ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 85


__ADS_3

Cinta pergi mencari Kirana ke lokasi syutingnya.


Dia menanyakan Kirana pada kru dilokasi syuting itu tapi tak ada satupun yang tahu keberadaan Kirana. Mereka malah menanyakan keberadaan Kirana pada Cinta. Karena tidak ada yang tahu keberadaan Kirana, Cinta pergi menemui Manajer Kirana. Mereka janjian disebuah cafe dekat lokasi syuting itu. Cinta duduk bersama Farah dimeja yang sama.


"Cinta, aku tidak tahu dimana keberadaan Kirana. Handphonenya tidak aktif, bahkan semua teman aktrisnya tidak tahu dimana keberadaannya. Aku juga sudah coba menghubungi Pak Irwan dan Ibu Meta tapi nomor telpon mereka tidak aktif. Aku sudah mencari Kirana ditempat-tempat yang biasa didatanginya tapi hasilnya nihil"ucap Farah.


"Kak sebelum Kirana menghilang, apa dia cerita sesuatu pada kakak?"tanya Cinta.


"Kirana orangnya tertutup kalau masalah pribadi, terakhir dia menelponku itu saat dia mau pulang dari luar kota"ucap Farah.


"Kira-kira kemana ya Kak, Kirana pergi?"ucap Cinta.


"Kirana itu gak punya saudara, dia cuma punya Pak Irwan dan Ibu Meta, tapi mereka itu matre. Menemui Kirana kalau ada maunya selebihnya mereka tak pernah peduli pada Kirana"ucap Farah.


"Aku jadi kasihan sama Kirana, pasti dia kesepian dan sendirian"ucap Cinta.


"Kalau Kirana gak segera balik, karirnya akan hancur. Semua komisinya selama ini akan habis untuk membayar finalti karena dia mangkir syuting. Dia akan benar-benar kehilangan karirnya yang selama ini dia rintis"ucap Farah.


"Berarti kita harus segera menemukan Kirana, dia tidak boleh kehilangannya karirnya yang sudah susah payah diraihnya"ucap Cinta.


"Iya, kalau Cinta punya informasi keberadaan Kirana tolong hubungi saya"ucap Farah.


"Iya Kak, Insya Allah"ucap Cinta


Cinta dan Farah sepakat untuk saling mengabari jika ada yang tahu dimana keberadaan Kirana.


***********


Malam itu Azkia tersadar dari pingsannya. Dia melihat sekelilingnya. Ditubuhnya terpasang alat kesehatan. Azkia coba mengingat kejadian yang terjadi sebelumnya. Dia mulai ingat kenapa dia berada ditempat itu.


"Sepertinya ini rumah sakit, aku harus segera pulang kalau tidak Om akan curiga"ucap Azkia.


Azkia melepas alat kesehatan yang terpasang ditubuhnya. Lalu dia turun dari ranjang berjalan keluar ruangan itu. Azkia harus diam-diam keluar dari rumah sakit itu. Akhirnya dia bisa keluar dari rumah sakit lalu pulang kembali ke Markas Api.


Sampai di Markas Api, Azkia masuk ke dalam markas itu. Dia naik ke lantai atas menuju kamarnya. Terdengar suara Pak Theo memanggilnya.


"Azkia"ucap Pak Theo menghampiri Azkia yang hendak masuk ke kamarnya.


"Selamat malam Om"ucap Azkia.


"Malam, kau dari mana Azkia?"tanya Pak Theo.


"Jalan-jalan Om, kangen teman-teman disini"ucapĀ  Azkia.


"Benarkah? bukannya kau tidak punya teman selama disini"ucap Pak Theo.


"Teman...teman baru tadi disekolah Om"ucap Azkia.


"Kau sudah sedekat itu dengan teman yang baru kau kenal"ucap Pak Theo.


"Iya Om, mereka baik-baik dan ramah hingga aku mudah diterima jadi teman mereka"ucap Azkia.


"Azkia, Om paling tidak suka seorang pengkhianat apalagi dari orang terdekat"ucap Pak Theo.


"Iya Om, Azkia tahu itu"ucap Azkia.


Pak Theo mendekati Azkia lalu menekan dadanya.


"Aa......ugh....ugh....ugh ...."Azkia langsung terbatuk dan mengeluarkan sedikit darah.


"Kucing manis yang penurut sekarang berubah liar"ucap Pak Theo sambil melepas tangannya dari dada Azkia.


"Aku tidak berkhianat Om"ucap Azkia.


