
Melihat bu Marni sedang mengobrol dengan polisi dan ada motor polisi serta 1 mobil yang tidak ia ketahui pemiliknya membuat aisyah agak ketakutan. Namun, semua rasa takutnya hilang saat ia melihat ada sosok randi dari kejauhan, ia pun lari menuju kearah bu Marni.
"maaf bu, apakah ibu memanggil saya" tanya aisyah kepada Bu Marni
"kamu sekarang pulang sama randi pakai mobil om Budi ya, nanti kalian akan dibantu pak polisi supaya tidak terkena razia karena didepan ada razia" jawab bu mirna yang telah selesai berbincang-bincang dengan polisi muda ini
"baik bu" jawab aisyah sembari berpamitan bersama randi
Setelah itu, mereka pun meninggalkan sekolahan dengan iringan polisi muda yang gagah dan ganteng ini. Didalam mobil randi menceritakan apa yang terjadi sebenarnya dan membuat aisyah menangis, sementara randi mazih fokus menyetir mobil hingga ke rumah sakit umum tersebut.
"terimakasih pak atas bantuannya" ucap randi kepada polisi muda itu
"sama-sama mas, saya pamit tugas kembali mas" jawab polisi itu dilanjutkan dengan melanjutkan perjalanan ke lokasi razia sebelumnya.
Mereka berdua pun bergegas menuju ke ruangan 105 tempat pak Cokro dirawat. Sesampainya disana aisyah langsung memeluk Bu Murni dan menangis dipelukannya. Sementara Pak budi duduk bersamadengan rangga dan ibunya aisyah masih berada di dalam.
Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 19.30. Randi dan keluarganya serta yang lainnya masih menunggu diluar ruangan.
klunting...
klunting...
klunting...
klunting...
Handphone milik Randi semakin ramai berbunyi. Dilihatnya grup kelas telah ramai dimulai dari rehan yang mengingatkan bahwa kurang dari setengah jam lagi akan ada ujian semester mk pancasila yang dilakukan secara online dan hanya bisa dibuka menggunakan leptop ataupun notebook. Melihat anaknya yang agak gelisah, Pak Budi pun menanyakan kondisi anaknya itu.
"kamu kenapa ran?" tanya pak budi
"jam 8 ini randi ada ujian online pa, tapi randi tidak membawa laptop" jawab randi memberitahu ayahnya
__ADS_1
"yasudah, kamu pulang dulu untuk ikut ujian" jawab pak Budi menyuruh randi pulang.
namun, melihat jam tangan menunjukan pukul 19.35 tidak memungkinkan untuk pulang kerumah karena butuh waktu 30 menit untuk sampai dirumah.
"pakai leptop iis aja kak, hari ini iis bawa leptop" iis yang mengetahui situasi randi menawari pinjaman leptop.
"makasih is, boleh juga itu" jawab randi menerima tawaran iis
"pa, ma, tan, mas, aku ke mobil dulu ya. Is, leptop kamu aku pinjam bentar ya" randi meminta izin untuk ke mobil karena randi harus menenangkan diri setidaknya 5 menit sebelum ujian.
"iya, kalau sudah selesai kesini lagi ya" jawab pak budi yang mengerti dengan sifat anaknya itu.
"iya pa" jawab randi singkat sambil pergi meninggalkan mereka
Pak Budi dan yang lainnya yang mulai kelaparan itu meminta kepada rangga dan untuk memesan makanan online. Mereka memesan nasi ayam geprek 4 dan 2 Nasi goreng spesial. 10 menit berselang pesanan mereka pun sampai.
"ica, kamu antarkan nasi goreng ini ke randi ya. Kasihan dia mau ujian tapi kelaparan" perintah pak budi kepada Aisyah yang sering dipanggilnya ica sewaktu kecil dan aisyah pun langsung menuju ke parkiran mobil.
