ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 11


__ADS_3

Rumah Sakit Healthy Life


Sampai dirumah sakit Rehan langsung berlari ke dalam rumah sakit sambil menggendong Cinta. Sekretaris Yuda mengurus semua administrasinya. Cinta dibawa ke ruang UGD, setelah mendapatkan penanganan, Dokter menyarankan untuk dirawat. Akhirnya Cinta dirawat dirumah sakit itu. Dokter yang menangani Cinta berbicara dengan Rehan setelah Cinta mendapatkan penanganan.


"Cinta terkena tipes"ucap Dokter Haris.


"Apa? tipes?"ucap Rehan kaget.


"Iya, untuk sementara sampai kondisinya pulih dia harus dirawat dirumah sakit" ucap Dokter Haris.


"Dokter lakukan yang terbaik untuk Cinta"ucap Rehan.


"Baik"ucap Dokter Haris.


"Apa Nona saudaranya?"tanya Dokter Haris.


"Bukan, saya temannya"ucap Rehan.


"Saya harus bicara masalah ini pada keluarganya"ucap Dokter Haris.


"Ayahnya sudah meninggal dan Ibunya koma, dia kini sebatang kara"ucap Rehan.


"Begitu ya, baiklah tentang pekembangan kesehatannya nanti saya akan berbicara pada Nona"ucap Dokter Haris.


"Baik Dokter"ucap Rehan.


Dokter meninggalkan Rehan diruangan tempat Cinta dirawat. Rehan hanya terdiam, dia memang baru mengenal Cinta tapi semangat hidup Cinta, kerja kerasnya membuat Rehan kagum padanya.


Rehan menghampiri Cinta yang berbaring diranjang pasien itu. Dia duduk dikursi samping ranjang itu.


"Cinta cepat sembuh ya, jangan sakit lagi. Aku ingin melihat senyuman manismu itu. Kau anak yang kuat pasti bisa melawan penyakitmu, aku disini akan menjagamu sampai kau sembuh"ucap Rehan.


Rehan hanya memandangi wajah Cinta yang biasanya tersenyum dan bersemangat. Dia sampai tertidur dengan menyandarkan kepalanya disamping ranjang Cinta. Saat bangun Cinta melihat kesekelilingnya. Dia juga melihat Rehan yang sedang tidur. Cinta membangunkan Rehan yang sedang tidur.


"Reni bangun....Reni bangun......."ucap Cinta.


Perlahan Rehan bangun dan melihat Cinta sudah bangun, Rehan langsung memeluk Cinta begitu saja secara spontan karena semalaman dia mencemaskan Cinta.


"Reni kau kenapa sih kok tiba-tiba meluk aku, aku baik-baik saja"ucap Cinta.


"Semalam kau demam Cinta"ucap Rehan.


"Pantas saja aku merasa asing dengan ruangan ini, kau pasti membawaku ke rumah sakit ya"ucap Cinta.


"Iya, habis kau demam tinggi, aku takut terjadi sesuatu padamu"ucap Rehan.


"Aku baik-baik saja Reni, makasih ya"ucap Cinta.


"Iya"ucap Rehan.


Rehan melepas pelukannya, Cinta melihat wajah Rehan yang mencemaskannya.


"Reni aku sakit apa? kok sampai dirawat?"tanya Cinta.


"Kau terkena tipes, pasti ini karena kau kelelahan bekerja"ucap Rehan.


"Betul juga sih, mungkin lain kali aku harus beristirahat lebih awal"ucap Cinta.

__ADS_1


Rehan keluar dari kamar Cinta untuk membeli camilan dimini market. Karena bosan Cinta keluar dari ruangannya. Dia berjalan-jalan dikoridor ruangan rawat inap itu. Dokter Daniel tak sengaja melihat Cinta yang sedang berjalan sendirian. Dia segera menghampiri Cinta lalu menyapanya.


"Cinta......."ucap Dokter Daniel.


"Dokter Daniel"ucap Cinta.


"Apa kau mau menjenguk Ibumu?"tanya Dokter Daniel.


"Tidak, aku sedang dirawat disini juga Dok"ucap Cinta.


"Kau sakit apa Cinta?"tanya Dokter Daniel sambil memcemaskan Cinta.


"Aku terkena tipes"ucap Cinta.


"Kalau begitu kau harus banyak istirahat"ucap Dokter Daniel.


"Baik Dokter"ucap Cinta.


"Mari ku antar ke ruanganmu"ucap Dokter Daniel.


"Tidak usah nanti merepotkan Dokter"ucap Cinta.


"Tidak apa-apa, hari ini aku cuti, tadi kebetulan ke rumah sakit karena ada pasien yang harus ditangani"ucap Dokter Daniel.


Dokter Daniel mengantarkan Cinta ke ruangannya. Saat masuk ke ruangan rawat inap tempat Cinta dirawat, didalam sudah ada Rehan.


