ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Generation 2 : Part 37


__ADS_3

"Alina memang benar anak Om" ucap Rehan.


"Jadi Alina memang anak Om, selamat ya Om. Ini akan jadi kabar gembira untuk Alina" ucap Rafael.


Meskipun pada kenyataannya Rafael sedih karena Alina akan dibawa Rehan. Tapi pertemuan Alina dan keluarganya tentu sudah lama dinantikannya.


"Kalau begitu ayo pulang, Alina harus segera tahu kabar gembira ini" ucap Rehan.


"Oke Om" ucap Rafael.


Rafael dan Rehan memutuskan meninggalkan rumah sakit. Mereka pulang ke kontrakkan untuk memberitahu kabar gembira ini pada Alina.


************


Barra berada diruang kerjanya sambil mengecek beberapa data barang produksinya. Tidak banyak orang luar yang bekerja diperusahaannya. Mereka yang bekerja dengannya adalah orang-orang terpilih. Tak lama masuk Genta, agen rahasia yang disewanya.


"Siang Bos" ucap Genta berjalan menghampiri Barra.


"Siang" ucap Barra membalas salam dari Genta.


"Duduk!" ucap Barra memerintah Genta.


"Oke Bos" ucap Genta.


Genta langsung duduk dan berbincang dengan Barra.


"Bos saya sudah mendapatkan informasi mengenai foto gadis yang Bos berikan pada saya" ucap Genta.


"Katakan cepat informasinya" ucap Barra.


"Gadis itu anak dari Rehan Darien, seorang pengusaha terkaya di kota A dan cucu dari Leo Ariendra salah satu orang terkaya dinegara kita" ucap Genta.


"Anak Rehan Darien dan cucu Leo Ariendra. Dunia ini sempit juga. Bertemu lawan dimasa lalu. Semakin menarik" ucap Barra.


"Apa ada tugas lagi Bos?" tanya Genta.


"Tidak, keluarlah" ucap Barra.


"Baik Bos" ucap Genta.


Genta keluar dari ruangan kerja Barra. Mendengar kabar dari Genta, Barra merasa senang.


"Aku akan berduel denganmu Rehan Darien. Dulu kau berhasil mengalahkanku, tapi sekarang aku tidak akan kalah" ucap Barra.


Barra tersenyum lebar. Dia senang bisa kembali menantang Rehan Darien.


***********


Alina membereskan semua perlengkapan sekolahnya. Dia memasukkan semuanya ke dalam ranselnya. Haura menghampiri Alina.


Dia mengajak Alina berbicara.


"Alina kau mau pulang?" tanya Haura.

__ADS_1


"Iya Haura" ucap Alina.


"Boleh tidak aku ikut bersamamu?" tanya Haura.


"Kau mau main ke kontrakkanku?" tanya Alina balik.


"Iya, bosan tinggal dirumah terus" ucap Haura.


Haura menang bosan karena selama ini dia tinggal bersama dua lelaki. Dia ingin bermain dengan teman wanitanya.


"Kalau begitu baiklah, ikut aku pulang ke kontrakkan" ucap Alina.


"Beneran boleh?" tanya Haura sekali lagi.


"Boleh, ayo" ucap Alina mengajak.


Alina dan Deena berjalan keluar kelas bersama. Mereka naik bus menuju ke kontrakkan Alina. Di dalam bus ada seorang bapak yang menjual obat-obatan. Dia berdiri ditengah lorong kursi bus dekat pintu masuk bagian depan.


"Bapak-bapak, Ibu-ibu, selamat siang" ucap Pak Toge.


"Siang" ucap Semua penumpang bus.


"Saya disini bukan untuk jualan obat tapi untuk menerangkan fungsi dan kegunaannya. Barangkali ada yang berminat untuk memilihnya.


Berbagai penyakit bisa diobati. Contohnya sakit hati, iri hati, dengki, ingin kaya, cantik dan cepet gendut" ucap Pak Toge.


"Maaf Mas obat semacam apa bisa menghilangkan sakit hati kebetulan saya baru saja jadi duda ke sepuluh kali" ucap Jono.


"Obat ini bukan obat biasa, tak terlihat dan tidak bisa diraba. Hanya bisa dirasakan" ucap Pak Toge.


"Greget nih Mas, obat apaan jenisnya. Saya baru aja punya suami kakek-kakek eh meninggal" ucap Siska.


"Lagian nikah ma kakek-kakek, udah mau unfollow masih aja dinikahin" ucap Jono.


