ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Generation 2 : Part 47


__ADS_3

"Sepertinya kita terdampar di pulau tak berpenghuni ini" ucap Alvan.


Kruucuuuk....kruucuuk...kruucuuk....


Suara perut Haura mulai lapar.


"Itu suara perutmu?" tanya Alvan.


"Iya, aku lapar, dari tadi siang belum makan" ucap Haura.


"Hari mulai gelap, kita berkemah disini saja, di dalam hutan bisa jadi lebih berbahaya" ucap Alvan.


"Lalu kita makan apa?" tanya Haura.


"Kita cari kerang, ikan, udang atau kepiting yang bisa dimakan" ucap Alvan.


Haura mengangguk. Dia mengikuti Alvan mencari berbagai binatang laut. Alvan sudah menangkap beberapa udang dan kepiting. Sedangkan Haura masih bingung bagaimana cara menangkapnya.


"Alvan lihat lucu ya uletnya gede" ucap Haura.


Haura menunjukkan binatang laut yang mirip ulat berwarna hitam.


"Haura itu bulu babi" ucap Alvan.


"Oh kirain ulet, lucu, pasti Kaisar suka nih" ucap Haura.


Haura kembali mencari binatang laut lainnya. Dia melihat kepiting sedang beradu.


"Eh kalian berebut apaan? pasti berebut cewek ya. Dari pada kalian berantem mending jadi makanan Haura aja ya" ucap Haura.


Haura menangkap kedua kepiting besar itu.


"Alvan liat" ucap Haura menunjukkan kedua kepiting besar yang ditangkapnya.


"Kau hebat Haura" ucap Alvan.


"Iya dong Haura" ucap Haura.


Alvan dan Haura kembali ke tepi pantai. Mereka mengumpulkan hasil tangkapan mereka.


"Alvan apa kita akan memakannya mentah-mentah?" tanya Haura.


"Kita buat api unggun" ucap Alvan.


"Tapi bagaimana caranya?" tanya Haura.


Alvan mencari batu dan kayu. Kemudian dia menggesekkan dua batu bersamaan agar menghasilkan api dari dua gesekan itu. Tapi berkali-kali berusaha tidak bisa juga. Dia sampai lelah menggesekkan kedua batu itu. Haura menarik tangan Alvan.


"Sudah, nanti tanganmu luka, mungkin tidak bisa" ucap Haura.


"Kalau aku tidak bisa membuat api, gimana kita makan?" tanya Alvan.


"Aku masih bisa menahan lapar" ucap Haura.

__ADS_1


Alvan melempar batu itu karena kesal tak bisa membuat api. Haura memilih berbaring dipasir sambil melihat ke atas langit yang mulai gelap.


"Alvan lihat bulan dan bintang. Dulu Papa dan Mamaku jatuh cinta karena melihat bulan dan bintang" ucap Haura.


Alvan menghampiri Haura dan berbaring disampingnya.


"Ditempat ini gelap tapi langit begitu terang, bulan dan bintang yang membuatnya bersinar" ucap Alvan.


"Alvan bagaimana ceritanya kau bisa ada disel itu dan mereka menyiksamu?" tanya Haura.


"Berjanjilah takkan menceritakan semua ini pada siapapun" ucap Alvan.


Haura mengangguk. Dia melihat ke arah Alvan bercerita.


"Semua berawal dari....." ucap Alvan mulai bercerita.


Flash Back ON


Mateo seorang anggota Gengster Harimau. Pada suatu hari dia terluka parah. Dia tergeletak didepan rumah orang. Seorang wanita keluar dari rumah itu lalu menolongnya. Dia mengobati Mateo sampai sembuh dan pulih kembali. Wanita itu Lesti namanya. Seiring waktu Mateo jatuh cinta pada Lesti yang baik hati.


"Aku mencintai Lesti" ucap Mateo.


"Aku juga mencintaimu Mas" ucap Lesti.


"Apa kau mau jadi istriku?" tanya Mateo.


"Iya Mas, aku mau" ucap Lesti.


"Aku tidak bisa kembali, aku ingin hidup seperti manusia pada umumnya. Punya sebuah keluarga yang bahagia" ucap Mateo.


"Kau yakin? kau tahu sumpah yang kita ucapkan saat masuk di Gengster Harimau?" tanya Irfan.


"Iya aku tahu, tapi aku tidak peduli dengan itu lagi" ucap Mateo.


"Jangan bodoh, kau tahu resikonya jika kau keluar begitu saja" ucap Irfan.


Mateo teringat sumpahnya. Gengster Harimau takkan melepasnya kecuali dia mati, cacat ataupun sudah tua. Jika dia tetap keluar maka akan disebut penghianat. Dan penghianat akan diadili.


Mateo terdiam sesaat memikirkan semuanya.


"Kalau cuma ingin bersenang-senang dengan seorang wanita, kau bisa hanya memakainya saat kau ingin lalu tinggalkan. Wanita banyak didunia ini kau bisa pilih dan berganti sesuai maumu" ucap Irfan.


"Tidak, aku mencintainya, aku tidak akan mempermainkannya seperti itu" ucap Mateo.


"Kalau begitu tunggu saja saat penghakimanmu" ucap Irfan.


"Apa kau tidak bisa menjaga rahasia ini dan bilang ke markas kalau aku sudah mati?" tanya Mateo.


