ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
eps 4


__ADS_3

Tidak terasa semester 1 ini tinggal beberapa hari lagi, dari 8 mata kuliah kini tinggal 1 mata kuliah saja yang belum ujian yaitu mata kuliah pancasila.


"klunting...


"klunting...


"klunting...


bunyi pesan grup whatsapp, sontak saja Randi melihat grup itu.


*Rehan


"untuk mahasiswa kelas reguler 1 ujian semester mk pancasila dilakukan secara online nanti malam jam 20:00, harap diberitahu ke teman-teman yang lain"


diteruskan*


"pesan dari pak andi guys"


sherly : "asyik,ujian take home. Ini baru dosen lope-lope, paling mengerti keadaan mahasiwa yang mager ini"


okta : "akhirnya besok bisa pulang kampung🏡🏠"


oki : "oh tidak, pak malam ini ada pertandingan bigh match chelsea vs liverpool😭"


riko : "pak, nanti malem real madrid juga main melawan barcelona😤"


rina : "akhirnya 🤩🥰🥰🤩... liburan telah tiba*"


106 lainnya..


kringg...


kringg... (televon rumah pak budi berdering)


"halo, selamat pagi" Pak Budi mengangkat telvon rumah yang berdering.


"om, ini rangga om. Ayah om, ayah" jawab seseorang yan bernama rangga anak kedua pak Cokro ini yang terlihat panik


"ayah kamu kenapa ngga?". Pak Budi ikutan panik


"ayah terkena serangan jantung om, sekarang rirawat di Rumah Sakit Umum A di ruangan 105 om" jawab rangga yang kian panik mengabarkan kondisi ayahnya.

__ADS_1


"kamu tenang, oke... om dan tantemu akan langsung kesana. Tunggu om disana ya" jawab pak budi menenangkan rangga.


"baik om, tolong om segera kesini om" rangga mulai terlihat sedikit membaik meskipun masih suasana panik yang saat itu pak Budi langsung mematikan televonnya"


"ma...!, ma...! Cokro ma, Cokro. Ayo kita kerumah RS umum A" pak Budi memanggil istrinya yang ternyata pak budi juga ikutan membuat panik seisi rumah.


"kenapa pa dengan mas Cokro" jawab Bu Murni agak panik..


"Cokro terkena serangan jantung, barusan rangga telvon. Kamu cepat panggi Randi, Papa siapkan mobil dulu".


Mereka bertiga pun bergegas kerumah sakit yang dimaksud rangga dalam televonnya. Sesampainya di rumah sakit, pak Budi langsung mencari ruangan yang bernomor 105. Dengan menaiki lift, pak Budi menuju ke lantai 3 dimana ruang bernomor 105 itu berada. Sesampainya disana, hanya terlihat rangga yang menunggu diluar sedangkan istri pak Cokro berada di dalam ruangan itu. Disitu Pak Budi dan Bu Murni menenangkan rangga yang masih belum stabil.


"adik kamu mana rangga". tanya Pak Budi ke rangga


"aisyah masih sekolah om, hari ini ujian terakhirnya. Mama sengaja tidak memberitahu karena tidak ingin mengganggu aisyah" jawab rangga yang masih kelihatan sedih.


"Randi, kamu jemput aisyah disekolahnya pakai mobil papa" pinta pak Budi sambil memberi kunci mobil miliknya.


Tanpa basa-basi Randi pun langsung menuju ke sekolahan aisyah untuk menjemputnya. Namun ditengah perjalanan mobil yang randi kendarai pun di hadang oleh polisi patroli karena waktu itu sedang ada patroli di jalan arah rumah sakit ke sekolahan.


"maaf pak, tolong tunjukan surat-surat kendaraan milik anda" tanya pak polisi dengan mengetuk kaca mobil pak Budi


"(membuka kaca mobil) maaf pak, saya tidak memiliki surat kendaraan mobil. Saya sedang buru-buru pak" jawab randi.


"ada apa ini? tanya polisi senior tersebut ke polisi yang menahan randi.