"Iis masih simpan foto ini" tanya randi dalam hati yang melihat foto mereka berdua sewaktu masih kecil di ayunan rumah randi ini yang dahulu di foto di handphone milik Pak Cokro.
(menghidupkan hotspot hp dan dismabungkan ke leptop)
"www.portalkampus/mahasiswa-xxyxkdhdk-hdjdjjdxxx, oke sudah masuk". bicara rendi pelan-pelan didalam mobil
tok..tok..tok..
terdengar ada yang mengetuk kaca mobil, dilihatnya iis menghampirinya sambil membawakan nasi bungkus.
"kak, ini tadi om budi meminta iis mengantarkan nasi goreng untuk kakak" iis memberitahu kedatangannya yang menghapiri randi di mobil.
terlihat disitu terdapat dua bungkus nasi goreng tapi hanya ada satu sendok makan saja. Iis pun menyadari hal ini dan mencoba menawari randi kembali.
__ADS_1
"kakak pakai aja sendoknya, nanti gantian" pinta iis menawari randi
"enggaklah, iis makan dulu aja. Nanti kakak bisa pakai kerupuknya buat gantiin sendoknya. Kakak mau menyelesaikan soal ujian dulu, 2 menit lagi dimulai.
"kalau gitu iis tunggu di bawah ya" jawab iis, kemudian duduk di bawah dekat pintu tengah.
Melihat iis diluar sendirian dan juga randi tak berani meminta iis untuk masuk mobil bersamanya karena ditakutkan ada omongan yang bukan-bukan, elrandi pun langsung menghampiri iis pangkunya leptop milik iis sambil bersandar dimobilnya.
"oke, satu soal keluar" randi terlihat mengobrol dengan leptop milik iis. Dibacanya soal pertama itu, lalu dijawabnya secara langsung karena hanya ada waktu 7 menit untuk menjawab soal pertama itu.
"kruyuk"bunyi perut randi memprotes karena hampir seharian belum terisi. Setelah selesai menulis jawaban nonor satu, Randi membuka nasi gorengnya itu dan memakan krupuk yang di beri nasi goreng yang masih hangat itu.
Sementara, kedua orang tua randi dan ibunya aisyah yang telah selesai makan memilih mencari udara segar di luar ruangan. Tepatnya di balkon yang ada di rumah sakit itu yang mengahad ke jalan. Dilihatnya randi dan Ica duduk lesehan sambil sandaran dengan mobil di atas cahaya leptop yang menyala.
"ma, randi cocok ya sama ica" buka Pak Budi memulai obrolan dengan istrinya itu.
"iya pa, walaupun pisah sudah lumayan lama tapi masih akrab saja ya pa" jawab Bi Murni terlihat senang dengan keakraban keduanya.
Dari atas, terlihat mobil merah yang kelihatannya menghampiri randi dan aisyah.
"Randi, kamu masih disini" tanya seseorang yang berada di dalam mobil itu yang ternyata adalah pak kholid yang menyelamatkannya tadi pagi dari razia
"masih om, ayah masih di atas om bersama mama dan mas rangga" jawab randi yang mengerti kedatangan pak kholid untuk apa. Pak kholid adalah sahabat baik pak Budi dan juga pak Cokro. Mereka telah bersama sebelu ketiganya menikah.
"oke makasih ya, om keatas dulu" jawab pak kholid singkat sambil menjalankan mobilnya menuju parkiran yang agak dekat dengan pintu rumah sakit.
"oke, soal kedua" lanjut randi.
melihat randi yang fokus dengan leptop itu membuat iis tak tega.
"kak, buka mulut" pinta iis yang direspon dengan randi. Lalu iis pun menyuapi randi hingga semua soal yang berjumlah 5 itu terjawab semua dan nasi goreng keduanya pun sudah habis. Sementara pak budi yang melihat sikap iis menyuapi randi sebelum menyambut pak kholid ini ditanggapi senang olehnya dan istrinya.
__ADS_1