ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Generation 2 : Part 87


__ADS_3

"Pulau Pohon," ucap Rehan.


"Pulau Pohon? Aku baru denger nama pulau itu," sahut Barra.


"Disana lautan dan daratannya masih asri, kalian bisa menikmati pemandangan alam dan menikmati makanan khas asli pulau itu," ujar Rehan.


"Boleh juga Pa," ucap Farel.


"Gimana kamu Barra?" Tanya Rehan.


"Setuju dong Pa," ucap Barra.


Mereka setuju untuk bulan madu ke Pulau Pohon.


Selesai mengobrol dengan Rehan dan Barra, Farel naik ke lantai atas, dia menyusul Alina yang sedang berdandan didepan meja rias dikamarnya. Farel langsung memeluk Alina dari belakang.


"Sayang cantik banget, mau kemana?" Tanya Farel.


"Mau ketemu suamiku, jadi harus cantik dong," ucap Alina.


Farel membalikkan tubuh Alina, dia mencium bibir cantik Alina.


"Alina, aku mencintaimu dari dulu tak pernah berubah dan berkurang," ucap Farel seusai mencium Alina.


"Aku juga mencintaimu kak Rafa," ucap Alina.


Farel membopong Alina ke ranjang. Mereka merajut cinta disiang hari. Mumpung lagi santai dan libur, tikus juga udah diamankan dijamin gak akan mengganggu kemesraan mereka. Farel meluapkan semua rasa cintanya pada Alina. Mereka benar-benar memanfaatkan waktu untuk berduaan.


"Kak Rafa," panggil Alina.


"Iya sayang," ucap Farel.


Alina tak henti memanggil suaminya sepanjang jalinan cinta itu dirajut. Hingga mereka lelah dan menyudahinya. Farel memeluk erat Alina.


"Sayang kita akan bulan madu ke Pulau Pohon," ucap Farel.


"Pulau Pohon? bukannya itu pulau tua?" Tanya Alina.


"Kau tau pulau itu?" tanya Farel.


"Sedikit, aku pernah baca dibuku kuno kalau pulau itu tidak memperbolehkan ada tenaga kesehatan disana," ucap Alina.


"Benarkah? kenapa?" Tanya Farel.


"Aku tidak tahu, aku juga belum selesai membacanya," ucap Alina.


"Tapi gak papakan kita kesana sayang?" Tanya Farel.


"Gak papa, asal ada Kak Rafa dimanapun Alina akan ikut," ucap Alina.


Farel mencium kening istrinya. Kini dia bisa sepuasnya mencium Alina.


***********


Aksa membeli beberapa makanan ringan disebuah mini market. Dia sedang memilih biskuit kesukaannya. Baru mau mengambil biskuit itu, tak sengaja seorang gadis juga mengambil biskuit itu dan menginjak kaki Aksa.


"Aw...." Aksa kesakitan.


Gadis itu diam saja, asyik memilih biskuit lainnya tanpa memperdulikan Aksa.


"Nona, kakimu," ucap Aksa.


"Kakiku ya dibawahlah, memang kenapa Mas?" Tanya wanita itu.


"Kau menginjak kakiku tahu," ucap Aksa.

__ADS_1


Gadis itu melihat ke bawah, tapi dia masih membiarkan kaki Aksa diinjak kakinya.


"Nona kau punya mata gak sih? atau kau sengaja ingin menginjak kakiku?" Tanya Aksa.


"Ini gak sengaja, nah yang ini sengaja," ucap gadis itu kemudian menginjak kaki Aksa.


"Aw..." Aksa kesakitan saat gadis itu menginjak kakinya.


Gadis itu berjalan meninggalkan Aksa.


"Sialan kenapa juga aku harus bertemu gadis aneh itu," ucap Aksa.


Aksa berjalan sambil jinjit karena kakinya sakit. Tak sengaja dia bertemu Kiara yang sedang memilih handbody. Dia menghampiri Kiara.


"Kiara kau ada disini?" tanya Aksa.


"Oh kau, kirain siapa?" Kiara malas menjawab pertanyaan Aksa.


"Apa kau masih marah padaku karena masalah yang dulu?" Tanya Aksa.


"Iya, memang kenapa?" Tanya Kiara.


"Aku minta maaf, bisakah kau memaafkan?" Tanya Aksa.


"Baiklah, aku memaafkanmu," ucap Kiara.


Aksa berusaha akrab pada Kiara. Dia memberi komentarnya pada barang yang akan dipilih Kiara.


"Kiara mau makan gak? Ada tempat makan enak didekat sini?" Tanya Aksa.


"Boleh, kebetulan aku laper," ucap Kiara.


Aksa membawa Kiara ke kafe yang tak jauh dari mini market. Mereka makan bersama dikafe itu.


Kiara begitu menikmati makanan yang disantapnya.


"Sering, dulu," ucap Aksa.


"Pasti sama cewekmu ya," ucap Kiara keceplosan.


"Iya, tapi itu sudah lama sekali," ucap Aksa.


"Kapan?" Kiara penasaran dengan masa lalu Aksa.


"Saat SMA, dulu tempat ini favorit untuk kami," ucap Aksa.


