
Beberapa menit kemudian mereka sampai di halaman rumah yang lumayan luas. Rangga dan aisyah waktu itu benar-benar tidak tahu arah kerumah randi karena randi menempati rumah barunya sekitar 6 tahun lalu setelah keluarga pak cokro pindah keluar negeri dan rumah lamanya kini dijadikan penginapan.
"is, kalau mau mandi di kamar sebelah kanan ya. Kamu ganti baju pakai punya mama juga bisa tapi jangan masuk ke ruang kerja ayah. kamar mama ada di depannya yang agak lebar. Kalau gak ada yang muat ke kamar kakak aja yang tengah, kakak ada baju lengan panjang yang agak kecil di lemari kanan. Mas rangga nanti bisa pakai kemeja punya randi aja" pintaku memberi tawaran ke iis karena masih menggunakan seragam sekolahan dan juga ke mas rangga.
"siap kak" jawab iis tanda mengerti
"ran, kamu mandi duluan aja" pinta rangga
__ADS_1
"enggaklah mas, nggak biasa mandi jam segini. kalau dari sore belum mandi biasanya nanti jam 1an malam baru mandi mas,nanti kalau nyariin randi panggil aja mas randi ke ruang kerja ayah dulu" jawabku menerangkan karena sudah biasa seperti itu.
"oh, iya. makasih ya ran" jawab rangga
"sama-sama mas" jawabku
iis yang mandi di kamar mbak meta ini lebih memilih memakai baju milik randi karena melihat postur ibunya randi ia sudah tak yakin jika pakaiannya sekuruan dengannya. Sementara saat iis melihat kamar randi yang begitu rapi dengan jendela menghadap ke jalan ini seakan terpesona dengan keindahan kota di malam hari. Dikamar itu pula iis tak sengaja melihat foto mereka berdua saat masih kecil dirumah lamanya randi. Sedangkan rangga yang selesai mandi dan berganti pakaian ini langsung turun keruang tamu meminum minuman kopi kaleng dari toko yang mereka kunjungi tadi. Randi yang sedang berada di ruang kerja ayahnya itu sedang membaca proposal sambil menuliskan kebutuhan sekolah berupa beberapa tanaman buah yang ia inginkan untuk di tanam di sekolahannya itu. setelah selesai randi langsung menuju kamarnya untuk mengambil charger hp miliknya dan dilihatnya iis sedang melihat foto-foto masa kecilnya dengan randi yang di letakkan di atas meja belajarnya.
__ADS_1
"iihhh,, kakak kepedean. Iis keinget waktu masih kecil dulu. Apalagi foto di ayunan ini, waktu iis kakak dorong terus jatuh dan kakak dimarahin sama om budi. Sekarang ayunanannya masih ada gak ya kak?" tanya iis sambil mengingat masa kecilnya dulu bersama randi
"masih, sekarang diganti rantai sama ayah,yuk kita kebawah" jawabke memberitahu keberadaan ayunan itu
"yuk lah, Iis minjem chargernya ya kak, batrai iis tinggal 15%, bisa kan untuk hp iis" jawab iis sambil meminjam charger milik randi sambil menunjukkan hpnya merek a ini.
"gak bisa, ini chargernya agak lebar dikit, nanti kakak ambilkan punya mama dulu" jawabku karena hp kami mereknya sama tapi beda type dan bentu ujung chargernya.
__ADS_1
"oke deh, iis tunggu dibawah ya" jawab iis sambil turun ke lantai dasar mengikuti mas rangga.
Tak berapa lama randi pun datang menghampiri keduanya. Mereka bertiga pun melanjutkan menonton televisi hingga pukul 00.15 iis sudah tertidur disofa sementara rangga dan randi dibawahnya bersandaran sofa tempat iis tidur dengan beralaskan karpet yang lumayan tebal dan cukup hangat. Hingga pukul 01.30 rangga pun akhirnya tertidur, sedangkan randi tak tega membangunkannya untuk berpindah ke kamar dan randi langsung mengambilkan selimut untuk keduanya lalu melanjutkan menonton sepak bola hingga randi juga ikutan tertidur dengan posisi duduk sementara televisinya mati automatis bersamaan dengan listriknya yang dibuat dengan sistem mati pada pukul 03.00 dan hidup kembali pukul 05.00. Mereka bertiga pun tertidur hingga pagi hari saat ayam berkokok sekitar pukul 05.00 pagi