
Eden menemui Pak Theo yang sedang berjemur ditepi pantai. Dia tahu ini saat untuk menyingkirkan Rehan dari Perusahaan Bright Light Group. Pak Theo sedang berbaring dikursi santainya sambil menikmati matahari pagi dan angin yang berhembus ditepi pantai itu.
"Pa, ada yang ingin ku sampaikan"ucap Eden.
"Apa itu tentang Rehan?"tanya Pak Theo.
"Tebakan Papa benar"ucap Eden.
"Katakan apa itu!"ucap Pak Theo.
"Rehan sibuk mengurusi urusan cintanya hingga perusahaan terbengkalai, aku ingin memimpin perusahaan"ucap Eden.
"Dua putraku bersaing untuk satu posisi tertinggi diperusahaan, bagus. Itu baru namanya laki-laki" ucap Pak Theo.
"Lalu apa Papa setuju jika aku yang menggantikan Rehan?"tanya Eden.
"Asal kau bisa menyakinkan para pemegang saham perusahaan kita, itu tidak masalah"ucap Pak Theo.
"Baik Pak, terimakasih"ucap Eden.
"Habis kau Rehan, aku akan mengambil semua yang kau miliki"batin Eden.
Eden senang sekali Papanya menyetujui rencana. Semua berjalan sesuai keinginannya dan selanjutnya menyingkirkan Rehan dari perusahaan. Setelah bicara dengan Pak Theo, Eden meninggalkan tempat itu. Sementara Pak Theo hanya tersenyum dengan persaingan kedua putranya. Orang kepercayaannya bernama Nando menghampiri Pak Theo dan berbicara padanya.
"Bos besar apa yang akan terjadi jika kedua putra Anda bersaing memperebutkan perusahaan?" tanya Nando.
"Paling mereka akan saling menyikut, mencurangi atau lebih parah lagi saling membunuh"ucap Pak Theo.
"Bagaimana jika itu terjadi Bos besar?"tanya Nando.
"Aku suka, dengan itu mereka akan menunjukkan siapa yang lebih kuat dan mampu bertahan"ucap Pak Theo.
"Jika terjadi pertumpahan darah, tentu putra Anda akan ada yang tumbang"ucap Nando.
"Aku tidak membutuhkan anak yang lemah, dia yang kuat itu anakku"ucap Pak Theo.
"Baik Bos Besar"ucap Nando.
*************
Sepulang dari perusahaannya Rehan menuju ke sekolah Best Stars School. Dia ingin menjemput Cinta kekasihnya. Sepanjang perjalanan Rehan memandangi foto Cinta dihandphonenya. Dia begitu bahagia memiliki Cinta dalam hidupnya.
"Presdir dari tadi tersenyum terus"ucap Pak Jojon.
"Aku sedang jatuh cinta Pak Jojon"ucap Rehan.
"Saya tahu, pasti gadis cantik yang waktu itu ada dimobil ya Presdir?"tanya Pak Jojon.
"Betul, Pak Jojon kok tau?"tanya Rehan balik.
"Dari sikap Presdir yang terlihat bahagia saat bersama gadis cantik itu, lagi pula baru pertama kalinya Presdir membawa seorang gadis cantik ke dalam mobil ini"ucap Pak Jojon.
"Dia gadis kecil yang membuat hatiku luluh dan terus merindukannya"ucap Rehan.
__ADS_1
"Bahagianya kalau sedang jatuh cinta Presdir" ucap Jojon.
"Pak Jojon, seorang gadis selain suka bunga, suka apalagi ya?"tanya Rehan.
"Biasanya mereka menyukai perhiasan sebagai tanda cinta"ucap Pak Jojon.
"Tanda cinta ya"ucap Rehan.
Mobil itu melaju ke sekolah Best Stars School.
Sampai diparkiran sekolah, Rehan turun dari mobil mewahnya. Banyak siswa putri yang terkesima melihat Rehan yang tampan dan keren turun dari mobil mewah itu.
"Ganteng banget......coba gue jadi pacarnya"ucap Titi.
"Mimpi, udah kita nikmati visualnya aja"ucap Bebi.
"Pangeran yang mau jemput gue kali"ucap Nunik.
Kirana menghampiri Titi, Bebi dan Nunik yang sedang membicarakan Rehan.
"Kalian lagi pada ngapain?"tanya Kirana.
"Tuh cowok mentereng banget, silau gue"ucap Titi menunjuk ke arah Rehan yang berdiri didepan mobilnya.