"Aku bahkan belum menyebut kau pengkhianat, tapi ternyata anjing sudah menggonggong duluan"ucap Pak Theo.

__ADS_1


"Aku bersedia dihukum Om jika memang Om menganggapku berkhianat"ucap Azkia.


"Hans kemarilah"ucap Pak Theo memanggil anak buahnya.


"Baik Bos besar"ucap Hans sambil membawa pistol.


Hans memberi pistol itu pada Pak Theo.


"Buktikan kesetiaanmu"ucap Pak Theo memberikan pistol itu pada Azkia.


Azkia menerima pistol itu lalu meletakkannya mengarah ke pelipisnya.


"Terimakasih atas semua yang sudah Om berikan padaku, aku akan membuktikan kesetiaanku" ucap Azkia.


Azkia menutup matanya lalu menembakkan pistol itu pada pelipisnya.


Tek........tek............


Ternyata pistol itu tanpa peluru.


Proook......proook..............


"Jika pistol itu ada pelurunya tentu kau sudah mati"ucap Pak Theo.


"Iya Om"ucap Azkia.


"Aku sudah menolongmu dari kematian, kau tau balasannya untukku apa"ucap Pak Theo.


"Kesetiaan"ucap Azkia.


"Bagus, jika kau berani berkhianat, kau tahu akibatnya, dimana tempatmu berada"ucap Pak Theo.


"Iya Om"ucap Azkia.


"Om sepertinya mencurigaiku, aku harus berhati-hati"batin Azkia.


************


Kirana makan malam bersama keluarga Andika ditikar rumah panggung itu. Rumah itu terbuat dari kayu dan bambu sebagai dinding dan lantainya. Kirana duduk ditikar bersama orangtua Andika, kedua adik Andika dan Andika juga. Malam itu Ibu Nunung, ibunya Andika memasak ikan asin, tumis kangkung dan telur dadar. Lauk sederhana itu menjadi menu makan malam mereka. Kirana hanya diam dan mengunyah makanan itu dengan lambat sambil melihat keluarga Andika yang begitu menikmati makan malam itu.


"Nona Kirana kenapa diam saja, apa makanannya tidak enak?"tanya Andika berbisik pada Kirana.


"Andika,maaf tapi makanan ini terasa biasa saja dimulutku. Tidak membuatku menikmatinya saat memakannya. Rasanya seperti orang yang sakit, terasa hambar"ucap Kirana.


"Mungkin karena Nona Kirana sudah terbiasa makan makanan enak itu sebabnya makanan ini terasa biasa saja bahkan hambar. Tapi coba kau lihat kami yang sudah terbiasa hidup dalam kekurangan makan apa saja rasanya enak dan nikmat, mungkin itulah kenikmatan yang Allah berikan pada orang miskin seperti kami"ucap Andika.


"Kau benar, banyak orang kaya diluar sana yang bahkan bosan makan ini itu sampai mereka pergi keluar negeri hanya untuk sekedar mencari makanan yang enak dan nikmat. Tapi orang miskin bisa setiap hari makan makananan enak dan nikmat meskipun itu hanya ikan asin"ucap Kirana.


"Itulah karunia Allah yang kita tidak sadari, kenikmatan bukan karena makanan itu mahal ataupun lebih baik tapi rasa bersyukur dan keterbatasan yang membuat kenikmatan itu selalu ada dan bisa dirasakan"ucap Andika.


"Itulah karunia yang Allah berikan pada orang miskin, nikmat makan, nikmat yang mungkin jarang bisa dirasakan orang kaya"ucap Kirana.


Kirana mulai memahami jika hidupnya jauh lebih beruntung, semua yang dia keluhkan itu hanya karena dia tak bersyukur, hingga dia merasa jauh dari kenikmatan yang Allah berikan. Bersyukur dengan apa yang kita miliki itu kunci kenikmatan yang tiada tara. Semakin kita bersyukur kenikmatan itu akan semakin kita rasakan. Kenikmatan itu ada disetiap hari yang kita lalui tapi terkadang kita tak menyadarinya hingga kita merasa kenikmatan itu tidak ada bahkan menghilang.


************


Pak Irwan dan Ibu Meta sudah tidak punya uang lagi. Mereka mengemis dijalanan. Dengan menadahkan tangan sambil duduk ditepi jalan mereka berharap belas kasih orang. Mereka heran seharian mengemis tapi belum juga mendapatkan uang. Sementara pengemis disampingnya sudah menghitung hasil mengemisnya. Mereka bahkan kaget melihat hasil pengemis disampingnya itu.


