ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 114


__ADS_3

Cinta keluar dari kamar berjalan menuruni tangga menuju ke dapur dirumah itu. Sepanjang jalan menuju dapur, dia melihat semua pengawal didalam rumah itu perempuan. Sepertinya Black Hunter benar-benar posesif, dia tak ingin ada yang menikmati kecantikan dan keindahan tubuh Cinta dengan cuma-cuma. Cinta menyiapkan  bahan-bahan untuk memasak. Kemudian dia memotong sayuran, tiba-tiba Black Hunter memelukknya dari belakang.


"Kau......"ucap Cinta kaget.


"Manis ini aku"ucap Black Hunter.


"Kenapa kau disini?"tanya Cinta.


"Aku merindukan aroma tubuhmu, jadi aku ingin menempel disini"ucap Black Hunter.


"Aku tidak akan bisa memasak jika begini"ucap Cinta.


"Aku tidak peduli, aku akan tetap menempel"ucap Black Hunter.


".........."Cinta hanya terdiam.


Cinta tetap memotong sayuran itu, meskipun Black Hunter terus menciuminya.


"Kenapa lelaki ini terus menempel, rasanya....."batin Cinta teringat sesuatu.


Cinta teringat saat Rehan juga sering menempel manja saat dia sedang memasak untuknya.


"Kenapa aku jadi teringat Kak Rehan, aku sangat merindukannya"batin Cinta.


"Manis jangan melamun nanti jarimu terpotong" ucap Black Hunter.


Benar saja karena Cinta terus melamun memikirkan Rehan. Jari terlunjuknya teriris pisau.


"Aw............."ucap Cinta kesakitan.


Black Hunter langsung meraih jari telunjuk Cinta lalu mengisap darah yang keluar dari jari telunjuknya. Dia bahkan menciumi jari telunjuk yang teriris itu.


"Keren"ucap Black Hunter memanggil pengawalnya.


Keren segera datang menghampiri Black Hunter.


"Ambil kotak P3K, cepat!"ucap Black Hunter.


"Baik Tuanku"ucap Keren.


Keren langsung mengambil kotak P3K lalu membawanya pada Black Hunter.


"Ini Tuanku"ucap Keren memberikan kotak P3K itu.


Black Hunter menerima kotak  P3K itu. Lalu Keren keluar dari dapur itu. Black Hunter mulai mengobati jari telunjuk Cinta yang teriris pisau itu.


"Aw........perih"ucap Cinta.


"Manis tahanlah sebentar"ucap Black Hunter.


Cinta memperhatikan lelaki bertopeng itu. Sebelumnya dia tak berani menatapnya lebih jelas dan lama.


"Kau akan jatuh cinta jika terus menatapku"ucap Black Hunter.


Cinta langsung memalingkan wajahnya tapi Black Hunter malah meraih kepalanya dan mencium bibir Cinta.


"Jangan berani memalingkan wajahmu seperti itu padaku, kau harus terus menatapku mulai sekarang"ucap Black Hunter seusai mencium Cinta.


Cinta kembali memasak hingga selesai dengan Black Hunter yang terus berada disisinya. Dia menyajikan masakannya dimeja makan. Lalu Black Hunter duduk menatap masakan Cinta yang memenuhi meja makan.


"Manis kemarilah duduk dipangkuanku"ucap Black Hunter.

__ADS_1


Cinta duduk dipangkuan lelaki bertopeng itu.


"Suapi aku, cepat!"ucap Black Hunter.


Cinta mulai menyuapi lelaki itu. Tiba-tiba Black Hunter meraih kepala Cinta dan menciumnya lalu memasukkan makanan dimulutnya ke mulut Cinta.


"Kau juga harus makan manis"ucap Black Hunter setelah melakukan hal itu.


"Cepat kunyah jangan buat aku marah"ucap Black Hunter.


Cinta mengunyah makanan dimulutnya.


"Saat kau menyuapiku, kau juga harus menyuapimu sendiri. Aku tidak ingin kau sakit. Karena kita akan menghabiskan banyak waktu diranjang"ucap Black Hunter.


"Lelaki ini benar-benar tidak sopan dan senonoh, apa aku akan jadi pemuasnya selamanya"batin Cinta.


Setelah selesai makan, Black Hunter membopong Cinta naik.


"Turunkan aku"ucap Cinta.


"Menurutlah, aku akan membuatmu senang"ucap Black Hunter.


"Senang?????....jangan-jangan????....."batin Cinta.


"Tidak, turunkan aku"ucap Cinta.


"Jangan harap"ucap Black Hunter.


Black Hunter membawa Cinta naik ke lantai atas lalu masuk ke kamarnya. Dia membaringkan Cinta diranjang.


"Kau mau apa?"tanya Cinta dengan takut.


"Mau kamu"ucap Black Hunter.


Black Hunter mendekati Cinta dan memeluknya.


"Manis kau sudah jadi milikku, jangan berpikir untuk lepas"ucap Black Hunter.


