ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Generation 2 : Part 110


__ADS_3

"Nona ... Nona ... tunggu," Hanan memanggil wanita di depannya, dia terus mengikuti wanita itu.


Kiara menoleh ke belakang mendengar suara orang yang memanggilnya.


"Mau apa kamu?" tanya Kiara.


Hanan menunjukkan dompet Kiara.


"Ini punya anda? tadi terjatuh di lantai," ujar Hanan.


Hal pertama yang Kiara lihat adalah ketampanannya dan penampilannya yang keren, dia juga terlihat modis. Kiara bisa tahu kalau pria di depannya ini pasti lelaki kaya. Dia menemukan mangsa baru yang datang sendiri padanya.


"Eh iya, itu dompetku," ucap Kiara.


Kiara menghampiri lelaki di depannya. Dia mengambil dompet di tangan lelaki itu dan tersenyum padanya.


"Makasih ya," ujar Kiara.


"Iya sama-sama," sahut Hanan.


Kiara memikirkan cara agar bisa lebih mengenal pria di depannya itu. Dia takkan melepasnya.


"Namaku Kiara," ucap Kiara.


"Hanan," sahut Hanan.


"Sekali lagi terimakasih ya," ujar Kiara.


Hanan mengangguk. Kiara berbalik berjalan satu langkah dan pura-pura terkilir di depan Hanan. Dia hampir terjatuh tapi Hana menangkap tubuhnya.


"Kau tak apa?" tanya Hanan.


Kiara menggeleng. Dia berada dipelukan Hanan. Kiara berusaha menggodanya dengan tatapan matanya. Namun Hanan segera membangunkannya.


"Hanan aku berhutang budi padamu dua kali, terimakasih," ucap Kiara.


"Iya sama-sama," ujar Hanan.


"Ini kartu namaku, aku ingin kau menyimpannya," ujar Kiara menyodorkan kartu namanya.


Hanan menerima kartu nama itu, dia melihat foto Kiara di kartu nama itu dan tersenyum. Sepertinya Hanan sudah masuk dalam perangkap.


"Hanan sebagai ucapan terimakasihku, maukah kau datang ke rumahku untuk makan malam bersama?" tanya Kiara.


"Baik, terimakasih Nona atas undangannya," ujar Hanan.


"Iya," ucap Kiara.


Hari itu menjadi hari dimana Hanan untuk pertama kalinya menyukai seorang wanita. Dari dulu dia sengaja menutup karena ingin memperdalam ilmu agama, tapi sekarang sudah waktunya dia mencari calon istri. Tak bisa dipungkiri Kiara cantik dan seksi. Hanan hanya lelaki normal yang ketika melihat wanita seperti itu tentu tergoda. Walaupun di hatinya dia ingin membawa wanita di depannya menjadi wanita sholeha.


***


Anna dan Ferdian mengontrak sebuah rumah kecil yang hanya ada satu kamar, ruang tamu dan dapur. Rumah itu akan menjadi awal hidup mereka berdua. Sore itu Anna menyiram bunga di depan rumah. Dia terlihat lebih segar dan bahagia karena Ferdian kembali perhatian seperti dulu.

__ADS_1


"Anna, sayang," ujar Ferdian yang tiba-tiba memeluk Anna dari belakang.


Anna menoleh ke belakang, suaminya sudah ada dibelakangnya.


"Mas kau sudah pulang?" tanya Anba.


"Iya sayang, kangen sama bidadariku yang satu ini," ujar Ferdian.


"Bau asem Mas, mandi dulu," ucap Anna.


"Oke sayang, tapi aku pengen meluk dulu, kangen," ujar Ferdian.


"Mas capek ya?" tanya Anna.


Anna tahu suaminya selain jadi OB juga kerja sampingan sebagai tukang ojeg online. Ferdian berusaha bekerja keras untuk menafkahi istrinya dan membahagiakannya.


"Gak capek, soalnya ada Anna yang selalu ada disaat aku pulang kerja," ujar Ferdian.


"Mas," ucap Anna membelai pipi suaminya.


Anna bahagia, rumah tangganya harmonis lagi seperti dulu. Dia rela meninggalkan hartanya demi hidup bersama suaminya.


"Laper sayang," ucap Ferdian.


"Aku sudah masak kesukaanmu, kare ayam," ucap Anna.


Cup


Satu ciuman mendarat di pipi Anna.


"I love you too," balas Anna.