"Hei Siti kau dapat uang banyak dari mengemis hari ini, sementara aku selembarpun tak ada", ucap Ibu Meta.


"Iya dong, ini belum seberapa, biasanya aku dapat satu juta, paling tiris dua ratus ribu dari pekerjaan mengemis seharian"ucap Siti.


"Apa? satu juta sehari?"ucap Ibu Meta tak percaya.


"Lihat handphoneku aja merk paling bagus ditahun ini"ucap Siti menunjukkan handphone miliknya pada Ibu Meta.

__ADS_1


"Itu bukannya handphone mahal ya?"tanya Ibu Meta.


"Iya dong, satu bulan mengemis pendapatanku berkisar 10 juta hingga 30 juta perbulan. Rumahku aja dikampung udah tingkat tiga, sawahku luas dan sapiku banyak"ucap Siti.


"What?"ucap Ibu Meta.


"Makanya kalau mengemis jangan asal, ada tutorialnya"ucap Siti.


"Ada tutorialnya, apa?"tanya Ibu Meta.


"Searching dong dimedsos kan banyak tutorialnya"ucap Siti.


"Gak punya kuota"ucap Ibu Meta.


"Kere amet sih, makanya kaya aku dong gembel kelas ikan mujair jangan kelas teri kaya kalian" ucap Siti.


"Ajarin dong kita mau kaya juga"ucap Ibu Meta.


"Oke"ucap Siti.


"Ayo cepetan aku gak sabar nih apa tutorialnya?" tanya Ibu Meta.


"Pertama penampilan, lihat penampilan kalian.


Mau ngemis atau mau jalan-jalan ke Mall. Masa mengemis pakai baju bagus branded lagi kalah sama yang mau ngasih duit. perhiasan penuh gitu dan full make up kaya mau kondangan, hello kita ini pengemis"ucap Siti.


"Bener juga, kita bahkan kaya orang kaya bukan pengemis"ucap Ibu Meta.


"Kedua mimik, kalian mau ngemiskan sediakan bawang yang banyak biar baper dan penghayatan yang sempurna kalau perlu pasang tampang ngenes dan menderita"ucap Siti.


"Kita belum ngenes sih, besok akan lebih ngenes dan terlihat menderita total"ucap Siti.


"Ketiga tata bicara yang tepat, jika kamu mau mengemis ucapkan kata-kata menyedikan yang menggungah simpati dan air mata"ucap Siti.


"Kau benar, besok aku akan bilang ditinggal suami kawin lari, anak sepuluh belum makan, bahkan tinggal dikolong jembatan"ucap Ibu Meta.


"Itu cukup ngenes kalau kurang ngenes baca novel diaplikasi banyak novel ngenes disana bisa jadi inspirasi dadakan tapi ingat beli kuota dulu"ucap Siti.


"Kalau gak punya kuota nyari insiparasinya dimana?"tanya Ibu Meta.


"Di sinetron-sinetron juga banyak, sinetron sekarangkan ngenes-ngenes dan bikin baper nguras bawang bikin mahal aja"ucap Siti.


"Tapi belum bayar listrik gimana mau lihat sinetronnya?"tanya Ibu Meta.


"Nonton aja diwarung-warung pasti nontonnya sinetron yang ngenes dan baper, lah wong ibu-ibu suka. Apalagi kalau bawa-bawa pelakor dan ibu mertua kejam pasti seru"ucap Siti.


"Wah aku jadi punya ide buat tema mengemisku besok"ucap Ibu Meta.


"Nahkan inspirasikan, mau tahu tutorial keempat?"tanya Siti.


"Mau"ucap Ibu Meta.


Keempat memuji dan mendoakan target, tahap ini disebut tahap menyenangkan hati target. Ketika mengemis jangan lupa memuji target mu, seperti mas yang baik hati, mba yang sholeh atau om yang ganteng sertakan doa agar hati Si target tersentuh dan luluh lantah"ucap Siti.


"Kira-kira hafalan doanya panjang gak?"tanya Ibu Meta.


"Biasanya panjang, nyontek aja atau hafalin dulu, penjiwaan saat memuji dan mendoakan itu penting"ucap Siti.


"Boleh dicoba"ucap Ibu Meta.


"Terakhir membaca doa sebelum dan sesudah mengemis"ucap Siti.


"Mesti ya, mengemis berdoa segala kaya mau makan aja"ucap Ibu Meta.


Ibu Meta mencatat semua tutorial mengemis. Dia dan Pak Irwan tak perlu susah-susah bekerja, dengan mengemis penghasilan mereka akan banyak.

__ADS_1


__ADS_2