
tiba-tiba seorang gadis kelas X menubruk randi karena berjalan agak buru-buru
brukk....
(bukunya berserakan)
"maaf kak, maaf saya tidak sengaja" gadis itu meminta maaf ke randi sambil membereskan buku-buku yang berserakan. Terlihat disitu ada sekitar 7 buku yang sepertinya baru saja dipinjam dari perpustakaan"
"iya tidak apa-apa, kamu baik-baik saja kan.? tanyaku sambil membantu merapikan buku miliknya itu
"enggak kak, saya baik-baik saja kak. Makasih kak bantuannya" jawab perempuan itu sembari mengucapkan terimakasih karena telah kubantu dan langsung menuju ke kelasnya.
mereka berdua yang melewati ruang kelas X dan XI ini menjadi pusat perhatian para siswa perempuan. Untuk kelas XI mereka tahu bahwa itu adalah randi dan rehan, randi dikenal dengan cowok paling ganteng waktu itu dan juga prestasinya yang mendapat 3 besar juara umum di sekolahnya itu. Sementara rehan dikenal sebagai mantan ketua osis yang tak kalah ganteng dari randi.
Dari ruang guru, para majelis guru mulai keluar dari kantornya dan akan memasuki kelas masing masing. Rehan dan randi yang berpapasan dengan pak Basuki guru matematikanya ini langsung bersalaman.
"eh kalian, sekarang kuliah dimana?" tanya pak basuki
"di universitas A pak, dekat sini kok pak" jawab rehan
"saya sama dengan rehan pak" jawabku menimpal jawaban rehan.
"ambil jurusan apa kalian" tanya pak basuki kembali.
"kita berdua ambil jurusan pendidikan matematika pak" jawabku ke pak basuki
"wahh,,bagus-bagus. Biar nanti jadi penerus bapak. atau sekarang mau gantiin bapak di kelas X A" puji pak basuki sambil menawari untuk mengajar di kelas X A.
"makasih pak, aamiin. Hehehe, enggak dulu lah kayaknya pak, ilmu kita belum sampai pak" jawabku merendah
"ya sudah, bapak ke kelas XA dulu ya" potong pak basuki yang langsung melanjutkan perjalanan ke kelas XA
__ADS_1
" iya pak, mari pak" jawab kami berdua sambil menundukan setengah badan.
mereka pun melanjutkan ke kantin mbok darmi yang masih setengah perjalanan. Sekolahan mereka tergolong luas, memiliki ukuran 100×200 meter berbentuk angka 8 dan memiliki 2 lantai. Di bagian depan yang dekat dengan gerbang dibuat untuk lokasi aula, ruang kesenian, perpustakaan, gedung olahraga tenis, gedung futsal, laboratorium dan ruang osis yang semuanya diberi fasilitas peredam suara dan AC. Untuk masalah keamanan, dengan total 50 ruangan ini diberi masing-masing 2 kamera cctv tiap, di parkiran 5 cctv, dan di pinggir jalan 4 cctv yang dipantau oleh operator khusus yang memiliki ruangan 4×8 meter disampung ruang kepala sekolah.
"mbok, nasi goreng sosis telor matasapi nya 1 ya" pesan randi ke mbok darmi.
"loh, kamu mas. Ada keperluan apa kesekolah? tanya mbok dari yang sedikit kaget melihat kedatangan kami berdua
"gak ada mbok, kita kangen sama masakan simbok. Han, kamu pesan apa?". jawabku ke mbok darmi sambil menanyakan pesanan rehan
"nasi goreng spesial sama es teh krupuknya dibanyakin" pesan rehan yang terdengar oleh mbok darmi
"loh, sama mas rehan juga to. Siap mas, ini simbok buatkan dulu ya untuk kalian berdua. Nasi goreng sosis telur mata sapi sama nasi goreng spesial krupuknya dibanyakin" jawab mbok darmi yang kaget melihat ada rehan yang sudah duduk di kursi kantin sambil mengingat-ingat pesanan mereka berdua.
