
Rehan kembali ke Markas Api tempat dia berlatih dulu. Di markas inilah dia didik keras dan dilatih secara fisik oleh ayahnya. Markas itu cukup besar dan luas. Rehan berlatih bela diri diruangan bela diri. Tiba-tiba masuk seorang gadis berpedang dan menyerang Rehan. Mereka bertarung satu sama lain. Sampai keduanya kelelahan dan hampir tumbang bersamaan. Hingga diakhir pertarungan Rehan mampu melumpuhkannya.
"Rehan kau masih sekuat dulu"ucap Azkia.
"Kau juga masih sekuat seperti dulu"ucap Rehan.
"Sudah lama kita tak bertarung"ucap Azkia.
"Terakhir aku masih mengalahkanmu"ucap Rehan.
"Bertahun-tahun aku berlatih ternyata belum bisa mengalahkanmu"ucap Azkia.
"Kau masih ingin mengalahkanku?"tanya Rehan.
"Tentu, seumur hidupku berlatih cuma ingin mengalahkanmu"ucap Azkia.
"Aku dengar kau berlatih hingga ke negara matahari terbit"ucap Rehan.
"Iya, hanya untuk mengalahkanmu, tapi pedangku masih belum tajam untuk menggores luka ditubuhmu"ucap Azkia.
"Kau masih seperti dulu, bersemangat dan pantang menyerah"ucap Rehan.
"Lapar, ayo makan, kau harus traktir aku"ucap Azkia.
"Makan apa?"tanya Rehan.
"Aku rindu sayur asem dan balado teri kacang diwarung Mpok Ipah"ucap Azkia.
"Dari dulu lidahmu tak berubah"ucap Rehan.
"Makanan pedesaan itu rasanya enak membuatku selalu rindu kampung halaman"ucap Azkia.
"Baiklah, ayo kita makan diwarung Mpok Ipah"ucap Rehan.
Rehan dan Azkia menuju ke parkiran Markas Api.
"Azkia naik"ucap Rehan menawarkan tumpangan dibelakangnya.
"Sorry Rehan, aku tak terbiasa bergantung pada laki-laki, kau lihat aku bawa motorku sendiri"ucap Azkia menunjuk ke arah moge miliknya.
"Kebiasan lamamu sudah kembali, bagus"ucap Rehan.
"Harga diri lebih penting kunci awal untuk mengalahkanmu"ucap Azkia.
"Keras kepala seperti biasa"ucap Rehan.
"Udah aku lapar, ayo balapan siapa yang sampai duluan"ucap Azkia.
"Oke siapa takut"ucap Rehan.
Rehan dan Azkia naik ke motor masing-masing. Mereka bersiap untuk balapan menuju warung Mpok Siti.
"Satu....."ucap Rehan.
"Dua....."ucap Azkia.
"Tiga...."ucap Rehan.
Ngoooong.......ngoooong.....ngooooong........
Mereka salip menyalip hingga Azkia lebih duluan sampai di warung Mpok Ipah.
"Mpoh Ipah"ucap Azkia.
"Siapa yah? kok suaranya gak asing?"tanya Mpok Ipah.
"Siapa coba?"tanya Azkia kembali.
"Kia"ucap Mpok Ipah.
"Yah Mpok Ipah tahu aja sih"ucap Azkia.
"Ya tahu lah, kau doang yang suka makan sayur asem sampai ngabisin sekuali tiap hari"ucap Rehan.
"Rehan dah lama gak mampir ke warung Mpok"ucap Mpok Ipah.
"Gara-gara nih bocah keluar negeri jadi jarang kesini Mpok"ucap Rehan.
"Emang, cuma dia pelanggan setia Mpok"ucap Mpok Ipah.
"Udah Mpok laper, biasa sayur asem kacang tanahnya yang banyak ya Mpok, sama balado teri kacang"ucap Azkia.
__ADS_1
"Beres, otw"ucap Mpok Ipah.
"Gaul juga sekarang Mpok Ipah"ucap Azkia.
"Yah gitu biasa medsos, jangan lupa follow Mpok Ipah, like, komen dan share warung Mpok"ucap Mpok Ipah.
