
Cinta membuatkan sarapan untuk Black Hunter dan Aksa. Dia terus tersenyum sepanjang memasak didapur. Meskipun lelaki itu belum ingat tentangnya tapi Cinta bahagia bisa bersamanya lagi. Dia membayangkan saat-saat pertama bertemu Rehan. Lelaki itu begitu sombong tapi setelah dia satu asrama dengan Cinta lelaki itu jadi baik hati dan romantis. Black Hunter masuk ke dapur menghampiri Cinta yang sedang memasak.
"Manisku, aku lihat kau tersenyum terus. Kemarin-kemarin kau terlihat tertindas olehku"ucap Black Hunter.
"Itu karena aku senang bisa bertemu denganmu lagi Kak Rehan"ucap Cinta.
"Kak Rehan?....siapa Kak Rehan?"tanya Black Hunter langsung menarik Cinta ke pelukannya.
Cinta tersenyum, dia tahu lelaki bertopeng itu pasti cemburu.
"Orang yang ku cintai"ucap Cinta.
Lelaki itu terlihat kesal saat Cinta mengatakan Rehan adalah orang yang dicintainya. Karena baginya Cinta hanya boleh mencintainya.
"Manisku kau tidak boleh mencintai lelaki lain selain aku. Jika kau tetap mencintai laki-laki lain, aku akan menghabisinya"ucap Black Hunter.
"Dia suamiku, baik hati, penyayang dan tampan" ucap Cinta.
"Oh.....aku akan benar-benar menghabisinya"ucap Black Hunter.
"Oya, kau akan menghabisinya saat bertemu dengan suamiku?"tanya Cinta.
"Iya...., aku harus mendapatkan apa yang ku inginkan"ucap Black Hunter.
"Aku akan mempertemukanmu dengannya"ucap Cinta.
"Mana dia? bahkan aku menawanmu, dia tak punya nyali untuk membebaskan istrinya"ucap Black Hunter.
"Ikutlah denganku, aku akan mempertemukanmu dengannya"ucap Cinta.
Cinta mematikan kompornya. Lalu menarik lengan Black Hunter naik ke lantai atas menuju ke kamarnya. Sampai di dalam kamar Cinta mengajak Black Hunter berdiri didepan kaca lemari.
"Manisku kau bilang tadi aku akan bertemu dengan suamimu, lalu kenapa kita malah didepan cermin?"tanya Black Hunter.
Cinta melepas topeng yang dikenakan Black Hunter.
"Lihat ke cermin"ucap Cinta.
"Aku memang tampan, kau ingin membandingkan ke tampananku dengan suamimu?"tanya Black Hunter.
Cinta menggeleng dengan ucapan Black Hunter.
"Lalu apa? jangan buat aku kebingungan"ucap Black Hunter.
Cinta menunjuk ke cermin didepan Black Hunter.
"Inilah suamiku"ucap Cinta.
Black Hunter terdiam sesaat, dia mencoba mencerna maksud Cinta dengan menunjukkan tangannya ke cermin.
"Dia mirip denganku? itu maksudmu?"tanya Black Hunter.
"Bukan"ucap Cinta.
".........."Black Hunter terdiam.
Cinta mencium pipi Black Hunter.
Cup
"Inilah suamiku"bisik Cinta ditelinga Black Hunter.
Black Hunter langsung mematung tanpa kata. Dia tidak tahu kenapa Cinta mengatakan hal itu padanya. Dia berjalan menuju pintu kamar hendak keluar dari kamar itu.
"Kaulah suamiku"ucap Cinta.
"Aku Black Hunter, aku bukan suamimu, jangan samakan aku dan dia"ucap Black Hunter.
__ADS_1
Klek............
Pintu kamar itu dibuka, Black Hunter keluar dari kamar itu. Kemudian Cinta berusaha mengejarnya.
"Aku tidak bohong kaulah suamiku"ucap Cinta sambil berjalan mengejar Black Hunter.
Black Hunter langsung memegang kedua lengan Cinta dan menatapnya.
"Aku memang menyukaimu bahkan tubuhmu. Tapi aku tidak suka disamakan dengan lelaki lain"ucap Black Hunter.
"Tapi kau memang suamiku"ucap Cinta sambil meneteskan air matanya.
Tangan kanan Black Hunter mengusap air mata Cinta.
"Aku tak menyentuhmu lagi sampai kau melupakan suamimu itu"ucap Black Hunter.
".........."Cinta hanya terdiam.
"Jangan temuiku lagi"ucap Black Hunter.
Black Hunter meninggalkan Cinta. Dia masuk ke kamar lain dirumah itu.
"Aku pikir dia akan senang saat tahu kalau dia suamiku, tapi dia malah mengira aku menyamakannya dengan suamiku hik...hik...."ucap Cinta.
Pukul 11 Malam
Black Hunter berguling ke kanan dan ke kiri. Dia tidak bisa tidur nyenyak dikamarnya. Pikirannya dipenuhi Cinta. Rasanya dia ingin menemui Cinta dan melupakan semuanya. Tapi disisi lain dia tidak mau disamakan dengan Rehan.