"Aku bukan pengkhianat sepertimu" ucap Irfan.


Irfan meninggalkan Matteo dari tempat itu. Matteo segera menemui istrinya yang berada dirumahnya.


"Sayang kita harus pergi dari sini" ucap Mateo.

__ADS_1


"Pergi kemana Mas? bukannya kita sudah nyaman tinggal disini?" tanya Lesti.


"Disini tidak aman sayang, pokoknya kita harus pergi dari sini" ucap Mateo.


Lesti terpaksa menyetujui ajakan suaminya. Mereka meninggalkan rumah yang selama ini Lesti tempati. Rumah itu rumah orangtua Lesti.


Tak lama setelah mereka pergi, Gengster Harimau datang ke rumah itu. Mereka menggeledah rumah itu tapi tak seorangpun ada dirumah itu.


"Mereka sudah pergi"


"Sial"


"Tenang, sejauh apapun mereka pergi kita akan menemukannya"


"Pengkhianat itu harus diadili"


"Aku yang akan menghabisinya dengan tanganku"


"Ayo kembali ke markas"


Mereka semua kembali ke markas. Pencarian Mateo dan keluarganya dihentikan sementara waktu.


Mateo dan Lesti memulai hidup baru dikota lain. Mereka dikaruniai anak kembar laki-laki. Mereka memberi nama anak kembarnya Alvan dan Alvin.


Hidup mereka bahagia. Tapi bayang-bayang Gengster Harimau menghantui mereka lagi. Mereka terpaksa pindah rumah dan pekerjaan lagi dan lagi hingga berkali-kali. Tapi Lesti mulai lelah harus terus berpindah dan berpindah. Dia ingin hidup tenang dan damai tanpa harus hidup dalam ketakutan. Akhirnya dia memberanikan diri untuk bicara dengan suaminya.


"Mas aku lelah harus seperti ini terus. Hidup seperti dikejar-kejar kematian. Aku tidak menemukan kebahagiaan. Anak-anak jadi ketakutan dan kebingungan. Mereka harus pindah sekolah dan lingkungan bermain. Aku lelah" ucap Lesti.


"Maafkan aku sayang, semua ini karena salahku" ucap Mateo.


"Aku ingin kita berpisah Mas, bukan karena aku tidak mencintaimu. Tapi aku ingin kita bisa hidup tenang dan damai. Jika kita terus bersama hidup kita akan terus seperti ini" ucap Lesti.


"Baiklah, aku akan menceraikanmu. Maafkan aku sayang" ucap Mateo.


"Hik hik hik" Lesti menangis.


Mateo memeluk Lesti yang menangis.


"Jaga dirimu, kalau kau merasa berat biar aku membawa anak-anak" ucap Mateo.


"Tidak, biar salah satu anak kita hidup bersamaku" ucap Lesti.


"Baiklah" ucap Mateo.


Mateo bukan tidak ingin mempertahankan rumah tangganya tapi dia ingin istrinya hidup bahagia.


Jika terus bersamanya maka akan terus berpindah tempat.


Akhirnya Mateo dan Lesti bercerai. Mateo membawa Alvin dan Lesti membawa Alvan.


Beberapa tahun kemudian. Mateo berhasil membuka toko bangunan yang cukup besar dan maju. Dia bahkan membeli rumah mewah untuk tempat tinggalnya dan Alvin. Mereka hidup bahagia berdua. Tapi suatu hari Gengster Harimau kembali datang menghampirinya. Alvin bersembunyi dibawah meja makan yang terhalang kursi yang memutarinya, sementara Gengter Harimau membantai ayahnya. Alvin ketakutan, dia menutup mulutnya agar rasa takut dan sedihnya tidak terdengar anggota gengster itu. Dia melihat ayahnya dibantai habis-habisan.Dia tidak bisa berbuat apapun saat itu karena usianya yang masih kecil. Setelah puas dibantai mereka membawa jasad ayahnya pergi bersama mereka. Sejak saat itu Alvin meninggalkan rumahnya. Hidup sendirian dalam ketakutan. Hingga dia dianiaya preman jalanan. Mereka menusukkan besi runcing ke jantung Alvin. Untungnya nyawanya bisa tertolong. Alvin bisa diselamatkan tapi jantungnya tak bisa normal kembali. Dia selalu sakit dan sakit pada jantungnya. Peristiwa dimasa lalunya juga berpengaruh pada kesehatan jantungnya.


Alvin kembali hidup dijalanan hingga bertemu Alvan yang sedang pulang sekolah. Mereka berpelukan setelah sekian tahun tak bertemu. Melihat Alvin terlihat kurus dan cerita kematian ayahnya, Alvan memutuskan bertukar tempat. Bukannya dia tak mau membawa serta Alvin bersamanya tinggal bersama ibunya tapi ibunya yang sudah hidup tenang dan damai. Dia tidak ingin ibunya hidup dalam ketakutan lagi. Alvan menyuruh Alvin pulang sebagai dirinya. Dan Alvan menjalani hidup sebagai Alvin. Dengan Alvin hidup bersama Ibunya, penyakitnya bisa diobati. Sedangkan Alvan yang sehat akan lebih mudah menjalani hidup sendirian sebagai Alvin.

__ADS_1


__ADS_2