"Oce-oce"ucap Azkia.
"Kamu Rehan mau makan apa?"tanya Mpok Ipah.
"Balado tongkol sama sayur asem juga"ucap Rehan.
"Tuhkan Rehan makan sayur asem juga"ucap Azkia.
"Dah lama gak makan sayur asem"ucap Rehan.
Rehan dan Azkia memakan makanan mereka. Setelah makan mereka berbincang.
"Azkia, Papa tahu kamu pulang?"tanya Rehan.
"Justru aku disuruh pulang sama Om"ucap Azkia.
"Papaku menyuruhmu pulang?"tanya Rehan balik.
"Iya, katanya ada urusan penting"ucap Azkia.
"Apa yang direncanakan Papa dengan pulangnya Azkia"batin Rehan.
"Oya Rehan, aku akan sekolah disini loh"ucap Azkia.
"Kamu sekolah disini? berarti kau sudah tidak akan kembali keluar negeri?"tanya Rehan.
"Sepertinya, Om menyuruhku sekolah disini"ucap Azkia.
"Sekolah yang bener jangan berantem mulu"ucap Rehan.
"Gak asyik kalau gak berantem, tar pedangku gak tajam"ucap Azkia.
"Hei, disini kau tidak bisa bawa pedang ke sekolah"ucap Rehan.
"Gak peduli"ucap Azkia.
"Lihat aja nanti, paling kau didepak dari sekolah" ucap Rehan.
***********
"Ma, ada apa? kok kelihatannya lagi bingung?" tanya Cinta.
"Kirana nak, sampai hari ini dia belum pulang" ucap Zara.
"Kirana?"ucap Cinta.
"Oya, Mama belum cerita ya"ucap Zara.
"Cerita apa Ma?"tanya Cinta.
"Kita duduk disana yuk nak"ucap Zara.
Zara mengajak Cinta duduk disofa ruang keluarga lantai atas.
"Begini nak, dulu Papa dan Mama mengira Kirana adalah Clara. Kirana tinggal disini beberapa bulan menjadi putri Papa dan Mama. Hingga Papa dan Mama baru tahu kamulah putri kandung kami" ucap Zara.
"Oh gitu ya Ma, berarti Kirana tinggal disini sama Papa dan Mama ya"ucap Cinta.
"Iya nak, hanya seminggu ini dia pamit mau syuting keluar kota. Tapi sampai sekarang belum ada kabarnya. Mama coba menelpon ke nomor handphonenya tapi tidak diangkat"ucap Zara.
"Apa Mama sudah menelpon Managernya Kirana?"tanya Cinta.
"Sudah kemarin, katanya Kirana sudah pulang" ucap Zara.
"Yaudah Ma, nanti aku bantu nyari Kirana ya"ucap Cinta.
"Iya nak, makasih ya"ucap Zara.
"Iya Ma"ucap Cinta.
***********
Rehan dipanggil ke ruangan kerja ayahnya di Markas Api itu. Entah apa yang akan dibicarakan Papanya pada Rehan. Tapi Rehan tetap optimis, dan akan mengambil resiko apapun. Ketika masuk ke ruangan itu Rehan langsung disuruh duduk oleh ayahnya.
"Rehan ada yang ingin ku bicarakan padamu" ucap Pak Theo.
__ADS_1
"Bicara apa Pa?"tanya Rehan.
"Ini skema untuk menjatuhkan perusahaan milik Leo Ariendra. Kita harus memblok semua klien dan custumer yang akan bekerja sama dengan perusahaan milik Leo Ariendra. Papa juga sudah menyuruh orang Papa untuk menyabotase proyek-proyek yang dikerjakan Leo Ariendra. Dengan begitu perusahaan Leo Ariendra akan jatuh"ucap Pak Theo.
"Jadi Papa ingin aku melakukan tugas-tugas itukan?"tanya Rehan.
"Pintar, kau memang harus melakukannya, Leo Ariendra harus membayar semuanya"ucap Pak Theo.
"Baik Pa"ucap Rehan.
