ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 40


__ADS_3

Cinta pergi ke Rumah Sakit Aman Sentosa milik pemerintah. Rehan menemani Cinta menjenguk Ibunya Cinta. Dia ingin minta restu pada Ibunya Cinta. Rumah sakit itu lebih ramai dari pada rumah sakit swasta. Banyak orang berobat terutama warga yang tak mampu. Saat mereka sedang berjalan dikoridor rumah sakit, Dokter Daniel menghampiri mereka.


"Cinta"ucap Dokter Daniel.


"Dokter Daniel"ucap Cinta.


"Untung saya bertemu denganmu disini"ucap Dokter Daniel.


"Memang ada apa Dok?"tanya Cinta.


"Kondisi Ibumu semakin menurun"ucap Dokter Daniel.


"Maksud Dokter, Ibu saya kritis?"tanya Cinta.


"Iya, pihak rumah sakit baru mau menghubungimu tapi syukurlah kau malah datang ke rumah sakit"ucap Dokter Daniel.


"Kalau begitu saya harus segera menemui Ibu saya"ucap Cinta.


"Mari"ucap Dokter Daniel.


Rehan mengantarkan Cinta masuk ke ruangan perawatan Ibunya Cinta. Dokter Daniel dan Rehan berada dibelakang Cinta. Ibunya berbaring diranjang dengan semua alat bantu hidup. Cinta menangis dan menghampiri Ibunya kemudian menggengam tangan Ibunya.


"Bu, jangan tinggalkan Cinta, ku mohon hik...hik...


Kita akan sama-sama lagi, Ibu harus bangun Cinta kangen.....hik....hik.....Bu sadarlah.....cepat sembuh......hik....hik......."ucap Cinta menangis.


Cinta menangis sambil memegang tangan Ibunya. Tak lama tangan Ibunya bergerak.


Matanya terbuka dan memanggil nama Cinta.


"Cinta........"ucap Bu Rahayu.


Cinta langsung memeluk Ibunya yang baru sadar itu. Ibunya berbicara pada Cinta dengan suara yang lemah.


"Ibu.....Cinta kangen.....hik....hik......"ucap Cinta.


"Waktuku su...dah tak ban...yak....."ucap Ibu Rahayu. terbata-bata.


Cinta melepas pelukannya, dan bicara pada Ibunya.


"Ibu jangan tinggalkan Cinta......hik....hik....."ucap Cinta.


"Kau ha...rus tahu, aku bu..kan Ibu kan..dungmu...." ucap Ibu Rahayu.


"Tidak......tidak mungkin......Ibu jangan bicara seperti itu"ucap Cinta.


"Ka.......mi  mene....mukanmu di....sungai........ nak......."ucap Ibu Rahayu.


"Disungai?........"ucap Cinta kebingungan.


"Ma.....afkan ka.....mi..... ba......ru.......


mem....beri.....ta.....hu......mu........."ucap Ibu Rahayu lalu menghembuskan nafas terakhirnya.


"Ibu..............."ucap Cinta berteriak sambil memeluk Ibunya.


Tit.....tit......tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii


Ibu Rahayu meninggal dunia. Rehan langsung menghampiri Cinta dan memeluknya.


"Innalillahi wa inna ilahi raji'un"ucap Dokter Daniel.


Cinta menangis tersedu-sedu dipelukan Rehan.


"Ibu.....hik.....hik.....hik......hik........."ucap Cinta sambil menangis.


"Gadis kecil jangan menangis, ada aku yang akan selalu ada disisimu"ucap Rehan.


"Cinta, saya turut berduka cita atas kepergian Ibu, kembali pada Allah SWT"ucap Dokter Daniel.

__ADS_1


Cinta hanya mengangguk, air matanya terus menetes dipipinya. Kesedihan yang begitu mendalam dihatinya. Setelah kepergian ayahnya, kini Ibunya pun harus pergi untuk selamanya.


**************


Pemakaman Kamboja Putih


Cinta duduk didekat batu nisan Ibunya. Matanya bengkak karena terus meneteskan air mata. Kini dia sendirian tanpa ayah dan ibunya. Cinta harus bisa hidup mandiri dan kuat menghadapi segala ujian yang akan datang. Rehan menemani Cinta disampingnya.


"Gadis kecil jangan bersedih, aku tahu ini berat untukmu, tapi kau harus kuat, karena Cinta yang ku kenal adalah gadis yang kuat"ucap Rehan.


"Tuan yang sombong aku sudah tidak punya siapapun lagi didunia ini, ayah dan ibuku telah pergi tinggal aku sendiri"ucap Cinta.


"Gadis kecil siapa bilang kau sendiri, kau punya Rehan Darien yang akan selalu ada disisimu dan menjagamu"ucap Rehan.


"Terimakasih Tuan yang sombong"ucap Cinta.


"Jangan berterimakasih, kau harus menikah denganku biar aku selalu bersamamu seumur hidupku"ucap Rehan.


Cinta hanya mengangguk dengan ucapan Rehan.


"Bu, mungkin Anda tidak mengenalku, tapi aku akan menjaga Cinta dan berada disisinya selamanya, Ibu harus tenang disana. Cinta pasti bahagia bersamaku, aku akan segera menikahi Cinta setelah dia lulus sekolah nanti"ucap Rehan.


Cinta membaca doa untuk Ibunya. Rehan hanya menengadahkan tangannya untuk ikut mendoakan Ibunya Cinta.


Dokter Daniel menghampiri Cinta dan Rehan yang duduk didekat batu nisan itu.


"Cinta, saya pamit pulang dulu. Semoga ibumu tenang disana, diampuni segala dosa-dosanya dan diringankan siksa kuburnya"ucap Dokter Danial.


"Amin, terimakasih Dok"ucap Cinta.


