ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 96


__ADS_3

"Kenapa kau diam saja Fira?"tanya Raka.


"Haruskah aku menjawab"ucap Zhafira.


"Aku tidak akan memaksamu menjawab, tapi aku yakin kau tidak buta"ucap Raka.


"Aku....aku memang tidak buta"ucap Zhafira.


"Lalu kenapa kau pura-pura buta?"tanya Raka.


"Dulu setelah kecelakaan aku sempat buta. Hidupku seakan hancur, aku merasakan kesulitan yang dirasakan ibuku dulu sebagai orang yang buta. Gelap, ketakutan, seperti orang bodoh, tidak bisa melakukan apapun, bergantung pada orang lain, diejek, dihina dan kesepian. Aku menyadari itu yang dirasakan ibuku selama bertahun-tahun lamanya tapi aku malah meremehkan dan merendahkannya"ucap Zhafira.


"............"Raka mendengarkan apa yang diucapkan Zhafira.


"Ternyata aku tidak buta permanen, aku bisa melihat kembali. Tapi karena rasa bersalahku pada ibuku, aku berpikir untuk menebus semua kesalahanku dengan pura-pura buta biar aku bisa merasakan rasanya buta seperti ibuku, bagaimana perlakuan orang lain pada orang buta. Disitulah aku banyak belajar dari hinaan dan ejekan orang hingga aku bisa berdiri dan membuktikan kalau orang buta juga sama seperti orang yang bisa melihat. Mereka bisa melakukan apapun yang dilakukan orang yang bisa melihat"ucap Azkia.


"Jadi karena itu kau pura-pura buta?"tanya Raka.


"Iya, selama ini orang selalu meremehkan orang yang buta ataupun cacat lainnya. Padahal mereka juga ingin hidup normal seperti orang yang lainnya"ucap Zhafira.


"Kau benar Fira, terkadang aku juga suka meledek  dan menghina orang yang cacat, mungkin saja mereka terluka hatinya karena ucapanku"ucap Raka.


"Selama aku pura-pura buta aku belajar banyak hal. Rasa bersyukur dan semangat hidup itu yang selalu ku dapatkan setiap harinya"ucap Zhafira.


"Kita memang harus bersyukur, atas semua kenikmatan yang Allah berikan. Itu yang sering kita lupakan bahkan terus merasa kekurangan dan tak pernah puas dengan apa yang dimiliki sekarang"ucap Raka.


"Semangat"ucap Zhafira.


"Semangat"ucap Raka.


Raka menarik lengan zhafira mengajaknya berlari.


"Fira susul aku kalau bisa"ucap Raka.


"Iya, tungguin"ucap Zhafira.


Raka dan Zhafira berlari bersama di car free day itu.


Rehan dan Cinta berlari menaiki jembatan layang.


Rehan berlari jauh didepan Cinta yang berlari pelan.


"Gadis kecil cepatlah"ucap Rehan.


"Tuan yang sombong, aku kekelahan"ucap Cinta.


"Mau ku gendong?"tanya Rehan.


"Iya mau"ucap Cinta.


"Kemarilah dulu, baru ku gendong"ucap Rehan.


"Sama saja, aku lelah kakiku pegal sekali"ucap Cinta.


"Gadis kecil ada orang gila dibelakangmu"ucap Rehan.


"Orang gila...."ucap Cinta langsung berlari menghampiri Rehan.


"Ha....ha....ha...."Rehan tertawa.


"Kak Rehan kok tertawa, oh....Kak Rehan bohongkan"ucap Cinta.


"Habis kalau tidak begitu kau masih diam dibawah sana"ucap Rehan.


"Kak Rehan....."ucap Cinta.


Cinta menepuk-nepuk lengan Rehan dengan pelan.


"Sayang ampun...."ucap Rehan.

__ADS_1


"Kak Rehan....kau usil"ucap Cinta.


"Gadis kecil jajan cilok yuk, aku belum pernah makan cilok"ucap Rehan.


"Ha...ha....ha...."Cinta tertawa.


"Kenapa kau tertawa?"tanya Rehan.


"Kasihan ya Tuan yang sombong belum pernah makan cilok"ucap Cinta.


Rehan langsung menarik Cinta untuk jajan cilok ditepi jembatang itu.


"Sh...hu....ha....sh......hu.....ha....."Rehan kepedesan.


"Ha...ha...ha.....Kak Rehan ini cuma saus, kau sudah kepedesan"ucap Cinta.


"Gadis kecil ini benar-benar pedas, tapi enak"ucap Rehan.


"Kau mau mencoba punyaku?"tanya Cinta.


"Punyamu pakai sausnya banyak ya?"tanya Rehan.


"Coba dulu aja"ucap Cinta .


