ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Generation 2 : Part 45


__ADS_3

Baru Barra ingin berbicara, keluar Deena membawa jus dan camilan masuk ke ruang tamu. Barra dan Deena saling menatap. Mereka terkejut bertemu diruangan itu.


"Kenapa Om cabul ini ada disini, aduh...dia jadi tahu dong kalau aku tinggal disini" batin Deena.


"Apa? kekasihku ada dirumah ini juga, apa hubungannya dengan Rehan Darien?" batin Barra.


"Aku harus mengamankan situasi, semoga Papa tidak banyak bicara" batin Deena.


Deena meletakkan jus dan camilan dimeja. Dia terpaksa harus berpura-pura menjadi pembantu.


"Tuan silahkan di...minum" ucap Deena.


"Tuan Rehan a..da lagi yang sa...ya harus lakukan?" tanya Deena.


Deena melihat ke arah Rehan dan berkedip sekali ke Papanya itu.


"Deena tak biasa bersikap aneh seperti ini, apa ini kode?" batin Rehan.


"Tidak ada Mba, silahkan balik ke dapur" ucap Rehan.


"Permisi Tuan semu...anya" ucap Deena.


Deena secepatnya meninggalkan ruangan itu.


"Untung saja Papa ngerti kode dariku, tapi ngapain Om cabul itu ada disini?" batin Deena.


Deena berjalan mendekati tembok diruang tamu, dia menggunakan penyadap suara untuk mengetahui obrolan diruang tamu itu.


"Haura anakmu sudah menjadi budakku" ucap Barra.


"Apa? budak? tidak mungkin, anakku tidak mungkin jadi budak lelaki asing sepertimu" ucap Rehan kesal anaknya disebut budak.


"Ha...ha...ha...Rehan Darien aku senang ternyata anakmu jadi budak dirumahku. Dia belum boleh keluar dari rumahku. Dan harus menjadi budakku seumur hidupnya" ucap Barra.


"Apa salah anakku hingga harus menjadi budakmu? apa dia melakukan kerusakan, biar ku ganti berapapun" ucap Rehan menegaskan.


Rehan tak habis pikir anaknya disebut budak oleh lelaki tampan dan muda itu. Dia berpikir mungkin ini karena keusilan Haura.


"Salahnya dia adalah hadir dihidupku dan dia anakmu Rehan Darien" ucap Barra.


"Apa mau mu jawab? jangan berbelit-belit" ucap Rehan.


"Kau yakin ingin tahu mauku?" tanya Barra.


"Ya" ucap Rehan singkat dan jelas.


"Bertanding dengan mu seperti dulu, kita lihat siapa yang kalah kali ini" ucap Barra.


Rehan tercengang dengan kata pertandingan. Dia teringat masa lalunya.


"Apa aku mengenalmu sebelumnya?" tanya Rehan.


"Kau lupa dulu kita bertanding, kau mengalahkanku diring. Aku orang yang menantangmu disaat namamu dielu-elukan sebagai Black Killer" ucap Barra.


Rehan langsung teringat peristiwa masa lampau saat dia masih jadi Black killer. Dia mengingat kembali semua lawannya.


"Kau anak SMP yang waktu itu menantangku bukan?" tanya Rehan.


"Kau benar, ingatanmu tajam juga" ucap Barra.


"Jadi kau ingin bertanding ulang atas kekalahanmu waktu itu?" tanya Rehan.


"Iya, aku rasa sekarang aku lebih kuat darimu" ucap Barra.


Deena yang berada mendengarkan percakapan mereka berdua jadi khawatir. Mereka berdua bisa saja bertanding sekarang.


"Jadi Barra mengenal Papaku, dia ingin bertanding dengan Papaku, ini gawat lebih baik aku menghentikannya" ucap Deena.


Deena langsung masuk ruang tamu.


"Tuan Rehan, Haura hilang" ucap Deena.


"Haura hilang?" ucap Rehan dan Barra terkejut.


"Iya, ta..di siang aku naik tak...si bersama Haura, tiba-tiba tak...si itu mem...bawa kami pergi, Haura ping...san didalam taksi hik hik hik...untung sa...ya bisa sela...mat tapi Haura dibawa tak...si itu" ucap Deena.

__ADS_1


"Aku harus mencari Haura" ucap Rehan.


"Baik Tu..an" ucap Deena.


Rehan keluar dari rumahnya. Dia mengendarai mobilnya keluar rumah besar itu. Tinggal Deena dan Barra yang berada diruang tamu itu. Barra menghampiri Deena yang berdiri disamping tembok.


"Sayang kau tidak bohong kalau Haura hilang?" tanya Barra.


Deena langsung menyudutkan Barra dan mengepalkan tangan kanannya hingga lima centimeter didepan muka Barra.


"Kalau kau berani mengganggu Tuan rumah ini, kau akan berurusan denganku" ucap Deena.


Barra mengambil kepalan tangan Deena dan menurunkannya.


"Sayang, kau tak perlu mengancam, asal kau mau jadi milikku ku pastikan Tuanmu aman" ucap Barra.


"Oke, tapi ingat jangan berani mengganggu siapapun yang ada dirumah ini" ucap Deena.


"Baiklah sayang, aku jinak kalau kau sudah mengancam seperti ini, mana mungkin aku harus berhadapan dengan seorang Ray..." ucap Barra langsung ditutup mulutnya oleh Deena.


"Diamlah, jangan sampai orang dirumah ini tahu kalau aku Raynor" ucap Deena pelan.


Barra malah mencium tangan Deena yang menutup mulutnya. Seketika Deena melepas tangannya.


