ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Generation 2 : Part 42


__ADS_3

Kaisar adalah anak yang paling populer di SMA Kejora. Bukan karena dia tampan tapi karena hobinya yang suka berbagai binatang aneh. Mulai dari lintah, ayam, kucing, kepik, ulet bulu, dan masih banyak lagi.


"Teman-teman semua, siapa yang mau daftar jadi baby sister untuk Si Bolo dan Si Lolo. Aku akan menggaji kalian 5 juta perbulan" ucap Kaisar.


"Mau...mau...mau..." ucap Siswa yang mengerumuni Kaisar.


"Tugas kalian hanya mengurus mereka dari siang sampai sore, mengajak mereka nyalon, sekolah, fitness dan jalan-jalan sekalian jangan lupa jadwal mereka dating dengan pacarnya" ucap Kaisar.


"Maaf mau tanya Si Bolo makan ikan asin juga?" tanya Cepi.


"Sorry, dia makan burger, steak, ikan panggang, ayam bakar, sate kambing, dan makanan enak lainnya" ucap Kaisar.


"Buset deh, enakkan makanan kucing dari pada makanan gue, tiap hari aja gue makan nasi ma krupuk" ucap Yoyo.


"Pasti tuh kucing gak pernah makan beras jatah" ucap Cepi.


"Kira-kira berapa harga rumah Si Lolo?" tanya Rian.


"Harga rumahnya 500 juta" ucap Kaisar.


"Gila? rumah gue aja bilik ditambal kardus ketiup angin, bolong deh" ucap Ferdi.


"Maaf mau tanya lagi, Si Bolo dan Si Lolo sekolah kelas berapa?" tanya Cepi.


"Udah S1 tahun ini" ucap Kaisar.


"Ampun deh, kita aja SMA nunggak mulu bayar SPP, boro-boro kuliah" ucap Rian.


"Maaf tanya mau lagi, emang namanya beneran Bolo dan Lolo?" tanya Yoyo.


"Bukan, itu nama panggilan doang" ucap Kaisar.


"Terus nama aslinya apa?" tanya Cepi.


"Bondan Lord dan Lois Lord, mereka keturunan kucing dan ayam bangsawan" ucap Kaisar.


"Apa?, apalah artinya aku yang hanya remahan dan setitik debu dialam semesta" ucap Cepi.


"Sudah ya teman-teman, silahkan daftar dengan cara follow IG Bolo dan Lolo ya, lalu kirim CV kalian via email, oke" ucap Kaisar.


"Oke" ucap Semua siswa itu.


Kaisar beranjak dari kerumunan teman-temannya. Baru beberapa langkah, Pak Wahyu menangkap Bolo dan Lolo.


"Kaisar ke sekolah tidak boleh bawa binatang peliharaan, jadi kucing dan ayam ini bapak sita" ucap Pak Wahyu.

__ADS_1


"Jangan Pak, sita saya saja. Jangan Bolo dan Lolo" ucap Kaisar.


"Memangnya kenapa kamu gak mau melepas Bolo dan Lolo?" tanya Pak Wahyu.


"Ceritanya panjang" ucap Kaisar.


"Pendekkan!" ucap Pak Wahyu.


"Begini ceritanya Pak, sejak saya membeli Bolo dan Lolo sejak saat itu makan, minum, tidur, belajar, fitness dan pergi ke toilet selalu bersama mereka berdua. Dimana ada saya disitu mereka berpijak" ucap Kaisar.


"Oh begitu, berarti kamu bapak sita bersama Bolo dan Lolo. Lari dua puluh kali putaran dilapangan"ucap Pak Wahyu.


"Oke Pak, asal selalu bersama Bolo dan Lolo aku tidak masalah dihukum" ucap Kaisar.


Kaisar ikut bersama Pak Wahyu. Alina, Deena dan Haura bubar masuk ke kelas mereka. Alina duduk satu meja dengan Haura. Sementara Deena dimeja yang terpisah. Melihat Haura kembali sekolah teman-teman dikelasnya takut. Mereka takut Haura bikin ulah lagi. Haura maju ke depan selagi belum bel masuk. Dia berdiri didepan tepat didepan papan tulis.


