ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Generation 2 : Part 97


__ADS_3

"Sayang, Aksa tadi menghinaku cewek murahan." Kiara coba mencari alasan agar Farhan percaya padanya.


Farhan melepas tangan Kiara. Dia menampar Kiara.


Plaaak...


"Aw... " Kiara memegang pipinya.


"Kiara, kau sudah membohongiku dan sekarang menuduh Aksa lagi, ternyata benar kata Aksa kau cewek murahan," ucap Farhan.


"Sayang kau bicara apa sih?" Kiara tak percaya kalau Farhan akan marah padanya. Selama ini dia selalu menurut pada Kiara.


"Kau pandai bercandiwara ya Kiara, selama ini aku tertipu bujuk rayumu. Ternyata kau licik." Farhan benar-benar marah pada Kiara.


Kiara meraih lengan Farhan tapi ditampik tangan Farhan.


"Sayang... " Kiara terkejut.


"Farhan kau harus tahu siapa wanita ular ini, aku tidak pernah memperkosanya. Dia benar-benar licik. Kau harus percaya padaku," ucap Aksa.


Naira hanya diam melihat mereka berdebat hebat.


"Aku sudah tak percaya kau lagi Kiara, mulai hari ini jangan menampakkan batang hidungmu didepanku," ucap Farhan.


"Sayang, kau salahfaham. Aksalah yang bersalah," Kiara coba mencari pembelaan untuk dirinya sendiri.


"Kau sudah memprovokasiku dan membuat hubunganku dan Aksa merenggang, itu karena keserakahanmu. Pergilah dari hidupku Kiara!" Farhan menegaskan.


"Tapi sayang... aku sangat mencintaimu" Kiara memohon.


"Makan cinta penuh kepalsuaanmu, jangan pikir aku akan tertipu lagi," ucap Farhan.


"Sayang... " Kiara memeluk Farhan. Dia berusaha meluluhkan hatinya.


"Lepas!" Farhan mendorong tubuh Kiara hingga dia terjatuh dilantai.


"Itu pantas untukmu Kiara, seenaknya mempermainkan perasaan orang yang mencintaimu, aku jijik padamu." ucap Farhan.


"Sayang hik hik hik, aku cinta padamu hik hik hik," Kiara berusaha menangis untuk meraih simpati Farhan.


"Kita putus Kiara, jangan ganggu hidupku lagi!" Farhan menegaskan ucapannya. Sudah saatnya dia melepas Kiara. Hidup bersamanya hanya akan membuatnya seperti orang bodoh.


"Ayo Farhan kita pergi dari sini, jangan kau dengar lagi ucapan liciknya," ucap Aksa.


"Kau benar," ucap Farhan.


Aksa, Naira dan Farhan berjalan meninggalkan tempat itu.


"Sayang .... jangan tinggalkan aku...," teriak Kiara.


Untungnya Farhan sudah tak menggubris lagi ucapan Kiara. Bagi Farhan cinta untuk Kiara sudah selesai.


Farhan, Aksa dan Naira duduk satu meja disebuah restoran. Mereka makan bersama. Selesai makan mereka berbincang.


"Farhan kenapa kau ada dibutik tadi?" tanya Aksa.


"Kebetulan Mama menyuruhku mengambil tas pesanannya. Eh, malah bertemu kalian dibutik," ucap Farhan.


"Mungkin semua ini sudah diatur Allah, biar kau tahu siapa Kiara yang sebenarnya," ujar Aksa.


"Kau benar. Wanita licik itu tidak akan ketahuan belangnya jika tadi aku tak pergi ke butik," ucap Farhan.

__ADS_1


"Oya Farhan, kenalkan ini Naira, calon istriku," ucap Aksa.


"Naira, senang bertemu denganmu," ucap Naira.


"Farhan, saudara sepupu Aksa, senang juga bertemu denganmu," ucap Farhan.


"Dalam waktu dekat, aku akan menikah dengan Naira, kau harus datang," kata Aksa.


"Insya Allah." Farhan ikut senang dengan kabar baik dari saudaranya.


"Kau juga harus segera move on dan menikah," ucap Aksa.


"Pasti, aku tidak akan kalah darimu. Lihat saja aku akan menikah juga," ucap Farhan.


"Oke ku tunggu undangannya," ucap Aksa.


Setelah mereka selesai berbincang, Farhan pulang ke rumah. Dia berjalan ke kamar ibunya. Baru didepan kamarnya, ibunya sudah memanggilnya.


"Farhan," panggil Azkia.


"Mama," sahut Farhan.


"Gimana? tas pesanan Mama sudah diambil?" tanya Azkia.


"Belum Ma, tadi ada masalah kecil. Besok Insya Allah ku ambil," jawab Farhan.


"Ya udah gak papa," ucap Azkia.


"Ma, aku mau dijodohkan dengan Lilia," ucap Farhan.


"Yang benar? bukannya kemarin kau bersikeras tak mau dijodohkan dengannya," ucap Azkia.