"Terus kemana cewekmu sekarang?" Tanya Kiara.


"Aku tidak tahu, dia pergi begitu saja entah kemana. Aku tak pernah menemukannya lagi," ucap Aksa.


"Maaf ya aku jadi mengingatkanmu tentang orang itu," ucap Kiara.


"Tidak apa-apa, itu hanya masa lalu," ucap Kiara.


Dimeja seberang gadis yang tadi menginjak kaki Aksa sedang duduk sendirian. Dia terlihat memesang dua makanan.


"Kiara aku ke toilet dulu ya," ucap Aksa.


"Iya," jawab Kiara.


Aksa berjalan menuju ke toilet, dia tak sengaja mendengan obrolan dua orang pelayan yang membicarakan gadis yang menginjak kaki Aksa tadi.


"Gadis cantik itu selalu memesan makanan untuk dua orang, sudah gitu bicara sendiri seakan ada seseorang yang duduk bersamanya."


"Mungkin dia gila, ditinggal mati cowoknya tapi perasaannya menganggap cowok ya masih hidup."

__ADS_1


"Bener juga, aneh. Padahal cantik tapi kok gila ya."


Aksa masuk ke toilet. Setelah keluar dari toilet dia memperhatikan gadis yang menginjak kakinya tadi.


"Gadis itu benar-benar bicara sendirian, seolah ada seseorang yang duduk bersamanya," batin Aksa.


Aksa kembali duduk bersama Kiara. Dia senang Kiara tak mengacuhkannya lagi.


"Kiara boleh tuker nomer handphone?" Tanya Aksa.


"Boleh," jawab Kiara.


Aksa nenyodorkan handphone miliknya pada Kiara. Segera Kiara menulis nomernya dihandphone Aksa.


"Nih aku sudah memasukkan nomerku dihandphonemu," ucap Kiara sambil menyodorkan handphone Aksa padanya.


"Makasih Kiara," ucap Aksa.


"Iya sama-sama," ucap Kiara.


"Aku antar pulang ya," ucap Aksa.


"Apa tidak merepotkan?" Tanya Kiara.


"Gak," jawab Aksa.


Aksa mengantar Kiara pulang ke rumahnya. Sampai didepan rumahnya Farhan sudah ada diteras rumah Kiara. Dia melihat Aksa turun dari mobil bersama Kiara. Farhan menghampiri mereka berdua.


"Kiara," ucap Farhan.


"Sayang," ucap Kiara sambil memeluk Farhan.


"Farhan," ucap Aksa mencoba menyapa sepupunya.


Farhan merasa kedekatan Aksa pada Kiara ada yang tidak wajar. Dia bisa membaca sikap Aksa yang begitu peduli pada Kiara. Padahal dia tahu Kiara adalah kekasih sepupunya.


"Sayang masuklah ke rumah duluan, nanti aku nyusul," ucap Farhan.


"Iya," jawab Kiara.


Kiara pamit pada Aksa sebelum meninggalkannya. Kemudian dia masuk ke dalam rumahnya. Farhan berdiri disamping Aksa menepuk bahunya.


"Aksa kita ini saudarakan? apa kau ingin bersaing dengan saudaramu sendiri?" Ucap Farhan.


Aksa terdiam. Dia memang merasa sedang mengejar cinta Kiara. Tapi dia sadar Farhan adalah kekasih Kiara. Hanya saja dia tidak bisa membohongi perasaannya pada Kiara.


"Kau tahu aku dan Kiara sedang menjalin hubungan serius," ucap Farhan menegaskan. Selama ini hubungannya dengan Kiara memang sudah menuju ke arah serius. Mereka bahkan sudah membahas pernikahan. Tapi hadirnya Aksa akan merusak semuanya. Farhan tidak ingin semua itu terjadi, dia sangat mencintai Kiara.


"Aku...," Aksa bingung harus bicara apa.


"Aku tahu kau sedang mencari orang yang tepat untuk dirimu, tapi jangan Kiara juga. Dia kekasihku," ucap Farhan.


"Aku memang menyukainya." Aksa jujur pada Farhan.


"Kenapa harus Kiara? Masih banyak wanita didunia ini. Kau bisa pilih salah satu dari mereka tapi jangan Kiara," ucap Farhan.


"Aku juga tidak tahu kenapa? Hatiku hanya menginginkan Kiara," ucap Aksa.


"Jadi kau memilih bersaing dengan saudaramu sendiri?"


"Aku harap kau paham posisiku dihidup Kiara, dan menjauhlah darinya," ucap Farhan.


Disisi lain, Kiara sedang duduk diruang tamu bersama ibunya.


"Kiara lihat dua putra mahkota dari keluarga Ariendra sedang memperebutkanmu, kau hebat bisa membuat keduanya mengejarmu," ucap Ibu Yesi, ibu kandung Kiara.

__ADS_1


"Menurut ibu, mana yang harus ku pilih?" Tanya Kiara.


"Keduanya sama-sama kaya dan pewaris kerajaan bisnis kedua orangtuanya. Kalau kau bisa dapatkan keduanya untuk apa memilih salah satunya, cinta itu gila. Apapun akan dilakukan untuk cinta," ucap Ibu Yesi.


__ADS_2