"Sama-sama"ucap Dokter Daniel.


Dokter Daniel meninggalkan tanah pemakaman itu. Tinggal Rehan dan Cinta yang berada di tanah pemakaman itu.


"Gadis kecil ayo pulang"ucap Rehan.


"Bu, Cinta pulang dulu, kapan-kapan Cinta akan kesini lagi"ucap Cinta.


Rehan dan Cinta berdiri dan berjalan meninggalkan tanah pemakaman itu. Cinta diantar Rehan naik mobilnya menuju ke asramanya. Didalam mobil Rehan berbincang dengan Cinta.


"Gadis kecil, apa kau ingin mencari orangtua kandungmu?"tanya Rehan.


"Iya, tapi apa mungkin aku akan bertemu dengan orangtua kandungku? aku bahkan ditemukan disungai. Mungkin orangtuaku membuangku" ucap Cinta.


"Gadis kecil paling tidak kau tahu siapa orangtua kandungmu"ucap Rehan.


"Tunggu.....aku baru ingat, Cinta harus mendapatkan donor sumsum tulang belakang dari anggota keluarganya yang cocok, berarti aku harus menemukan orangtua Cinta"batin Rehan.


"Tapi gimana caranya, tidak ada petunjuk. Hanya sebuah keterangan kalau Cinta ditemukan disungai, apa dia dibuang atau......?"batin Rehan.


"Tuan yang sombong sudah sampai, kau tak perlu mengantarku sampai asrama. Kemarin aku ditegur pihak asrama karena kau masuk ke kamar asramaku. Hanya boleh diteras bawah saja"ucap Cinta.


"Bilang aku ini calon suamimu, kalau perlu aku akan membeli asrama sekolahmu"ucap Rehan.


"Aku percaya Tuan yang sombong mampu membelinya, tapi peraturan tetap peraturan. Assalamu'alaikum"ucap Cinta.


"............"Rehan ragu untuk menjawab.


"Calon suamiku aku ingin mendengar jawaban salammu"ucap Cinta.


"Wa'alaikum sallam"ucap Rehan.


"Ternyata setelah diucapkan begitu ringan dan menenangkan"batin Rehan.


Cinta keluar dari mobil Rehan. Dia masuk ke dalam asrama itu. Seketika Rehan berganti kostum dan berganti menjadi Reni kembali.


"Aku harus menemani Cinta disaat seperti ini, bila laki-laki tak boleh masuk asrama, jadi perempuan dijamin bisa masuk. Demi cinta apapun ku lakukan"ucap Rehan.


Rehan turun dari mobilnya menuju ke dalam asrama. Dia masuk ke kamar asramanya, tiba-tiba Cinta langsung memeluknya.

__ADS_1


"Reni aku rindu, kemana saja kau beberapa hari ini?"tanya Cinta.


"Gadis kecil aku selalu ada disisimu, hanya saja aku juga harus mengurus perusahaanku"batin Rehan.


"Aku pulang ke rumahku diluar kota Cinta"ucap Rehan.


"Selama kau tak ada sepi rasanya aku tinggal dikamar ini"ucap Cinta.


"Gadis kecil, aku senang, disaat jadi Rehan ataupun Reni kau selalu merindukanku"batin Rehan.


"Cinta matamu sembab, apa kau sakit?"tanya Rehan pura-pura tidak tahu.


"Ibuku meninggal dunia Reni"ucap Cinta.


"Aku turut berduka cita atas meninggalnya Ibumu ya Cinta"ucap Rehan.


"Terimakasih Reni"ucap Cinta.


"Oya Cinta, aku membawa oleh-oleh, kau pasti suka"ucap Rehan.


Rehan menarik Cinta dan mengajaknya duduk diranjang. Dia mengeluarkan berbagai camilan untuk Cinta.


"Wah banyak banget, ada onde-onde, wingko babat, keripik tempe, moci, dan bakpia"ucap Cinta.


"Semua untukmu Cinta"ucap Rehan.


"Makasih Reni, aku suka semuanya"ucap Cinta.


"Kau harus makan semuanya"ucap Rehan.


"Oke"ucap Cinta.


"Untung saja semua itu dijual online"batin Rehan.


Setelah kenyang makan camilan itu Cinta melihat-lihat album miliknya. Dia melihat foto ayah, ibu dan fotonya saat masih bayi. Rehan menghampiri Cinta dan ikut melihat foto-foto itu.


"Itu fotomu masih bayi?"tanya Rehan.


"Iya, kata ibuku ini foto pertamaku saat masih bayi"ucap Cinta.


"Coba lihat"ucap Rehan memperhatikan dengan seksama.


"Apa ini bisa jadi petunjuk untuk mencari tahu siapa orangtua Cinta, aku harus menemukan keluarganya Cinta biar dia bisa disembuhkan" batin Rehan.


"Ternyata masih bayi saja kau sudah cantik Cinta" ucap Rehan.


"Benarkah?"tanya Cinta.


"Iya"ucap Rehan.


Tak lama Cinta kembali mimisan.


"Cinta hidungmu mimisan"ucap Rehan.


"Oh....ini sudah biasa seperti ini Reni, aku tidak apa-apa"ucap Cinta.


Rehan langsung mengusap hidung Cinta dengan tangannya.


"Reni kau tak jijik?"tanya Cinta.


"Tidak, karena aku sayang padamu"ucap Rehan.


"Apa?"ucap Cinta.


"Maksudku, aku sayang padamu sebagai sahabat"ucap Rehan.


Setelah itu Cinta berbaring diranjang, Rehan mengusap rambutnya dan mencium keningnya.


"Gadis kecil, aku akan menemukan orangtuamu, kau harus sembuh"ucap Rehan.

__ADS_1


__ADS_2