kirana ada apa?"tanya Dokter Daniel yang masuk ke dalam pos menyusul Kirana.


"Ada fansku diluar"ucap Kirana.


"Loh memangnya kenapa, mungkin mereka minta tanda tangan dan foto"ucap Kirana.


"Aku takut nanti memancing wartawan, aku tidak ingin menjadi gosip yang tidak inginkan"ucap Kirana.


"Kalau gitu gantilah pakaianmu, dengan pakaian ini"ucap Dokter Daniel memberikan Kirana baju perawat untuknya.

__ADS_1


Kirana berganti baju perawat lalu keluar dari pos. Sekumpulan ibu-ibu sudah ada didepan pos.


"Selamat pagi Ibu-ibu semua ada yang ingin diperiksa tekanan darah, gula darah dan kolesterolnya, kebetulan ada Dokter Daniel disini"ucap Kirana yang sudah memakan baju perawat.


"Oh Nona perawat ya, kami pikir Kirana Citrania" ucap Ibu Imas.


"Semua orang juga bilang begitu Bu, saya mirip Kirana Citrania"ucap Kirana.


"Padahal udah ngarep bertemu artis disini biar bisa diupload dimedsos"ucap Ibu Rani.


"Banyak yang like kalau foto ma artiskan"ucap Ibu Susi.


"Gimana kalau foto sama saya saja"ucap Dokter Daniel baru keluar dari dalam pos.


"Ganteng banget Dokternya"ucap Ibu Imas.


"Masya Allah, tampan, ini ujian"ucap Ibu Reni.


"Suami saya lewat, kalau kaya gini berasa muda lagi"Ibu Susi.


Akhirnya ibu-ibu itu berfoto dengan Dokter Daniel.


Mereka asyik berpose ini itu dengan Dokter Daniel. Setelah puas mereka pergi juga.


"Kak Daniel makasih ya"ucap Kirana.


"Iya cantik"ucap Dokter Daniel.


"Kamu sudah sarapan belum?"tanya Dokter Daniel.


"Belum"ucap Kirana.


"Mau"ucap Kirana.


Dokter Daniel mengajak Kirana sarapan dikedai bubur ayam. Mereka sarapan berdua dikedai itu.


Raka berjalan memilih-milih makanan yang dijajakan ditepi jalan. Dia mencicipi setiap makanan dijajakan setiap pedagang. Saat dia berjalan, dia melihat Zhafira duduk ditepi jalan menjajakan roti hangat buatannya. Raka menghampiri Zhafira.


"Fira"ucap Raka.


"Raka"ucap Zhafira.


"Kau ada disini juga"ucap Raka.


"Iya, mumpung ramai, banyak orang joging dan sekedar kuliner"ucap Zhafira.


"Sini ku bantu jualan"ucap Raka.


"Oke"ucap Zhafira.


Raka mengambil keranjang roti hangat itu berjalan bersama Zhafira menawarkan roti hangat.


"Roti hangat......roti hangat.....2000ribu rupiah...." ucap Raka.


"Roti hangat.....roti hangat.....2000ribu rupiah"ucap Zhafira.


"Beli....beli...."ucap Sekumpulan anak-anak.

__ADS_1


Roti hangat itu diborong anak-anak itu.


"Fira roti hangatnya habis"ucap Raka.


"Iya, makasih Raka"ucap Zhafira.


"Sama-sama Buguru"ucap Raka.


"Ikut aku yuk Fira"ucap Raka.


"Kemana?"tanya Fira.


Raka menarik Fira ikut jajan makanan ditepi jalan bersamanya.


"Fira cobain kentang goreng punyaku"ucap Raka hendak menyuapi Zhafira kentang goreng.


"Yam...yam...enak, renyah Raka"ucap Zhafira.


"Aku mau dong sosis bakar punyamu, kayanya enak"ucap Raka.


"Nih"ucap Zhafira menyuapkan sosis itu pada Raka.


"Yam...yam...enak Fira, beli lagi yuk"ucap Raka.


"Ini juga sudah banyak, ada kebab, cireng, risol, dan jus. Raka jangan berlebihan, ingat sesuatu yang berkebihan itu tidak baik, nanti mubadzir. Banyak orang diluar sana yang kekurangan, bahkan hanya untuk sekedar makan nasi doang"ucap Zhafira.


"Eh iya, buguru benar. Aku hanya lapar mata belum tentu dimakan semuanya"ucap Raka.


"Kesana yuk"ucap Zhafira.


"Ayo"ucap Raka.


Raka dan Zhafira berjalan diantara semua orang yang jalan-jalan santai itu. Di jembatan penyeberangan pejalan kaki diatas jalan ada anak kecil hendak terjatuh, dia masih berpegangan dengan pembatas jembatan itu. Semua orang yang melihatnya berteriak melihat anak kecil tergantung diatas jembatan itu. Melihat itu Zhafira berlari menuju jembatan itu disusul Raka. Zhafira menuju tempat anak kecil itu. Dia meraih tangan anak kecil itu lalu menariknya. Karena anak kecil itu berat, Zhafira kesulitan menariknya. Raka yang menghampiri Zhafira langsung membantunya menarik anak kecil itu hingga naik ke atas jembatan.


"Makasih ya Kak"ucap Anak kecil itu.


"Lain kali hati-hati, jangan bermain ditempat yang berbahaya"ucap Zhafira.


"Iya Kak"ucap Anak kecil itu.


"Kamu kesini dengan orangtuamu?"tanya Raka.


"Enggak Kak, sendiri"ucap Anak kecil itu.


"Lain kali gak boleh pergi sendirian, kamu masih kecil"ucap Raka.


"Jangan lupa minta izin juga pada orangtua kalau mau pergi main"ucap Zhafira.


"Iya Kak"ucap Anak kecil itu.


Raka dan Zhafira mengantar anak kecil itu turun ke bawah. Kemudian mereka duduk dikursi tepi jalan.


"Fira jujurlah padaku, kau tidak butakan?"tanya Raka.


"Raka kau bicara apa sih"ucap Zhafira sambil tersenyum.


"Kau tahu diatas jembatan itu ada anak kecil yang hampir jatuh sampai kau berlari secepat mungkin naik ke atas jembatan itu, kalau kau buta apa mungkin kau melakukan semua itu"ucap Raka.

__ADS_1


"............."Zhafira hanya terdiam.


__ADS_2