"Sial aku gak bisa tidur. Aroma tubuh Cinta membuatku gila. Rasanya ingin tidur memeluknya sampai pagi"ucap Black Hunter.
"Kalau aku masuk ke kamarnya?"ucap Black Hunter.
Black Hunter membayangkan seandainya dia masuk ke kamar Cinta.
"Manisku"ucap Black Hunter.
"Untuk apa kesini? tadi kau bilang tak ingin bertemu lagi"ucap Cinta.
"Kau bukan suamiku, jadi ngapain aku peduli padamu, keluar!"ucap Cinta.
"Aku bisa jadi suamimu"ucap Black Hunter.
"Gak butuh, aku ingin suamiku seorang"ucap Cinta.
Black Hunter tersadar dari lamunannya itu.
"Pasti seperti itu. Masa aku harus menghampiri dia duluan padahalkan jelas-jelas dia menyamakanku dengan suaminya"ucap Black Hunter.
"Tapi kalau aku tetap disini gak dapat jatah"ucap Black Hunter.
Black Hunter kembali membayangkan sesuatu dipikirannya.
"Sayang aku kangen, jangan marah lagi"ucap Cinta.
"Aku masih marah padamu"ucap Black Hunter.
"Sayang mojok yuk"ucap Cinta.
"Kuat berapa jam?"tanya Black Hunter.
"Sampai pagi, sambil makan pop corn bisa kok sayang"ucap Cinta.
Tahu-tahu...............
"Manisku pegel nih"ucap Black Hunter.
"Loh belum juga sampai pagi"ucap Cinta
__ADS_1
"Iya sih sampai pagi, tapi gak gini juga kali"ucap Black Hunter.
Black Hunter jadi kuda-kudaan sementara Cinta naik diatasnya sebagai coboy.
"Yi.....ha.....yi....ha...."ucap Cinta sambil mencambuk bokong Black Hunter.
"Ampun sayang gak kuat sampai pagi"ucap Black Hunter.
Rehan terbangun dari lamunannya.
"Gak mungkin begitu juga, terlalu jauh. Lebih baik aku keluar"ucap Black Hunter.
Black Hunter keluar dari kamarnya. Dia turun ke lantai bawah keluar dari rumahnya. Black Hunter naik ke mobil menuju ke sebuah rumah bordil terbesar di Pulau Hitam.
Rehan masuk ke rumah Bordil Mawar Merah bersama pengawalnya. Baru masuk, dia sudah disambut banyak wanita malam yang bermanja-manja dilengannya.
"Tuanku mau Misye temani minum gak?"tanya Misye.
"Tuanku Kekey bisa menemani sampai pagi"ucap Kekey.
"Tuanku Lea masih gadis lo"ucap Lea.
Black Hunter melepas semua tangan wanita malam yang menempel padanya. Tiba-tiba muncul Mami Rose menghampiri Black Hunter yang baru masuk ke rumah bordil itu.
"Tuanku tumben datang kemari, tidak untuk menagih pajak keamanankan?"tanya Mami Rose.
"Aku tak mungkin datang kesini untuk menagih pajak keamanan jika anak buahku bisa melakukannya"ucap Black Hunter.
"Kalau begitu mari duduk dulu Tuanku"ucap Mami Rose.
Black Hunter duduk disofa ruangan VIP dirumah bordil itu. Di belakangnya terdapat dua pengawal yang berdiri tegap. Mami Rose duduk disofa bersama Black Hunter.
"Tuanku, Mami punya barang-barang baru yang masih disegel"ucap Mami Rose.
"Aku ingin melihatnya"ucap Black Hunter.
"Baiklah Tuanku"ucap Mami Rose.
Proook....proook.....prooook...........
Mami Rose bertepuk tangan memberi kode pada para wanita malam untuk keluar. Berjejer lima gadis cantik berdiri didepan Black Hunter.
"Silahkan dipilih Tuanku"ucap Mami Rose.
Black Hunter melihat kelima gadis cantik didepannya.
"Aku ingin dia"ucap Black Hunter.
"Bella kemarilah"ucap Mami Rose.
"Baik Mami"ucap Bella.
Bella menghampiri Mami Rose.
"Duduklah disamping Tuanku"ucap Mami Rose.
Bella mengangguk dan duduk disamping Black Hunter.
"Tuanku silahkan bersenang-senang"ucap Mami Rose.
Mami Rose keluar dari ruangan itu bersama para gadis yang tidak dipilih Black Hunter dan juga pengawal Black Hunter.
"Tuanku mau minum dulu atau mau langsung, Bella siap"ucap Bella.
"Kau tau cara memuaskanku, lakukan!"ucap Black Hunter.
Bela melepas kancing baju Black Hunter dan meraba dada bidangnya. Baru Bella mau menciumnya, Black Hunter teringat Cinta. Dia tak bisa melakukan itu dengan orang lain. Black Hunter langsung mendorong Bella. Dia berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
"Tuanku kenapa? apa aku kurang memuaskanmu?"tanya Bella.
Black Hunter tak peduli dengan ucapan wanita itu dia segera keluar dari ruangan itu. Dia keluar dari rumah bordil itu menuju ke mobilnya.