"Dasar Om cabul, bisa-bisanya kau cabul disaat seperti ini" ucap Deena.


"Ayo kita selamatkan Haura, beraksi berdua bukannya lebih romantis" ucap Barra.


"Aku tidak mengajakmu" ucap Deena.


Barra langsung menarik tubuh Deena ke pelukannya.


"Kekasihmu ini harus menjagamu sayang" ucap Barra.


Deena langsung menginjak kaki Barra.


"Aw....." ucap Barra kesakitan lalu melepas pelukannya dari Deena.


"Sakit? makanya jangan cabul" ucap Deena.


"Sudahlah, bantu aku mencari Haura" ucap Deena.


"Kalau begitu, ikut aku ke markas, kostumku ada disana" ucap Barra.


"Oke" ucap Deena.


Barra mengajak Deena pergi ke markasnya.


**************


Kaisar sedang bersama teman-twmannya untuk tugas praktek. kebetulan dia satu-satunya laki-laki diantara keempat teman-teman ceweknya. Siang itu dia datang ke rumah Tiwi. Mereka berkumpul di kamar Tiwi. Kebetulan kamarnya luas.


"Tugaskan udah selesai, seru-seruan yuk" ucap Tiwi.


"Bikin game gitu" ucap Rahel.


"Boleh tuh" ucap Wanda.


"Make over aja pasti seru" ucap Lisa.


"Ladies, Bolo dan Lolo udah mulai boring, aku cabut dulu ya" ucap Kaisar.


Keempat cewek itu melihat ke arah Kaisar. Mereka punya niatan yang terselubung.


"Kalian kenapa melihatku seperti itu, apa pada datang bulan bersamaan, sabar. Lihat Bolo dan Lolo lucu kan ya" ucap Kaisar.


Kaisar memperlihatkan Bolo dan Lolo pada teman-teman ceweknya.


"Lucu ya, gimana kalau mereka di make over" ucap Tiwi.


"Jangan dong, nanti mereka mabok gimana?" tanya Kaisar.


"Kalau gitu Kaisar aja yang dimake over" ucap Wanda.


"Tunggu ladies, Kaisar sawer nih kita damai ya" ucap Kaisar.

__ADS_1


Kaisar tidak bisa melawan teman-teman ceweknya memake overnya sampai cantik.


"Ha...ha...ha..." Teman-teman Kaisar tertawa.


"Udah ya jadi korbannya, ini udah bantat semua" ucap Kaisar.


"Oke...oke..." ucap Teman-teman ceweknya.


Kaisar keluar dari rumah Tiwi, dia menunggu jemputannya di tepi jalan bersama Bolo dan Lolo.


Tiba-tiba sebuah cewek jadi-jadian menghampirinya.


"Cin kamu satu komunitaskan sama eke" ucap Ikes.


"Sorry Cin, saya masih satu alam yang jelas" ucap Kaisar.


"Yah Cin, padahal eke mau ngajak Cin rapat sejawat Cincin" ucap Ikes.


"Maaf ya Cin, saya rapat dengan yang satu jalur yang sama" ucap Kaisar.


Tiba-tiba sebuah mobil berhenti didekat Kaisar. Ikes melihat mobil itu, dia memutuskan untuk pergi.


"Eke cus dulu ya, ada tukang culik, eke dua alam bukan targetnya, kalau diculikpun paling dilepehin" ucap Ikes.


Ikes lari terbirit-birit sampai semua barangnya berjatuhan.


"Heelnya ternyata bakiak pantes dari tadi meringis mulu, berat kali kalo jalan" ucap Kaisar melihat heel bakiak yang terjatuh ditinggalkan Ikes.


Beberapa orang turun dari mobil langsung menangkap Kaisar.


"Eh tunggu, mau diapain nih?" ucap Kaisar.


"Ikut kita cantik jangan melawan"


"Cantik? aku ini pasukan burung rajawali bukan bunga bermekaran ditaman nih" ucap Kaisar.


"Cantik gini kok, udah pasti cewek"


"Aku satu alam sama dengan kalian" ucap Kaisar.


"Lumayan nih ayam montok amet buat diopor"


"Itu Lolo ayam kesayanganku, gendut belum sempat diet" ucap Kaisar.


"Kucingnya juga lucu, Bos pasti suka buat dikawinin sama Ongol kucing liarnya"


"Bolo udah punya pacar nih, jangan paksa dia selingkuh" ucap Kaisar.


"Udah bawa si eneng ke mobil"


Kaisar dibawa ke mobil bersama orang-orang itu.


Dia tidak tahu mau dibawa kemana.


"Bang-bang aku mau dibawa kemana?" tanya Kaisar.


"Ke Markas lah"


"Mampir beli jengkol dulu bang" ucap Kaisar.


"Ngapain ke Markas bawa jengkol segala?"


"Penting bang, kakek saya nitip tadi" ucap Kaisar.


"Nasibmu aja belum jelas kok mikirin jengkol buat kakekmu"


Kaisar merasa benar juga kata orang-orang yang menculiknya. Gimana mau ngasih jengkol ke kakeknya lah dia sendiri aja diculik.


"Kalau gitu mampir ke kantor polisi dulu bang" ucap Kaisar.


"Mau ngapain?"


"Ngalaporin abang-abang ini menculik Bolo dan Lolo" ucap Kaisar.


"Kamu salah ngelaporinnya, kamu yang diculik tau, Bolo dan Lolo hanya bonus dari penculikan ini"

__ADS_1


"Iya ya, aku baru sadar kalau diculik" ucap Kaisar.


__ADS_2