"Teman-teman aku minta maaf atas semua kesalahanku dimasa lalu pada kalian semua. Ke depan Insya Allah aku akan berubah, tidak usil lagi dan mengerjai kalian semua. Aku ingin memulai semuanya dari awal jadi siswa dan teman yang baik. Sekali lagi maafkan aku"ucap Haura.


Setan Red mengatakan "Gak asyik nih Haura minta maaf, pasti membosankan. Gak ada kerjaan yang variatif. Kau akan cepat tua."


Setan Buk mengatakan "Besok usil lagi aja seru loh, toh kamukan cuma manusia biasa wajarlah berbuat kesalahan he...he..he..."


Proook.....proook....proook....


Jam pelajaran pun dimulai, Ibu Erma masuk ke dalam kelas.


"Assalamu'alaikum" ucap Ibu Erma.


"Wa'alaikumsallah.


Bu Erma duduk dibangkunya, meletakkan tas dan buku dan tas diatas meja.


"Anak-anak dikelas ini ada murid baru, silahkan Alina maju ke depan memperkenalkan diri" ucap Ibu Erma.


Alina maju ke depan.Dia berdiri ditengah depan papan tulis.


"Hai teman-teman semua, namaku Alea Darien, saudara kembar Haura dan Deena . Senang bertemu kalian semua" ucap Alina.


Semua teman sekelasnya bertepuk tangan, mereka senang ada murid baru dikelasnya.


"Alea kau boleh kembali duduk" ucap Bu Erma.


"Baik Buguru" ucap Alina.


Alina kembali ke tempat duduknya. Dia duduk kembali bersama Haura. Kini dia akan satu kelas bersama kedua saudara kembarnya.

__ADS_1


***********


Rafael dan Barra tiba disebuah rumah besar milik Barra. Mereka berdua turun dari dalam mobil berjalan masuk ke dalam rumah besar itu. Sepanjang jalan Rafael melihat bangunan itu begitu megah dan besar. Barra mengajak Rafael bersantai diruang keluarga. Mereka duduk disofa.


"Anggap saja rumahmu sendiri" ucap Barra.


"Oke" ucap Rafael.


"Siapa namamu?" tanya Barra.


"Rafael Stevanus" ucap Rafael.


"Aku Barra Mahendra, nama ini diberikan orangtua angkatku padaku" ucap Barra.


Barra dan Rafael mulai berkenalan satu sama lain.


"Nama aslimu Rendy Mahardika, dan nama asliku


Alan Mahardika, itu nama pemberian kedua orang tua kita" ucap Barra.


Rafael mendengarkan apa yang diceritakan Barra padanya.


"Rafael aku berniat balas dendam pada Gengster Harimau, aku ingin mereka semua mati, apa kau mau ikut bersamaku untuk membalaskan kematian keluarga kita" ucap Barra.


"Untuk balas dendam aku tidak setuju, tapi untuk menghentikan kemaksiatan dan kejahatan mereka aku setuju, kita juga bisa melapor ke polisi agar mereka diadili secara hukum" ucap Rafael.


"Kau ternyata orang baik dan taat hukum, tak ku sangka kau tumbuh seperti itu" ucap Barra.


"Membalas dendam itu tidak baik, dan kita juga tidak akan bahagia karena berhasil membalas semuanya, justru kita akan bersalah karena membunuh banyak nyawa. Dengan balas dendam tidak akan membuat keluarga kita kembali, semuanya sudah takdir. Dengan balas dendam maka akan muncul dendam yang baru dari seseorang yang merasa tersakiti karena pembalasan kita. Seumur hidup, kita tidak akan tenang dan damai" ucap Rafael.


"Kau benar, tapi apa yang akan kita lakukan pada Gengster Harimau?" tanya Barra


"Menumpas mereka semua dan menyerahkannya pada polisi agar mereka diadili sesuai kesalahan yang diperbuat" ucap Rafael.


"Baik, Rafael apa kau masih sekolah?" tanya Barra.


"Iya, akhir tahun ini aku skripsi, kemungkinan aku lulus diawal tahun" ucap Rafael.


"Berarti sebentar lagi, maukah kau gabung diperusahaanku setelah selesai kuliah?" tanya Barra.


"Tidak, aku ingin pergi ke suatu tempat" ucap Rafael.


"Pergi kemana?" tanya Barra.


Barra terkejut dengan ucapan Rafael yang menyatakan akan pergi.

__ADS_1


__ADS_2