"Nah kan saya punya obatnya untuk Mas Jono dan Mba Siska, kebetulan kalian sesama jomblo bagaimana menikah saja" ucap Pak Toge.


Jono langsung melirik Siksa yang aduhai dan cantik. Sedangkan Siska melirik Jono yang kekar dan maco, keren pula. Jono langsung pindah tempat duduk disamping Siska.


"Nikah yuk neng, Aa udah kebelet, mumpung jomblo nih" ucap Jono pada Siska.


"Aa bawa apa buat Eneng?" tanya Siska.


"Tenang sepasang sejoli baru, saya menyediakan setangkai bunga, cincin dan tiket nonton dibioskop dengan harga yang masih diskon dan gratis ongkir selama kalian sering berbelanja pada saya" ucap Pak Toge.


"Saya beli setangkai bunga dan cincinnya" ucap Jono.


"Oke, sold out ya setangkai bunga dan cincin. Silahkan bagi yang punya penyakit lainnya, mumpung saya masih stand bye" ucap Pak Toge.


Pak Toge menjual setangkai bunga dan cincin pada Jono. Untung deh palu gada asal-asalan yang penting model percaya diri dan pintar membaca suasana.


"Saya terkena ambien, bisulan, kutuan, kudisan, panuan, borokan, budukan dan kutu airan, solusinya gimana ya" ucap Kiwil.


"Iiiw......"ucap Penumpang bus.

__ADS_1


"Itu mudah, berapa kali anda mandi dalam sehari?" tanya Pak Toge.


"Seminggu sekali, soalnya biar irit bayar iuran airnya, maklum kategori kaum dhuafa" ucap Kiwil.


"Pantes....."ucap Penumpang bus.


"Itu masalah yang mudah dipecahkan, apa rumah anda dekat empang atau toilet umum gratis?" tanya Pak Toge.


"Deket sih, dua hari jalan kaki, satu jam naik bus" ucap Kiwil.


"Itu mah jauh namanya" ucap Penumpang bus.


"Tenang para penonton, saya punya solusi. Punya saudara yang punya sumur?" tanya Pak Toge.


"Ada, tapi anaknya banyak mesti bagi permen gratis" ucap Kiwil.


"Berapa jumlah anaknya?" tanya Pak Toge.


"5 anak istri pertama, 4 anak istri kedua, 3 anak istri simpanan dan 2 anak tetangga yang nitip" ucap Kiwil.


"Huh......" ucap Penumpang bus.


"Begitu ya masalahnya, berarti anda mandi saja dirumah, dengan air satu ember kecil, hematkan" ucap Pak Toge.


"Saya gak punya ember kecil jadi boros deh" ucap Kiwil.


"Tenang saya menjual ember kecil beserta sabun anti bisulan, panuan, kutu airan, kudisan, dan budukan serta sampoo anti kutuan dan borokan. Mumpung belum sold out buruan beli" ucap Pak Toge.


"Bisa dikredit satu tahun sekali gak?" tanya Kiwil.


"Huh...."ucap Penumpang bus.


"Bisa, tahap awal pembayaran anda mendapatkan bungkusnya dulu, isinya dicicil tahun berikutnya" ucap Pak Toge.


"Ha ha ha" Penumpang tertawa.


Bus berhenti di halte bus. Alina dan Haura turun dari bus. Mereka berjalan menuju ke kontrakkan Alina. Sampai dikontrakkan, pintu kontrakkan terbuka Alina dan Haura masuk ke dalam.


"Assalamu'alaikum" ucap Alina dan Haura.


"Wa'alaikumsallam" ucap Rehan.


Alina dan Haura melihat Rehan dan Rafael yang duduk dilantai kontrakkan. Mata Haura tertuju pada Papanya. Begitupun dengan Rehan yang menatap Haura.


"Papa" ucap Haura terkejut melihat Rehan ada didalam kontrakkan Alina.


"Haura" ucap Rehan juga terkejut melihat Haura bisa bersama Alina.


"Papa?" Alina terkejut mendengar Haura memanggil Rehan Papa.


Rehan langsung memeluk Haura dan Alina sekaligus. Dia senang sekali bisa bertemu kedua putri kembarnya. Ini seperti anugerah yang diberikan Allah. Dia tak menyangka bertemu Alina yang lama hilang dan menemukan Haura yang pergi dari rumah.


"Kalian kedua putri kesayangan Papa" ucap Rehan saat memeluk kedua putrinya.

__ADS_1


__ADS_2