"lapor komandan, anak ini berkendara tanpa membawa surat-surat kelengkapan kendaraan dan juga tidak memiliki sim komandan"jawab polisi tersebut


(randi menoleh)


"kamu randi, mana ayah kamu" tanya polisi senior itu yang tertera di dadanya terdapat tulisan kholid tersebut


"komandan kenal dengan anak ini" tanya polisi yang menahan randi


"dia anak teman saya, pak Budi dan pemilik yayasan Hendra Foundation dan Restaurant AX dan BX yang sering kita gunakan acara makan bersama itu" jawab Pak Kholid menerangkan siapa randi sebenarnya


"maaf komandan, saya tidak tahu soal itu" jawab polisi itu


"baiklah, kamu gantikan saya dulu" jawab pak kholid memerintah bawahannya


"siap komandan" jawab polisi itu dengan tegas

__ADS_1


"maaf om, randi memang bersalah. Sekarang papa dirumah sakit umum A karena mendapat telvon bahwa pak Cokro mengalami serangan jantung lalu saya diperintah papa menjemput aisyah anak pak cokro yang sekolah di sekolahan milik papa" jawab randi menerangkan.


"ya sudah, sekarang kamu lanjut saja. Nanti om akan meminta bawahan om mengawal kamu" jawab pak kholid membantu randi.


"makasih om, sekali lagi terimakasih om" randi mengucapkan terimakasih kepada pak Kholid.


"surya, tolong kamu kawal anak ini ke SMA Hendra Bakti hingga ke Rumah Sakit A" perintah pak kholid ke salah satu bawahannya


"siap komandan" polisi itu menyanggupinya dan menyalakan sirene motornya.


polisi itu membimbing randi hingga ke sekolahan yang di maksud, sesampainya di gerbang randi meminta polisi itu untuk masuk ke halaman depan yang biasanya dijadikan lapangan upacara dengan mematikan sirene motornya. Sementara pak Totok yang bertugas menjaga gerbang langsung membuka gerbang dengan lebar. Melihat mobil pemilik yayasan, beberapa guru pun terheran-heran karena tak biasanya pak Budi datang kesekolahan dengan didampingin polisi lalu lintas. Waktu itu, Bu Mirna kepala sekolah sedang berada dihalaman sekolah untuk keliling memantau ujian. Namun, setelah melihat mobil milik kakaknya itu ia langsung menghampirinya dan ternyata yang mengendarainya adalah Randi. Randipun langsung menghampiri tantenya itu dan mencium tangannya


"loh, kamu Ran. Tante kira ayah kamu tadi" tanya Bu Mirna yang sedikit kebingungan


"iya tante, papa meminta randi menjemput aisyah tan. Ayahnya aisyah terkena serangan jantung pagi tadi sekitar jam 9" jawab randi menerangkan maksudnya ke sekolahan dengan mobil ayahnya itu.


"mau tante panggilkan aisyahnya atau kamu sendiri" tanya tante menawari


"enggak usah tan, tunggu ujiannya selesai aja" jawab randi tak mau merepotkan tantenya itu.


Tanpa pikir panjang, Bu Mirna menelvon bagian operator menanyakan kelas XA saat ini pengawas ujiannya siapa lalu dijawablah bahwa pengawasnya adalah pak Samad yang kemudian membuat Bu mirna menelvon pak samad"


"Halo, pak samad" tanya bu Mirna


"iya bu, ada apa ya bu" tanya pak samad kebingungan


"nanti, setelah ujian selesai atau aisyah telah menyelesaikan soal ujiannya tolong beritahu aisyah jika dia saya tunggu di depan ruang kesenian. Penting!"perintah bu Mirna yang langsung mematikan panggilannya itu.


Aisya juga dikenal siswa yang pandai, beberapa hari ini saat ujian ia sealau selesai mengerjakan soal terlebih dahulu


"siap bu, nanti saya sampaikan" jawab pak samad


"waduh, kenapa aisyah ini ya. Dia siswi yang pintar bisa-bisanya disuruh menghadap ke kepala sekolah" pikir pak samad dalam hati.


pak Samad pun melihat ke arah bangku aisyah yang terlihat aisyah sedang menempelkan kepalanya ke mejanya.


"aisyah, kamu sudah selesai?" tanya pak samad dengan nada agak keras yang membuat suasana kelas menjadi tegang


"sudah pak" jawab aisyah dengan santainya


"tadi bapak mendapat telvon dari kepala sekolah, kamu diminta menghadap bliau di depan ruang kesenian. (yang lain mulai sedikit ribut kebingungan). yang lain harap tenang!. tolong kalian selesaikan dulu ujian kalian ini" pak samad menyampaikan pesan Bu Marni sekaligus menenangkan suasana kelas.

__ADS_1


aisyah pun langsung mengemasi barang-barngnya dan mengambil leptopnya yang ia bawa dan ia letakkan di samping meja pengawas dan selanjutnya berpamitan dengan pak samad.


__ADS_2