"Tolong biarkan aku mencari anakku"ucap Cinta.


"Nanti malam kita akan mencari anakmu dipasar gelap"ucap Black Hunter.


"Nanti malam?"tanya Cinta.


"Sekarang kita....."ucap Black Hunter.


Cinta menahan tubuh Black Hunter dengan tangannya.


"Ku mohon jangan, aku bukan istrimu jadi aku tidak bisa melakukan ini denganmu"ucap Cinta.


"Aku tidak peduli"ucap Black Hunter.


Black Hunter memborgol tangan Cinta. Lalu kembali melakukan keinginannya pada Cinta. Dia tak peduli dengan teriakan dan tangisan Cinta.


Berjam-jam lamanya dia melakukan keinginannya hingga Cinta kelelahan.


"Aku berbaik hati, kau boleh istirahat sekarang" ucap Black Hunter.


Black Hunter melepas borgol yang memborgol tangan Cinta lalu berbaring disamping Cinta.


"Hik....hik......hik....."Cinta menangis.

__ADS_1


"Kenapa dia melecehkanku lagi, apa wanita begitu tidak ada harganya dimatanya. Aku bukan pemuas keinginannya hik...hik...."batin Cinta.


Black Hunter memeluk Cinta yang sedang menangis.


"Manis, kau harusnya senang. Aku tak pernah menyentuh wanita selain dirimu"ucap Black Hunter.


"Aku bukan mainanmu, kau membuatku hina dan kotor"ucap Cinta.


"Dengan bersamaku itu penghargaan tertinggi untukmu. Banyak wanita yang ingin berada disisiku. Tapi aku merendahkan harga diriku saat bersamamu, seharusnya kau melayaniku dengan senang hati"ucap Black Hunter.


Cinta melepas pelukan Black Hunter lalu dia berjalan menuju toilet. Dia mandi lalu berwudhu. Cinta berjalan keluar dari toilet. Dia mengenakan baju yang ada dilemari.


"Semua baju dilemari ini seksi, lelaki itu benar-benar cabul"batin Cinta.


Cinta mengenakan baju lalu berjalan menghampiri Black Hunter yang sedang berbaring diranjang.


"Apa ada mukena?"tanya Cinta pada Black Hunter.


"Mukena? apa itu?"tanya Black Hunter.


"Aku ingin sholat, aku membutuhkan mukena untuk sholat"ucap Cinta.


"Sholat? kau ini aneh, aku tidak tahu kedua jenis kata-kata yang kau ucapkan"ucap Black Hunter.


"Baiklah, apa ada kain dan mesin jahit?"tanya Cinta.


"Itu hal yang mudah"ucap Black Hunter.


Cinta akhirnya menjahit sebuah kain untuk membuat sebuah mukena. Black Hunter memperhatikannya.


"Sepertinya memiliki istri tidak buruk"batin Black Hunter.


Setelah selesai menjahit, Cinta mengenakan mukena yang dijahitnya untuk sholat.


"Wanita itu sedang apa? aneh. Tapi wajahnya begitu tenang dan bercahaya saat melakukan itu"batin Black Hunter.


Seusai sholat Cinta menangis, bersujud dan memohon ampun pada Allah SWT.


***********


Azkia kembali ke Negara A. Dia pergi ke sekolah SMA Best Stars School tempatnya dulu bersekolah dan bersama Raka. Dia berjalan diantara ruangan kelas yang dulu sering dilewatinya bersama Raka.


"Rasanya baru kemarin aku berlari ditempat ini bersama Raka"ucap Azkia.


"Seandainya semuanya bisa diulang, aku rindu masa itu"ucap Azkia.


Azkia masuk ke kelas 3 IPA 1. Dia duduk dibangku yang bersampingan dengan Raka. Kenangan masa sekolah terlihat jelas.


"Raka dulu kita sering berdebat, tertawa dan saling meledek ditempat ini. Aku masih ingat saat kau dan aku maju kedepan kelas membacakan surat cinta hik....hik...."ucap Azkia.


"Waktu berlalu begitu cepat, mungkin besok aku tak akan pernah menemuimu lagi, maafkan aku" ucap Azkia.


Azkia kembali berjalan keluar kelas. Dia menuju belakang sekolah. Azkia melihat pohon jambu yang dulu dipanjatnya bersama Raka.


"Pohon jambunya masih ada dan berbuah"ucap Azkia.


Azkia memanjat kembali pohon jambu itu dia duduk didahan pohon jambu itu. Sekarang pohon jambunya berukuran lebih besar dari sebelumnya.


Azkia menyadarkan tubuhnya dibatang pohon itu. Lalu dia tertidur sekilas hanya beberapa menit hampir saja dia terjatuh tapi ditahan tangan Raka yang memegang kedua lengannya. Azkia membuka matanya lebar-lebar, dia melihat Raka didepannya.


"Ayam jago......"ucap Azkia.

__ADS_1


"Kura-kura......"ucap Raka.


__ADS_2