Farhan tahu ibunya pasti akan bertanya jika tiba-tiba dia memutuskan setuju dijodohkan dengan Lilia.


"Alhamdulillah. Tapi ingat jangan jadikan Lilia pelampiasanmu, dia gadis yang baik," tegas Azkia.


"Iya Ma, aku akan berusaha mencintainya," ucap Farhan.


"Kalau gitu sore ini kita melamar Lilia, lebih cepat lebih baik," ucap Azkia.


"Oke Ma," ucap Farhan.


Farhan setuju dengan rencana Azkia untuk segera melamar Lilia, dia tidak ingin pacaran lagi yang ujung-ujungnya jatuh pada keburukan. Pacaran setelah menikah sepertinya lebih indah.


**********


Kiara pulang ke rumahnya. Dia kesal sekali semuanya kacau. Dia langsung masuk kamar dan melempar semua barang-barang dikamarnya termasuk foto Farhan. Tak lama Ibu Yesi masuk ke kamar. Dia melihat kamar Kiara sudah acak-acakan.


"Kiara ada apa?" tanya Ibu Yesi.


"Bu, rencana kita gagal semua. Termasuk Farhan," jawab Kiara.


"Kok bisa?" tanya Ibu Yesi.


"Tadi aku bertemu Aksa dibutik, aku memaki Aksa, tiba-tiba Farhan datang. Dia mendengar semuanya," jawab Kiara.


"Jadi Farhan memutuskanmu gitu?" tanya Ibu Yesi.


"Iya Bu, bukan hanya itu, dia tidak mau melihatku lagi," ucap Kiara.


"Sial dua rencana kita gagal semua. Gimana caranya mendapatkan uang banyak dengan mudah, mana bapakmu masih koma," ucap Ibu Yesi.

__ADS_1


"Apa aku menggoda Om Raka?" tanya Kiara.


"Benar juga, jika kau tidak bisa mendapat anaknya, kenapa tidak langsung biangnya saja," ucap Ibu Yesi.


"Aku sudah lama suka pada Om Raka, dia lebih berkharisma dari Farhan yang bodoh itu," ucap Kiara.


"Kau itu sama seperti ibu, sukanya Om-Om," ucap Ibu Yesi.


"Habis yang Om-Om itu lebih menyenangkan Ma," ucap Kiara.


Sudah lama Kiara suka dengan Raka. Dari sejak SMA waktu ke rumah Farhan. Dia selalu memperhatikan Raka. Tujuan utamanya mendekati Farhan untuk bisa dekat dengan Raka ayahnya.


********


Farel dan Alina pergi ke kebun dekat hutan. Mereka mencari obat-obatan tradisional untuk Kaisar. Dikebun cukup banyak tanaman obat-obatan tumbuh liar. Mereka mulai mengambil tanaman obat dikebun.


"Sayang ambil seperlunya saja," ucap Farel.


"Iya Kak Rafa," ucap Alina.


Ketika mereka sedang mengambil beberapa jahe, tiba-tiba muncul seorang bapak tua.


"Kalian sedang apa?"


Farel dan Alina melihat ke arah bapak tua itu.


"Kami sedang mencari tanaman obat pak," sahut Alina.


"Apa ada yang sakit?"


Farel langsung teringat ucapan Alina tadi. Untuk menyembunyikan kebenaran Kaisar yang sedang sakit.


"Tidak pak, kami ingin membuat jamu untuk menjaga kesehatan," ucap Farel.


"Oh, ambillah yang banyak, tapi jangan membuatnya habis."


"Iya pak," ucap Alina dan Farel.


Bapak tua itu pergi meninggalkan tempat itu.


"Kak Rafa hampir saja," ucap Alina.


"Aku juga berpikir seperti itu, kita harus menjaga rahasia ini," ucap Farel.


Alina dan Farel kembali ke penginapan setelah mendapatkan cukup banyak obat-obatan tradisional.


Ditempat lain bapak tua tadi melapor pada ketua suku. Dia duduk dibawah sedangkan ketua suku duduk disinggasananya. Beberapa tetua suku juga berada dirumah ketua suku.


"Lapor ketua, ada hal mencurigakan yang saya dapatkan."


"Hal mencurigakan apa?"


"Orang-orang baru yang datang ke pulau kita mengambil tanaman obat dikebun."


"Apa mereka sakit?"


"Saya curiga kesitu, untuk apa mereka mengambil tanaman obat kalau bukan untuk menyembuhkan penyakit."


"Jangan sampai pulau kita terkena wabah kematian masal lagi. Awasi mereka, jika terbukti ada yang sakit, bawa paksa dan ikat dibawah pohon besar sampai dia sembuh atau mati karena penyakit itu."


"Baik ketua."

__ADS_1


"Kalau teman-temannya tidak mengikuti aturan disini, ikat mereka dikandang singa."


"Baik ketua."


__ADS_2