Cinta menyuapi cilok miliknya pada Rehan.


"Pedes banget gadis kecil"ucap Rehan.


"Ha....ha...ha...., Kak Rehan lucu"ucap Cinta.


"Gadis kecil ada layang-layang"ucap Rehan.


"Mana?"tanya Cinta.


Rehan menambahkan sambal dicilok milik Cinta.


"Oh layangan jatuh"ucap Cinta.


Cinta menusuk ciloknya dan memakannya.


"Sh....hu....ha.....pedes banget"ucap Cinta.


"Ha...ha...ha....."Rehan tertawa.


"Kak Rehan mengerjaiku"ucap Cinta.


"Kita impas sayang"ucap Rehan.


Rehan memberi Cinta botol air mineral untuk minum. Cinta segera minum air dari botol air mineral itu.


*************


Pak Theo ingin menemui Ibu Kartika sepulang bekerja sore hari itu. Dia pergi ke rumah makan milik Ibu Kartika. Sampai di depan rumah makan itu, Pak Theo turun dari mobilnya. Dia menghampiri Ibu Kartika yang sedang membereskan rumah makannya.


"Selamat sore"ucap Pak Theo.


"Sore"ucap Ibu Kartika.


"Apa kau sibuk?"tanya Pak Theo.


"Tidak, semuanya sudah selesai"ucap Ibu Kartika.


"Bisakah kita bicara?"tanya Pak Theo.


"Bisa, mari duduk disebelah sana"ucap Ibu Kartika.


Ibu Kartika dan Pak Theo duduk disudut rumah makan itu.


"Aku minta maaf atas kesalahanku dimasa lalu padamu"ucap Pak Theo.

__ADS_1


"Kesalahan dimasa lalu apa?"tanya Ibu Kartika.


"Aku....aku lelaki yang memperkosamu didalam mobil itu"ucap Pak Theo.


"Apa?.....Anda tidak sedang bercanda?"tanya Ibu Kartika.


"Apa aku terlihat bercanda?"tanya Pak Theo balik.


"Jadi Anda lelaki 17 tahun yang lalu"ucap Ibu Kartika.


"Iya, aku memang lelaki biadap yang sudah merusak masa depanmu dan membuat hidupmu kesulitan"ucap Pak Theo.


"............"Ibu Kartika hanya diam.


"Saat itu aku mabuk, aku tidak tahu apa yang sudah ku lakukan padamu"ucap Pak Theo.


".........."Ibu Kartika masih terdiam.


"Aku memang bersalah, dan pantas menerima hukuman, maafkan aku"ucap Pak Theo berdiri lalu bersimpuh dikaki Ibu Kartina yang duduk sendirian.


"Aku sudah memaafkan Anda sejak lama, Anda tidak tidak perlu minta maaf"ucap Ibu Kartika.


"Aku akan mencari dimana keberadaan putri kita yang hilang"ucap Pak Theo.


"Aku berharap kita segera menemukan putri kita yang hilang"ucap Ibu Kartika.


"Terimakasih kau mau memaafkanku dan bersikap baik baik padaku"ucap Pak Theo.


Ibu Kartika hanya mengangguk dengan ucapan Pak Theo.


***********


Ibu Santi menghampiri putrinya yang sedang bersantai diranjang. Dia duduk disamping Dara.


Tanpa basa basi Ibu Santi bertanya pada Dara.


"Nak, gimana? kau sudah mendekati Raka" tanya


Ibu Santi.


"Boro-boro Bu, dia itu cuek dan dingin" ucap Dara.


"Pokoknya kamu harus bisa menarik perhatian Raka"ucap Ibu Santi.


"Iya Bu, besok aku akan berusaha lagi, kalau perlu pakai cara yang hot"ucap Dara.


"Benar sekali,  lelaki mana yang bisa menolak kalau dikasih ikan, udah kaya kucing dikasih ikan udah seneng" ucap Ibu Santi.


"Betul"ucap Dara.


"Jangan sampai si Zhafira mendapatkan Raka terlebih dahulu"ucap Ibu Santi.


"Iya Bu, tapi disekolah juga ada yang dekat dengan Raka"ucap Dara.


"Siapa?"tanya Ibu Santi.


"Namanya Azkia, dia cantik dan menyebalkan deh"ucap Dara.


"Kau harus membuat Azkia menjauhi Raka"ucap Ibu Santi.


"Beres"ucap Dara.


"Buat dia cemburu dan menghindar dari Raka"ucap Ibu Santi.


"Maksud Ibu, aku harus membuat Azkia marah pada Raka karena cemburu?"tanya Dara.


"Iya, kau harus pintar"ucap Ibu Santi.


"Oke"ucap Dara.

__ADS_1


__ADS_2