"Rehan satu hal lagi, Azkia akan jadi tunanganmu nantinya"ucap Pak Theo.
"Apa Pa? Papakan tahu aku sudah menikah"ucap Rehan.
"Secara hukum kau masih singlekan, jadi ikuti perintahku jika kau mau Cinta selamat"ucap Pak Theo.
"Baik"ucap Rehan.
"Sesuai tebakkanku, pulangnya Azkia pastiĀ rencanakan Papa, sebaiknya aku ikuti permainan Papa dulu"batin Rehan.
Rehan keluar dari ruangan kerja ayahnya. Dia harus bisa bermain didua sisi, satu sisi melindungi dan sisi lainnya mengikuti kemauan ayahnya.
***********
Malam itu Cinta berdiri dibalkon kamarnya menatap indahnya bulan dan bintang. Dia jadi teringat Rehan. Saat itu dia melihat bulan dan bintang bersama Rehan yang saat itu dia masih menjadi Reni.
"Kak Rehan aku rindu"ucap Cinta.
Seorang memakai baju hitam dan penutup kepala berwarna hitam memanjat balkon kamar Cinta dan turun dibalkon kamar itu. Cinta langsung mengambil sapu untuk memukul orang itu, dia mengira orang itu pasti maling. Cinta menghampirinya lalu memukulnya berkali-kali.
Tuk.....tuk....tuk....
"Aw.......sakit gadis kecil, ini aku"ucap Rehan.
Seketika Cinta berhenti memukul lelaki itu. Dia seperti mengenal suara dan cara memanggil Rehan padanya dengan sebutan gadis kecil.
"Kak Rehan....."ucap Cinta langsung memeluk Rehan.
"Kau merindukanku gadis kecil?"tanya Rehan.
"Iya, kangen.....banget"ucap Cinta.
"Aku juga kangen banget, gak bisa tidur kalau gak ada kamu"ucap Rehan.
Rehan menciumi kening Cinta berkali-kali.
"Kak Rehan, kau ini bahaya sekali"ucap Cinta.
"Habis aku ingin bertemu denganmu"ucap Rehan.
"Kenapa tidak lewat pintu depan"ucap Cinta.
"Aku pernah bilang padamu, gerak gerikku diawasi anak buah Papaku, itu sebabnya hanya dengan cara ini aku bisa menemuimu"ucap Rehan.
"Kak Rehan....."ucap Cinta.
"Gadis kecil cium"ucap Rehan.
"Gak mau"ucap Cinta.
"Kok gitu, aku sudah susah payah malam-malam begini datang kemari kaya maling"ucap Rehan.
Cup
Cinta tersenyum mencium pipi Rehan saat dia mengomel.
Mendapat ciuman pipi, Rehan langsung mencium Cinta. Lalu membopong Cinta sambil tetap menciumnya menuju ke ranjang kamar itu. Mereka memulai cinta kembali dimalam penuh bulan dan bintang itu. Semua kerinduan mencair menjadi sebuah kehangatan dimalam yang dingin. Rehan tak hentinya memberikan cinta dan kelembutan pada Cinta hingga membuatnya tersenyum sepanjang malam.
"Kak Rehan besok aku sekolah"ucap Cinta.
"Oke, kita tidur ya"ucap Rehan.
Rehan menyudahi malam penuh cinta dan kelembutan itu. Dia berbaring disamping disamping Cinta sambil memeluknya.
"Kak Rehan besok ikut sekolah ya"ucap Cinta.
"Oke sayang, tapi aku hanya bisa sekolah setengah hari. Siangnya harus kembali ke perusahaan"ucap Rehan.
"Iya gak papa yang penting bisa bersama Kak Rehan"ucap Cinta semakin mendekatkan dirinya dalam dekapan Rehan.
"Gadis kecil I Love You"ucap Rehan.
__ADS_1
"I Love You Too Kak Rehan"ucap Cinta.
Rehan tidur memeluk Cinta dalam dekapannya. Dia ingin menghabiskan malam indah itu bersama Cinta hingga pagi nanti. Tiada yang berharga selain bersama Cinta.