Ferdian mengangkat tubuh Anna dengan tangannya, Anna dibopong masuk ke dalam rumah, dia membaringkan Anna di ranjang.


"Mas katanya mau mandi," ujar Anna.


"Ada tugas negara yang harus diselesaikan sayang," ujar Ferdian.


Anna tahu maksud suaminya. Akhirnya sore itu mereka merajut cinta. Menjalin kedekatan lebih mendalam, memiliki satu sama lain. Dirasa lelah, Ferdian mandi, sedangkan Anna menyiapkan makanan untuk suaminya.


Ferdian duduk di karpet bersama Anna yang dari tadi menunggunya selesai mandi. Mereka berdua makan bersama dengan nikmat. Ferdian bahagia, adanya Anna dihidupnya membuatnya kembali bersemangat.


"Mas pemberitaan yang kemarin sepertinya harus diluruskan, itu merugikan Presdir Farel," ujar Anna.


"Kau benar sayang, semua itu kesalahanku, seharusnya aku tak menuduhmu, maafkan aku," ucap Ferdian.


"Aku sudah memaafkanmu Mas, tapi kita harus jekaskan dan klarifikasi duduk perkara sebenarnya, karena ini menyangkut nama baik," ujar Anna.


"Oke sayang," ucap Ferdian.


Anna tersenyum, suaminya sudah kembali seperti dulu, dia merasa hidupnya jauh lebih bahagia seperti ini dari pada sebelumnya.


"Mas aku ingin menerima pekerjaan sampingan, ada job dari luar negeri untuk mengerjakan beberapa pekerjaan dari perusahaan mereka, kebetulan aku bisa, bolehkah? aku bekerja dari rumah, jadi disela-sela waktu luang aku bisa bekerja," ujar Anna.

__ADS_1


"Boleh sayang," ucap Ferdian sambil mengelus pipi Anna.


"Makasih Mas," ucap Anna.


Ferdian mengangguk. Dia senang Anna tetap bisa bekerja sesuai keahliannya dan title-nya yang seorang S2 lulusan luar negeri tapi tetap jadi ibu rumah tangga yang melayani suaminya.


Anna memeluk Ferdian. Mendapat pelukan itu Ferdian membalasnya dengan pelukan hangat.


"Aku hamil Mas," ujar Anna.


"Benarkah?"


"Iya, tadi aku ke klinik," ucap Anna.


"Alhamdulillah," ucap Ferdian.


Kehamilan Anna menjadi kekuatan baru untuk hidup mereka berdua. Ferdian akan berusaha lebih baik lagi, karena ada buah hatinya dirahim Anna.


***


Perut Deena mulai buncit. Barra terus menempel padanya, tak mau jauh. Untung Deena juga suka suaminya selalu menempel padanya. Maklum Deena selain pintar, cantik, dan jago bela diri, bisa membuat Barra ketagihan bersamanya.


"Sayang, gak sabar lihat bayi mungil kita lahir," ucap Barra.


"Om aku begah, jangan memeluk perutku terus, bayi kita takkan kabur," ujar Deena.


Barra yang dari tadi memeluk perut Deena, mulai melepasnya.


"Kirain ayam, harus diangetin biar netes," ujar Barra.


Deena mencubit hidung Barra dengan pelan.


"Om lucu, masa diangetin, kalau gitu angetin aja telur piton atau buaya milik Om, mereka butuh kehangatan," canda Deena.


"Sayang aja yang diangetin," ujar Barra mendekat dan menatap istrinya.


"Jangan genit, tadi sudahkan," ujar Deena.


"Oke, kalau kau tak hamil, aku sudah menerkammu lagi," cetus Barra.


Deena tersenyum, si Om memang hot dan posesif, nempel terus kaya perangko gak mau jauh.


"Om mantan istrimu itu mengirim pesan padaku," ujar Deena.


"Dia mengancammu lagi?" tanya Barra.


"Iya, tapi tenang aku gak takut," ucap Deena.


"Istriku memang jagoan, mana mungkin takut," puji Barra.


"Om perceraianmu sudah diputuskan, tapi dia minta rujuk terus," ucap Deena.


"Dia sendiri yang meninggalkanku, itu salahnya, biarkan saja, aku tak peduli," ujar Barra.

__ADS_1


Dulu Barra memang sangat mencintai mantan istrinya tapi kini dihatinya hanya ada Deena dan calon buah hatinya. Tak ada tempat untuk orang lain. Deena sudah melukis kebahagiaan di dalam hidupnya yang baru.


__ADS_2