"kita tunggu di meja ujung ya mbok" beri tahuku ke simbok
"iya mas, kalo mau minum tinggal ambil aja mas" jawab mbok darmi menawariku
sembari menunggu pesanan, tiba-tiba ada seorang siswa berpakaian olahraga menghampiri kami.
"kak rehan ya? saya setyo kak, ketua osis yang baru terpilih beberapa hari yang lalu" tanya siswa itu sembari memperkenalkan diri.
"iya, ada apa setyo?" tanya balik rehan
"kebetulan ada kakak dan kak randi disini, jadi gini kak kita dari osis ada program...." jawab setyo menerangkan panjang lebar program osis kepada rehan.
Setyo memang masih mengingat wajahku, sebab dia merupakan anak basket sama sepertiku dan juga penampilanku yang sejak dulu tak banyak berubah terlebih masalah rambut. Tampaknya, setyo yang melihat kedatangan kami tak menyia-nyiakan untuk berdiskusi mengenai program osis kepada rehan sebagai mantan ketua osis yang mengalahkan kepamoran kakaknya setyo saat pemilihan ketua osis dulu. Sebagai salah satu ketua osis yang cukup berhasil memeimpin ini, rehan selalu menjadi panutan bagi ketua osis sebelum setyo. Saat ini setyo duduk di kelas XI IPS 1. Setyo dikenal sebagai siswa yang ramah, mudah bergaul, memiliki wawasan luas serta siswa yang hobi bermain basket dan futsal.
"ini pesanan kalian sudah sampai" mbok darmi memberi kami 2 piring nasi goreng.
"makasih mbok, oh ya mbok saya pesen nasigoreng spesial lagi 2 dibungkus ya mbok" jawabku sambil memesan nasi goreng spesial ke mbok darmi.
__ADS_1
"siap mas randi" jawab simbok menyanggupi
"kamu nggak makan skalian setyo" tanyaku memotong obrolan mereka.
" enggak kak, saya lagi jam olahraga. Ini izin sebentar sama pak Andi.
"oh,gitu. Han aku makan dulu ya". jawabku mengerti sambil makan karena sudah kelaparan, sedangkan tadi dirumah hanya meminum susu dan sepotong roti selai kacang.
"iya kamu duluan aja ran" jawab rehan menyuruhku makan terlebih dahulu.
"ya sudah kak, terimakasih atas saran dan masukannya. maaf ganggu waktu kakak berdua, saya lanjut ke gedung B dulu kak" setyo mengakhiri pembicaraan yang berlangsung selama hampir 15 menit itu.
Gedung B adalah gedung olahraga yang terletak di lantai 2 di atas ruang kelas XII depan kantin mbok darmi. Lalu rehan pun melanjutkan makanannya hingga habis.
"semuanya berapa mbok" tanyaku kepada simbok menanyakan total harga makanan dan pesanan makanan yg kupesan.
"totalnya 43.000 mas sama pesanannya" jawab simbok sambil menyerahkan nota dan pesananku.
"(mengeluarkan uang 50ribuan dari dompet). Ini mbok, kembaliannya untuk simbok aja" jawabku sembari mengambil pesanan 2 bungkus nasi goreng spesial.
"beneran ini mas" tanya simbok
"beneran mbok" jawabku meyakinkan simbok.
"makasih lo mas, ini simbok terima". jawab simbok dengan senyum lebar setelah itu
"sama-sama mbok, kita pamit dulu ya mbok. Mari mbok" akupun berpamitan ke simbok dan meninggalkan kantin bersama rehan
"mari mas" jawab simbok dengan senyum.
Aku memang sangat akrab dengan simbok. Terlebih ketika aku lupa membawa uang, aku diperbolehkan makan dahulu dan bayarnya di hari berikutnya. Simbok sangat percaya padaku, dan sejak saat itulah aku mulai berlangganan di kantin simbok yang rasanya memang sangat enak ini tak kalah dengan masakan mama di rumah.
__ADS_1