"Rehan, apa dia mau menjemputku"batin Kirana.
"Coba gue punya no handphonenya"ucap Bebi.
"Aduh gantengnya gak basi, semakin kena angin semakin tampan...."ucap Nunik.
"Jadi Rehan kesini untuk Cinta, bukan untukku, kenapa aku merasa kesal begini"batin Kirana.
Kirana melihat Cinta menghampiri Rehan dan Rehan mengusap kepala Cinta dengan penuh kelembutan.
"Kenapa aku jadi gak nyaman melihat Rehan bersama Cinta, bukannya dia selalu setia menungguku, kenapa sekarang dia terlihat akrab dengan Cinta"batin Kirana.
Kirana langsung meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang kesal.
Disisi lain Rehan berdiri didepan Cinta sambil terus mengusap kepalanya.
"Tuan yang sombong mo sampai mau ngusap rambutku, bayar ya"ucap Cinta.
"Iya cantik, aku akan membayarnya dengan ciuman manis dibibirmu"ucap Rehan.
"Nih ciuman manisnya"ucap Cinta mengelitik perut Rehan.
"Geli gadis kecil......ampun.....gak lagi"ucap Rehan.
"Aku lapar, ayo ku traktir makan"ucap Cinta.
"Hei gadis kecil akulah yang harus mentraktirmu" ucap Rehan.
"Sombong sekali, kau pikir aku tidak bisa mentraktirmu"ucap Cinta.
__ADS_1
"Ikut aku ke apartemen, kau harus masak untuk salon suamimu"ucap Rehan.
"Tapi aku harus mencuci dan menggosok baju nanti"ucap Cinta.
"Nanti ku bantu mengerjakannya, kalau perlu aku akan membayar orang untuk mengerjakannya. Pokoknya kau harus ikut aku ke apartemen, tidak boleh membantah oke"ucap Rehan.
"Huh.....Bosi sekali"ucap Cinta.
"Gadis kecil mulai hari ini kau tidak boleh membantah calon suamimu, kalau tidak bibir mungilmu itu akan ku makan sampai habis"ucap Rehan.
"Siap Bos"ucap Cinta.
Saat Cinta dan Rehan berbincang didepan mobil itu, Raka melihat mereka.
"Cinta bicara dengan siapa? orang itu terlihat asing"ucap Raka.
Raka menghampiri Cinta dan Rehan yang berada didepan mobil itu.
"Cinta ayo pulang"ucap Raka.
"Maaf bocah, gadis kecil ini akan pulang denganku, kau paham"ucap Rehan.
"Kau ini siapa ya? aku hanya tidak ingin Cinta jadi bahan mainan orang asing sepertimu"ucap Raka.
"Ee.....Raka ini Kak Rehan"ucap Cinta memperkenalkan Rehan.
"Berapa lama kau mengenalnya Cinta?"tanya Raka.
"Eee........"Cinta bingung menjawabnya.
"Berarti kau baru mengenalnya, ikut aku"ucap Raka sambil menarik tangan Cinta.
Rehan memegang tangan Raka yang menarik tangan Cinta.
"Bocah harus kau tahu, kau tak berhak atas hidup Cinta, jadi lepaskan tanganmu"ucap Rehan.
"Aku teman sebangkunya, kami sudah mengenal selama dua tahun, lalu kau siapa?"tanya Raka.
"Aku calon suaminya Cinta"ucap Rehan.
"Baru calonkan, kau tetap bukan siapa-siapa"ucap Raka.
Cinta bingung melihat Raka dan Rehan berdebat.
"Ayo Cinta, aku akan mengantarmu pulang"ucap Raka.
"Tapi Raka........"ucap Cinta.
Raka menarik tangan Cinta membawanya pergi menjauhi Rehan.
"Sial, bocah itu menjadi pesaingku yang tak mau menyerah"ucap Rehan sambil memukul tangannya ke mobilnya.
Rehan masuk ke mobilnya dan keluar dari sekolah itu. Dia kesal pada Raka yang menjadi salah satu pesaingnya. Kebersamaannya dengan Cinta jadi terhalang oleh Raka.
__ADS_1
"Nanti aku akan menemui Cinta lagi, bocah itu benar-benar terang-terangan menghalangi hubunganku dengan Cinta, aku rasa dia juga mencintai Cinta"ucap Rehan.
Rehan terus memikirkan Raka yang membawa pergi Cinta.