"Cinta, tadi aku mencarimu"ucap Rehan.


"Maaf Reni tadi aku jalan-jalan sebentar"ucap Cinta.


"Siapa dia Cinta?"tanya Rehan.


"Saya Reni, teman sekamar Cinta"ucap Rehan.


"Apa dia hanya Dokter yang menangani Ibunya Cinta, terlihat seperti lebih dari itu"batin Rehan.


"Dokter Daniel, terimakasih sudah diantar sampai sini"ucap Cinta.


"Sama-sama, Cinta apa kau sudah makan?"tanya Dokter Daniel.


"Dokter Daniel tidak perlu khawatir ada saya yang akan memperhatikan asupan makan Cinta"ucap Rehan.


"Cinta kalau perlu apapun bisa telpon aku ya, hari ini aku tidak ada kegiatan apapun"ucap Dokter Daniel.


"Tepat tebakanku, ini Dokter suka sama Cinta" batin Rehan.


"Terimakasih sebelumnya Dok"ucap Cinta.


"Saya pamit pulang dulu ya Cinta"ucap Dokter Daniel.


"Iya Dokter"ucap Cinta.


Dokter Daniel keluar dari ruangan itu, Rehan langsung menghampiri Cinta dan mengajaknya duduk.


"Cinta makan ya"ucap Rehan.


"Tapi lidahku pahit Reni"ucap Cinta.

__ADS_1


"Nanti kalau kau tidak makan kau tambah sakit, aku suapin ya" ucap Rehan.


Cinta hanya mengangguk dengan ucapan Rehan. Dia makan disuapi Rehan, dengan telaten Rehan menyuapinya sampai makanannya habis.


"Reni terimakasih ya, disaat sakit begini ada kau yang menemaniku, mungkin kalau tak ada kau, aku hanya sendirian diruangan ini"ucap Cinta.


"Cinta mulai sekarang kau takkan sendirian lagi, aku akan selalu menemanimu"ucap Rehan.


Cinta langsung memeluk Rehan karena merasa memiliki keluarga.


"Terimakasih Reni"ucap Cinta.


Tangan Rehan membalas pelukan Cinta, dia merasa senang bisa berada disisi Cinta saat dia sakit.


*************


Ibu Meta pulang ke rumahnya di Perumahan Permata Permai. Dia masuk ke dalam rumah. Suaminya sedang berjudi dirumah bersama teman-temannya. Saat melihat Ibu Meta datang perjudian itu dibubarkan karena kemarahan Ibu Meta. Semua teman-teman judi Pak Irwan keluar dari rumah itu. Sementara Pak Irwan menghampiri Ibu Meta.


"Sayang kau sudah pulang"ucap Pak Irwan.


"Bukan sudah ku bilang jangan berjudi dirumah" ucap Ibu Meta.


"Sorry sayang tadi teman-temanku niatnya cuma main saja eh malah keterusan judi"ucap Pak Irwan.


"Kalau mau judi jangan dirumah, repot kalau ketahuan Kirana, dia bakal tahu kita menghamburkan uang hasil kerjanya"ucap Ibu Meta.


"Oke sayang"ucap Pak Irwan.


"Aku punya kabar baik"ucap Ibu Meta.


"Kabar baik apa?"tanya Pak Irwan.


"Kirana itu ternyata anak Leo Ariendra, pengusaha kaya raya itu"ucap Ibu Meta.


"Benarkah? bukannya dia anaknya Mirna"ucap Pak Irwan.


"Aku tidak tahu pasti seperti apa ceritanya sampai anaknya Leo Ariendra ada ditangan Mirna, yang jelas Leo Ariendra menemui Mirna ke rumah sakit jiwa dan menyanyakan anak yang dibawa Mirna, dia bilang anak yang dibawa Mirna adalah anaknya"ucap Ibu Meta.


"Berarti kita punya tambang emas yang baru dan lebih besar"ucap Pak Irwan.


"Kita akan jadi orang kaya cuma-cuma ha....ha...." ucap Ibu Meta.


Mereka berdua senang mengetahui Kirana anak Leo Ariendra dari cerita perawat di rumah sakit jiwa itu.


***********


Kirana sedang syuting untuk sinetron keduanya yang berjudul Cinta Terpendam. Dia sudah sangat kelelahan menunggu gilirannya berakting.


Sudah jam 12 malam tapi Kirana masih dilokasi syuting.


"Kak Farah masih lama ya?"tanya Kirana pada Farah managernya.


"Satu jam lagi mungkin selesai"ucap Farah.


"Masih lama ya"ucap Kirana.


Kirana mulai pusing dan sempoyongan hingga akhirnya dia jatuh pingsan didepan Farah.

__ADS_1


"Kirana ............"ucap Farah berteriak memanggil Kirana.


Beberapa kru syuting membantu mengangkat Kirana ke mobil pribadinya, Farah membawa Kirana ke rumah sakit.


__ADS_2